
"Baiklah, terimakasih atas waktunya anak muda," sebelum melangkahkan kakinya untuk pergi mom Fi melihat sekilas wajah yang terbaring di ranjang kesakitan. ada rasa yang tak asing saat melihatnya, ia merasa seperti Dejavu.
"sampaikan terima kasihku dan permintaan maaf ku kepadanya ketika ia sadar nanti, semogga ia lekas sadarkan diri" setelah mengatakan itu mom Fi melangkahkan kakinya pergi. Dan ketika mom Fi memegang handel pintu tiba-tiba lelaki itu menghentikannya.
"Nyonya Tunggu.bisakah aku meminta satu permintaan kepada anda"
mom fi terdiam sejenak lalu membalikan badannya, "apa itu anak muda ?"
"panggil saya Weka nyonya,"
"baiklah weka, permintaan apa yang kau inginkan kepadaku yang tak mempunyai apa-apa ini"
Weka melangkahkan kakinya beberapa langkah ke depan. "saya tidak meminta tuntutan apapun, hanya saja, bisakah nyonya jga menjenguk tuan saya setiap harinya seperti anda menjenguk putri anda, memberikan kasih sayang seperti orang tua menyayangi anaknya, hanya sampai tuan saya sadar"
Mom Fi masih terdiam. Kenapa dia meminta hal seperti itu, seperti seorang anak yang menginginkan kasih sayang orang tua, dan kurang kasih sayang ?. bukankah kedua orangtuanya masih hidup. apa mereka tak pernah menengoknya ?
"Weka, itu tak masalah. Tapi bukankah dia masih mempunyai kedua orang tua, tidak sopan jika saya melangkahi kedua orangtuanya. dan juga bukankah keda orangtuanya sering mengunjunginya"
"itu, tak seperti yang anda pikirkan Nyonya Fi, saya mohon, kabulkan lah permintaan saya, berikan kasih sayang anda kepada tuan saya,"
Mom Fi memandang sekilas ke aah ranjang lalu membuang nafasnya pelan, "baiklah, akan aku usahakan"
"terimakasih Nyonya fi, anda memang mempunyai hati yang sangat baik"
"tak perlu berterimakasih weka, anggap saja ini sebagai balas budi karena telah menyelamatkan anak perempuanku"
weka tersenyum. "baiklah jika itu keinginan nyonya tak apa, itu sudah lebih dari cukup." weka berjalan lalu membukakan pintu untuk mom Fi "terimakasih telah mengunjungi tuan saya Nyonya Fi, tuan akan selalu menunggu kedatangan anda,"
Mom Fi hanya tersenyum lalu melangkahkan kakinya keluar. Weka masih setia di depan pintu mengantar Nyonya fi keluar, terlihat di sana Zen berdiri dengan tatapan tajam, mata mereka bertemu. ada kilatan tajam dimata Zen. entah apa itu, weka memberikan senyuman devilnya lalu menutup pintu ruang kesakitan.
"Tante, kau tak apa ?" tanya zen khawatir sembari menghampiri mom fi.
"Tak apa ayo kembali" ucap mom fi, ia menoleh kebelakang sekilas lalu melangkah pergi.
Sementara itu di tempat Della berada,
Xiuying, Della dan Gen sudah berada di toko baju, mereka berada di ruangan VIP. Seperti yang Della tebak, itu adalah butik miliknya.
di meja tersaji minuman hangat dan makanan ringan di tambah beberapa buku model baju yang akan di buat.
Gen sedikit melirik ketika xiuying membuka buku itu. seketika matanya terbelalak membaca harga baju yang tertera. Gila !, satu harga baju saja sama dengan setengah gaji ku dalam satu bulan !. ia menelan ludahnya kasar. orang kaya memang sayang gila untuk membeli satu baju saja menghabiskan begitu banyak uang. orang kaya mah bebas. tak seperti diriku ini yang miskin...huhuhu
"Gen kau juga pilihlah salah satu baju yang kau suka." ucap Della sembari meminum teh hangatnya.
"ti,tidak Nyonya, baju saya sudah banyak" elak Gen spontan dan sedikit terkejut. sebenarnya alasan ia menolak ialah tak mungkin ia membeli baju dengan harga selangit itu. bisa-bisa gaji bulan ini bisa langsung tandas ! hanya untuk membeli baju satu potong !
