
Zian masih menguping pembicaraan
mereka. Xiuer menghilang ? dia mau memberi tahu ayah, ini arus dicegah.
Bagaimana bisa xiu’er menghilang.
Aku harus secepatnya memberi tahukan hal ini kepada ayah duluan. Seketika Zian
pergi meninggalkan mereka. Ia terus berjalan menuju ruang perjamuan mencari tuan
zhu,
“ kakak ! ” seketika ia terhenti, “
kakak Zian, ” zian membalikan badannya.
Zhang he ?. sial kenapa harus ada dia.
Zhang he berjalan mendekatinya, “ zhang
he, ada apa ? ”
“ tuan Zhu menghilang. ”
Apa ? ayah menghilang ?!
“ apa maksudmu ? zhang he ? ”
“ beneran kakak zi, sekarang bibi
sedang mencari paman,”
Bagaimana bisa ? baru saja aku
berbicara dengannya bagaimana bisa menghilang begitu saja.
“ bukannya paman quan zhu ada bersamanya ? ”
“ sudahlah kakak Zi, sekarang ikut
aku mencari paman. ”
Akhirnya mereka pergi, “lalu
bagaimana dengan para tamu ? ”
“ tenang kak Zi, acara masih
berjalan, dan sebagian tamu juga sudah banyak yang pulang jadi, tidak akan ada
keributan ”
“ apa jendral weizhe juga
mengetahui hal ini ? ”
“ iya, sekarang jendral weizhe yang
mengurusi beberapa para tamu yang masih ada di sana, ”
Xiu’er menghilang dan sekarang ayah
juga menghilang. Bagaimana bisa begini ? Atau jangan-jangan benar ada penyusup
disini. Oh. Iya, orang yang bersama zixin tadi..
“ zhang he kau tahu dimana Zixin ? ”
“ Zixin ? bukannya dia bersamamu
tadi kak Zi ? ”
Pergi kemana bocah itu, disaat yang
genting seperti ini. Sebelum menemui ayah, ia sempat berbicara dengan seseorang
yang asing. Ayah maupun ibu tidak ada yang mengundangnya. Siapa dia ?.
“ zhang he, kita cari Zixin sekarang
”
“ Zixin ?”
Tamu sudah pulang semua, kini
tinggal mereka yang sibuk mencari lingxiu dan tuan zhu. Beberapa orang kini
berkumpul diruang tengah. Wajah mereka panik dan gusar.
Nyonya Zhu terduduk lemas di kursi.
Neri datang bersama beberapa pelayan.
“ bagaiman ?”
Neri hanya menggeleng. Hembusan
nafas resah ia keluarkan.
Tak selang begitu lama akhirnya Zian
dan Zhang he datang,
“ Zixin,” Zian bergegas
menghampirinya .
“ eh, ada apa ? “
“ sebelum menemui ayah, kau tadi
bicara dengan siapa ? siapa orang itu. Apa kau mengenalnya ? apa kau yang
mengundangnya kemari ? “ sembari meraih kerah baju Zixin.
Sedangkan Zixin terlihat bingung. Eh,
apa maksudnya ? berbicara dengan orang ? siapa ? aku tidak merasa berbicara
dengan orang. Sebelum menemui ayah.
“ aku ? ” sambil menunjuk ke dirinya sendiri,
“ siapa lagi kalau bukan kamu !
kamu tadi sebelum menemui ayah berbicara dengan siapa ? orang asing yang kau
ajak bicara tadi ?!”
Zixin melepaskan kerahnya dari
genggaman tangan Zian. “ aku tidak berbicara dengan siapa pun, ”
“ aku sendiri yang melihat kau
berbicara dengan orang asing ! jangan mengelak atau pura-pura lupa Zixin, ! “
“ aku tidak pura-pura ! ” Zian kembali meraih kerah baju Zixin, “ Kau.
Bisa tidak serius. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kau berbicara
dengan seseorang ! kau menubruknya hingga jatuh. Siapa dia ! ”
“ menubruknya hingga jatuh ? “
seketika sekelebat bayangan menghampiri. Ia teringat samar-samar pernah menubruk
seseorang tapi dimana.?. ini kenapa ? kenapa ingatanku seperti ada yang hilang.
