MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
ILUSI ?



lelaki tampan namun gila itu terus memasuki hutan bintang jauh kedalam hutan.


Della terus mengumpati lelaki yang membawanya itu.


Apa yang harus aku lakukan ! ayo Della berfikir jernih ! seandainya kau segera menemui situa ini tak akan terjadi kau bisa melawan lelaki breksek ini !


Ahirnya pria tampan namun gila itu berhenti ia melangkahkan kakinya memasuki sebuah goa. terlihat goa itu sangat terawat, bersih seperti dan terlihat goa itu memang untuk dihuni seseorang, disana terlihat lengkap berbagai peralatan masak dan tempat tidur yang sengaja di siapkan untuk beristirahat.


lelaki gila itu membaringkan tubuh Della di atas peraduan. Della masih tak bisa bergerak tekanan akunpuntur itu masih belum hilang.


lelaki itu membelai wajah Della lembut penuh kasih.


"kekasihku"


Della masih dalam tatapan nyalangna. Bajingan sialan !! pergi dariku !


Siapapun tolong ! Adarsya ! arct ! kakak ! tolong aku !


terlihat Xiuying terus berlari, ia melihat lelaki itu membawa kakak iparnya memasuki sebuah goa.


"ku harap kakak baik-baik saja"


ia bergegas menuju goa, dan terlihat lelaki itu mengelus wajah Della dengan tanganya.


"Kau ! Lepaskan kakakku !" xiuying berteriak tanganya sudah mengengam pedang.


Xiuying ! itu suara Xiuying !


Sedikit harapan telah datang ! kuharap ia mampu mengecoh lelaki ini dan menunggu akunpuntur ini tak bekerja lagi.


Lelaki itu menoleh menatap xiuying. terlihat raut wajahnya yang terusik.


"kau wanita lemah menganggu waktuku dengan kekasihku !"


"Kau gila ! lepaskan kakak iparku ! di bukan milikmu tapi milik kakakku !"


sembari menuding dengan pedang.


Lelaki itu tersurut emosinya mendengar perkataan xiuying.


"Dia kekasihku !" suaranya membentak penuh amarah. auranya seketika menyebar keseluruh ruangan goa.


Seketika Xiuying sedikit terkejut karna tekanan aura yang di timbulkan lelaki tersebut.


Auranya sungguh kuat sekali membuat dadaku sedikit sesak. xiuyig mengambil nafasnya lalu menggunakan tenaga dalamnya untuk membentengi aura yang begitu pekat terhadap dirinya.


"Kau pria gila ! dia bukan kekasihmu. lepaskan kakakku atau aku tak akan segan lagi denganmu !"


"Manusia lemah !! Aggghhhh ! aku benci manusia penganggu sepertimu !!" lelaki itu mengaung karna dirinya tersurut perkataan xiuying. aura yang ia keluarkan semakin pekat siapapun yang mengadapinya akan kesusahan bernafas.


"Mati kau !" seketika lelaki itu menyerang xiuying dengan tenaga dalamnya.


Bumm!


sebuah batu hancur menjadi debu.


xiuying membuang nafasnya lega. untung dia bisa menghindar dari tenaga dalam lelaki tersebut jika tidak bisa apa jadinya dia sekarang ?!.


Kekuatan lelaki ini sangatlah tinggi. aku bukanlah sainganya. bagaimana bisa tekanan kekuatanya begitu besar.


Xiuying mengangkat pedanganya dan langsung menyerang lekaki tersebut namun.


Brak ! seketika ia terhempas dan membentur dinding goa.


Uhuk !


seketika xiuying memuntahkan darah dari mulutnya.


raut wajah lelaki itu tetap garang memandang xiuying. ia berjalan mendekatinya.


Xiuying ! Tidak ! Xiuying !.


Della membelalakan matanya. ia telah terlepas dari totokannya.


Segera ia bangkit dari berbarignya.


Krek ! Brukk !!


Lelaki itu menghempaskan xiuying dengan tenaga dalamnya hingga membentur dinding goa sangat keras, benturan keras itu membuat xiuying tak sadarkan diri, Darah segar terus mengalir dari badanya yang terluka. Ia terluka luar dan dalam sangat parah keadaanya bisa di bilang sangat tidak memungkinkan untuk selamat.


seketika terkejut dengan apa yang ia lihat. "Xiuyingg !!" teriak Della


" Tidakk !! Xiuyingg !" teriak Della keras dan terkejut.


"Kakak, kau tak apa ?" Xiuying kawatir dengan Kakaknya itu yang sendari melamun dan tiba-tiba berteriak histeris memanggil damanya dengan penuh ketakutan.


Dia menyadarkan Della menggoyangkan pundaknya agar kakanya itu lekas sadar.


Seketika Della tersadar dan sedikit terkejut. Xiuying ?


ia melihat sekeliling. pandanganya sedikit linglung. orang-orang yang makan itu melihat aneh dan penasaran kearahnya.


Ini Masih di tempat yang sama di kedai. kita belum pergi dari kedai !. Lalu Tadi itu apa ?!


Della memegang dadanya yang berdetak membutu seperti lari maraton. wajahnya terlihat bingung.


Apa itu sebuah ilusi atau hanya mimpi ? tapi bagaimana bisa begitu nyata !


"Kakak kau tak apa ? apa yang terjadi kepadamu ? kakak sakit ?" tanya xiuying beruntun karna kawatir.


Della menoleh kearah xiuying.


"tak apa. aku tak apa" Della segera duduk kembali. Xiuying menyodorkan segelas air minum.