"pilihlah, ini gratis kau tak usah cemas akan uangmu,"
"ti-tidak nyonya, saya tidak pantas" tolak Gen halus dan sedikit canggung.
"kau menolak pemberianku ?"
"Tidak nyonya, baiklah saya akan memilih" jawab Gen sedikit canggung.
"kakak, aku ingin model yang ini, dan yang ini, kakak pilih yang mana ?" ucap xiuying antusias,
Della melihat telunjuk xiuying, lalu mengangguk pelan. pilihan yang bagus.
"itu bagus, Gen kau sudah memilih ?"
"sudah Nyonya"
tak lama akhirnya dua orang pelayan menghampiri mereka. dan segera mengukur baju yang akan dibuat. setelah mengukur dan melakukan adminitrasi akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
"terimakasih pelanggan, barang akan dikirim dua hari lagi dan ini suvenir dari kami," ucap pelayan tersebut sembari memberikan souvernir kepada Della.
"wah, benar-benar sangat istimewa toko ini kak pantas saja para bangsawan, datang kemari, pelayanannya yang sangat bagus, bahanya sangat bagus dan juga kita bisa memilih model baju yang sangat banyak, ditambah bisa di antar pulang tampa haus menunggu" ucap xiuying
"benar sangat bagus," ucapnya singkat.
Gen ? ia masih membuntuti di belakang, sebenarnya ia juga sudah tahu bahwa toko itu milik Nyonya Yang itu, tapi ia baru tahu bahwa harga baju di sana sangatlah mahal, makanya ia terkejut.
"kakak, ayo kita pulang, aku sudah lelah dan ingin istirahat, nanti sore akan ada acara lagi ayo kita segera pulang" ajak xiuying yang baru ingat bahwa nanti sore akan ada tanding memanah di kediaman jendral,
"acara ?"
"hanya tanding memanah, itu acara rutinan di kediaman jendral, ayo kakak nanti harus ikut juga"
"ada acara seperti itukah ?" tanya della.
"kakak, kau akan tahu nanti, ayo kita segera pulang" ucap Xiuying sembari berhenti tepat di samping kereta kuda mereka.
"baiklah, aku akan menonton nanti" baiklah, kali ini aku akan menonton karena aku tak bisa memanah.
"tidak,kakak ipar harus iku tanding,"
"tapi yiuying, aku tidak bisa memanah"
"aku tak percaya, kakak pasti bohong" ucap xiuying sembari mask kedalam kereta kuda.
anak ini ternyata keras kepala juga. apakah aku harus ikut ?. hah. lupakan sepenting pulang dulu saja.
akhirnya Della naik ke dalam kereta kuda.
"Kakak ipar, ingat kau nanti harus ikut," ucap xiuying di dalam kereta.
Della menyandarkan diri sembari memejamkan mata.
"tidak xiuying, aku tak bisa memanah"
"ah, kakak kan pintar dalam berpedang pasti juga pintar memanah bukan ?"
Della membuang nafasnya halus lalu membuka matanya membenahi duduknya. lalu menghadap ke xiuying.
"memang aku pandai bermain pedang tapi tidak dengan memanah,"
ayolah, kenapa kau terus memaksa. aku beneran tak bisa memanah.
xiuying terlihat sedikit kecewa. apa benar kakak ipar tidak bisa memanah ? tapi bukankah ia pandai bermain pedang. apa kakak ipar berbohong padaku ?, tapi dia terlihat sangat serius.
padahal akan sangat menyenangkan bila ada teman untuk bertanding.
"maafkan aku, kau pasti kecewa ?" ucap Della yang melihat wajah kecewa xiuying.
"tak apa kak, tapi sebagai gantinya kakak harus ikut berlatih memanah denganku"
"Baiklah, aku akan berlatih denganmu dan..."
"Nona, awas !"
Brakk !
ah!.
xiuying dan della terjatuh dari duduknya.
"ada apa ini ?" mereka saling menatap bingung satu dengan yang lainya.
"kakak biar aku lihat," xiuying lekas keluar kereta kuda.
