MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Kecurigaan Zian II



"apakah bendar dugaanku selama ini ? tapi mana mungkin ? aku harus menyelidikanya lebih lanjut"


Zian menatap keluar pandangannya jauh menerawang, pikirannya penuh dengan Lingxiu.


'Masih ada waktu sebelum ia pergi'


zian bergegas dari tempatnya beralih kemeja kerjanya, tanganya meraih beberapa tumpukan kertas di meja. dengan saksama ia memperhatikan setiap data di kertas itu dengan serius.


'kenapa laporan data data ini ada yang aneh, dimana letak keganjalanya?'


ia membolak balikan kertas itu, wajahnya semain mengerut.


Tok..Tok..Tok


Zian menoleh kearah pintu


"kakak, boleh aku masuk ?"


lingxiu ? "masuklah"


Lingxiu berjalan mendekat kearah Zian, terlihat wajah serius Zian, tangannya masih membolak balikan beberapa kertas. tumben ngk cerewet kayak biasanya, sedang apa sih. karna penasaran Della mengintip kertas yang di baca zian.


"ada apa ?" bicara tanpa melihat lawan bicara (masih fokus memeriksa lembaran lembaran kertas itu)


Della tak menjawab. ia semakin penasaran dengan apa yang zian baca. yang mampu membungkamm perhatian mulut cerewetnya. ia semakin mencondongkan badanya untuk mengintip apa yang sedang membungkam mulut kakaknya itu.


"Ehem.!" Zian berdehem.


seketika Della gelagapan karna ketahuan. ia buru buru memposisikan badanya duduk kemabali dengan benar.


"ada apa katakan." (pandangan masih fokus ke kertas yang ia pegang)


apa sih yang ia baca sampai menghiraukan lawan bicara. hem hem hem tak seperti biasanya.. bisa bisanya ia mengabaikanku sebagai adiknya dan memilih kertas kertas itu. huh!


"Ehem.Ehem!" della berdehem.


"Kak, menurutmu bagaimana kalau aku membuka sebuah butik ?"


zian menghentikan aktifitasnya lalu memandang lingxiu. "Butik ?"


"toko baju, aku mau berbisnis baju namun dengan rancanganku sendiri"


Zian terlihat berfikir.


ingin rasanya ia bicara banyaak. namun niatnya terhenti ketika melihat tumpukan kertas di mejanya. lalu ia membuang nafas kasar. "Hahh..!"


Della heran dengan wajah Zian yang tak tampak seperti biasanya, ia terlihat sangat frustasi.


"kakak baik baik saja ?" mulai kawatir. "ada masalah apa, ceritakan kepadaku ?" della sekali lagi mengintip isi lembaran lembaran itu.


"tak apa apa. sudahlah percuma saja aku bilang.kamu rak akan mengerti. dan soal itu kita bahas setelah urusanmu dengan situa itu selesai"



is.is.is. ada apa sih dengan orang ini begitu sensi. kenapa sih kenapa ?. della sedikit cemberut. karna ia sedikit kesal dan penasaran tanganya meraih lembaran kertas dimeja dan membacanya.


"hei. jangan ganggu pekerjaanku" Zian mencoba mengambil kembali namun Della mengelak.


heh hanya masalah laporan data bisnis. Della masih meneliti yang ia baca. Tunggu. kok. ada yang salah dengan data ini. seketika ia meneliti beberap kertas, lalu mengambil lembaran kertas yang zian pegang juga. "Xiu'er.!.." seketika Della mengisaratkan dengan tangan agar Zian diam. alhasil Zian hanya bisa pasrah dengan kelakuan adiknya itu.


ini tidak benar. kenapa datanya seperti ini. masalah keuangan juga ada yang ganjal. bila di teruskan bisa membuat kerugian yang lumayan besar. "kak."


"apa ? sini kembalikan kerjaan kakak" sambil menjulirkan tangan.


"tunggu. kenapa data keuangan pada pengeluaran dan pemasukan berbeda, dan data yang satunya tidak sesuai dengan yang data tetap."