"kakak minumlah dulu dan tenangkan hati kakak"


Della meraih gelas itu dan meminumnya hingga tandas.


"kita ke tabib ya kak"


"tidak-tidak, tidak usah, aku baik-baik saja. Lebih baik segera habiskan makan dan kita segera pergi ke tempat tujuan awal"


Xiuying menurut yang di katakan oleh della, ia segera menghabiskan makannya.


Della mengambil nafasnya dalam lalu membuangnya perlahan.


Apa yang terjadi barusan ? kenapa bisa terjadi hal seperti itu ?.


Setelah selesai mengisi perut. ahirnya mereka beranjak pergi dari kedai yang mereka kunjungi.


"Xiuying, bisakah aku minta tolong padamu"


"ada apa kakak ?"


"Bisakah kau belikan cadar untukku di toko kain itu" sembari menunjuk toko di depan.


"emt, bisa,"


"Oke, aku tunggu sini ya"


"kakak ngak ikut sekalian ?"


"Tidak, aku tunggu di sini"


"emt, baiklah, aku akan cepat-cepat dan segera kembali" sembari melangkah ke arah toko di depan sana.


sebenarnya Della ingin ikut xiuying ke toko itu, namun ia menghindari jika sesuatu hal yang ia lihat tadi bisa terjadi.


beberapa menit kemudian. Xiuying datang dengan membawa cadar di tanganya.


"kakak ini" sembari menyerahkan cadar ke arah Della.


"oke, trima kasih" sembari mengambil dari tangan xiuying lalu segera ia memakainya.


"kakak kenapa kau tiba-tiba memakai cadar ?" xiuying bertanya karna sendari tadi ia penasaran kenapa tiba-tiba kakak iparnya itu meminta cadar.


"hanya risih dengan tatapan para orang-orang" jawabnya asal namun ada benarnya sendari tadi para orang selalu memandangnya takjub. sebenarnya ia berjaga-jaga jika hal yang ia lihat tadi terjadi. ia tidak ingin jika orang itu mengenali wajahnya.


"sudah, ayo kita pergi"


"Ayo" sahut xiuying.


mereka berjalan di antara orang-orang yang berlalu lalang di pasar.


"Kak, lihat tokonya sudah buka, ayo cepat pasti orang-orang bangsawan itu sudah menyerbu"


Ahirnya mereka berjalan sedikit cepat.


dan.


Brukk !


ouc ! keluh Della terjatuh.


"Kakak, kau tak apa ?" xiuying membantu Della berdiri.


"tak apa"


ini. bukankah sama seperti yang aku lihat itu !


ia menabrak seseorang hingga keduanya jatuh ketanah.


Della membersihkan bajunya yang kotor.


Lelaki tampan itu terlihat marah.


"Kalu apa kau tak punya mata hah !"


Della terbelalak saat melihat wajah yang ia tabrak. Dia siluman singa gila itu !


"maaf tuan," Della membungkukan kepalanya sedikit lalu menarik xiuying lari.


Xiuying kaget saat di tarik tiba-tiba.


Sedangkan lelaki itu mengumpat-ngumpat sendiri karna orang yang menabraknya melarikan diri.


"Aku benci !manusia lemah tak berguna !" ucapnya sembari berteriak lalu lelaki itu terus berjalan dengan mengerutu sendiri di setiap jalan.


Della ahirnya menghentikan larinya saat memastikan orang tersebut tak mengejar ataupun mengenalinya.


Della mengatur nafasnya yang memburu.


"Hahh.." untungnya dia tidak mengenaliku dan tak mengrjar !


"Kakak, kenapa kau berlari begitu cepat" xiuying baru sampai mengejar Della yang berlari begitu cepat.


"tak apa, Hahh"


Xiuying mengambil nafas dalam, ia masih kawatir dengan kakak iparnya itu karna hari ini terlihat sangat aneh. ia takut jika terjadi apa-apa kepadanya.


Saat mereka berbincang-bincang dan jalanan sedikit padat, tampa sengaja Xiuying tersenggol keranjang hingga membuatnnya terjatuh.


Bruk !


"Aduh !" umpat xiuying.


"Nona kau tak apa ? maafkan kakek ini yang tidak hati-hati" ucap sang kakek yang bajunya sedikit lusuh yang sedang menggendong keranjang di punggungnya.


Xiuying berdiri dan membersihkan bajunya yang kotor.


"tak apa kek, bagaimana dengan kakek ?"


"aku tak apa cu, maafkan kakek yang sangat ceroboh ini" sembari membungkuk meminta maaf.


"tidak perlu kek,"


"ada apa xiuying ?" tanya Della yang baru datang langsung melihat sang kakek meminta maaf terhadap xiuying.


"hanya masalah kecil kak, tampa sengaja tadi aku tersenggol keranjang kakek ini" jelas xiuying.


"Benar Nona, kakek ini yang ceroboh tidak hati-hati saat berjalan,.. Jadi.." belum selesai kakek itu berbicara namun Della telah memotongnya.


"Kakek, kakek tak perlu meminta maaf, sehatusnya kami yang muda ini mohon maafkan karna kurang hati-hati"


"kakek yang salah cu,"


"biklah jika kakek memaksa," sahut xiuying "aku akan memaafkan kakek tapi dengan syarat"


Terlihat kakek itu sedikit terkejut. begitu juga Della.


"Syaratnya adalah."


Bersambung...


jangan lupa Like, komen dan rantingnya, ya sayang ku..😊