
"Apa kau yakin ?! jangan bercanda, mana mungkin dia yang membunuh Zixin, dia yang menyelamatkannya hingga terluka parah, aku melihatnya ia terluka parah saat sampai di sini !" tanyanya tak percaya, tak percaya jika orang yang melakukannya ialah orang yang selama ini dekat dengannya.
Gen diam menatap datar ke arah Zian, ia menepuk pundak Zian beberapa kali, "bahkan sebelum tuanku tiada, ia telah menarik usut benang merah kasus ini, carilah bukti penguat, agar keluargamu selamat," setelah berucap ia bergegas pergi meninggalkan Zian yang mematung karena terkejut.
"tunggu Apa adikku selamat ? apa ia masih hidup ? diiamana dia ?," ucapnya setelah tersadar namun ia telat karena orang yang berada di depannya tadi telah menghilang dari hadapannya.
"Ah ! sial. kenapa dia begitu cepat menghilang ! aku belum selesai bicara ! beraninya kau menghilang begitu saja ! apa kau itu siluman ! cepat sekali kau menghilang ! kau belum menjawab pertanyaan ku Kinjeng ! apa kau tahu keberadaanya ? apa dia selamat ?! ayo jawab !," ucapnya lalu memukul tembok di sampingnya.
[Kinjeng \= Kecapung]
"cih, sialan ! dia menggantungkan keberadaannya, kenapa dia pelit sekali, Kinjeng sialan lihat saja aku pasti menemukan bukti kuat dan kau bilang tuanku itu bisa menarik benang merah kasus ini maka kalau aku akan menarik benang merah itu dan merajutnya menjadi tas gendong !," gerutunya sembari melangkahkan kakinya ke ruangan kerja ayahnya.
"Ayah," panggil Zian sembari membuka pintu, tuan Zhu menatap sembari mengerutkan keningnya melihat muka anaknya yang merajut rumit, ia berjalan cepat berhenti di depan mejanya dengan nafas yang naik-turun.
"ada apa ?," tanya tuan Zhu, yang heran dengan tingkah Zian,
Terlihat Zian menarik nafasnya dalam, ingin ia berucap namun mulutnya terasa kelu, "Zixin," ucapnya terjeda,
"ada apa dengannya ? apa sudah ada pet.." belum sempat tuan Zhu menyelesaikan kalimatnya, Zian sudah memotong.
"Benar Zixin dia, telah di bunuh oleh ah. bukan bukan itu, ayah tahu pengawal Junjie ? dia mendatangiku dan berkata bahwa ia telah menemukan titik terang namun dia tidak memberi tahu dengan jelas ada sangkut pautnya dengan paman dia dalang di balik pembunuhan Zixin ia meminta kita mencari bukti kuat dan ia akan membantu menyelesaikan masalah ini tapi dia tidak menjawab keberadaan Zixin berada," ucapnya Tampa jeda dan sedikit jelimet.
Tuan Zhu mengerutkan keningnya. entah antara dia mencerna ucapan Zian yang tiada jeda atau memahami isi dari ucapan Zian yang baru saja ia dengar. tidak ada yang tahu itu. atau bahkan dua duanya.
Tuan Zhu mengikuti nafas Zian yang naik turun. lalu ia mengambil nafas dalam setelah Zian terlihat sedikit tenang. ia berdehem sebelum berbicara.
"Istriku," ucapnya singkat. seketika istri tuan Zhu, alias Nyonya Zhu keluar dari balik rak buku,
Zian menoleh dan dilihatnya ibunya itu membawa satu kardus kecil lalu meletakkannya di meja.
Buk
"ini bukti paman mu tersayang, dan kita hanya tinggal menunggu dia memakan umpan," ucapnya menatap Zian.
"ibu..... kau yang paling terbaik seduniaaaa," ucapnya sembari memeluk nyonya Zhu "kau memang yang terbaik, akhirnya aku bisa membungkam si Kinjeng itu,"
"Kinjeng ?," ucap nyonya Zhu mengerutkan keningnya.
"pengawal Junjie," jawab Zian sembari menampilkan wajah sebalnya.
"kau beri tahu aku dimana pedang Fire berada, maka aku akan menjadikan mu sebagai orang kepercayaan ku, dan kau bebas untuk melakukan segala hal di kerajaan ini, atau kau ingin menjadi seorang Putri, aku bisa memberikannya kepadamu, bagaimana ? apa kau tertarik dengan penawaran ku ?"
Della menatapnya rumit.
"apa mau mu hah ? aku tak tertarik.'"
Mo Yan tersenyum sebelah "wah, wah, wah kau itu terlalu rumit, begini saja, aku akan memulangkan mu sebagi imbalannya kau berikan liontin Sihir kepada ku,"
Della sedikit mendengus. dasar manusia yang ada maunya. "kau meminta pada orang yang salah,"
"tidak, aku benar, nona penerus.." ucapnya sembari mendekatkan wajahnya.
"apa kau yakin tidak tertarik dengan penawaran ku ? apa kau tidak mengkhawatirkan keluargamu di sana ? kapan lagi ? jika kau hanya menuruti Situa Bangka itu, kau tak akan pernah kembali ke dunia asal,"
Della sedikit bimbang antara dengan perkataan dari Mo yan.
"Bagaiman ? kau ingin pulang bukan ?" ucapnya sembari tersenyum.
"pikirkan tawaran ku," ucapnya berdiri dan menepuk pundak Della beberapa kali.
"ku tahu kau akan memilih yang terbaik," ucapnya berlalu pergi dan kemudian pintu itu tertutup kembali.
Della membuang nafasnya.
bagaimana aku harus memilih. tidak mungkin aku langsung kembali sementara Zixin masih menghilang, Permasalahan yang belum selesai, aku harus bagaimana..
ia menyandarkan kepalanya ke belakang.
"Adarsya.. benar aku harus mencari dirinya memberi, apa dia sudah menemukan teka teki itu ? pemecah kutukan," ucapnya mengangkat kepalanya kembali.
Bagaimanapun aku harus bisa pergi dari sini dan mencari Adarsya, dan memecahkan kutukan itu, kita harus kembali dan menyelesaikan permasalahan yang ada. pecahkan kutukannya kebenaran akan terungkap. benar, aku harus segera menemui adarsya,.
ucapnya dalam hati dan berusaha melepaskan ikatan tali di tubuhnya, dirinya penuh tekat. namun, ada satuh hal yang penting yang tak ia ketahui, jika Adarsya telah pergi meninggalkannya.
*jangan lupa tekan tombol Like, dan tinggalkan jejak kalian, dan jangan lupa Vote yaa sayang☺️