"benarkah ?"


"iya. coba kakak kesini" Zian ahirnya mendekat. Della menjelaskan detail masalah dan solisi yang ada pada data tersebut dengan lancar.


"...dan harusnya ini sama dengan data tetap. keseimbangan dalam pengeluaran sangat berefek dengan hasil pendapatan."


Zian mencermati semua yang Della katakan. benar juga. ia mengambillembaran kertas kertas itu. bagaimana ia bisa menyelesaikan masalah serumit ini dengan mudah. dan sejak kapan ia mengerti tentang hal semacam ini.


Zian sekilas melirik kearah Lingxiu. terlihat ia sedang bersedekap kedua tangan dengan wajah bangga.


"wah, hebat sekali bagaimana kamu bisa menyelesaikan hal seperti ini ?"


Hahahaha. aku gitu. hal seperti ini masalah kecil buatku. semakin membusungkan hidungnya seperti pinokio.


"Jadi. sekarang kakak percaya padakukan, kalau aku bisa berbisnis sendiri."


"iya kamu memang hebat."


"jadi kakak setuju aku buka butik ?


"tidak"


"hah ! apa ?!" padahal sudah susah paya aku membantunya. huh sia sia aku menolongnya.


kenapa kamu sama saja keras kepalanya seperti ayah sihh.


"kalau begitu aku pergi." Della keluar dengan wajah kesal. Dasar kepalla batu! kenapa begitu keras sekali sih katakan iya ngapa. dasar pelit.pelit.pelit. sicerewet mulut Duck. seharusnya aku tafik tidak membantunyaaaaa.



Zian masih dimeja kerjanya menyelesaikan beberapa data yang belum selesai.


"Kaaakaaakk!" tiba tiba Zixin muncul dari balik pintu.


Kenapa lagi ini bocah! "ada apa ?"


zixin masuk dengan girang. eh. apa itu ?. matanya tertuju pada tumpukan kertas yang berada di meja. karna penasaran ia mendekat mengintip ingin tau dari belakang tengok dari kanan ke kiri


"Diamlah. jangan ganggu aku kerja"


Huh. dasar pelit aku kan hanya penasaran.


"kakak,," mode imut seperti anak ******


"Hemm"


"Ayo tanding memanah dihalaman samping" sembari memegang lengan baju.


"sana tanding sendiri aku sibuk" (pandangannya tak beralih dari kertas kertas itu)


"ayo...ayo.." mode manja mengeret lengan baju


Wajah Zian mulai menggelap "Zixin."


"Ayo tanding memanah, kau sudah janji padaku akan tanding hari ini..Ayo.." masih menggeret lengan baju.


wajah Zian semakin menggelap. syuuuu BRUUKK!


"aduh aduh aduh..mukaku" sebuah buku melayang ke wajah Zixin.


"Bocah !apa kau tak lihat aku sedang sibuk, bisakah kau diam tidak cerewet tidak menarik narik lengan bajuku ? Lihatlah dirimu kau itu sudah besar bukan anak kecil lagi. stop bertingkah seperti anak kecil ! lihat umurmu sudah berapa !" Sana sana pergi tanding sendiri sana jangan ganggu aku !" Zian menghelai nafasnya.


"Huuuuaaaaaaa kakak jahattt" sembari keluar ruangan.


Hah. ahirnya pergi jugaa.



Della duduk di gazebo danau sembari memainkan Daun dengan Sihir.


Ulang tahun Lingxiu tinggal menghitung jari, setelah itu langsung pergi menemui situa. (masih memainkan daun dengan sihir) apa yang harus aku lakukan sekarang. aku sangan bosan.ahhh rasanya ingin keluar.! (masih duduk memainkan daun dengan sihir).


Tiba tiba kepalanya terasa pusing. Ahg.memegang kepala. daun jatuh berserakan.


kenapa ahir ahir ini selalu begini..rasa pusing selalu menghampiri.


beberapa memori terputar di kepalanya


"Lingxiu kemarilah, lihat kelinci itu sangat lucu"


seorang anak perempuan menarik tangannya untuk mendekat ke kelinci putih yang ia lihat.


