MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Menemukan



Zian masih menguping pembicaraan


mereka. Xiuer menghilang ? dia mau memberi tahu ayah, ini arus dicegah.


Bagaimana bisa xiu’er menghilang.


Aku harus secepatnya memberi tahukan hal ini kepada ayah duluan. Seketika Zian


pergi meninggalkan mereka. Ia terus berjalan menuju ruang perjamuan mencari tuan


zhu,


“ kakak ! ” seketika ia terhenti, “


kakak Zian, ”  zian membalikan badannya.


Zhang he ?. sial kenapa harus ada dia.


Zhang he berjalan mendekatinya, “ zhang


he, ada apa ? ”


“ tuan Zhu menghilang. ”


Apa ? ayah menghilang ?!


“ apa maksudmu ? zhang he ? ”


“ beneran kakak zi, sekarang bibi


sedang mencari paman,”


Bagaimana bisa ? baru saja aku


berbicara dengannya bagaimana bisa menghilang begitu saja.


 “ bukannya paman quan zhu ada bersamanya ? ”


“ sudahlah kakak Zi, sekarang ikut


aku mencari paman. ”


Akhirnya mereka pergi, “lalu


bagaimana dengan para tamu ? ”


“ tenang kak Zi, acara masih


berjalan, dan sebagian tamu juga sudah banyak yang pulang jadi, tidak akan ada


keributan ”


“ apa jendral weizhe juga


mengetahui hal ini ? ”


“ iya, sekarang jendral weizhe yang


mengurusi beberapa para tamu yang masih ada di sana, ”


Xiu’er menghilang dan sekarang ayah


juga menghilang. Bagaimana bisa begini ? Atau jangan-jangan benar ada penyusup


disini. Oh. Iya, orang yang bersama zixin tadi..


“ zhang he kau tahu dimana Zixin ? ”


“ Zixin ? bukannya dia bersamamu


tadi kak Zi ? ”


Pergi kemana bocah itu, disaat yang


genting seperti ini. Sebelum menemui ayah, ia sempat berbicara dengan seseorang


yang asing. Ayah maupun ibu tidak ada yang mengundangnya. Siapa dia ?.


“ zhang he, kita cari Zixin sekarang



“ Zixin ?”


Tamu sudah pulang semua, kini


tinggal mereka yang sibuk mencari lingxiu dan tuan zhu. Beberapa orang kini


berkumpul diruang tengah. Wajah mereka panik dan gusar.


Nyonya Zhu terduduk lemas di kursi.


Neri datang bersama beberapa pelayan.


“ bagaiman ?”


Neri hanya menggeleng. Hembusan


nafas resah ia keluarkan.


Tak selang begitu lama akhirnya Zian


dan Zhang he datang,


“ Zixin,” Zian bergegas


menghampirinya .


“ eh, ada apa ? “


“ sebelum menemui ayah, kau tadi


bicara dengan siapa ? siapa orang itu. Apa kau mengenalnya ? apa kau yang


mengundangnya kemari ? “ sembari meraih kerah baju Zixin.


Sedangkan Zixin terlihat bingung. Eh,


apa maksudnya ? berbicara dengan orang ? siapa ? aku tidak merasa berbicara


dengan orang. Sebelum menemui ayah.


“ aku ? ”  sambil menunjuk ke dirinya sendiri,


“ siapa lagi kalau bukan kamu !


kamu tadi sebelum menemui ayah berbicara dengan siapa ? orang asing yang kau


ajak bicara tadi ?!”


Zixin melepaskan kerahnya dari


genggaman tangan Zian. “ aku tidak berbicara dengan siapa pun, ”


“ aku sendiri yang melihat kau


berbicara dengan orang asing ! jangan mengelak atau pura-pura lupa Zixin, ! “


“ aku tidak pura-pura ! ”  Zian kembali meraih kerah baju Zixin, “ Kau.


Bisa tidak serius. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kau berbicara


dengan seseorang ! kau menubruknya hingga jatuh. Siapa dia ! ”


“ menubruknya hingga jatuh ? “


seketika sekelebat bayangan menghampiri. Ia teringat samar-samar pernah menubruk


seseorang tapi dimana.?. ini kenapa ? kenapa ingatanku seperti ada yang hilang.


