MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Episode 41



Jnjie terus berjalan dengan cepat.


Situa, ternyata


dirimu yang membuat onar semua ini. Hah,jika aku tidak berakting di depanmu


kupastikan diriku sudah sama nasibnya dengan tuan zhu. Ia segera menuju kamar


della. Dengan cepat tangannya membuka pintu kamar dan berlalu masuk. Dan benar.


Ia berada dikamarnya dengan segera junjie langsung memeluk Della. Della


terkejut dengan junjie yang tiba-tiba memeluknya. “ hei, ada apa ? ” junjie tak


menjawab namun semakin mengeratkan pelukannya.


Ada apa ini


kenapa dia tiba-tiba memelukku ?


“ apa kau


baik-baik saja ? ” della masih binggung dengan junjie.


 “ ku kira kau menghilang kabur meninggalkanku ”


menghilang ? kabur ?


“ aku tidak


kabur, dan sekarang kau bisa lepaskan aku ” junjie melepaskan pelukannya


“ sekarang jawab


kenapa kau tadi menghilang ? aku mencarimu kemana-mana namun tak menemukanmu ”


sembari memegang kedua lengan Della


della menaikkan


satu alisnya.


“ sendari tadi


aku disini,”


Junjie tediam


sejenak menatap Della. “ lalu.apa. kau berbicara dengan seseorang ? ”


Della menatap


junjie. Apa maksud pertannyaanya itu ? aku tak mengerti. Berbicara degan


seseoang ya jelas. Sekarang saja aku berbicara denganmu


“ iya ”


Tiba-tiba


tatapan junjie menjadi sangat tajam. “ apa yang kau bicarakan ? ”


Aduh…. Kenapa


sih sebenarnya orang ini, semakin aneh saja.


“ sebenarnya


kamu ini kenapa ? kau membuatku bingung ” sembari melepaskan tagan junjie. lalu


duduk diranjang.  Junjie tak bersuara


lalu berbalik meningalkan kamar.


Della semakin


bingung dengannya. Kenapa dia ?


****


Situa duduk


sembari mengelus jenggot kesayangannya, oh, ternyata dia sudah menunjukan wajah


aslinya.


“ situa, apa kau


tak kasihan kepadaku, setidaknya biarkan aku menemui tamuku, sebelum mereka


pergi. Dan memberi tahu istriku ? ” tuan zhu sudah merasakan apa yang zian dulu


alami. Ternyata ini sangat melelahkan.


Situa tak


menjawab.


“ lalu bagaimana


denganku ? ” Gen menunjuk dirinya sendiri. Karna ia juga terkena sihir dari


situa.


“ oh, iya kenapa


kamu bisa berada disini. ? ”


Gen terabaikan.


Ternyata sendari


tadi aku tidak di anggap ada sama sekali.


“ Tuan, kamu


sendiri yang menahanku disini. ” Situa menjentikkan jarinya dan seketika Gen


bisa bergerak kembali.


“ terimakasih


tuan. ”


“ sudah sana


pergi aku tak ada urusan denganmu. ”  Gen


mulai beranjak pergi.


“ kau. Jangan


pergi “ situa berkata lagi. Seketika gen terhenti. Sebenarnya maunya apa sih


orang tua ini. Tadi suruh pergi dan sekarang dilarang pergi.


“ kau lebih baik


disini saja. Ada hal penting yang akan kau lakukan. Dan akau aka lebih berguna


berada disini ” Seketika situa menyihir Gen tidak bergerak. Ah ! sial !


seharusnya aku tadi lari !


Situa memutar


badanya menghadap tuan zhu, lalu menatap Gen lalu kembali lagi menatap tuan zhu


dengan tersenyum yang sangat mencurigakan.


Tuan zhu sudah


was-was dibuatnya. Situa apa yang akan kau lakukan lagi !


“  beri tahu nyonya Zhu bahwa suaminya sedang


menemuiku, “


Seketika situa


menyihir Gen. Tubuhnya berjalan sendiri, ia tidak bisa mengendalaikan tubuhnya,


ia terus berjalan. Ia mencoba berteriak namun tak bisa, sekan seluruh tubuhnya


telah di kendalikan. Ia terus berjalan hingga keruang utama.


Semua mata


menatapnya. Ia berhenti lalu membungkukkan badan.


“ nyonya zhu,


apa kabar ? lama sudah tidak berjumpa, “ tersenyum


Seketika semua


orang terbelalak.


maksudmu ? kenapa kau berkata seperti itu kepad nyonya zhu.  ? “ xiuying terlihat heran.


Jendral weizhe


mengerutkan keningnya.


