
Jnjie terus berjalan dengan cepat.
Situa, ternyata
dirimu yang membuat onar semua ini. Hah,jika aku tidak berakting di depanmu
kupastikan diriku sudah sama nasibnya dengan tuan zhu. Ia segera menuju kamar
della. Dengan cepat tangannya membuka pintu kamar dan berlalu masuk. Dan benar.
Ia berada dikamarnya dengan segera junjie langsung memeluk Della. Della
terkejut dengan junjie yang tiba-tiba memeluknya. “ hei, ada apa ? ” junjie tak
menjawab namun semakin mengeratkan pelukannya.
Ada apa ini
kenapa dia tiba-tiba memelukku ?
“ apa kau
baik-baik saja ? ” della masih binggung dengan junjie.
“ ku kira kau menghilang kabur meninggalkanku ”
menghilang ? kabur ?
“ aku tidak
kabur, dan sekarang kau bisa lepaskan aku ” junjie melepaskan pelukannya
“ sekarang jawab
kenapa kau tadi menghilang ? aku mencarimu kemana-mana namun tak menemukanmu ”
sembari memegang kedua lengan Della
della menaikkan
satu alisnya.
“ sendari tadi
aku disini,”
Junjie tediam
sejenak menatap Della. “ lalu.apa. kau berbicara dengan seseorang ? ”
Della menatap
junjie. Apa maksud pertannyaanya itu ? aku tak mengerti. Berbicara degan
seseoang ya jelas. Sekarang saja aku berbicara denganmu
“ iya ”
Tiba-tiba
tatapan junjie menjadi sangat tajam. “ apa yang kau bicarakan ? ”
Aduh…. Kenapa
sih sebenarnya orang ini, semakin aneh saja.
“ sebenarnya
kamu ini kenapa ? kau membuatku bingung ” sembari melepaskan tagan junjie. lalu
duduk diranjang. Junjie tak bersuara
lalu berbalik meningalkan kamar.
Della semakin
bingung dengannya. Kenapa dia ?
****
Situa duduk
sembari mengelus jenggot kesayangannya, oh, ternyata dia sudah menunjukan wajah
aslinya.
“ situa, apa kau
tak kasihan kepadaku, setidaknya biarkan aku menemui tamuku, sebelum mereka
pergi. Dan memberi tahu istriku ? ” tuan zhu sudah merasakan apa yang zian dulu
alami. Ternyata ini sangat melelahkan.
Situa tak
menjawab.
“ lalu bagaimana
denganku ? ” Gen menunjuk dirinya sendiri. Karna ia juga terkena sihir dari
situa.
“ oh, iya kenapa
kamu bisa berada disini. ? ”
Gen terabaikan.
Ternyata sendari
tadi aku tidak di anggap ada sama sekali.
“ Tuan, kamu
sendiri yang menahanku disini. ” Situa menjentikkan jarinya dan seketika Gen
bisa bergerak kembali.
“ terimakasih
tuan. ”
“ sudah sana
pergi aku tak ada urusan denganmu. ” Gen
mulai beranjak pergi.
“ kau. Jangan
pergi “ situa berkata lagi. Seketika gen terhenti. Sebenarnya maunya apa sih
orang tua ini. Tadi suruh pergi dan sekarang dilarang pergi.
“ kau lebih baik
disini saja. Ada hal penting yang akan kau lakukan. Dan akau aka lebih berguna
berada disini ” Seketika situa menyihir Gen tidak bergerak. Ah ! sial !
seharusnya aku tadi lari !
Situa memutar
badanya menghadap tuan zhu, lalu menatap Gen lalu kembali lagi menatap tuan zhu
dengan tersenyum yang sangat mencurigakan.
Tuan zhu sudah
was-was dibuatnya. Situa apa yang akan kau lakukan lagi !
“ beri tahu nyonya Zhu bahwa suaminya sedang
menemuiku, “
Seketika situa
menyihir Gen. Tubuhnya berjalan sendiri, ia tidak bisa mengendalaikan tubuhnya,
ia terus berjalan. Ia mencoba berteriak namun tak bisa, sekan seluruh tubuhnya
telah di kendalikan. Ia terus berjalan hingga keruang utama.
Semua mata
menatapnya. Ia berhenti lalu membungkukkan badan.
“ nyonya zhu,
apa kabar ? lama sudah tidak berjumpa, “ tersenyum
Seketika semua
orang terbelalak.
maksudmu ? kenapa kau berkata seperti itu kepad nyonya zhu. ? “ xiuying terlihat heran.
Jendral weizhe
mengerutkan keningnya.
