MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Bertemu lagi



PLAKK !!


seketika sebuah tamparan keras mendarat di pipi pelayan tersebut.


seketika pelayan itu mendongak terkejut tak percaya.


"Tu..tuan" sembari memegang pipinya yang di tampar terpampang jelas sekali bekas tamparan itu.


"kau silahkan keluar dan jangan pernah menginjakan kaki lagi di sini." ucapn lelaki paruh baya itu tegas.


Deg.


seketika raut wajah pelayan itu berubah drastis. ia langsung bersujud.


"Tuan tolong jangan pecat saya tuan. aku mohon. maafkan saya tuan. berikan saya kesempatan sekali lagi tuan. aku mohon tuan."


pelayan itu bersujud meminta kesempatan.


lelaki paruh baya itu menatap Della meminta persetujuan. namun della hanya diam tak memberi jawaban.


lelaki paruh baya itu langsung menginstruksikan bawahanya.


"seret keluar pelayan itu dan jangan biarkan ia menginjakan kaki disini lagi" perintahnya tak ada ampun.


seketika dua pengawal maju dan menyeret pelayan itu keluar di saksikan orang-orang yang berada di dalam kedai.


lelaki paruh baya itu menghampiri Della memberi hormat,


"Nyonya, mohon maaf atas ketidak sopanan pelayan tadi, mohon beri hukuman ke pada saya" ucap lelaki paruh baya itu sembari membungkuk.


Xiuying terkejut mendengar lelaki paruh baya itu memanggil lingxiu dengan sebutan nyona. Ia menatap ke arah Della.


Della mengambil nafas dalam lalu mengeluarkanya perlahan.


"manejer ken, bisa kita bicara empat mata." ucapnya santai.


"baiklah nyonya," jawabnya sopan.


wajah xiuying semakin linglung.


nyonya ? manejer ken ? a.apa maksudnya ? apa kakak ipar yang mempunyai restoran ini ?


Della mengalihkan pandanganya ke arah Xiuying. terlihat xiuying dengan wajah cengohnya.


"ying'er, kakak tinggal dulu, kau baik-baik dan nikmati makanannya." Della dan manejer ken meninggalkan Xiuying yang masih dalam mode terkejutnya.


mereka ahirnya sampai di ruangan manajer ken.


"silahkan Nonya" ucap manajer kim sembari membukakan pintu.


Della masuk dan langsung duduk di korsi kedua tanganya melipat di depan perut.


"Manajer ken. bagaimana kau bisa lalai dengan mendispilinkan mereka"


manajer ken menundukkan kepalanya.


"hamba pantas di hukum atas kelalain hamba Nyonya."


Della membuang nafasnya kasar.


"ya memang kau pantas di hukum atas kelalianmu manejer ken. tapi kali ini aku menoleransimu, perbaiki kedisiplinan pelayan di restoran ini, selama satu minggu aku akan mengecek langsung. jadi persiapkan. jika sampai kau membuat kesalahan yang fatal seperti tadi, kau tahu akibatnya bukan ?"


"mengerti Nyonya. hamba akan laksanakan"


Della beranjak sendiri dan melangkahkan kakinya pergi.


ia terhenti saat di depan pintu lalu membalikan badanya.


"oh iya manejer ken, satu lagi. saat salah satu keluarga jendral weizhe dan keluarga Zhu datang kemari layani mereka secara khusus." Setelah selesai berucap Della langsung melangkah pergi.


Manajer Ken, menganggukan kepalanya sopan.


Setelah urusan dengan manajer ken selesai Della segera menuju kearah Xiuying.


Terlihat disana xiuying sedang memakan makananya dengan lahap. Della tersenyum sekilas. lalu bergegas melangkahkan kakinya.


Xiuying menoleh saat mendengar langkah kaki mendekat. Saat tahu della yang datang dengan segera ia menelan makanannya.


"Kakak. kau berhutan penjelasan padaku" ucap xiuying merajuk. jujur Xiuying belum sepenuhnya mengenal Lingxiu, baru beberapa kali mereka bertemu ? tak kurang dari lima kali. Ia selalu penasaran dengan kakak iparnya itu, entah dia selalu merasa bila kakak iparnya ini tidaklah sederhana seperti rumor namun ia selalu mempunyai rahasia yang begitu besar.


Della dengan santai meminum air di gelas lalu meletakkanya kembali di meja.


"menurutmu apa yang kau pikirkan ying'er" ucap Della tidak menjawab tapi balik bertanya.


"tempat ini punya kakak ?"


"tidak juga,"


Xiuying mengerutkan kedua alisnya. ia masih merasa bingung. "lalu, ?"


"habiskan makananmu katanya kau mu ke toko baju terbesar disini." sembari mengambil makanan yang tersedia. Della mengalihkan pembicaraan ia malas untuk menjelaskan ini semua. lagi pula moodnya sedikit rusak gara-gara pelayan tadi.


Xiuying menatap Della heran.


kenapa kakak ipar mengalihkan pembicaraan. apa ada sesuatu yang di simpannya ?


"ada apa xiuying ? apa ada sesuatu di wajahku ?" ucap Della membuyarkan lamunannya.