"lihatlah bukankah itu sangat lucu ?. matanya juga sangat cantik. ayo tangkap kelinci itu" sembari menarik tangan Lingxiu


"eh. menagkap kelinci..ta.tapi..."


"ayolah itu sangat lucu" sembari menarik berjalan cepat.


"jangan terlalu cepat aku bisa jatuh"


"ayo buruan nanti kelincinya keburu pergi jauh" sembari mengikuti arah kelinci itu pergi dan ahirnya mereka berhasil mengepung kelinci putih bermata merah.


saat anak kecil itu akan menagkap kelincinya dang kelinci meloncat kearah Lingxiu, mata mereka pertatapan. Nyutt. Rasa pusing menghantam kepalanya dan seketika Lingxiu terjatuh "Ahk !" kelinci itupun terlepas dan melarikan diri.


"yah...! kenapa kamu lepas tadi kelincinya.. padahal sudah dapat. jadi kaburkan."


"maaf tadi kepalaku tiba tiba pusing" sambil berdiri.


tiba tiba memori terpecah seperti serpihan serpihan kaca.


"awass!" cress! "ahhhh!" sebuah darah bercucuran di tanah dan mengotori wajah dan baju.


"kamu harus mati ! kau telah membunuhnya!"



"maaa aku takutt ada penyihir...!!"



"hahahahaha gadis kecil kau sangat cantik pasti kalu sudah dewasa kencantikanmu tak akan terkalahkan...tapi sayang nasibmu kini berada di tanganku.hahahhahaha



"tangap dia jangan sampai lolos !"



"Kakak... Awasss!!"



"apa ? jadi itu si penyihir yang membunuh orang ?"



"Mattilah kau !"


"jangan!!!"


BYURRR!! TO..LONG!!!



Hah hah.hah memori itu terhenti nafas dela memburu tak menentu. wajahnya penuh keringat nan pucat. ini memori..lingxiu. "aghk !" ia menyentuk kepalanya. aku harus kembali. nafasnya masih memburu. ia beusaha bangun dan berjalan menahan rasa sakit di kepalanya dengan pandangan yang semakin kabur..dan ahirnya. gelap.



Diruang kamar della terbaring di ranjang, perlahan ia membuka matanya. ia berusaha bangun "ah!" rasa pusing masih sammar samar terasa.


"ini. di kamarku. siapa yang membawaku kemari"


"sudah bangun ?"


seketika della menoleh ke sumber suara. "ka.kamu kenapa bisa berada di kamarku ?"


Lelaki itu mendekat.


"seharusnya kamu berterima kasih kepada penolongmu."


jadi. ia yang menolongku ?. seketika della menatap lelaki junjie


"tenang saja tidak ada yang mmengetahuinya"


junjie sekan akan tahu dengan pikiran Della.


seketika Della mengembuskan nafas lega. untunglah. kalau tidak akan jadi rame.


"Makasih." mengucapkan dengan pelan.


"apa ? kau bicara apa ? aku tidak dengar" junjie berpura pura tidak mendengar padahal sebenarnya ia mendengarnya. entah kenapa ia ingin mendengar ucapan itu sekali lagi.


"Makasih ! telah menolongku! " della sedikit berteriak. dan junjie pun tersenyum kemenangan.


Sial. kau junjie! aghhh kenapa kau selalu buat aku kesal dan merasa tertolong dalam waktu bersamaan!. tunggu. waktu itu...Seketika della teringat saat terahir bertemu dengannya.


beraninya dia menciumku waktu itu ! lihat saja aku beri kamu pelajaran !


seketika Della menatap ganas Ke Junjie.



ada apa dengan wanita ini.. kenapa tatapanya penuh dengan aura membunuh. merinding.



Tok.Tok.Tok.


"Nona, apa kau ada di dalam ?"



i.itu neri ?


"aku masuk yaa"


Seketika Junjie dan Della bertatapan.


Ceklek. pintu mulai terbuka.



Gawat !