
Masih seperti biasanya bangun lebih awal dan pergi ke danau untuk latihan. Yah itu menjadi rutinitas Della saat ini. Lelah ? Tentu tapi demi hidup yang ia jalani saat ini ia tidak akan menyia -nyiakan kesempatan.
Sesekali ia terhenti memegangi kepalanya yang ahir ahir ini sering pusing bersamaan dengan memori kehidupan Lingxiu, satu persatu memori itu terputar jelas.
"Ahk," sambil memegangi kepalanya.
"Ingatan Lingxiu..ngeri juga sihirnya. Lebih baik aku kembali saja dengan kondisiku seperti ini aku tak yakin akan baik baik saja,"
Dengan segera ia meninggalkan danau dengan langkah yang tertatih menahan sakit di kepalanya.
Krekk..
Ia membuka pintu lalu menutupnya kembali bergegas duduk di tempat tidurnya.
"Seperti inikah kehidupanmu, sungguh malang dirimu lingxiu harus sembunyi dan merahasiakan identitas sembari kecil demi nyawamu, sekarang aku mengerti mengapa kedua orang tuamu begitu menjaga privasi tentangmu,"
Della merebahkan tubuhnya di kasur dan perlahan ia memejamkan matanya.
**
Ruangan keluarga itu terlihat sunyi walau mereka semua berada disana tidak ada yang berbicara mereka kalut dengan pemikiran masing masing.
Terlihat jelas tampang serius jendral Weizhe lalu membuang nafas.
"Aku beri kamu kesempatan berfikir Jie'er,"
yang ditanya santai.
"Tidak ada lagi yang harus di pikirkan, keputusanku sudah bulat tidak ada yang bisa menarik hatiku selain dia,"
"Bagaimana pak tua. jangan berbelit belit. bukankah perkataan ku sudah jelas.
"kamu bisa memilih salah satu anak dari keluarga Hui untuk kau jadikan selir"
ia membuang nafasnya. "aku tak butuh selir." mereka hanya akan merepotkan dan menghalangi rencana ku.
terlihat wajah berfikir jendral itu. ia mengerutkan keningnya. memikirkan pilihan anaknya yang tak biasa.
"ayah tak perlu berfikir keras. hanya turuti saja apa yang aku inginkan datangi keluarga zhu melamar anaknya untukku. itu mudah. jangan dipersulit."
Jendral semakin mengerutkan keningnya. "apa kau tahu nak asal usul wanita yang kau inginkan itu. itu tidak sesederhana itu"
"ia benar."
apa yang tidak aku tahu tentang Della. sesuatu yang orang tidak tahu pun aku tahu. aku lebih mengenal identitas wanita itu dari pada kalian. karena asal usulnya lah aku memilih dia. yang lebih jelas kita sama sama dari dunia lain.
ia berdiri. "ayah hanya perlu restui pilihanku itu sudah cukup" ia membungkuk dan berlalu pergi.
Della.Della. tak ku sangka jika tubuh yang kau tempati begitu memiliki banyak misteri. aku penasaran apa sihir juga kau dapatkan dari tubuh yang kau tempati ?.
ia tersenyum simpul dan ia berlalu pergi. pergi mengamati Della seperti hari hari sebelumnya.
***
seharian Della memutuskan untuk beristirahat di dalam kamar. ia masih merasa kepalanya berdenyut. memori yang berputar di kepalanya membuat efek pusing.
"Nona, ini sup yang nona pinta" Neri sembari menaruh sup ke meja.
"oke makasih." della sembari meraih sup.
"apa nona merasa lebih baikan ?"
"seperti yang kau lihat. tak ada bedanya dengan yang tadi"
"apa perlu panggilkan tabib nona"
Della menelan sup di dalam mulutnya.
"tak perlu. istirahat nanti juga sudah sembuh,"
della sembari menghabiskan supnya.
"Neri." panggil Della
"iya nona."
"Dimana Zixin "
"tadi tuan muda Zixin pergi bersama tuan muda Zian"
"kemana mereka"
Della menghelai nafas. lalu berdiri. "kamu pergilah. aku ingin menemui ibuku" Della beranjak dari tempatnya. melangkahkan kakinya mencari keberadaan Nyonya zhu.
sampai di kamar nonya zhu ia mengetuk pintu.
tak lama pintu itu terbuka.
"ada apa xiu'er" suara itu lembut.
