MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
jalan-jalan



petang berganti pagi, nyanyian burung di pagi hari terdengar begitu indah bagi para pelayan yang melaksanakan aktifitasnya,


"selamat pagi Kakak !" suara itu di penuhi dengan penuh semangat sembari menghampiri Della yang sedang berolahraga di halaman belakang.


Della menoleh dan terlihatlah xiuying yang telah rapi seperti ingin berpergian.


"kakak apa yang kau lakukan sepagi ini ?"


tanyanya penasaran.


"menggerakan tubuh." jawabnya singkat.


xiuying hanya manggut-manggut.


"ada apa ? " tanya della sembari menghentikan aktifitasny. perlu apa sepagi ini dia menemuiku.


"kakak, ayo kita pergi jalan-jalan, aku bosan berdiam diri di rumah," ajak xiuying.


jalan-jalan ? "kemana ?"


"pasar, ku dengar ada toko baru yang menjual baju dan perhiasan yang sangat bagus, toko itu sangat terkenal dan juga para bangsawan hingga putri, pangeran kerajaaan juga sering datang kesana, ayo kita lihat kesana." jiwa shoping xiuying meronta-ronta !.


"baiklah, ayo kita pergi."


"ayo sekarang !" sahut xiuying penuh semangat.


"sekarang ?!" sepagi ini ? Della menaikan satu alisnnya karna heran. sinar mentari baru saja menampakan dirinya dan ia sudah inngin bergegas pergi ?


"iya kakak, aku tak ingin berdesakan dengan para pengunjung lainya, kita akan memesan ruangan khusus dan itu harus cepat biar tidak keduluan dengan lainya. ayo. kita berangkat sekarang." sembari menarik lengan Della.


"biarkan aku mandi dan mengganti baju dulu." sahut Della menghentikab langkah Xiuying.


"Baiklah, ayo kakak segera mandi dan segera ganti baju." kembali menari tangan Della cepat ke kamar.


beberapa menit kemudian...


Della telah selesai mandi dan mengganti pakaian tak lupa merias dirinya sesederhana mungkin.


sedangkan xiuying masih setia menunggu duduk manis di korsi. saat melihat della telah selesai ia segera berdiri.


"wah kakak xiu kau benar-benar cantik." sembari mengankat kedua jempolnya. "ayo berangkat." ucapnya antusias.


ahirnya mereka berangkat ke pasar menggunakan kereta kuda.


"ying, apa kau yakin sepagi ini ?" tanya della yang merasa heran.


"benar kakak," sembari mengunyah kue kerig.


tak membutuhkan waktu lama sekitar duapuluh lima menit ahirnya mereka sampai di tujuan.


Della melihat sekeliling dari balik jendela kereta, terlihat orang yang berlalu lalang, pedagang-pedagang menawarkan daganganya. ruko-ruko baru mulai di buka.


terlihat Xiuying membuang nafasnya kecewa saat membuka tirai kereta, terlihat toko yang ia tuju belum buka.


Della melihat melihat ke arah Xiuying yang mmenunjukan wajah kecewanya.


Begini nih orang yang ngeyel di bilangin. batin della sembari menahan tawanya.


"apa aku bilang ?, ini kepagian xiuying..." ucap della sembari menyandarkan badanya dan memejamkan matanya. ia tak habis pikir toko yang ia maksud ialah salah satu cabang butiknya. dalam hati ia tersenyum jahil. Ahhh. aku jadi kangen ngantor, rapat dan mulut cerewet para wartawan.


"Kakak ipar, aku lapar ayo kita cari makan sembari menunggu tokonya buka" pinta xiuying yang membuat Della membuka matanya.


ide bagus, sekalian jalan-jalan.


"baiklah, ayo. aku juga sudah sangat lapar"


ahirnya mereka keluar dari kereta. dan melangkahkan kaki menuju ke ramaian.


Della menikmmati keadaan sekitar, sudah lama ia tak pernah keluar ke tempat ramai seperti ini bukan lama tak keluar yang pasti ia tidak boleh keluar rumah oleh keluarganya apa lagi ke tempat ramai seperti ini. ia bisa keluar saja harus merayu kedua orang tuanya dengan keras.


walaupun sudah pernah ketempat ini sebelumnya mata della masih saja di buat kagum akan suasana pasar ini.


"kakak, ayo cepat !" sembari menarik lengan Della.


"ada apa xiuying ?" ucap della sedikit kaget saat tiba-tiba xiuying menariknya.


"kedai makan favoritku sudah buka, di jamin makananya sangat enak kakak akan menyukainya"


ahirnya mereka masuk kedalam kedai makanan, terlihat walaupun pagi kedai itu sudah ramai di kunjungi orang-orang.


xiuying mengajak Della ke lantai dua kusus ruang VIP. seorang pelayan menyambutnya dengan ramah dan seertinya Xiuying sudah menjadi tamu langganan kedai ini.


xiuying hanya membalas dengan senyuman, terlihat sekeliling sudah ada beberapa pelanggan di atas duduk menikmati makanannya. segera memilih tempat duduk.


seorang pelayan menghampiri sembati memberika buku menu "silahkan mau pesan apa nona ?" ucap seorang pelayan perempuan.


