MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Episode 60 KERJA SAMA



Della tak habis pikir dengan semua ini. Ia masih menatap adarsya tak percaya dan terkejut. Tak hanya dingin dan pemaksa ternyata dia juga begitu licik.


"Bekerja samalah denganku, " ucap Adarsya dingin,


Berkerja sama ? setelah menjebakku kau mengajukan kerja sama ? Licik kau adarsya. "Aku menolak." jawab della tampa tanggung-tanggung.


Adarsya menaikan satu alisnya lalu tersenyum "kau menolakku ?. Tapi sayangnya kau tak bisa menolakku walau hanya sekali" ucap adarsya sembari menyangga kepalanya.


"Apa maksudmu !" Della semakin naik pitam. Ia benar-benar telah di jebak di labirin permainan Adarsya.


"Aih, apa kau lupa ? jika kau menolak keluarga Zhu akan hancur, mereka kini sudah bertindak lebih jauh jika tidak di hentikan aku takutnya mereka benar-benar menghabisi keluarga Zhu ini. ingat, kau tak akan mampu melawan mereka walaupun kau mempnyai sihir."


Sial. Dela mengepalkan kedua tangannya. Ia benar-benar tak bisa melepaskan diri dari orang ini. masalah keluarga ini benar-benar tak sederhana, musuh yang dihadapi tidakah mudah, jika tidak dengan bantuannya maka keluaga zhu sudah hancur.


Della mengambil nafasnya kasar. "Kesepakatan apa yang kau punya ?" Ucap Della tak kalah dingin. kini kamar itu di penuhi dengan aura yang dingin mungkin sangking dinginnya bisa buat bekuin es balok. dua orang yang sama-sama keras kepala dan dingin berada dalam satu ruangan.


Adarsya tersenyum tipis namun senyuman itu sangat dingin. "sesuatu yang sangat menguntungkan" Della menatap


tajam. Apa lagi yang kau rencanakan ?! aku harus berhati-hati dengan orang Licik ini, tidak akan aku terjebak terlalu dalam rencana liciknya itu.


"jangan berkelit. katakan dengan jelas." ucap Della tegas.


"Menjadi Istriku." ucapnya singkat.


"kau gila. aku menolak."


"kau tidak bisa menolak ataupun berlari. karna kita sudah menikah otomatis kau sudah menjadi istriku."


Deg. seketika Della membeku. Ia melupakan hal penting itu bahwa mereka sudah menikah..


Della menggerutu dalam hati. Sial.Sial.Sial. Kenapa aku begitu ceroboh. Kau benar-benar telah terjebak dalam kelicikannya Dell ! dan tak bisa keluar begitu mudah !


"Kau sungguh Licik Adarsya !" geram della sembari mengepalkan kedua tangannya. ia tak habis pikir akan ke kalahan dirinya.


"kau salah, aku tidak licik namun Cerdik" sembari mengetuk pelipis kananya degan satu jari"


Adarsya beranjak berdiri dari duduknya ia menghampiri Della yang berdiri sendari tadi. ia berbisik ketelinga Della "cepatlah berkemas kita berangkat sekarang ke kediaman jendral weizhe. dan jangan samai lupa akan tata krama seorang Nyonya Adarsya. itu mudah bagimu bukan ? " Junjie tersenyum lalu beranjak keluar.


Della menahan geram, ia ingin sekali memukul orang itu hingga teler.


"Lihat saja kau, setelah sihirku sempurna aku akan mengutukmu menjadi katak buruk rupa !" umpat della sembari mengambil beberapa barang miliknya. ia sudah terlal geram hingga ingin mencacinya namun semua itu akan sia-sia. lebih baik mentuknya itu telah mewakili perasaan kesalnya.


Della membuang nafasna kasar.


Oh. Tuhan. apa yang harus aku lakukan ! dia terlal semena-mena !


*******


Quan Zhu berbaring di ranjangnya ia pura-pura pingsan, seorang tabib bayaranya sedang memeriksannya disana ada tuan Zhu dan Zian.


"Bagaiana keadaanya Tabib ?" ucap qiao zhu saat tabib itu selesai memeriksanya.


"maafkan hamba tuan, racun itu semakin menyebar di badanya."


"bagaimana bisa ? bukankah kau sudah mencari penawar racun itu di gunung bintang ?"


"mafkan hamba tuan zhu, hamba tidak menemukan penawar itu, saat hamba sedang mencarinya di gunun bintang hamba bertemu dengan seseorang petapa yang cukup tua, orang tua itu memberi petunjuk bahwa penawar itu berada di kediaman anda."