Gen terlihat
panic namun tidak bisa mengendaikan mulutna. Apa yang bar saja ak katakana !
Nyonya zhu
menaikan satu alisnya.
“ wah, wah, wah,
ternyata anda masih tetap sama seperti dulu tidak berubah, “ tuan tolong ! aku
tida berkata seperti itu, bukan aku !
“ apa yang kau katakana, mana sopan santunmu !
beraninya kau berbicara seperti itu ” Zian menghampiri Gen.
“ wah, wah wah, lihalah, kau ternyata telah
tumbuh menjadi seperti ini, si mulut angsa.. “ seketika semua orang terlihat
tercengang.
“ apa
katamu ?! ” Seketika raut wajah Zian berubah muram.
Tuan ! tolong
akuuu! mampuslah aku ! diamarah. Tolong bukan aku yang mengatakanya. Bukan aku
!
Gen tersenyum,
“ kau bilang apa
?! siapa yang menyuuhmu !” sembari meraih kerah baju Gen. ah ****** aku. ******
aku ! tuan itu bukan aku yang berbicara ! aku tak tahu apa-apa.!
“ ternyata kau
masih si pemarah ya, apa aku harus mengulanginya lagi, Si.Mulut.Angsa. “
sembari tersenyum.
Jendral weizhe
akan bererak namun dihentika oleh nyonya zhu dengan isyarat tangan.
Duak ! Seketika
sebuah puklan melayang ke wajah Gen.
Tuan… apa
salahku kenapa aku ang selalu menjadi korban ! bukan aku yang berbicara. Bukan
aku !
“ Cukup Zen ”
nyonya zhu menghentikannya ketika Zen akn menghantam lagi.
“ mulut angsa,
jangan marah. Aku hanya bercanda,” gen bangun dan menghampiri nyonya Zhu.
“ nyonya Zhu,
aku hanya mau bilang. Aku pinjam suamimu sebentar, jangan cemaskan dia. Aku
hanya akan memberikanya sebuah hukman kecil karna tidak mengundangku keacara
sepenting ini. Aku bilang. Aku sedang kecewa dengannya. “
“ lalu,
bagaimana dengan anakku. Apa dia baik-baik saja ? “
Gen tersenyum. “
tentu saja penerusku selamat. Selama dia berada dalam pengawasnku dia akan
baik-baik saja. ”
“ lalu dimana
dia ? kenapa kau mencliknya”
Gen beralih
mendudki kursi, “ aku tidak menculiknya, dia bersama suaminya sekarang. Aku
peringatkan lebih baik kalian cepatlah pulang dan urusi orang-orang asing itu.
Itu sangat menganggu ! “
Gen melihat
sekeliling, ia beranjak ketika mengetahui keberadaan jendral Weizhe, “ kau,
kenapa kau berada disini ?”. aduh tuan besar jendral ! maaf kan aku. Maafkan
aku. Telah lancing kepadmu.
“ Gen ! “ Jinhai
beranjak menghampiri namu di cegah oleh nyona Zhu.
“ tentu saja dia
harus disini, karna jendral weizhe sekarang menjadi besan keluarga Zhu. “
seketika Gen menoleh tak percaya. “ Apa ? “
“ kau bilang
besan ? “
Sketika Gen menabok pundak jendral beberapa
kali sembari berkata “ dari sekian, banyaknya manusia dan orang tua kenapa aku
malah bertemu denganmu. Dunia ini benar-benar sempit”
****** aku. Apa
yang aku lakukan terhadap tuan besar jendral ! mati aku.! Mati aku.! sepertinya
Setelah kembali aku sudah menjadi mumi dalam peti !
Gen terhenti. Ia
bisa bernafas lega. Namun tiba tiba ia melototi si jendral.
a.apa lagi ini.
Kenapa aku melakukan hal ini. Situaaaa..!! habislah hidupku. aku sudah tak
punya harapan untuk hidup lagi.
“hei. tuan
jendral. Berarti kau juga berurusan denganku !” gen beralih menatap Nyonya Zhu,
“ nyonya Zhu,
jangan kawatir, semuanya akan baik-bak saja dan untuk kalian segeralah pulang,”
samil melirik sekeliling “ kalau begitu aku pergi. Kau ikut aku” sembari
mennjuk jendral. Dan seketika Gen terjatuh. Ah. Aku bisa mengerakkan badanku
kembali. Ia bernafas lega.
Kini gentian
jendral yang berjalan tanpa bisa menendalikan dirinya.
Gen berdiri,
terihat tatapan Zian, masih muram dan tuan mudanya menatap aneh.
Ah. Sial. Aku
hampir lupa. Setelah ini hidupku akan tamat.