"aku pesan seperti biasanya" ucap xiuying.


"kak kau mau pesan apa ?"


Della meraih buku menu di meja, sendari tadi Della mengamati sistem pelayanan kedai makan ini, ia membuka menu makanan, mulutnya menyungging senyum.


Tebakanku benar ini kau Adarsya.


Della menutup buku menu makanan yang ia penang.


"aku pesan semua menu termahal kedai ini," ucap della singkat membuat Xiuying dan pelayan yang mendengarnya membelalakan matanya karna terkejut.


"kak, kau yakin ?" ucap xiuying terkejut,


dan pelayan itu masih menatap tak percaya.


"hem," balasnya hanya dengan deheman.


Della melirik ke samping dam mendapati pelayan itu masih berdiam diri terkejut.


"kenapa kau diam ? apa pesananku tak kau denganar ?"


"maaf pelanggan, tapi apakah anda benar akan memesan semua makanan termahal di kedai ini ?" ucap pelayan tak percaya. hah orang ini pasti hanya ingin makan enak tapi tak mampu bayar. bagaimana mungkin ia memesan menu yang paling mahal di kedai ini apa dia sekaya itu ?!. nona xiuying saja tak pernah memesan makanan termahal sebanyak itu !. batin pelayan mencemooh Della.


"apa kau beranggapan aku ini miskin dan tak mampu membayar ?"ucap Della dengan menaikan satu alisnya.


"maaf pelanggan, tapi belumnya tak ada orang yang memesan begitu banyak makanan termahal seperti anda, tamun terhormat bangsawan belum pernah ada yang mampu memesan semua ini, kecuali dia seorang putri ataupun seorang pangeran." ucap pelayan yang mencemooh.


cih. pelayan itu tak tahu siapa yang sedang ia ragukan saat ini. yang sedang kau remehkan adalah nyonya pemilik kedai ! istri dari pemilik kedai ini !


andai saja pelayan itu tahu siapa yang sedang ia singgung, mengangkat kepalanya pun ia tak akan berani !


Della tersenyum sebelah bibirnya.


"apa perlu aku bayar dimuka ? katakan berapa jumlah kesluruhanya." ucapnya dinggin.


Xiuying tak bisa berkata. Apakah benar di depannya ini adalah kakak iparnya ?


"pelanggan jangan terlalu sombong jika tak mampu membayar sebaiknya kurangi pesanan anda." ucap pelayan dengan aangkuhnya.


Xiuying seketika menggebrak meja mendengar perkataan pelayan tersebut. ia marah karna beraninya pelayan itu berlagak tak sopan dan meragukan kakaknya. ya walau dia sebenarnya juga merasa sedikit tak percaya dengan kakak iparnya namun ia sangat tidak terima jika kakak iparnya di rendahkan seperti ini.


"Kau meragukan kami !" ucap xiuying yang sudah naik pitam.


Della menatap Xiuying melihat sekeliling, semua mata kini tertuju kepada mereka dan bahkan ada orang yang penasaran dengan kejadian yang baru saja terjadi "Xiuying tenanglah." ucapnya Della santai namun tetap elegan.


"Tidak bisak kak ! aku tidak terima. beraninya pelayan seperti dia berani meghina kita seperti ini !"


Tak begitu lama seorang paruh baya menghampiri mereka karna keribuatan yang terjadi.


"ada apa ini ?" ucap seseorang dan seketika mereka menoleh. terlihat seseorang paruh baya berdiri menghampiri dengan dua pengawal di belakangnya.


"Tuan," pelayan itu membungkuk memberi hormat.


Seorang paruh baya itu terkejut saat mendapati Lingxiu istri dari Pemilik kedai ini berdiri disana sontak ia ingin memberi hormat namun dengan isyarat Della menyuruhnya untuk diam.


"jelaskan keributan apa ini ?" ucap kembali sseorang paruh baya tersebut.


Seketika pelayan itu maju mendekat memberi hormat lalu berbicara menjelaskan.


"maaf tuanku, pelanggan ini memesan semua menu faforit yang termahal di kedai tuan, pelayan ini hanya mengingatkan dan menyarankan jika menu makanan disini begitu mahal dan belum pasti mereka mampu membaya, tapi mereka malah marah tak terima tuan saat saya memberi saran untuk membantu mereka." ucap pelayan itu menjelaskan menunduk, ia tersenyum mencemooh dan melirik kearah Della.


Yang di tatap tenang-tenang saja. dan mendengarnya sangat jenuh.


"tak mampu mmembayar ?" ucap Seorang paruh baya itu memastikan.


"Benar tuan," swmbari tersenyum kemenanngan..


PLAKK !!


seketika sebuah tamparan keras mendarat di pipi pelayan tersebut.


seketika pelayan itu mendongak terkejut tak percaya.


"Tu..tuan" sembari memegang pipinya yang di tampar.