“ iya kau ingat ?! ”
“ aku ingat seperti pernah
menubruk seseorang tadi, tapi aku tak ingat dimana itu “
“ kenapa kau menjadi sangat pelupa begini.baru
tadi kau bertemu dengannya. Ayo ingat siapa dia ? siapa namanya ?! “
“ kak Zi, “ Zhang he meraih lengan Zian “ beri
ia untuk berfikir, “ akhirnya Zian melepaskan
tangannya.
“ Ah ! aku ingat, “ semua orang
menatapnya dengan penuh harap.
“ waktu itu, aku sedang menikmati
kue, lalu tanpa sadar aku menabrak seseorang lelaki tua, ya lelaki tua yang
sangat aneh,’’
“ benar, kau ingat, lalu siapa
namanya ? siapa dia ? “
“ nama ? “
“ kau mengenalnya Zixin ? “ Nyonya zhu, menyahut.
“ aku… tidak tahu namanya “
Seketika semua orang kecewa..
Ah. Sia-sia aku menanyainya. Zian
membalikan badan jengah.
Jinhai dan xiuing tiba dengan
tergesa-gesa. “ ada apa ? ”
****
Junjie masih mondar mandir di
sekitar kamar Della.
“ Tuan, “ seseorang datang
menghampirinya “ Bagaimana ? “
“ maaf tuan, semua pengawal
bayangan tak dapat menemukannya.”
Junjie membuang nafas kasar “
sia-sia aku memperkerjakan kalian, “
“ apa yang kau temukan Gen ? ”
“ tuan termuda dari kediaman ini
tadi sempat bertemu dengan orang asing, dan orang itu tidak termasuk dalam
undangan maupun keluarga, tanpa sengaja ia menubruk orang itu dan mereka berbicara, lalu Tuan muda tetua dari
kediaman ini datang dan orang itu pergi diam diam, lalu Aku mengikuti orang
tersebut tapi ada keanehan yang terjadi, saat ia berjalan ke suatu ruangan ia
tiba-tiba menghilang.”
“ dimana ruangan itu, ? “Seketika mereka menuju keruangan
itu.
“ disini tuan, ” Gen sembari
menunjukan pintu ruangan.
Ini bukankah ruang kerja tuan Zhu ?Junjie membuka pintu itu. Ceklek,,, pintu pun terbuka.
Seketika mereka tercengang.
“ Tuan Zhu ? apa yang anda lakukan ? ”
Terlihat tuan zhu mematung tak
bergerak berdiri dengan kedua tangan terlentang dan satu kaki menjulur ke
belakang dengan menekuk ke atas seperti anak kecil yang bermain
pesawat-pesawatan.
Tuan Zhu hanya bisa pasrah saat siapa yang
menemukannya. Hancur sudah martabat ku. Hancur sudah!
“ tuan kenapa anda bisa begini ?
apa yang anda sedang lakukan ” junjie dan Gen mendekat
“ diam kau. jangan berkata apapun !
tutup pintunya sekarang ! cepat ! ” tuan zhu merasa malu dan campur aduk
perasaanya. Hancur sudah martabat ku di depan mereka. Sita Kurang ajar kau !
Akhirnya Gen menutup pintu.
“ Tuan Zhu apa yang terjadi ? apa
anda sedang berlatih tehnik baru ? ”
“ diam kau bocah ! sekarang bantu
aku kembali ! ” akhirnya junjie mendekat ia memegang lengan tuan Zhu namun
semuanya kaku. Ia menatap heran ke tuan zhu.
“ jangan bertanya ! ”
Ia mencoba menurunkan tangan tuan
Zhu namun tak bisa. kenapa ini kenapa badannya kaku seperti patung. Apa dengan
menotoknya akan bisa kembali ?
Junjie bersiap akan menotok titik
akupuntur tuan Zhu, namun tiba tiba dia terhenti tangannya tak bisa digerakkan
dan seluruh badannya pun juga.
