
Della menggeleng.
"dia bernama Kakek Wuyu" lanjut Situa yang membuat Della terbelalak.
"jadi kau adalah penerus baru itu ?" sahut Della dengan terkejut.
Situa diam tak menjawab ia menikmati secangkir teh.
"lalu siapa murid yang berambisi itu ?"
Situa membuka matanya
"dia adalah berkemampuan di bidang racun" ucap Situa menggantung.
"siapa namanya ?"
Situa merebahkan tubuhnya kembali "jika ku beri tahu itu tak akan asyik, coba kau tebak siapa dia ?"
Della mengetuk meja dengan jarinya. Situa ini kenapa tidak berbicara langsung. terlalu banyak teka-teki.
"situa, sebenarnya apa hubungannya diriku dengan Lingxiu ? kenapa aku bisa menempati dirinya ? apakah aku bisa kembali ? ini bukan duniaku bukan tempatku, semua ini terlalu mengagetkan bagiku, aku masih belum bisa menerima dan mencerna semua ini, ini terlalu frontal untuk kehidupanku"
Situa melirik kearah Della. dalam hati ia merasa bersalah, sebenarnya ia tak sengaja menarik dirinya kedalam permainan ini, dan menempatkannya ditubuh asli penerusnya, ia masih belum bisa terima jika penerusnya itu sudah tiada.
Situa diam tak menjawab.
"aku sangat ingin kembali, aku rindu ibuku, sahabatku, karirku dan wajah para press saat berburu berita tentangku. aku rindu itu. aku sungguh ingin kembali, bisakah aku kembali Situa ? bisakah kau mengembalikan ku ? bukankah kau pemimpin kastil abdar abadi Situa ? pasti kau tahu bagaimana cara agar aku bisa pulang bukan ?. tolong pulangkan aku." ucap Della dengan matanya berkaca-kaca.
Situa menghelai nafasnya. "bisa, tapi ada sebuah syarat yang harus kau penuhi"
Della mengusap air bening dari matanya.
"apa itu, aku akan melakukanya sepenting aku bisa pulang ke dunia ku" jawab Della Tampa pikir panjang.
Situa menatap jauh ke cakrawala.
"jadilah murid ku"
"hah ?"
"jika kau ingin kembali jadilah murid ku"
"tapi. jika aku jadi murid mu bukankah berarti aku harus mempelajari ilmu sihir itu ? dan soal Lingxiu bukankah dia penerus mu bukan aku." jelas Della.
"tapi bukankah kau sekarang berada di tubuh penerus ku, jadi kewajiban mu adalah menyelesaikan apa yang belum sempat ia selesaikan, anggap saja sebagai imbalan karena dia meminjamkan tubuhnya kepadamu" ucap Situa terdengar dingin bukan seperti Situa yang suka bercanda itu menunjukan jika dia sedang dalam mode serius dan tidak bisa di sela sedikitpun.
Della terdiam.
"lagi pula, kau sudah memakan herbal kualus dan daun kuning pelangi, artinya kau sudah menerima takdirmu sebagai penyihir."
apa ? kapan aku memakannya ?.
"aku tidak pernah memakainya Situa." ucap Della yang bingung karena yang ia tahu ia tak pernah memakan tanaman herbal itu. dan yang sebenarnya ia sudah memakan tanaman herbal itu saat dia tak sadarkan diri (pemberian obat dari kakek Wuyu)
"kau tadi menanyakan sangkut paut tanaman herbal itu bukan ? tanaman herbal itu sangat berpengaruh pada badan yang mempunyai sihir, tanaman itu mampu meningkatkan daya tahan serangan dan juga menjaga keseimbangan sihir dalam tubuhmu, seorang penyihir apa bila tidak ingin mengkonsumsi tanaman tersebut dalam artian dia memilih mati"
"tapi aku tidak pernah memakainya"
"tapi kau baru saja meminumnya hingga tandas."
seketika Della melihat cangkir di sampingnya dengan mata terbelalak.
"kau. kau. menjebak ku !" ucap Della yang warna wajah yang mulai suram.
seketika Situa berdiri. "aku tidak menjebak mu. aku tidak menjebak mu." ucapnya sembari kabur.
"Situaaaa !" teriak Della melihat Situa kabur.
"jangan kabur kau Situa !" ucap Della sembari mengejar Situa.
"Situa !"
"Wen ! tolong aku !" teriak Situa.
Situa terus berlari. "Wen !!" teriak Situa lalu bersembunyi di balik badan Wen.
"aduh, aduh" keluh Wen ketika badannya di balikkan langsung oleh Situa.
"Wen ! tahan dia !" teriak Della sembari menunjuk Situa.
"diam. kau berani menahan ku hah ?! awas kau !" ancam Situa kepada Wen.
"eh.. ini.." Wen bingung. aku harus memihak siapa ?!
