MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Cerita Huali



"Kediaman Shen keturunan penyihir ?" tanya della tajam namun menuntut jawaban.


ketua hu jie menatap heran kearah Della.


"Nona apa anda tidak tahu, Kediaman Shen adalah keturunan penyihir, semua orang mengetahui akan hal itu." kata ketua hujie menjelaskan.


Keturunan penyihir ? bagaimana aku baru tahu dan mengapa di ingatan Lingxiu tidak ada tentang kediaman shen.


Tunggu.


Shen ? kenapa nama itu seperti familiar.


Della mencoba keras mengingat-ingat nama shen yang begitu familiar di ingatan Ligxiu.


"Nyonya apa anda baik-baik saja ?" tanya Gen kawatir.


"ya." ucapnya singkat namun wajahnya menunjukan raut serius.


Ketua Hujie sedikit terkejut dengan kata Nyonya yang Gen ucapkan. Sendari tadi ia terlalu fokus dengan sebutan paman hingga tak fokus mendengar ucapan Gen yang memanggil Della dengan sebutan Nyonya.


Kenapa Gen memanggil Nona ini Nyonya, Siapa dia ? buknkah nona ini temanya Nona xiuying ?


karna penasaran lantas ia bertanya kepada Gen.


"Gen, kenapa kau memanggil nona ini Nyonya ? Bukankah nona ini teman Nona xiuying ?"


Gen yang mendapat pertanyaan itu menoleh.


"Ketua hujie, apa kau tak mengenali Istri Tuan muda Junjie ?" jawab Gen tak begitu menghiraukan ekspresi ketua hujie yang syok dengan jawabnya.


"Apa katamu ?! I.istri ? Istri Tuan muda Junjie ?" jawabnya syok tak percaya. Suaranya yang keras membuyarkan pikiran Della hingga ia menoleh ke arah Ketua Hujie.


"kenapa kau teriak paman ?" tanya Della heran. sendari tadi ia tak menghiraukan percakapan Gen dengan ketua Hujie.


seketika ketua hujie menatap Della dan bertanya


"apakah kau benar istri dari tuan muda Junjie Nona ?" tanyanya memastikan.


"Benar paman, ada apa ?"


Seketika Ketua hujie lemas dan menaruh kepalanya di meja.


Oh tidak kenapa harus sudah bersuami ! istrinya tuan muda Junjie lagi ! kenapa harus begini oh Dewea ! saat aku telah jatuh cinta saat pandangan pertama ! kenapa dengan istri orang lain !. dan apakah setua itu wajahku hingga ia terus menerus memanggilku Paman !. Naasnya diriku...!


ketua Hujie sakit tak berdarah. hatinya kini retak mengetahui bahwa orang yang baru saja ia sukai sudah bersuami. kini ia hanya bisa merenungi nasibnya.


Bolehkah aku menikung ? batin ketua huji sembari melirik tak berdaya ke arah Della.


"Ada apa denganmu paman ? apa kau kurang sehat ?" tanya Della heran dengan tingkah Ketua hujie.


Ketua hujie semakin menyembunyikan wajahnya di antara meja.


"Hahhh. Sepertinya lebih baik kau panggil aku Paman dari pada Kakak." jawabnya melantur tampa menaikan kepalanya.


Della menatap heran dan langsung menatap kearah Gen untuk memastikan, Namun gen hanya menaikan kedua bahunya.


***


Mereka terus menyusuri jalan setapak hutan. canda tawa mewarnai perjalanan mereka saat pulang setelah memetik buah di hutan. baru sebentar saja mereka bertemu, mereka saling mengenal namun mereka sudah saling akrab, Sifat Huali yang Ceria dan ramah sangat mudah baginya untuk akrab dengan seseorang dan Zixin yang mempunyai sifat hampir sama membuat mereka mudah akrab. namun satu yang membedakan Zixin lebih kekanakan.


"kau bilang kau di serang saat perjalanan pulang ?"


Zixin mengangguk.


(Benar dan mereka sudah merencanakan semuanya, ) ucap Zixin dalam bahasa isyarat.


"Kejam sekali mereka, kenapa kamu bisa di serang ? dan apa kau tahu siapa yang menyerangmu ?"


(entahlah, berapa lama kakek ke kota ? ) ucap zixin mengalihkan pembicaraan hatinya merasa sakit bila mengingat kejadian yang ia alami, jika pamanya yang begitu dia sayangi ialah seorang penghianat, dalang di balik penyerangan keluarganya karna dendam.


"paling lama nnanti malam atau besok kakek sampai rumah"


(apa ?! mengapa bisa begitu lama hanya menjual obat-obatan saja ?!)


"perjalanan ke kota membutuhkan waktu enam jam berjalan kaki dari sini ! belum lagi jika bertemu beberapa hewan buas kakek harus melawanya sendiri !"


(apa katamu ?! enam jam ?!") ucap Zixin terkejut.


(Jadi. selama ini kita hidup di tengah hutan dan jauh dari perkotaan ?!)


Huali menepuk jidadnya.


"Heh, sepertinya racun itu tak hanya membuatmu tak bisa bicara tapi juga meracuni matamu hingga tak bisa melihat sekitar."


(Diamlah. kau tahu aku baru sadar beberapa hari ini dan tidak begitu memperhatikan sekitar, aku baru sadar jika kita Hidup begitu jauh di dalam hutan ! ku kira rumahmu ini berada di pinggiran perdesaan, taunya di dalam hutan. tapi satu hal bagaimana kalian bisa hidup di dalam hutan seperti ini ?) ucap Zixin panjang lebar kali tinggi.


