
ceklek. pintupun terbuka
Della sudah berdiri "ada apa kemari"
"maaf nona tuan mencari anda"
"baiklah, aku akan segera kesana kamu keluar dulu"
baik nona, neri sembari membalikan badan. apa hanya hallusinasiku seperyinya nona tadi nona berbincang-bincang dengan seseorang.
Della segera menutup pintunnya kembali. lalu membuang nafas lega. syukurlah.
"keluarlah sudah aman"
seketika junjie keluar dari balik lemari.
"sepertinya aku harus segera pergi. bukankah begitu nona penyihir ? ah. kalu begitu aku pergi sekarang." tampa menunggu reksi della junjie langsung pergi lewat jendela kamar.
"aish." orang itu senaknya saja!
segera ia merapikan pakainya dan beranjak dari kamar menemui tuan zhu.
Della melangkahkan kakinya masuk ke ruangan kerja tuan Zhu. "ayah memanggilku ?"
Tuan Zhu dan Zian menoleh. Della segera menghampiri dan duduk dikorsi. kenapa ini kenapa wajah mereka begitu.
"xiu'er," panggil tuan zhu
"em, ya"
"apa kau yang menyelesaikan laporan-laporan ini ?" sembari menaruh beberapa lembar kertas di meja.
Della menengok lembaran kertas dimeja itu. dan mengambilnya.
ini, bukankah lembaran kerja tadi.
"benar yah, ada apa ?"
"bagaimana kamu bisa menyelesaikannya ?"
eh. seketika della tersenyum. hahaha masalah seperti ini kecil bagiku. asalkan kalian tau setiap itu makanan setiap hariku.
"ya bisa, bukankah itu mudah"
mudah ?. tuan zhu mengerutkan keningnya. sejak kapan ia mengerti hal-hal seperti ini. benar kata zian. anak ini berubah banyak setelah kecelakaan itu. apa ku coba dulu untuk sedikit membebaskannya.
"mudah ?"
"iya, sangat mudah."
apa dicoba dulu. tuan zhu melirik Zian. ia mengangguk kecil.
"zian bilang, tadi kamu meminta izin ke kakamu untuk berbisnis"
Seketika Della menatap Zian. apa ia mengadu ?.
"jadi. untuk hal itu ayah Izinkan kamu untuk berbisnis,"
"Benarkah ? yes!" oh ahirnya..
"tapi dengan satu syarat."
eh. syarat ?.
***
Angin semilir itu menerpa wajah situa, mengibarkan beberapa helai rambut putihnya,korsi goyang favoritnya menjadi sandaran saat ini sembari menyaksikan senja sore dari atas gunung, menyaksikan pergantian hari.
"Tuan." seorang pengikutnya memanggil dari belakang sembari berlari. "tuan, kabar buruk" nafas orang itu tersenggal -senggal.
situa diam santai.
"Tuan. segerombolan orang Daeimin telah masuk ke kota" situa menganggkat sebelah alisnya. Orang-orang Daemin ?. kenapa mereka kemari ?.
"awasi mereka jangan sampai membuat onar dan maduk ke gunung"
"tuan, mereka mengincar Liontin bintang kehidupan dan nona lingxiu, terdengar dari isu liontin itu memiliki sihir yang kuat, dan itu milik dari nona lingxiu"
liontin bintang kehidupan ? bagaimana mereka bisa mengetahui hal itu. dan mereka mengincar penerusku. ah. seharusnya tak ku beri ampun orang orang itu waktu dulu.
"terus awasi mereka. jangan biarkan merekka lolos kali ini.
"baik tuan" seketika orang itu pergi.
situa terdiam.
kecuali ada mata mata di kediaman keluarga Zhu.
seketika situa berdiri dan mengibaskan jubahnya seketika itupula ia menghilang.
Di ibu kota.
terlihat ibu kota kini terlihat padat tak seperti biasanya. banyak orang pendatang dari berbagai kota tak hanya dari orang Daemin. mereka ramai ramai mencari kedai dan penginapan.
terlihat sekelompok orang Daemin sedang bertransaksi dan mencari penginapan. duduk di kedai sembari menikmati beberapa hidangan dan berbincang.
