
Kau Bagai lencena kehidupan
Petang dan malammu
bercahaya
Bagai senja yang menampakkan dirinya dengan manja
*******
Kereta terus melaju di jalan yang lapang. Di dalam kereta zixin masih terniang akan ucapan sang pelayan yang dieksekusi dengan sadisnya.
Apa maksudnya, apa yang terjadi dengan kakak Zhang he. Dan juga mentri chang selalu mengalihkan
pembicaraan saat aku tanyai tentang kakak zhang he. Apa perlu kembali lagi ke kediaman mentri chang ?.
Brakkkk !
Seketika kereta
berhenti mendadak dan membuat Zixin terkejut.
“ ada apa ? “
“ ada pohon tumbang tuan “
Pohon tumbang ?. seketika Zixin keluar dan melihat keadaan. Matanya melihat sekeliling. Benar sebuah pohon tumbang dan memblokir jalan.
Tak ada angin tak ada hujan, bagaimana pohon yang kokoh ini bisa tumbang ? batin zixin.
WOSSS ! Sebuah anak panah mengincar kearah Zixin.
“ Tuan Muda Awas ! “ teriak sang kusir. Seketika Zixin menghindar
Cap. Sebuah anak panah menancap di batang pohon yang rindang. “ Siapa di sana ! “ Seketika delapan orang dengan pakaian serba hitam keluar dengan membawa pedang di tangannya dan mengepung Zixin yang
hanya dua orang. Ia dan kusir.
“ Siapa Kalian ! “
“ siapa kami tidak penting. Yang penting sekarang adalah nyawamu ! serang ! “ ucap salah satu dari mereka seketika mereka menyerang Zixin.
Sring ! Sring ! Sring !
Suara pedang saling
berhantaman.
Sring ! Srett ! darah
segar mengalir deras dari inangnya dan darah mulai mewarnai tanah menjadi merah.
Zixin berhasil melumpuhkan mereka tanpa ia terluka dan kini tinggal seorang, lenganya mengeluarkan darah bekas sayatan dari pedang Zixin. Orang itu menatap Zixin penuh amarah dan matanya waspada. “ katakan. Siapa yang menyuruhmu ! “ ucap Zixin sembari melangkah pelan kearah pembunuh. Orang itu mundur dan memegang
pedangnya erat. Matanya melirik ke kanan ke kiri.
Sial. Tak kusangka ia begitu kuat. aku Harus mengulur waktu dan mennggu bantuan. “
“ Siapa yang menyuruhmu ! “ pedangnya sudah menjulur ke hadapan pembunuh itu.
Sang pembunuh melihat bantuan datang. Ia tersenyum. “ apa kau penasaran ? “ sang pembunuh itu sudah
siap menyerang “ temui ajalmu ! hyaaaaa ! “ Trang ! Trang ! Trang !
SRETT ! JLEB !
Zixin berhasil mengbunuh orang itu. Namun dengan bersamaan ia juga terkena anak panah di pungugng kirinya. Ia mengeluarkan darah dari mulutnya. Sedangkan sang kusir telah terbunuh oleh pembunuh.
Kesadaranya mulai menghilang. Sial !. Panahnya beracun ! dan Brukkk ! ia ambruk ke tanah. Dengan
pengelihatan samar-samar ia melihat seseorang dengan memegang pedang di tanganya menghampirinya.
Tap. Tap. Tap. Orang
itu berhenti di depanya. Kemudian gelap.
Flasback on_
Saat Zixn keluar dari kediaman mentri chang.
Seorang lelaki berpakaian serba putih muncul dari balik pintu. “ bungkam dia. dia bisa menimbulkan masalah. Dan kirim putrimu ke kediaman Zhu. “ “ Putriku ? ta.tapi… “
“ Kau terlalu banyak bertanya ! Lakuan ! “
seketika mentri chang membungkuk memberi hormat. “ Ba.baik Tuan. “
“ aku tidak inggi mendengar kegagalanmu yang kesekian kalinya. “ orang itu sembari membalikan badannya meninggalkan mentri chang.
Mentri chang melirik kesamping seketika munculah orang berpakaian serba hitam.
“ bunuh dia jangan berikan ia lolos “
“ baik tuan. “ seketika orang itu melesat dengan cepat.
Flasback off_
*****
Junjie berjalan cepat. Sendari tadi ia mondar-mandir mencari Della. Ia terhenti ketika Gen mncul di hadapanya.
“ maaf tuan saya tidak menemukannya. Namun tadi seorang pelayan mengatakan bahwa pagi buta ia terbangun dan melihat seseorang keluar menggunakan kuda “
Dek. Seketika junjie memutar otaknya. Apa dia mulai rutinitasnya seperti di kediamanya dulu ?.
Kemana dia pergi di saat seperti ini. Apa dia tidak memikirkan nyawanya. Apa dia tidak ingin kembali kedunia asal. Junjie semakin gelisah. Ia bergegas mengambil kuda di halaman belakang.
“ mau kemana tuan ? “ ujar gen sembari mengekori tuanya.
“ mencarinya. “ junjie memacu kudannya dengan cepat. Gen yang melihat itu dengan segera mengambil kuda
dan mengikuti tuanya.
Junjie terus mengacu kuda dengan cepat. Ia mencari di tempat biasannya tak ketemu. Ia terus menelusuri perdesaan.
Sementara itu…
Della terus mengayunkan pedangnya ia berlatih di dekat danau dalam hutan dan di temani seekor rusa dengan tanduk emas. entah bagaimana ia bisa menemukannya..