"ada apa ini ?" ia melihat sekeliling, terlihat kusir yang mengatur kuda telah mati oleh sayatan pedang dan mereka telah di kepung oleh beberapa orang.
"Siapa yang berani menyerang kita ?!"
"Kalian, menyerah lah dan berikan wanita itu !" ucap salah satu orang yang mengepung sembari menunjuk xiuying.
"Siapa kalian untuk apa mencari ku !" ucap xiuying lantang. ia juga sudah siap dengan pedang di tangannya.
"Cepat serang dan bawa wanita itu dengan hidup !" ucap ketua kelompok.
Hiyaa !
Tringg !
Sring !
benturan dan gesekan benda tajam itu menggema.
Gen dan xiuying melawan mereka, gesekan dan benturan pedang terdengar nyaring hingga ke dalam kereta.
Ada apa diluar ? kenapa terdengar seperti pertarungan.
Karena penasaran Della akhirnya pun keluar dari kereta kuda dan langsung di tonton kan pertarungan gen, xiuying melawan beberapa orang dengan pakaian serba hitam wajah di tutupi oleh cadar.
Tring !
xiuying menangkis serangan salah satu mereka.
dari arah samping terlihat ia akan menyerang xiuying.
"Xiuying awas !" Teriak della yang sontak langsung mengeluarkan sihirnya.
Brak ! "Agghhh !" orang itu berteriak kesakitan badannya terlempar membentur pohon dengan dangat keras. Ternyata kekuatan sihir Della telah meningkat.
semua orang terdiam tercengang.
"bos, itu orang yang kita cari. sihir. dia wanita penyihir." ucap salah satu kawanan penyerang sembari menunjuk dengan pedang.
Gen dan xiuying menoleh kearah Della berada.
Mereka menyerang Nyonya !
Jadi mereka mengincar kakak ipar.
"Bawa dia. dengan hidup" perintah ketua kelompok kepada bawahanya.
bawahan tersebut mengangguk lalu kembali menyerang. beberapa orang itu menyerang ke arah xiuyig dan gen, dan tiga orang menyerang kearah Della.
Tring !
Trangg !
benturan benda tajam kembali berdenting.
Sedangkan tiga orang yang mengepung Della masih berjaga siap menyerang. Terlihat mereka sangat berhati-hati,
walaupun Della tak membawa senjata apapun tapi orang yang mengepungnya sudah was-was.
"Wanita menyerah lah atau kami bawa dengan paksa !"
"katakan siapa yang menyuruh kalian" ucap Della yang dikepung.
"Jika kau ingin tahu, ikutlah bersama kami"
"Jangan harap." ucap Della sembari menyerang.
Sragg !
Brakk !!
Ketiga orang tersebut terpental jauh membentur pohon dan mengeluarkan seteguk darah.
"Kau !"
Hia !
ketua kelompok itu menyerang Della dengan pedangnya.
Tag !
Della menghindar dan pedang itu membentut tanah.
Srag !
Brakkk ! Brukkk !
ketua kelompok yang menyerang itu terpental dan membentur kereta lalu terjatuh ke tanah.
Dak.
Della dengan segera menotok otot akunputur orang tersebut.
"Nyonya kau tak apa ?" "Kakak kau tak apa ?" xiuying dan Gen menghampiri.
"Tak apa, sepertinya dia ketua kelompok yang menyerang kita, Gen kau urus dia"
Gen mengangguk.
"Sebaiknya kita harus segera pulang," ucap Della sembari membersihkan pakaiannya.
"benar itu kak."
akhirnya Gen mengikat ketua kelompok itu dan memasukanya dalam kereta,
"Nyonya tak apa kah jika ku masukan kedalam kereta ?"
"tak masalah" jawab Della singkat.
Gen segera mengambil alih kemudi, Xiuying naik kedalam kereta. Della menunggu xiuyung masuk.
Sementara itu, salah satu orang yang terbentur itu bangun tangannya memegang erat pedang dan mengangkat pedangnya dari arah belakang Della.
Mati kau ! batinya sembari mengangkat pedang mengarahkanya ke arah Della dari belakang
Crassss !
Darah mengalir dari empunya.
.
.
.
.
.
Ayo tekan like, komen, and vote.