“ iya kau ingat ?! ”


“ aku ingat seperti pernah


menubruk seseorang tadi, tapi aku tak ingat dimana itu “


“  kenapa kau menjadi sangat pelupa begini.baru


tadi kau bertemu dengannya. Ayo ingat siapa dia ? siapa namanya ?! “


“  kak Zi, “ Zhang he meraih lengan Zian “ beri


ia untuk berfikir, “  akhirnya Zian melepaskan


tangannya.


“ Ah ! aku ingat, “ semua orang


menatapnya dengan penuh harap.


“ waktu itu, aku sedang menikmati


kue, lalu tanpa sadar aku menabrak seseorang lelaki tua, ya lelaki tua yang


sangat aneh,’’


“ benar, kau ingat, lalu siapa


namanya ? siapa dia ? “


“ nama ? “


“ kau mengenalnya Zixin ? “  Nyonya zhu, menyahut.


“ aku… tidak tahu namanya “


Seketika semua orang kecewa..


Ah. Sia-sia aku menanyainya. Zian


membalikan badan jengah.


Jinhai dan xiuing tiba dengan


tergesa-gesa. “ ada apa ? ”


****


Junjie masih mondar mandir di


sekitar kamar Della.


“ Tuan, “ seseorang datang


menghampirinya “ Bagaimana ? “


“ maaf tuan, semua pengawal


bayangan tak dapat menemukannya.”


Junjie membuang nafas kasar “


sia-sia aku memperkerjakan kalian, “


“ apa yang kau temukan Gen ? ”


“ tuan termuda dari kediaman ini


tadi sempat bertemu dengan orang asing, dan orang itu tidak termasuk dalam


undangan maupun keluarga, tanpa sengaja ia menubruk orang itu dan  mereka berbicara, lalu Tuan muda tetua dari


kediaman ini datang dan orang itu pergi diam diam, lalu Aku mengikuti orang


tersebut tapi ada keanehan yang terjadi, saat ia berjalan ke suatu ruangan ia


tiba-tiba menghilang.”


“ dimana ruangan itu, ? “Seketika mereka menuju keruangan


itu.


“ disini tuan, ” Gen sembari


menunjukan pintu ruangan.


Ini bukankah ruang kerja tuan Zhu ?Junjie membuka pintu itu. Ceklek,,, pintu pun terbuka.


Seketika mereka tercengang.


“  Tuan Zhu ? apa yang anda lakukan ? ”


Terlihat tuan zhu mematung tak


bergerak berdiri dengan kedua tangan terlentang dan satu kaki menjulur ke


belakang dengan menekuk ke atas seperti anak kecil yang bermain


pesawat-pesawatan.


 Tuan Zhu hanya bisa pasrah saat siapa yang


menemukannya. Hancur sudah martabat ku. Hancur sudah!


“ tuan kenapa anda bisa begini ?


apa yang anda sedang lakukan ” junjie dan Gen mendekat


“ diam kau. jangan berkata apapun !


tutup pintunya sekarang ! cepat ! ” tuan zhu merasa malu dan campur aduk


perasaanya. Hancur sudah martabat ku di depan mereka. Sita Kurang ajar kau !


Akhirnya Gen menutup pintu.


“ Tuan Zhu apa yang terjadi ? apa


anda sedang berlatih tehnik baru ? ”


“ diam kau bocah ! sekarang bantu


aku kembali ! ” akhirnya junjie mendekat ia memegang lengan tuan Zhu namun


semuanya kaku. Ia menatap heran ke tuan zhu.


“ jangan bertanya ! ”


Ia mencoba menurunkan tangan tuan


Zhu namun tak bisa. kenapa ini kenapa badannya kaku seperti patung. Apa dengan


menotoknya akan bisa kembali ?


Junjie bersiap akan menotok titik


akupuntur tuan Zhu, namun tiba tiba dia terhenti tangannya tak bisa digerakkan


dan seluruh badannya pun juga.


