MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Rencana



Ketika sadar Della sudahh berada di kamarnya. Ia memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Kenapa ahir ahir ini badanku terasa aneh dan memory memory asing terputar sangat jelas apa ini ingatan dari Lingxiu ?,"


Della beranjak dari ranjangnya kemudian menghampiri kaca rias,


"Ah. Pucat sekali wajahku," tuturnya sembari memegang wajahnya. Della duduk dengan lesu. Pikirannya kosong.


"Aku lelah berpura pura,aku ingin curhat yang sebenarnya menjalani hidup sebagi orang lain itu tidak enak dan tak mudah,"


"Aku ingin menjalani hidupku sendiri seperti sebelumnya, menggambar, melihat para model memamerkan desainku di atas runway, kejaran para wartawan. Ah. Aku sungguh ingin cepat kembali. Aku ingin kehidupanku yang dulu, aku sadar seharusnya aku lebih bersyukur dengan apa yang aku punya, dan tidak meminta hal konyol seperti ini,"


**


Dia tidak pernah terpikirkan Saat dirinya meloncat ke laut menyelamatkan Della yang terjatuh dari kapal.


Sungguh diluar jangkauan, ketika tangannya sudah berhasil meraih tubuh itu tiba tiba mereka tersedot ke dalam laut tak berdasar dan pada akhirnya ketika membuka mata sudah berada di tempat aneh ini dan menjadi anak seorang jendral.


Malam itu sedang diadakan pemilihan istri untuknya, lebih tepatnya raga yang ia tempati. Dirinya sempat frustasi sesaat dan hampir putus asa, hingga acara itu dibubarkan melihat keadaan yan tidak mungkin bisa dilanjutkan.


Sudah cukup lama ia berdiam diri di rumah akhirnya ia memutuskan untuk keluar mencari suasana luar dan kondisi sekitar.


Sudah sejak pagi hingga menjelang sore ia masih di luar, ia berkeliling cukup jauh dan pada akhirnya ia tertarik untuk melihat bangunan yang cukup dibilang megah.


Ia memanjat dinding itu dan duduk di sebuah batang pohon. Dari kejauhan terlihat seorang wanita datang dan sepertinya ia tidak mengetahui keberadaannya.


Hingga satu hal ia menemukan seseorang yang sangat ia kenal.


Della !


Ia cukup lega, ketika saat memastikan ternyata dia benar-benar Della, jadi bukan dirinya saja yang terjebak di daerah entah berantah ini.


Dirinya kembali ke kediaman jendral dengan penuh rasa menggebu, dengan segera ia menyuruh pengawal bayangan untuk mencari semua informasi tentang Della di rumah itu. Alhasil tidak butuh waktu lama semua apa yang ia inginkan sudah ia dapatkan dan selanjutnya ialah menyusun rencana agar bisa memasuki kediaman itu.


Setelah sebuah rencana ia atur dengan matang sekarang tinggal melaksanakan saja Ia berjalan menemui jendral Weizhe.


"salam ayah," ujarnya dengan mengangkat tangannya dan membuat orang menatap aneh kepadanya, jujur saja dia masih kaku dengan ketentuan-ketentuan disana.


"Ada apa," balas lelaki paruh baya itu sembari menuang air ke gelas.


"Ada yang harus saya sampaikan kepada Anda," ujarnya seraya melirik beberapa orang yang berada di ruangan, tahu dengan maksud putranya jendral segera mengeluarkan perintah dengan isyarat tangan dan semua orang meninggalkan tempat dengan teratur.


"Katakan," ujarnya ketika ruangan itu sudah sepi.


"Bagus, kalau begitu siapa wanita dari keluarga mana yang kamu pilih ?,"


"Lingxiu dari keluarga Zhu," jawabnya mantap, seketika jendral Weizhe tercengang dengan apa yang ia dengar.


"Apa kau yakin ?, Jangan bercanda," jendral seperti mendengar lelucon dengan ucapan dari putranya, memilih anak dari keluarga Zhu yang disembunyikan keberadaanya itu sangat mustahil.


"Kau tahu sendiri rumor yang beredar ?,"


"Rumor belum tentu benar," jawabnya.


Jendral Weizhe meletakkan gelasnya. "Aku beri kamu waktu untuk memikirkannya kembali,"


"Keputusanku sudah tetap."


"Dengan alasan ?,"


Junjie menatap lekat lelaki didepannya.


"Aku menginginkannya,"


Jendral Weizhe menatap anaknya lekat


sejak dia tersadar dia bertambah keras kepala.


"Itu bukan seperti dirimu,"


"Aku tidak peduli, atau anda ingin anak mu ini menjadi perjaka tua seumur hidup ?, Ayolah, dad, aku tahu anda akan mengabulkannya," Seketika suasana yang serius terbalik 180° dan membuat Jendral terdiam menganga melihat perubahan putranya itu.


Sungguh diluar pemikiran. "Apa aku salah memanggil tabib atau terjadi geger otak," ujarnya lirih.


"Segera mungkin datangi keluarga Zhu, aku tidak mau menunggu lama, keputusanku tidak bisa dirubah," ia membungkuk dan berlalu pergi meninggalkan sang jendral yang masih terdiam seribu bahasa.


"Kenapa dia berubah menjadi keras kepala dan auranya sangat berbeda.


ia keluar dengan tersenyum Devil dengan posisi status yang mereka punya.


yang satu menjadi seorang penyihir dan yang satu menjadi anak jendral. akan mudah untuk bertindak ditempat ini. dengan kekuatan dan kuasaan semua akan mudah.


lagi lagi ia tersenyum devil. saat diam diam mengamati Della dari kejauhan.


"maaf Nona Desainer. kali ini kau harus ikut permainanku agar kita bisa kembali ke dunia kita"