"apa maksudmu ? petapa tua ?" apa itu situa ?


"benar tuan, petapa tua itu mengatakan bahwa raun ini bisa di keluarkan dengan sebuah giok putih bercorak bunga."


Tuan zhu semakin bingung. giaok putih berbentuk bunga ?


"tapi disini tidak ada yang memiliki benda itu,"


"itu adalah petunjuk sang petapa tuan, petapa tak pernah bohong akan kata-katanya" ucap sang tabib bayaran quan zhu.


"giok putih bersimbol bunga ?" guman Zian, sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ?


"apa kau tahu Zian ?" ucap tuan zhu yang melihat raut wajah Zian.


"belum pasti ayah," ucap Zian sembari memikir.


"Maaf sebelumnya tuan, saya hampir lupa, petapa itu bilang, giok putih itu di jadikan kalung oleh sang pemiliknya"


ucap sang tabib sembari membungkuk.


"baiklah, kita bisa tanya para orang yang berada disini, Zian aku tugaskan ini kepadamu," Tuan zhu sembari memegang pundak Zia lalu berlalu pergi.


Zian terdiam, sorot matanya tajam. hatinya kembali berkecamuk. ia mengepalkan kedua tanganya.


 


*******


Della membuang nafasnya setelah memasui kereta. ia berfikir keras.


Kerjasama ? Hah.


kerja sama menjadi istri ? itu hanya pengalihanmu adarsya. sebernarn apa yang kau rencanakan ! Hah. Apalagi kalo bukan bisnis sialan itu ! Tidak dulu dan sekarang dia sama saja Maniak Bisnis !


Kerjasama. Kerjasama.


sepertinya bila dipikir-pikir tidak buruk juga, ini bisa sangat menguntungkan. Benar ! ikuti permainaya. Setelah maslah ini terungkap dan tuntas. Aku bisa terlepas dari jeratnya. sendari itu aku harus menyusun rencana. dan mencari jalan pulang.


Della tersenyum devil. ayo kita coba permainan yang di ancang olehnya !.


Della memutuskan untuk berkerja sama,


 


tak membutuhkan waktu terlalu lama. ahirnya mereka sampai di kediaman jendral Weizhe. merka di sambut langsung oleh jendral, dan anak-anaknya.


"Salam ayah," ucap mereka bersamaan sembari memberi hormat.


"bangunlah, mari segera masuk,"


Della mengangguk lau mengikti mereka masuk kedlam rumah. "antarkan menantuku istirahat dikamar" ucap jendral weizhe ke pelayan.


"baik tuan" seketika pelayan itu membawa Della ke kamar Junjie. selama perjalanan menju kamar Junjie ada beberapa pelayan yang melihatnya diam-dia sembari bergunjing di belakang.


"apakah dia istri tuan muda ?"


"sepertinya benar"


"jadi dia putri dari Kediaman Zhu yang katanya di sembunyikan itu ?"


"entahlah sepertinya iya,"


"apa dia benar-benar seorang penyihir ?"


"penyihir ?"


"ah.kau itu selalu ketinggalan informasi yang sangat buming ! apakau tak tahu rumor yang beredar selama ini bahwa ptri satu-satunya keluarga Zhu itu seorang penyihir ?"


"benarkah ? oh ! apa jangan-jangan dia bukanlah manusia ?!"


"shutttt ! pelankan suaramu ! apa kau ingin mati apa bila di dengar oleh tuan"


"tapi benar yang di katakan dia, aku tak yakin bahwa dia itu manusia melainkan iblis"


"apa yang kau katakan ? berhati-hatilah saat berbicara itu bisa menyinggung Tuan."


Seketika Della terhenti.


dan seketika beberapa orang yang bergunjing itu terdiam dan panik.


'apa dia mendengr perkataan kami. jika benar ****** kita!' batin para pelayan yang bergunjing di belakang.


Ehemm. seketika Dela berdehem.


"ada apa nona ?" tanya pelayan yang mengantarnya


"apa kau mendenar suara nyamuk ?"


"Suara nyamuk ?"


"iya suara nyamuk mereka sangat berisik hingga menggangg ketenangan kupingku. rasanya aku ingin menepuknya hingga mati, ah. tidak. itu terlalu mudah. aku ingin membuat raket penyetrum nyamuk agar nyamuk-nyamukitu kehilangan darah. sepertina seru sekali."


 


Krakkk..


seketika pelayan yang bergunjing membeku.


mampuslah kita. seketika para pelayan itu. bubur secara halus tampa suara dengan wajah membeku.


ini sangat mengerikan !