Zixin baru sadar jika mereka telah sampai di rumah kakek wuyu, karna ke asyikan mengobrol tak terasa perjalanan terasa begitu singkat.


Zixin meletakan keranjang berisi buah, sedangkan Huali bergegas ke dapur mengambil air minum dan satu keranjang tanaman obat-obatan.


Zixin merebahkan badanya di rerumputan dibawah pohon rindang.


Ahhh. nyamanya. sembari menghirup udara dalam-dalam. merasakan ketenangan yang begitu damai. ia tak habis pikir jika ia akan hidup di dalam hutan seperti ini meninggalkan kehidupan mewahnya di kota.


Zixin membuka matanya memandangi dedaunan yang jyuh dari rantingnya. terbesit pertanyaan-pertanyaan di kepalanya.


Bagaimana kabar ayah, ibu dan kakak ? pasti mereka sangat menghawatirkanku, bagaimana mereka ? aku sangat mengawatirkan mereka ! aku harus segera memberi tahu ayah tentang kebenaran paman, tapi dengan keadaanku yang seperti ini sangat tidak mungkin ! paman sangat licik, dia mempunyai mata-mata begitu banyak dan akan membunuh siapa saja yang menghalangi rencananya ! andai saja aku berlatih lebih keras lagi pasti ini semua tidak akan terjadi dan aku bisa mengalahkan paman dan memberi tahu kepada ayah !.


"Zixin !" Teriak Huali dengan keras karna sendari tadi ia panggil tak mendengarnya.


Zixin terbangun dari rebahanya.


(Kenapa kau meneriaki ku kupingku masih waras ! ) ucapnya kesal dengan bahasa isyarat.


"salah siapa aku panggil kau tak merespon ! lihat masih banyak tanaman obat yang harus di bersihkan dan di keringkan" Huali sembari menunjuk satu keranjang yang berisi tanaman obat.


Zixin terbelalak saat melihat satu keranjang berisi tanaman obat.


(apa tak bisakah istirahat sebentar ? aku masih sangat lelah)


"dasar anak kota manja !" sembari duduk tanganya langsung mengambil tanaman obat dan membersihkanya.


(apa kau tak merasa lelah ? kita baru saja sampai dan sekarang harus bekerja lagi ? ) zixin merasa heran, apa perempuan ini tidak memiliki rasa lelah setelah berjalan begitu jauh ?


"diamlah dan segera bantu aku biar cepat selesai."


Zixin mendekat dan segera membantu huali membersihkan tanaman obat.


(apa kau tidak lelah berjalan begitu jauh ? dan kenapa kau tidak membeli kuda agar memudahkan kaliandalam perjalanan ke kota,) tanya zixin sembari membersihkan tanaman obat.


"kami hanya keluarga miskin, penjualan obat tak seberapa hanya cukup untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari"


Zixin sedikit tak enak hati telah menanyakan hal seperti itu, berbeda dengan dirinya yang selalu hidup kecukupan di kota.


(kau masih mempunyai hutang cerita kepadaku, kau belum menceritakan mengapa kalian bisa tinggal di tengah hutan seperti ini dan bagaimana kalian membawaku sampai kesini ?) ucap zixin.


Huali menatap Zixin sekilas.


"waktu itu aku dan kakek sehabis menjual obat-obatan di kota saat perjalanan pulang tampa sengaja kami melihat sebuah pertarungan, terlihat banyak mayat yang tergeletak disana, saat itu kami tampa sengaja melihat kau berbicara dengan salah satu yang masih hidup disana setelah itu orang itu menebasmu dengan pedang sontak kakek menarikku untuk sembunyi"


(Kalian hanya sembunyi saat tahu aku di serang dan tak membantuku ?) potong Zixin protes.


"jangan potong ceritaku ! aku belum selesai !" sahut Huali kesal saat bicara belum selesai sudah di potong.


(baiklah, lanjutkan ceritamu)


"saat itu kami sembunyi karna kami mendengar percakapan kalian, dan sangat mustahil jika kami menolongmu saat itu jika kami terang terangan yang ada kami akan bernasib sama denganmu dan tidak bisa menolongmu, sepertinya masalahmu itu sangat rumit kami tidak mau terjebur ke dalam masalah rumitmu itu, saat orang itu pergi kakek langsung bergegas keluar dan meriksamu ternyata kamu masih hidup dan kami membawamu pulang, swbenarnya aku melarang kakek untk membawamu karna takut terlibat masalh rumit itu dan membahayakan nyawa kami, tapi kakek begitu keras kepala dan menyelamatkanmu dia bilang menolong orang yang terluka itu kewajibab seorang tabib."


Zixin terdiam mendengar penjelasan huali.


Benar yang di katakanya, jika mereka langsung menolong saat paman melukaiku, nasib mereka akan sama denganku.


(sudah ku duga kau pasti tak akan mau menolongku,) ucap zixin menggoda.


"apa masalahmu ? itu terserah diriku !"


(galak amat. lanjutkan ceritamu)


"makanya kalau ada orang bicara itu jangan asal potong !"


(Cih, iya iya. cepat lanjut ceritamu, kau belum cerita kepadaku kenapa kalian bisa tinggal di tengah hutan seperti ini)


ucap zixin tak sabaran.


"kau memaksaku ?" sahut huali sembari meletakkan tanaman obat secara kasar.


(tidak, aku hanya menagih janjimu yang akan menceritan semuanya)


"ihhhh" Huali menggerang kesal


**************


hii ketemu author lagi😸


maaf ya author up datenya lama.. karna ahir-ahir ini author sedikit sibuk dan belum sempat kesait mengetik cerita,


Author ucapin selamat menjalankan Puasa Duzlhijah bagi yang menjalankan..💚