Gen terlihat


panic namun tidak bisa mengendaikan mulutna. Apa yang bar saja ak katakana !


Nyonya zhu


menaikan satu alisnya.


“ wah, wah, wah,


ternyata anda masih tetap sama seperti dulu tidak berubah, “ tuan tolong ! aku


tida berkata seperti itu, bukan aku !


“  apa yang kau katakana, mana sopan santunmu !


beraninya kau berbicara seperti itu ” Zian menghampiri Gen.


“  wah, wah wah, lihalah, kau ternyata telah


tumbuh menjadi seperti ini, si mulut angsa.. “ seketika semua orang terlihat


tercengang.


 “  apa


katamu ?! ” Seketika raut wajah Zian berubah muram.


Tuan ! tolong


akuuu! mampuslah aku ! diamarah. Tolong bukan aku yang mengatakanya. Bukan aku


!


Gen tersenyum,


“ kau bilang apa


?! siapa yang menyuuhmu !” sembari meraih kerah baju Gen. ah ****** aku. ******


aku ! tuan itu bukan aku yang berbicara ! aku tak tahu apa-apa.!


“ ternyata kau


masih si pemarah ya, apa aku harus mengulanginya lagi, Si.Mulut.Angsa. “


sembari tersenyum.


Jendral weizhe


akan bererak namun dihentika oleh nyonya zhu dengan isyarat tangan.


Duak ! Seketika


sebuah puklan melayang ke wajah Gen.


Tuan… apa


salahku kenapa aku ang selalu menjadi korban ! bukan aku yang berbicara. Bukan


aku !


“ Cukup Zen ”


nyonya zhu menghentikannya ketika Zen akn menghantam lagi.


“ mulut angsa,


jangan marah. Aku hanya bercanda,” gen bangun dan menghampiri nyonya Zhu.


“ nyonya Zhu,


aku hanya mau bilang. Aku pinjam suamimu sebentar, jangan cemaskan dia. Aku


hanya akan memberikanya sebuah hukman kecil karna tidak mengundangku keacara


sepenting ini. Aku bilang. Aku sedang kecewa dengannya. “


“ lalu,


bagaimana dengan anakku. Apa dia baik-baik saja ? “


Gen tersenyum. “


tentu saja penerusku selamat. Selama dia berada dalam pengawasnku dia akan


baik-baik saja. ”


“ lalu dimana


dia ? kenapa kau mencliknya”


Gen beralih


mendudki kursi, “ aku tidak menculiknya, dia bersama suaminya sekarang. Aku


peringatkan lebih baik kalian cepatlah pulang dan urusi orang-orang asing itu.


Itu sangat menganggu ! “


Gen melihat


sekeliling, ia beranjak ketika mengetahui keberadaan jendral Weizhe, “ kau,


kenapa kau berada disini ?”. aduh tuan besar jendral ! maaf kan aku. Maafkan


aku. Telah lancing kepadmu.


“ Gen ! “ Jinhai


beranjak menghampiri namu di cegah oleh nyona Zhu.


“ tentu saja dia


harus disini, karna jendral weizhe sekarang menjadi besan keluarga Zhu. “


seketika Gen menoleh tak percaya. “ Apa ? “


“ kau bilang


besan ? “


 Sketika Gen menabok pundak jendral beberapa


kali sembari berkata “ dari sekian, banyaknya manusia dan orang tua kenapa aku


malah bertemu denganmu. Dunia ini benar-benar sempit”


****** aku. Apa


yang aku lakukan terhadap tuan besar jendral ! mati aku.! Mati aku.! sepertinya


Setelah kembali aku sudah menjadi mumi dalam peti !


Gen terhenti. Ia


bisa bernafas lega. Namun tiba tiba ia melototi si jendral.


a.apa lagi ini.


Kenapa aku melakukan hal ini. Situaaaa..!! habislah hidupku. aku sudah tak


punya harapan untuk hidup lagi.


“hei. tuan


jendral. Berarti kau juga berurusan denganku !” gen beralih menatap Nyonya Zhu,


“ nyonya Zhu,


jangan kawatir, semuanya akan baik-bak saja dan untuk kalian segeralah pulang,”


samil melirik sekeliling “ kalau begitu aku pergi. Kau ikut aku” sembari


mennjuk jendral. Dan seketika Gen terjatuh. Ah. Aku bisa mengerakkan badanku


kembali. Ia bernafas lega.


Kini gentian


jendral yang berjalan tanpa bisa menendalikan dirinya.


Gen berdiri,


terihat tatapan Zian, masih muram dan tuan mudanya menatap aneh.


Ah. Sial. Aku


hampir lupa. Setelah ini hidupku akan tamat.