Apa yang terjadi ? kenapa semua


badanku tidak bisa di gerakkan.


“ hahahaha.. mau apa kau anak muda


“ tiba-tiba Situa muncul ia duduk di atas lemari buku dengan penyamarannya. Dan


seketika tubuh junjie kembali normal lagi, ia menatap ke sumber suara.


“ Tuan. Itu dia orangnya “ Gen sembari


mendekati junjie.


“ wah, wah, ternyata kau itu sungguh


terkagum denganku yaa ? ” sembari turun dari atas.


“ siapa kau ! “


“ anak muda anak muda. Ternya kau


ya yang menikahi anak kesayanganku, tidak terlalu buruk juga “ berjalan mendekat


Junjie menatap situa denan tajam.


“ tapi sayang. Kau membuat


kesalahan besar. ” Sembari menunjuk kearah junjie.


“ Situa. Cukup, dia tak bersalah.


Aku yang salah.. jadi lepaskan diriku dulu,” tuan Zhu memotong pembicaraan


situa.


Situa menoleh, “ aku tak berbicara


denganmu diam lah, kesalahan terbesarmu karena kau tak mengundangku ke acara


penting ini dan tidak memberi tahuku tentang kecelakaan penerus ku, kau tidak


mengurusinya dengan baik. Jadi renungkan kesalahanmu itu“


“ tapi setidaknya lepaskan aku dulu



Situa kembali menatap junjie


menghiraukan tuan zhu.


“ kau anak muda, kenapa kau


tidak  meminta izin dulu terhadapku “


Junjie mengerutkan keningnya.


“ Kau Situa ? ” junjie menatapnya


dengan tak percaya.


“ kau mengenalku ? ”


Tiba-tiba junjie berubah sok akrab


dengan situa, sikapnya berubah. Sungguh bukan seperti dirinya.


“ siapa yang tidak mengenal dirimu ?


aku hanya tidak menyangka bisa bertemu denganmu, aku sungguh sangat kagum


denganmu.. kau tahu, setiap kali aku ingin bertemu denganmu dan mengucapkan


banyak terima kasih karena telah menolong nyawaku, kalau bukan obat yang kau


berikan kepadaku mungkin aku tidak akan selamat, dan kau tahu, aku sungguh tak


menyangka bila Xiu’er adalah anak kesayanganmu apakah ini sebuah keajaiban,


Situa.. aku sangat menghormatimu,,, maka anak muda ini meminta restu darimu ”


sembari berbungkuk hormat.


Gen hanya  bisa melongo melihat perubahan sikap tuannya


itu.


“ hahahaha… anak muda kau ternyata


lebih pandai tidak seperti orang itu “ sembari melirik tuan Zhu. “kemari lah,


kemari lah, aku restui kau menikah dengan penerus ku, tapi ingat jika kau buat ia


menangis ataupun terluka aku tak akan tinggal diam. ”


“ terimakasih Situa, anda memang


sangat bijaksana,, ”


Situa tersenyum bangga,


Tiba-tiba raut wajah junjie berubah


sedih.


“  kenapa ? ” situa membaca raut wajah junjie.


Sepertinya sekarang ia berhasil mengambil hati Situa dan sekarang menjadi anak


kesayangannya


 “ aku sangat bersedih, aku tidak bisa


menemukan istriku, bagaimana aku bisa menjalani hidup ini, beberapa menit yang


lalu baru saja kita menikah namun ia menghilang bagaikan di telan bumi ”


“ hahahaha,, anak muda, dia tidak


menghilang aku hanya melindunginya dengan sihir penghalang, dia masih berada di


kamarnya, ”


“ benarkah, kalau begitu aku akan


menemuinya ” Junjie bergegas pergi meninggalkan situa, Gen mengikuti junjie “ he


kau anak pengnguntit ” Seketika Gen terhenti kakinya tak bisa bergerak


 “ mau apa kau mengikutinya ? kau disini jangan ganggu mereka ”


Ahhhhh….tuannn tolong akuu..