
" apa paman ? "
" ini, mengenai dirimu yang sebenarnya..."
" diriku yang sebenarnya ? maksud paman ? "
quan zhu menghelai nafasnya dengan berat.
" maksud paman, dirimu yang sebenarnya ialah... "
" Mohon maaf tuan muda. Nyonya Zhu telah sadar. " ucap sang pelayan.
seketika mereka menoleh.
Quan zhu terlihat kesal. cih dasar pelayan sialan.
" Benarkah ?" Zian sembari berdiri. Sekilas ia menatap pamannya.
" pergilah, lihatlah ibumu "
Zian bergegas menuju kamar ibunya.
******
sementara itu..
" Junjie ! " ucap Della sembari membuka ruang kerja. wajahnya panik.
Tidak ada orang.
dimana dia kenapa tidak ada dirumah.
kejadian sebelumnya....
setelah Della sampai di kediaman, sebuah burung merpati pengirim surat menghampirinya.
" untuk ku ? "
Della bergegas membuka surat itu dan membacanya.
' adiku, Pulanglah. Keadaan rumah sedang kacau, adik Zixin diserang dan paman yang menolong kembali dengan luka parah. cepatlah pulang. kini ayah sedang mencari adik kedua. Cepatlah pulang ibu sangat terpukul dengan hal ini'
~Li Zian Zhu
Deg.
seketika jantung Della seperti tertimba batu tajam.
Zixin .
paman.
off__
" Junjie ! "
Della masih mencari di ruangan lainya.
" kau tahu suamiku dimana ? " ucap della ke salah satu pelayan.
" Maaf Nyonya, saya tidak melihat Tuan "
seketika della pergi.
apa dia masih di hutan ?
seketika pikirannya kembali kejadian di hutan.
Ah ! sial apa dia belum kembali dari hutan ! kupikir iya segera kembali. umpat della menyadari junjie berada di dalam hutan.
ia bergegas mengambil kuda.
sedangkan itu dari arah seberang junjie memacu kudanya dengan cepat ke arah mansionnya.
ia berhenti saat melihat Della mengambil kudannya.
" mau kemana lagi dirimu " sembari turun dari kuda.
segera Della menghampirinya.
Pas sekali.
ia langsung menarik tangan junjie
"Aayo kita pulang sekarang !"
tarik tangan della menuju Kuda.
"bicaralah yang jelas..ada apa sebenarnya ?"
" Sudah tidak ada waktu... ayo pulang sekarang ! " Della menaiki kuda.
" Jika kau tak ikut aku pergi sendiri " ucap Della yang tak sabaran.
Junjie Dengan segera menaiki kuda yang dinaiki Della.
"Gen. urus sisanya." ucap Junjie sembari memacu kuda dengan cepat.
Gen terheran-heran. Sebenarnya ada apa ini ?
" Bisakah kau lebih cepat lagi ?" pinta della dengan cemas.
" katakan sebenarnya ada apa ?"
Della menghelai nafasnya.
" Zixin diserang dan belum di temukan, paman yang membantu Zixin kemmbali dengan luka parah " ucap Della sembari fokus melihat kedepan.
Diserang ?
" Pegangan yang kuat. aku akan lebih cepat." uacap Junjie sembari mengeratkan tangannnya memegangi tubuh Della.
Hiya !
Kuda melaju dengan cepat.
junjie fokus memacu kudanya. sesekali ia melihat wajah Della. ada rasa yang lain saat melihat wajahnya penuh dengan kecemasan.
****
" aghh "
mata itu mulai membuka kelopaknya, dan merasakan kesakitan di seluruh tubunya.
mata itu telah terbuka sepenuhnya. ia melihat sekeliling.
" Dimana ini ?" ucap Zixin sembari mencoba menggerakkan badannya.
" Kau sudah sadar ?" ucap seorang perempuan sembari menghampiri Zixin
" jangan bergerak dulu, berbaringlah. lukamu belum sembuh." sembari membantu Zixin berbaring.
Zian tak bergeming. ia menatap perempuan itu dengan penuh tanya.
sang perempuan itu mengambil mangkuk berisi obat di meja. lalu memberikannya ke Zixin. dengan telaten ia memberikan obat itu.
Siapa dia ? batin Zixin sembari memandanginya. ya dia masih terlalu lemas untuk berbicara.
ia masih melihat wanita itu mondar-mandir menyiapkan segala sesuatu.
lalu ia kembali dengan membawa makan di mangkuk. ya. itu sebuah bubur.
