MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Episode 96



kecupan itu dalam, hingga Della masih terbelalak. junjie melepaskan kecupannya.


"kau, apa yang kau lakukan," ucap della


"salam kepergian mu," jawabnya lalu kembali mengecup kening della. "pulanglah, dan tunggu aku pulang," ia mengacak rambut della sekilas lalu membalikan badannya pergi,


"Kau !" umpat della kesal dengan dekap jantung yang masih berdetak melebihi detakkan normal. ia segera melangkahkan kakinya keluar tenda.


tak lama ia sampai dimana mereka bertiga berkumpul semula. terlihat kakek wuyu berjongkok sembari menghitung rerumputan di bawah dan situa menggelantung di dahan pohon.


"kalian, apa yang kalian lakukan ?" ucap della yang heran dengan tingkah kakek-kakek yang tak ingat umur dengan apa yang mereka lakukan.


"berpamitan saja lamanya, hingga lupa dunia akan berperang besok," ucap situa yang masih menggelantung di dahan pohon.


"memang anak muda selalu mempunyai sensasinya sendiri, berbeda dengan kita yang sudah bau tanah ini, rasanya ingin kembali muda seperti dulu lagi.." sahut kakek wuyu yang membuat lingkaran-lingkaran di tanah dengan ranting pohon.


"heh, untuk apa kembali muda lagi ?, jika muda mu saja jomblo tak mempunyai pasangan." sahut Situa yang membalikan badannya.


"diam lah ! kau selalu saja membuat suasana haruku menjadi kacau, kau urusi saja sana ayam-ayam peliharaannya itu , kau juga jomblo tak ingat diri sendiri" balas kakek wuyu yang tak mau kalah.


"hehehe.. maafkan aku, membuat kalian menunggu," ucap della sembari menggaruk kepala yang tak gatal, tak ada yang menyahut, dia diabaikan dengan keributan mereka sendiri.


"kau yang jomblo karatan, jika mendekati wanita tapi selalu tak bertahan lama, hahaha" sahut Situa.


"masih beruntung diriku pernah merasakan sensasi cinta diwaktu muda ya walau tak pernah bertahan lama, tapi masih beruntung daripada kamu yang selalu di tolak semua wanita." sahut kakek wuyu tak kalah menusuk.


"diam kau, jangan asal bicara."


della menepuk jidatnya melihat kakek-kakek yang tak ingat umur itu.


"kapan kita akan pulang. waktu adalah harta berharga. jadi jangan ribut tentang masalah kejombloan kalian" cetus della. seketika kakek wuyu dan situa menoleh dan mata mereka memancar sinar merah.


berrr mengerikan sekali mereka ! batin della.


ahhh. bagaimana menghentikan mereka.


seketika della mendapat lampu kuning di pikirannya.


aku punya ide.


seketika della menjentikkan kedua tangannya


tak.


seketika tangan dan kaki mereka terikat dan mulut mereka bungkam. situa dan kakek wuyu menatap ke arah della. dan menggerutu.


"mm.. hem.. mmmm..mm!" gerutu mereka karena mulut mereka dibungkam dengan sihir.


Della mendekat.


"kita pulang sekarang. jika kalian masih berdepat apa kalian ingin ketahuan hah." ucap della memarahi mereka. seketika kakek wuyu dan situa menggeleng bersamaan.


tak.


seketika della membuka sihir pada situa dan kakek wuyu.


"pulang sekarang !" perintah della tegas.


seketika dengan sihirnya Situa membuat mereka menghilang.


beberapa saat mereka sampai di kediaman situa.


"akhirnya sampai juga," ucap della sembari merenggangkan otot-ototnya.


"Tuan, akhirnya anda datang," ucap salah satu bawahan situa.


"ada apa ? jawab situa setelah menguap.


"beberapa saat kemarin, tercium gerak-gerik murid yang berambisi di hutan beracun, dan dia telah membuat beberapa masalah disana, dia keluar dan melukai orang-orang desa tampa memandang bulu, dan kini korban telah banyak yang berjatuhan." jelasnya panjang lebar.


"dia keluar ? ini berita yang bagus." guman situa sembari mengelus jenggot panjangnya. "kau terus awasi perubahan sekitar, dan sebar beberapa orang untuk mengobati parapenduduk yang terkena racun," perintah situa.


"baik tuan,"


"Situa, apa maksudnya ?" tanya della yang masih mencerna. situa menatap kearah della.