Apa yang terjadi ? kenapa semua
badanku tidak bisa di gerakkan.
“ hahahaha.. mau apa kau anak muda
“ tiba-tiba Situa muncul ia duduk di atas lemari buku dengan penyamarannya. Dan
seketika tubuh junjie kembali normal lagi, ia menatap ke sumber suara.
“ Tuan. Itu dia orangnya “ Gen sembari
mendekati junjie.
“ wah, wah, ternyata kau itu sungguh
terkagum denganku yaa ? ” sembari turun dari atas.
“ siapa kau ! “
“ anak muda anak muda. Ternya kau
ya yang menikahi anak kesayanganku, tidak terlalu buruk juga “ berjalan mendekat
Junjie menatap situa denan tajam.
“ tapi sayang. Kau membuat
kesalahan besar. ” Sembari menunjuk kearah junjie.
“ Situa. Cukup, dia tak bersalah.
Aku yang salah.. jadi lepaskan diriku dulu,” tuan Zhu memotong pembicaraan
situa.
Situa menoleh, “ aku tak berbicara
denganmu diam lah, kesalahan terbesarmu karena kau tak mengundangku ke acara
penting ini dan tidak memberi tahuku tentang kecelakaan penerus ku, kau tidak
mengurusinya dengan baik. Jadi renungkan kesalahanmu itu“
“ tapi setidaknya lepaskan aku dulu
”
Situa kembali menatap junjie
menghiraukan tuan zhu.
“ kau anak muda, kenapa kau
tidak meminta izin dulu terhadapku “
Junjie mengerutkan keningnya.
“ Kau Situa ? ” junjie menatapnya
dengan tak percaya.
“ kau mengenalku ? ”
Tiba-tiba junjie berubah sok akrab
dengan situa, sikapnya berubah. Sungguh bukan seperti dirinya.
“ siapa yang tidak mengenal dirimu ?
aku hanya tidak menyangka bisa bertemu denganmu, aku sungguh sangat kagum
denganmu.. kau tahu, setiap kali aku ingin bertemu denganmu dan mengucapkan
banyak terima kasih karena telah menolong nyawaku, kalau bukan obat yang kau
berikan kepadaku mungkin aku tidak akan selamat, dan kau tahu, aku sungguh tak
menyangka bila Xiu’er adalah anak kesayanganmu apakah ini sebuah keajaiban,
Situa.. aku sangat menghormatimu,,, maka anak muda ini meminta restu darimu ”
sembari berbungkuk hormat.
Gen hanya bisa melongo melihat perubahan sikap tuannya
itu.
“ hahahaha… anak muda kau ternyata
lebih pandai tidak seperti orang itu “ sembari melirik tuan Zhu. “kemari lah,
kemari lah, aku restui kau menikah dengan penerus ku, tapi ingat jika kau buat ia
menangis ataupun terluka aku tak akan tinggal diam. ”
“ terimakasih Situa, anda memang
sangat bijaksana,, ”
Situa tersenyum bangga,
Tiba-tiba raut wajah junjie berubah
sedih.
“ kenapa ? ” situa membaca raut wajah junjie.
Sepertinya sekarang ia berhasil mengambil hati Situa dan sekarang menjadi anak
kesayangannya
“ aku sangat bersedih, aku tidak bisa
menemukan istriku, bagaimana aku bisa menjalani hidup ini, beberapa menit yang
lalu baru saja kita menikah namun ia menghilang bagaikan di telan bumi ”
“ hahahaha,, anak muda, dia tidak
menghilang aku hanya melindunginya dengan sihir penghalang, dia masih berada di
kamarnya, ”
“ benarkah, kalau begitu aku akan
menemuinya ” Junjie bergegas pergi meninggalkan situa, Gen mengikuti junjie “ he
kau anak pengnguntit ” Seketika Gen terhenti kakinya tak bisa bergerak
“ mau apa kau mengikutinya ? kau disini jangan ganggu mereka ”
Ahhhhh….tuannn tolong akuu..