" Makanlah, aku telah menyiapkan bubur untukmu"
Dengan telaten wanita itu menyuapi sesendok demi sesendok kedalam mulut Zixin. sesekali ia mengelap pinggiran bibir Zixin yang tertinggal makanan disana.
mata Zixin tak lepas memandangi wanita yang merawatnya begitu telaten.
sang wanita mengambil air di gelas dan membantu Zixin untuk meminumnya.
" Istirahatlah, aku akan memberi tahu kakek akan hal ini" wanita itu sembari meringkasi mangkuk dan lainya lalu beranjak pergi.
Zixin menatap sekeliling. Dimana ini dan siapa dia ? apa dia yang menolongku ?
" bagaimana keadaanmu anak muda ?"
seorang lelaki tua menghampiri.
"Ba.."
"tidak usah di jawab. istirahatlah" sang kakek sembari memeriksa Zixin.
"Hah..syukurlah" guman sang kakek.
" ada apa kakek ?" ucap wanita itu sembari mendekat..
" Racunnya sudah hilang dari tubuhnya, segeralah tumbuk obat-obatan itu dan segera bawa kemari"
" baiklah kakek,"
tak butuh waktu lama perempuan itu datang dan membawa obat yang suduah di tumbuk dan langsung memberikannya kepada sang kakek.
" Bantu kakek mengoleskan obatnya."
perempuan itu langsung membantu sang kakek.
******
Sudah seminggu mereka mencari Zixin namun tak membuahkan hasil. ia seperti hilang dari permukaan bumi.
Della termenung di gazebo. tanganya memegangi kepala.
Dimana keberadaanmu Zixin..
ayolah Della berfikir jernih ! kemana kecerdasanmu itu Della !
umpat Della sembari sedikit mengacak rambutnya.
" Lingxiu, " panggil Zhang he membuyarkan lamunannya.
" Tenanglah, " tangannya sembari mengelus pundak Della.
Della menoleh. Zhang he.
ya. setelah kabsr itu terdengar hampir setiap hari Zhang he datang ke kediaman Keluarga Zhu.
Zhang he mensejajarkan dirinya dengan Della
" Cuacanya bagus, sepertinya enak kalau untuk pergi jalan-jalan" ucap Zhang e sembari menatap langit.
Della. jengah.
Kau ingin pergi jalan ? pergilah sana jangan ganggu aku.
" ya sangat teduh, sangat pas untuk pergi jalan-jalan. tapi aku lebih suka menikmati ini dengan bersantai, ajaklah kakakku pasti ia terasa jenuh selama sakit"
Zhang he membuang nafasnya alus.
" Apa kau tak mau ikut ? "
" Tidak. pergilah, aku lebih suka bersantai disini" ayo cepatlah pergi.
aku selalu tidak merasa nyaman berada di sampingnya.. entah kenapa. Aku selalu merasa ada sesuatu di dirinya.
ahirnya Zhang he meninggalkan Della.
tak lama Seseorang datang menghampiri Della.
" Apa yang kau lakukan disini ? "
Seketika Della menoleh kebelakang. lalu kembali lagi. cih. penganggu lagi.
Dia mengabaikanku ?. umpat junjie dalam hati.
" apa begini sikapmu terhadap suamimu ?"
ah. aku malas berdebat dengannya.
" jangan lupa. Pernikahan kita hanyalah konspiransi belaka." berbicara tampa melihat yang di ajak bicara.
Deg. ada rasa tak terima saat Della menguncapkan kata konspiransi.
Namun itu tak bisa di sangkal. memang benar pernikahan mereka hanyalah konspiransi belaka.
Dia yang membuat rencana dan perjanjian. mereka juga berjanji untuk tidak saling mencintai. bukan. lebih tepatnya mereka yang sepakat.
sungguh ironis.
mereka tak tahu. bagaimana hati itu bertindak. hati itu tak bisa di tebak. ia mutlak namun juga lunak. ia tajam namun juga lembut. ia kokoh namun juga rapuh.
" ya kau. benar. ini hanya konspiransi." ia mengepalkan tangan erat dibalik badannya.
tidak adakah setitik diriku di hatimu ? menganggapku ada. menganggapku sebagai suami tampa konspiransi walau hanya sekali ?.
Sebenarnnya ia menghampiri Della hanya ingin mennyampaikan bahwa ia akan pergi berperang.
" Sore ini, kita kembali kediaman Jendal weizhe. maka persiapkan dirimu."
Junjie berlalu meninggalkan Della.
" Tunggu.." tahan Della sembari memegangi tangan Junjie.