MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Bertemu



Situa di sana sudah menahan jengkel karena tingkah hewan di depannya itu. ingin rasanya ia mencincang dan menjadikannya rusa bakar ! jika ia tak ingat pesan penerus nya itu sudah di pastikan ia sudah melakukannya sendari dulu. jujur saja ia rusa yang sangat menjengkelkan.


setelah beberapa saat sampailah mereka di suatu tempat, tempat itu terawat, air terjun mengalirkan air yang sangat jernih bahkan keberadaan ikan terlihat jelas di sana.


Situa melihat sekeliling, namun ia tak menemukan sosok yang ia cari. "kau mau mengerjai ku rusa," ucapnya dingin kepada rusa yang terdiam di tempat sembari tersenyum cerah.


"ternyata kemampuan mu itu semakin menurun saja, ah sungguh mengecewakan ku," ucapnya Tampa memberi balasan atas pertanyaan Situa.


Situa di buat geram lagi olehnya, ia tanya apa dan jawabannya apa ! sungguh ia ingin mencaci rusa itu !"kau.." belum sempat ia melanjutkan sudah di potong oleh seseorang,


"tak ku sangka kita akan bertemu, ini sungguh kebetulan yang luar biasa,"


seketika mereka menoleh ke asal suara, "Dewi Hutan !" teriak sang rusa girang sembari berlari menghampiri asal suara itu, ia sudah tak sabar ingin memeluknya dengan erat rasa rindunya menggebu-gebu, orang itu melentangkan kedua tangannya menyambut sang rusa yang tau ingin di peluk, ia terus berlari menghampiri sang Dewi, berlari sangat kencang dan..


Bruk !


semua orang terdiam melihat adegan yang sangat langka itu.


Krik.. krik.. krik..


suara jangkrik yang lewat. ya. si rusa itu jatuh tersandung batu dengan muka yang menyentuh tanah kaki yang menjulang ke atas lalu jatuh berhantam tanah.


semua masih ternganga dengan situasi sekarang. hingga suatu sura memecahkan keheningan itu.


"Ha Ha Ha Ha..." ya, suara tawa dari Della yang melihat adegan yang begitu eksotis !, tawanya tak tanggung tanggung dan membuat semua orang di sana tersadar dan ikut menertawakan si rusa itu, terlebih Situa tawanya bahkan melebihi Della, dalam tawanya ia mensukurkan si rusa yang menjengkel kan itu.


"tau rasa kau, ha ha ha ha, balasan Dewa memang lebih tepat !, Ha ha ha ha," tawanya kembali menggenang


lain hal nya dengan si rusa, ia menjengkel dan mengutuki batu yang ia tendang tadi. "batu sial ! kenapa kau halangi jalan ku ! seharusnya kau minggir saat aku lewat !." yah yah apa salah batunya, sendari ia di ciptakan batu itu sudah berada di tempatnya. ia yang menabrak namun siapa yang di salahkan. ya, begitulah mahluk.


"Rusa, kau tak apa ?" tanya Yuan Fu yang melihat si rusa yang mengutuki batu itu.


"Dewi ku... kaki ku sakit.." rengeknya sembari memelas.


sedangkan Della dan Situa semakin gencar dengan tawanya saat mendengar rengekan dari rusa.


"Dewi mereka jahat, menertawai ku sendari tadi..." rengeknya tadi dan membuat Situa dan tambah semakin gencar tertawa mereka sampai memegang purutnya karena tertawa.


"Cukup, Cana ! cukup, kau tak pantas merengek seperti itu, ha ha ha," sahut Della yang sudah tak tahan dengan tawanya ia bahkan mengusap air mata yang merembes di sudut matanya karena tertawa.


ia mengambil nafas dalam dan mengatur nafasnya. haaaah....


"kenapa kau berlari ?" tanya Yuan Fu, yang sebenarnya ia tadi juga sempat tertawa namun ia tahan dan dengan sekejap ia menyembunyikan tawanya saat melihat sang rusa masih terduduk di tanah.


Yuan Fu menghampiri dan mengelus kepala sang rusa yang selalu bersikap manja kepadanya. "ayo berdirilah, kebetulan kami tadi baru saja selesai membuat sate Rusa,"


Glek.


seketika rusa itu menelan salivanya.


dan seketika Situa dan Della kembali tertawa bahkan sampai guling-guling di tanah,


terlihat wajah pasi si rusa.


"UPS, maaf," ucap Yuan Fu yang sadar akan perkataannya, ia lupa jika yang di depannya ini adalah seekor rusa...


"Dewi jahat.. wuaaaaaaa...!" sang rusa itu berlari sambil menangis, sedangkan Situa dan Della malah semakin semakin semakin meringkuk dengan tawanya yang menggema.


"Rusa, hei, kau mau kemana, maafkan aku aku tak sengaja," ucap Yuan Fu sedikit berteriak.


"Dewi jahat ! akan memakan ku.. huaaaa!" sahutnya semakin gencar berlari.


"sudahlah, Yuan Fu, Cana akan kembali lagi, kau tenang saja," sahut Della menghampiri Yuan Fu, "baiklah, kita tunggu saja dia kembali," sahutnya.