"ma. aku mau ke danau, boleh ya."
terlihat nyonya zhu sedikit berfikir. "untuk apa"
"aku bosen disini terus ma, sedangkan kakak dan zixin pergi."
semenjak berjalannya waktu Della berhasil membuktikan ke keluarga zhu. memperbaiki keadaan dan al hasil ia kini boleh mendatangi danau itu namun dengan syarat harus izin terlebih dahulu.
"boleh. tapi harus dengan Neri"
Sudah kuduga. mereka belum sepenuhnya percaya. kenapa orang orang disini begitu curigaan sih.
"oke ma.." tiba tiba me cium pipi nyonya Zhu. "thankyou ma" segera membalikan badan dan pergi begitu saja.
Sudah ku duga. pasti harus dengan Neri. untung aku punya siasat agar ia tak bisa ikut.
Della memanggil pelayan rumah yang lewat.
"panggilkan Neri suruh ia ke kamarku"
Della segera melangkahkan kakinya ke kamar.
setelah sampai di kamarnya ia segera mengambil manik manik kecil berbagai jenis dan warna yang berbeda di taruh dalam satu wadah bercampur menjadi satu. memang ia sengaja mencampurkannya menjadi satu agar bisa membuat pelayannya itu membutuhkan waktu lama. lalu ia mengambil jarum dan benang. ia juga mengeluarkan kain yang telah ia potong sesuai rancangan.
"Nona" Della menoleh. "ah. sini Neri tolong bantu aku pasangkan manik manik ini ke kain" Neri mendekat dan melihat ke arah tangan Della yang memegang jarum serta benang.
"Kemarilah. perhatikan"
Della menjelaskan semua.
".....dan harus kamu ingat. masukan manik maik ini satu persatu di bagian ini pastikan semua tertata seperti gambar yang sudah ada. oh ya dan harus sesuai warna." Della sembari mengambil wadah pernak pernik kecil kecil itu. seketika mata Neri terbelalak.
Nonaa. apa kau sungguh menyuruhku melakukan ini semua.
Della tersenyum kemenangan melihat ekspresi Neri. Kerja yang bagus yaa.hahaha.
"oh iya. aku tidak ingin ada yang salah sedikitpun" Della berdiri.
"kerjakan disini sore nanti aku akan lihat hasilnya" sembari pergi meninggalkan kamar.
Neri menelan ludahnya.
Gila. oh Dewa.. beri hamba kekuatan untuk melakukan semua ini.
Della tersenyum puas. ia segera pergi ke danau. ahirnya bisa menyingkirkan Neri ia tahu memasang manik manik kecil di kain itu dan menyesuaikan dengan tata letak desain yang aku buat tak akan selesai dalam hitungan jam namun bisa mencapai satu hari sampai dua hari.
"Ahirnya..." sembari menghirup udara segar danau. tujuan sebenarnya della ke danau adalah mencoba mempraktekan seperti Lingxiu menggunakan sihirnya.
ia mencoba gerakan yang Lingxiu gunakan dalam memorinya. sekali mencoba tak bereaksi.
"ah. kukira bisa. hufff. coba sekali lagi" ia mencoba mempraktekkanya. fokus. kendalikan fikiran. dan. gagal.
Ah. ! gagl lagi. ayo Della kamu pasti bisa. focus Della fokus ! kendalikann hati dan fikiraanmu tenang.. dan. Wusssss.! Berhasil !
daun daun yang berguguran itu tersibak ke samping semua.
ternyata kekuatamu kau tinggal juga Lingxiu. kukira kau bawa pergi bersam hilangnya dirimu.
Della berkali kali mencoba mempraktekan seperti yang ada di dalam ingatanya Lingxiu.. sampai ia tak sadar bahwa sendari tadi ada orang yang mengawasinya.
Cukup lama Ia berlatih hingga lupa waktu. sekarang langit menunjukan warna jingganya.
"Sepertinya sudah cukup." Della bergegas pergi meninggalkan danau. buru buru segera ke kamarnya. Hingga di depan pintu. ia membuka pintunya "Neri bagaimana dengan ba.." seketika kalimatnya terhenti. saat melihat siapa yang berdiri berada di dalam kamarnya dengan wajah yang tak bersahabat dan terlihat Neri menunduk tak berkutik.
"Darima kamu Lingxiu ?"
seketika ia terbungkam.
"Ka.kak"