"kau belum menjawab ku,"


"akan panjang jika di jelaskan sekarang, dan dia akan dapat menyadari diriku memiliki tempat rahasia, itu lebih bahaya, kau jaga tempat ini, dan jangan keluar dari garis pembatas."


situa menoleh mencari keberadaan kakek wuyu. "wuyu, kita berangkat sekarang" "Wen, kau panggil beberapa murid wanita kesini untuk mengurusi keturunanku" jelas situa serius.


"baik situa,"


"murid perempuan ? jadi ada juga wanita yang belajar sihir, jadi tak hanya diriku" guman della karena selama berada di tempat ini dia tidak satupun melihat murid perempuan.


Situa dan kakek wuyu pun menghilang dengan ilmu mereka.


"tunggu ! aku mau ikut !" ucap Della yang sia-sia karena mereka telah menghilang.


"ah ! aku tak suka seperti ini, aku tak bisa bila di kurung begini !," ucap Della kesal. Ia melangkahkan kakinya untuk mengikuti Situa, namun,


"Nona," suara itu menghentikan langkah Della.


"Nona, turuti Guru, anda tidak bisa mengikutinya sesuka anda," ucap murid perempuan yang sudah ada di belakang Della entah sejak kapan.


Della mengepalkan tangannya dan menghentakkan kakinya kesal.


"aku bukan muridnya, jadi aku bisa mengikutinya," cetus Della tak kepada murid perempuan yang berada di belakangnya.


"anda adalah murid, jangan berlagak sombong dan sesuka hati anda, meski kau itu penerus guru, disini semua sama tak ada perbedaan antara penerus atau murid biasa, jika anda tak berkenan, anda tidak pantas di sebut penerus,"


Della membalikan badannya, "oh, jadi aku tidak pantas ya, jadi ambilah sebutan penerus itu aku tak menginginkannya, Bey ! whatever !" seketika Della membalikan badannya dan melangkahkan kakinya pergi menyusul Situa dan kakek wuyu, namun baru beberapa langkah, langkahnya terhenti, kakinya terasa lemas dan


Bruk !


ia terjatuh, semua badannya terasa lemas tak bertenaga.


"ada apa denganku ?!"


"bawa nona ke kamar," perintah murid perempuan itu kepada beberapa murid lainnya.


"baik," ucap mereka serentak.


"apa yang kau lakukan kepadaku ?!" ucap Della yang berusaha memberontak namun usahanya sia-sia, tubuhnya lemas tak bertenaga. ia berulang kalau menggunakan sihir namun sihir itu tak bisa ia gunakan.


Sebenarnya apa yang terjadi !! mengapa aku tidak bisa menggunakan sihirku ?. ucapnya dalam hati.


sampailah mereka membawa Della ke kamar dan membaringkan Della di peraduan,


seketika ia menatap ke murid perempuan yang memerintahkan tadi dengan tajam.


"apa yang kau lakukan kepadaku !"


"maaf nona, sebaiknya anda turuti perintah tuan, kami permisi." ucapnya lalu berlalu pergi di ikuti dengan beberapa orang tadi.


"ah ! sial apa yang mereka lakukan padaku ! tidak bisa. aku tidak bisa begini ! aku harus menyusul kakek wuyu dan Situa untuk memecahkan masalah keluarga Zhu dan pedang erlac !


Sialan ! seharusnya aku tadi menyiapkan perisai untuk diriku, ceroboh sekali kau Dell !


sementara itu,


"san we, apa kita tidak terlalu keterlaluan kepada Nona itu ?" tanya salah satu murid kepada murid yang memerintahkan tadi,


"Jiu we, kau tahu ini perintah tuan, dan kita harus terpaksa melakukanya, ini demi kita semua, jangan sampai mereka menangkap nona itu dan membunuhnya, jika itu terjadi maka kita tak akan mempunyai penerus, penerus kita tak akan bisa kembali,"


"iya san we, tapi jika tuan tahu..."


"tenang saja, tuan sudah tahu dan tuan menyegel kembali kekuatannya jadi kita tak perlu khawatir, kita hanya fokus menjaganya saja sampai tuan kembali,"


"baiklah, san we, kami akan urus beberapa hal, kau jagalah nona itu, jika terjadi sesuatu panggil kami,"


"baiklah, Jiu we, piu we, Fu we, selamat bertugas"


seketika mereka pergi sesuai dengan tempatnya masing-masing.


kembali ke kamar dimana Della berada..


"aku harus memikirkan bagaimana terlepas dari sihir ini dan kemudian kabur !"