Situa menatap Della yang berdiri dengan seseorang di sampingnya, ia sedikit mengerutkan keningnya sambil mendekat. "siapa dia ? wajahnya tidak terlalu asing ?" batinnya.


sedangkan Della hanya bersedekap tangan menyapa Situa yang berjalan mendekat. ya dia akan bersikukuh dan tak mau tahu jika ia di marahi kalau dia kabur. siapa juga yang betah jika di kurung dan di siksa oleh pelayan yang menyebalkan itu. eh bukan pelayan yang melainkan yang mengaku murid senior itu.


"Ap apa ?!" ucap Della.


"Situa," ucap Yuan Fu menghentikan langkah Situa.


Situa menatapnya dan mengerutkan kedua alisnya. "kau mengenal ku ?" ucapnya dengan tatapan menyelidik.


"apa kau melupakan ku ?" jawab Yuan Fu,


Della mengamati kedua orang ini. mencerna suasana yang sedikit asing.


Situa mengerutkan alisnya, memikirkan siapa orang itu, lama ia mencari memori yang tersimpan dan akhirnya. "Kau !, ucapnya tak percaya.


Yuan Fu mengangguk. "kau, kau, kembali !" ucapnya lalu menghampur memeluk Yuan Fu, "kau kembali, kau kembali," ucapnya sembari menitipkan air mata. sedangkan Yuan Fu menepuk-nepuk punggung Situa.


"benar, berhentilah menangis, kau itu sudah tua, ha ha ha," ucapnya mampu membuat Situa melepaskan pelukannya dan mengusap air mata seperti anak kecil.


sedangkan Della melongo di buatnya. sebenarnya siapa Yuan Fu ini. batin Della.


"kau kembali, lalu di mana guru, dimana dia apa dia juga sudah kembali," tanyanya runtun sembari memastikan.


"tenanglah, ayo ikut kami sepertinya kita perlu bicara beberapa hal," ucap Yuan Fu lalu mereka kembali ke dalam goa.


kini mereka duduk di depan api unggun sembari membakar daging rusa. diam. mereka diam beberapa saat. hingga akhirnya Situa angkat bicara. "sebenarnya apa yang terjadi ? kenapa aku tidak bisa menemukan kalian bahkan tidak bisa mencium kekuatan kalian sedikit pun," tanyanya kepada Yuan Fu.


seperti biasa Yuan Fu tersenyum tipis. ya dia murah senyum kepada siapa saja. wajahnya sangat adem dengan senyumannya itu.


"ceritanya panjang dan kau bahkan tak akan percaya dengan apa yang aku katakan, tapi sayangnya aku belum bisa menceritakannya, kutukan belum sepenuhnya terpecahkan," jawabnya lembut sembari memberikan sate Rusa bakar yang sudah masak kepada Della "makanlah, kau harus memulihkan keadaan mu," ucapnya kepada Della, Della menerima itu lalu memakannya Tampa ragu.


Situa mengerutkan keningnya "apa maksud mu ? jadi kita harus memecahkan kutukan itu dulu ? dan kau bilang apa ? dia sakit ? lalu bagaimana kalian bisa bertemu ?" tanyanya Tampa henti.


"dasar cerewet," sahut Della sembari menyoel satenya kembali.


"penerus, kau berhutang penjelasan kepada ku," sahutnya dengan mengintrogasi.


"oh, ayolah, semuanya sudah tahu dengan apa yang terjadi kepada ku di sana, kau bisa minta penjelasan kepada murid-murid mu itu," jawabnya malas dan kembali memakan makanannya dengan acuh.


"sudahlah jangan bertengkar, bukankah kalian akan memecahkan kutukan berikutnya, jadi habiskan makanan ini, lalu kita pecahkan kutukannya," lerai Yuan Fu sembari mengangkat beberapa daging di sana.


"oh iya, Yuan Fu, bukankah kau tadi belum menjawab pertanyaan ku ?," ucap Della sembari menatap Yuan Fu, terlihat di sana Yuan Fu sedikit tertegun.


"kau belum menjawab dimana suami ku berada, oh iya, Situa bukankah kau juga tahu di mana suami ku sekarang berada ? kau berjanji akan memberi kabar jika peperangan telah usai, jadi dimana dia sekarang ? apa dia menunggu ku di kediaman, atau mencari ku ke dalam hutan ?" tanyanya membuat Situa menghentikan makannya dan Yuan Fu terdiam dengan rasa cemasnya.


deg.


seketika Situa menghentikan mengunyah. ia lupa akan kabar duka yang menimpa, dia lupa memberi kabar kepada Della. "dia.." belum sempat melanjutkan perkataanya namun telah di potong dengan isyarat gelengan kepala Yuan Fu, Situa terdiam menatap Yuan Fu dan sekilas menatap ke arah Della.


"ada apa ? kenapa kalian diam ?, apa ada sesuatu yang kalian sembunyikan ?" tanyanya penuh selidik curiga dengan ekspresi mereka saat ini.


^^^^^^°°°°°°


hallo semua apa kabar, maafkan authur yang baru up date sekarang, beberapa hari ini author sedang kurang sehat dan belum sempat mengetik naskahnya dan baru kesempat sekarang..


semoga up date kali membantu menyembuhkan rasa mengu kalian..


salam hangat dari authur, semoga semua di beri nikmat kesehatan...selamat berjumpa di episode berikutnya..