"wah.. lihatlah orang orang kota ini mereka sangat berkembang. tak kusangka setelah lama setelah meninggalkan tempat ini begitu banyak perubahan."
"benar tuanku, lihatlah ini semua sungguh hal yang menarik"
"hahaha benar sekali katamu. apa lagi kita nikmati arak yang nikmat ini" para pelayan meletakkan hidangan di meja. para orang itu menggoda pelayan wanita yang sedang menghidangkan makanan. terlihat pelayan wanita itu risih dan buru buru pergi.
"Tuan, bukankah itu orang-orang Daemin ? kenapa mereka datang kembali, ternya benar isu itu"
Junjie menoleh. Orang-orang Daemin ?
"ayo kita kesana." junjie berjalan kekedai itu dan duduk bersebrangan dari meja orang Daemin sembari mendengarkan perbincangan mereka.
"mari kita bersulang untuk misi penting kita kali ini" sembari mengangkat gellas
"benar, benar. kita harus merayakan misi penting kiata" terdengar tawa dan seruan dari kelompok itu.
"Gen, sejak kapan mereka berada disini"
sepertinya baru tadi pagi tuan. dan menurut isu mereka datang kemari untuk mencari liontin bintang kehidupan dan juga mendapatkan putri dari tuan Zhu harta berharga dari seorang penyihir"
junjie diam mendengarkan penjelasan Gen pengawal pribadinya.
tak ku sangka akan ada hal seperti ini. ia masih menyimak pembicaraan orang Daeimin.
"hahahahaha.. apalagi dengan penyihir itu menurut isu ia sangat cantik dengan bentuk tubuh yang sangat indah."
"wah benarkah ? tuan kalau kita akan mendapatkan sebuah harta karun yang tak ternilai dan tuan akan di kelilingi keberuntungan"
junjie menggenggam gelasnya erat. geram mendengar pembahasan orang Daemin. *Beraniny mereka* !.
"Tuan Bukankah itu Zixin ? anak ketiga dari keluarga Zhu."
Terlihat Zixin mengepalkan kedua tanganya dan wajahnya muram. dasar orang orang sialan beraninya mereka berkata memmbicarakan kakakku di tempatku!!
seketika Junjie berdiri melihat ekspresi Zixin dengan segera ia meraih anak itu pergi menjahui keramaian.
zixin memberontak. "lepas!"
"jangan gegabah bodoh!"
seketika zixin diam dan melotot. siapa dia berani sekali melarangku pergi!
"huh! mengapa kau menghalangiku menghajar mereka!"
"jangan bertindak gegabah ! mereka lebih kuat darimu"
"aku tidak peduli ! mereka telah membicarakan kakakku tidak sopan ditempatku! sungguh tidak tau muka!"
Pletak !! junjie menjitak kening Zian. seketika zian mengaduh kesakitan "aduh aduh aduh sakit" sembari mengelus keningnya. "heh orang asing beraninya kau menjitak keningku!"
Pletak !!
"aduh!!!" orang ini!! beraninya diaaaaa!
"hei, bocah bila kau bertindak gegabah kau akan menjadikan masalah. lihatlah mereka datang tak hanya untuk makan. dan lagi lihatlah mereka bukan sembarangan orang yang bisa kau pukul."
wajah Xixin terlihat kesal.
"pulanglah beritahu keluargamu. biar mereka yang aku tangani"
Zixin terlihat masih cemberut. dengan wajah sebal "oke. makasih" huh. memalingkan wajah dan berlalu pergi.
junjie tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah Zixin.
setelah memastika Zixin pergi. junjie beralih menatap Gen. "Gen. siapkan yang telahku perintahkan. kali ini kita bertindak lebih awal"
"baik tuan" seketika gen berlalu pergi.
junjie tersenyum sermaks penuh arti dan berlalu pergi meninggalkan sebuah arti dalam senyuman.