"aku bilang tahan dia !" ucap della
"awas kau tahu akibatnya jika kau menahan ku Wen." ucap Situa masih dengan sembunyi di balik badan Wen.
jika aku memihak Situa, entah apa yang akan terjadi aku belum tahu, tapi jika aku memihak ke nona Lingxiu sudah pasti nasibku terkena hukuman konyol dari Situa.
akhirnya Wen memilih diam di tempat.
Della telah mendekat.
"apa kau tuli hah ?!"
"aku tidak ikut kalian. aku tidak ikut kalian" ucap Wen sembari mengangkat kedua tangannya wajahnya sudah setengah bingung.
"aku bilang kau harus menolongku" ucap situ yang masih menjadikan Wen sebagai tameng.
"Situa tidak usah mengelak ! kau sudah menjebak ku. kesini kau jangan mengelak ! aku harus memberi mu pelajaran !"
"bukan aku, tapi si Wuyu yang sudah memberimu itu, bukan aku !" elak Situa.
"Tuan," ucap salah satu pengikut Situa menghentikan mereka.
semua orang menoleh di tempat.
"Wanru... akhirnya kau datang. kau pasti akan menyelamatkan ku bukan.." ucap situ mengintip dari balik punggung Wen.
"Situa, ada yang mencari anda"
"mencari ku siapa dia ?"
"Wuyu"
Wuyu ? kenapa dia datang di waktu yang tidak tepat.
"kenapa dia datang ? mengganggu saja." muncul dari balik punggung Wen. "apa kau sudah menahannya di luar ?"
"itu.. dia memak..." belum selesai Wanru berbicara telah di potong oleh seseorang.
"Situa !" teriak kakek wuyu yang sudah berjalan menghampiri mereka.
"aku punya kabar baik. hahaha. kau tahu aku telah berhasil menemukan penerus mu dan telah berhasil membujuk dia meminum tanaman herbal kualus dan daun pelangi. aku menang taruhan. bagaimana aku hebat bukan ?. sekarang aku datang menagih janji mu" ucapnya dengan keras dan terdengar oleh semua orang. ia berjalan Tampa dosa dan berhenti dengan berkacak pinggang. dia belum sadar akan kehadiran Della diantara mereka.
Situa menepuk jidatnya.
"habis sudah diriku." ucapnya lirih "wuyu sialan. dasar tidak tahu tempat !" gerutu Situa.
sedangkan Della ? wajahnya semakin suram mendengar perkataan kakek Wuyu.
"Si..TUA..! Be..raninya. kau membuatku menjadi bahan taruhan ?!!" ucap Della dengan kata pengucapannya di tekan. menjelaskan bahwa dia benar-benar marah. wajahnya semakin suram dan mungkin mampu menghanguskan orang di dekatnya.
terlihat wajah Situa kikuk. "e.. ini.. bisa di jelaskan.. bukan seperti yang kau dengar.."
"Kau masih mau mengelak lagi ?!"
"tidak. bukan." Situa melirik kakek wuyu dengan isyarat mata untuk membantunya namun kakek wuyu angkat tangan dan menggelengkan kepalanya.
"dasar !tak setia kawan kau wuyu !" batin Situa.
"kemari kau Situa !"
"tidakk ! guru tolong aku !!" teriak Situa sembari kabur..
kakek wuyu meringis. hahahaha akhirnya ada juga orang yang berani dengan Situa selain guru. hahaha. sudah lama aku tidak melihat hal seperti ini. batin kakek wuyu dan tersenyum tipis.
Della mengejar Situa.
"dasar Situa Bangka. sialan. beraninya kau menjadikanku bahan taruhan !" seketika Della menjentikkan tangannya. dan seketika Situa terhenti dan terjatuh. Bruk.
kaki dan tangannya terikat tali.
"aduh. dasar tidak sopan ! kau kira kau bisa mengalahkan ku dengan sihir dasar ini hah" teriak Situa ia menjentikkan tangannya lalu ikatan di kaki dan tangan itu menghilang.
Situa beranjak berdiri.
"hehehe tapi aku cerdik, Situa" seketika Della menjentikkan tangannya. dan seketika tubuh Situa terikat dengan kain putih panjang mulai dari mata kaki hingga setengah badan membuat ia tak bisa bergerak dan hanya bisa melompat seperti pocong.
kain putih ? gawat !
"kau ?!.dari mana kau dapatkan kain putih ini ?" umpat Situa.
"emt.. ini.." sembari menaruh telunjuk di bawah dagu. "sewaktu melewati ruangan aku melihat kain putih yang terjejer di jemuran jadi aku mengambil itu." ucapnya sembari memikirkan.
"Apaaa ?!" ucap Situa kaget. "korden kesayangan kuuu ! teriak Situa menangis tak kuasa..
sedangkan yang lainya..
sedang asyik menonton Situa yang di jerat oleh muridnya sendiri.. mereka bagai menonton Opera dan tertawa terbahak bahak. sungguh mereka menikmati tontonan langka ini. hahahaha..