Flasback on_
Kali ini Della bangun di pagi buta sebelum ayam berkoko. Dengan diam-diam ia keluar dan mengambil kuda. Setelah itu ia memacu kudanya pergi kearah padang rumput. Namun ketika ia sampai di padang rumput. Ia melihat cahaya ke emasan bergerak-bergerak di padang rumput. Ia terhenti dan mengamatinya, ia mendekati cahaya itu dengan perlahan, seketika ia tercengang dengan apa yang ia lihat !. seekor Rusa jantan besar dengan tanduknya yang besar serta bulunya bercahaya keemasan menambah kegagahanya di bawah sinar rembulan. Ia masih terpesona dengan Rusa itu. Sungguh indah tanduk yang Indah dengan pantulan cahaya bulan tanduk itu semakin menunjukan keindahanya matanya yang tajam. Siapapun yang melihatnya sungguh mereka tak akan dapat berkata
apa-apa terbungkam akan keindahannya.
Tanpa sadar ia turun dari kuda dan mendekati rusa itu. ia terhenti ketika sang rusa merasakan adanya seseorang dan menatapnya. Mata mereka saling bertemu. Seketika sang rusa itu menunduk. Seperti memberi hormat.
Seketika itu pula Della tersadar dan sedikit bingung. Rusa itu mengangkat kepalanya, “ selamat datang Tuanku. Ahirnya kita bertemu sudah lama aku menunggu kedatanganmu “ seketika della terkejut. Di.di.a bisa bicara !
Si.Si.luman !!
Rusa itu berjalan mendekat. Seketika della reflek mundur ketakutan. Ia teringat cerita horor yang ia baca bahwa siluman itu pemangsa manusia ! dan sangat berbahaya !
Ruas itu terus maju dan della terus mundur ketakutan. Mulutnya terus berkomat-kamit berdoa.
Tuhan bantu aku ! Tuhan tolong aku !
Kenapa tuan mundur ketika aku mendekat ? ( batin sang rusa )
Rusa itu terus berjalan menghampiri dan della masih mundur. Hingga ia terpentok pohon. Seketika ia berteriak !
“ HUAAAAA ! SILUMANNN ! JANGAN MAKAN AKU !! AKU MASIH MAU HIDUP ! “ sembari melindungi tubuh dengan kedua tangan.
Sang rusa terhenti. Kaget. SILUMAN ? seketika ia tengok kanan kiri memutar binggung mencari siluman sembari berkata “ Mana siluman ! Dimana ! dimana ! “
“ KAU ITU SILUMAN ! DASAR. SILUMAN BODOH !! “ umpat della sembari menunjuk sang rusa dengan ketakutan.
Seketika sang rusa terhenti ia menatap bingung “ Aku ? yang kau maksud Aku ? “Della menggangguk meng iyakan.
Dan. Seketika sang rusa tertawa terpingkal-pingkal. “ aku silman ? hahahahaha. Aku siluman ?“
Della menatap aneh dan bingung ke sang rusa hingga sang rusa itu terhenti tertawa.
Ehm. Sang rusa berdehem sembari menadari kata siluman untuknya. Sang rusa menatap Della. Dan della masih was-was terhadapnya. Tangannya mencari pedang, namun sayang pedangnya terjatuh saat ia menuruni kuda.
Sial. Aku harus bagaimana. (sangking takutnya ia tak sadar kalu mempunyai kekuatan )
“ Tuan. “ ucap sang rusa. Dela tak menjawab masih bingung mencari sesuatu untuk dijadian senjata.
“ Tuan. “ panggil sekali lagi rusa itu. namun della masih tak menggubris. Yang terpenting sekarang senjata. Senjata !
Ada apa dengan Tuanku ? kenapa dia seperti orang bodoh. ( batin si rusa yang melihat jenuh Della )
“ apa ini pedang tuan ? “ rusa menunjukan pedang di sampinnya.
Seketika Della menoleh “ haaaa benar pedangku ! “ berjalan mendekat
“ Tuan. “ ucap sang rusa.
Seketika Dela tersadar. Oh sial ! ak hampir lupa kalau ia silman !
“ Kau siluman. Bagaimana bisa mengambil pedangku ! “
“ tuan aku bukan siluman “
“ kalau bukan apa ?! hewan bisa bicara adalah siluman ! “ tunjuk della sudah sadar dari bodohnya. Tangannya telah berjaga untuk mengeluarkan sihir jika sewaktu-waktu hewan itu menyerang.
“ tuan saya adalah hewan suci penjaga gunung bintang “ sembari mendekat perlahan.
Apa benar begitu ? dela menaikkan satu alisnya
“ jika tuan tidak mempercayaiku anda bisa meminta satu permohonan sebagai bukti “
“ tunjukan jika kau benar hewan suci penjaga gunung bintang “
Si rusa membalikan badannya “ ikuti saya tuan “ si rusa berjalan ke tengah padang rumput. Kemusian sang rusa memejamkan matanya kemudian warna emas tanduknya lebih bercahaya memancarkan warna emas begitu indah. Tak selang waktu lama segerombolan rusa datang menghampiri mereka datang berpasangan dengan tanduk dan bulu mengeluarkan cahaya ke emasan. Mereka berkumpul menjadi satu.
Della terpana melihat kejadian itu. sungguh sebuah ke indahan yang langka. Padang rumput yang hanya
disinari rembulan kini menjadi warna keemasan. Matanya semakn terkagum
“ this truly amazing beauty is second to none ! “
Sang rusa tadi membalikan badannya dan menghampiri Della.
“ Siluman. Ini sungguh sangat menajubkan ! “
Sang rusa : -_- ( sia-sia aku ~~~~menunjukannya dia masih tetap menganggapku Siluman. )