"Ti.tidak. tidak ada" jawabnya sedikit gagap lalu segera melanjutkan makan.


Ia terlihat tenang. dan cara makannya yang elega, serta auranya sanagat menonjol menegaskan hawa wanita bangsawan yang kental dan berkependidikan. sungguh berbeda dengan dugaanku dan rumor yang menyebar. penakut dan tak bisa bertemu dengan orang ? itu salah besar.


Della membuang nafasnya halus. sendari tadi ia selalu di tatap oleh xiuying.


"jika kau tidak segera menghabiskan makananmu, kau akan berdesakan dengan orang lain saat ke toko baju"


Lagi-lagi xiuying ketahuan telah menatap kakak iparnya. ia sedikit terkejut.


Benar toko baju ! bagaimana aku bisa lupa ?!


Dengan segera ia xiuying menyantap makananya.


***


Dihutan bintang terlihat seekor singa berjalan gontai, saat sampai di dekat aliran sungai ia merubah wujudnya menjadi manusia.


Tampan.


ya. wajahnya sangat tampan. hingga ia di puja semua orang. kaum wanita selalu menaruh hati kepadanya. Namun itu dulu. setelah kematian kekasihnya ia menjadi frustasi dan gila. setelah kejadian itu paara wanita yang dulunya menataap penuh puja kini menjadi menghina dan menghindarinya.


pangeran tampan ? siapa yang tak mau ? tapi saat pangeran tampan itu gila ? siapa yang mau ?


Sayang. Tampan tapi gila. begitulah semua orang menyebutnya sekarang.


ia membasuh wajahnya yang tampan dengan air sungai.


Segar yang ia rasa saat air sungai itu membasahi wajahnya.


Srek. Srek.


seketika lelaki tampan itu menigkatkan kewaspadaanya. iaaa mendengar alangkah kaki mendekat dan percakapan dua orang yang sedang berdebat.


"sudah ku katakan kau tak percaya !"


"cih. mulutmu itu penuh bualan siapa yang akana percaya."


"Tanggung saja akibatnya kau akan terkena sihirnya."


dua orang itu berhenti.


"bukankah dia hanya seorang wanita itu hal yang mudah"


"kau tak tahu kekuatanya. dia bisa saja mengabisimu dari jauh tampa menyentuh bajumu. seperti nasib tiga pemanah yang mati di hutan itu saat bertugas."


lelaki berwajah tampan itu masih mendengarkan pembicaraan kedua orang tersebut.


"Sudahlah. kau sudah mengatakan kalimat itu seharian." ahirnya salah satu orang itu bergegas meninggalkan temany. ia terhenti ketika melihat seseorang di pinggir sungai sedang membasuh wajahnya.


"hei kau bila tak.." sebelum yemanya itu melanjutkan katakatanya ia sudah memberi issyarat untuk diam.


"diamlah ada orang disana," seketika orang yang baru datang tersebut menoleh kearah tunjukan temanya.


"siapa dia ?"


"entahlah, dari pakaiannya sepertinya dia seorang bangsawan"


lelaki tampan itu masih mendengar percakapan kedua orang yang baru datang.


Cih. daasar manusia pengganggu.


Lelaki tampan itu beranjak berdiri dan langsung menghampiri dua orang yang menurutnya pengganggu.


"kalian pengganggu waktu santaiku" tampa aba-aba lelaki tampan itu langsung menyerang kedua orang tersebut. karna kekuatan lelaki tampan itu sangat besar dengan sekali hentakan saja kedua orang tersebut sudah melayang dan membentur pohon, terlihat kedua orang itu terbatuk mengeluarkan seteguk darah.


"Cih. dasar manusia lemah. aku sudah bosan dengan yang lemah seperti kalian belum apa-apa sudah kalah." setelah melihat lawanya tak berdaya lelaki tampan itu bergegas pergi meninggakan kedua orang yang sedang terkapar di tanah.


Ia berjalan keluar hutan bintang. ia terus berkelana ke pasar dan melewati beberapa perdesaan. tentu saja dia selalu menjadi sorotan karna wajahnya yang tampan. tapi sayang orang -orang itu belum tahu bahwa lelaki tampan yang ia pandang i dengan rasa kagum itu sedang mengindap penyakit gila.


suara riuk periuk pedagang kaki lima menawarkan jajananya.


"kembang gula kembang gula"


"ubi madu ubi madu"


lelaki itu terus berjalan tampa menghiraukan sekeliling.


dan.


Brukkk


Aou ! keluh seseorang jatuh.


ia menabrak seseorang hingga keduanya jatuh ketanah. lelaki tampan gila itu terlihat marah.


ia bergegas berdiri dan hendak memaki orang tersebut.


"Kalu apa kau tak punya ma.." tiba-tiba kalimatnya terhenti saat mengetahui orang yang ia tabrak. Matanya terbelalak. Dewiku !


"Kakak, kau tak apa ?" xiuying membantu Della berdiri.


Della menatap orang tersebut. dan seketika ia terkejut.


" Kau." ucap della terkejut.


"Dewiku.." ucap lelaki tampan gila tak kalh terkejut juga.