
"Kau. bagaimana bisa tahu ?"
tatapan della penuh selidik.
Deg.
seketika Junjie tersadar akan perkataannya.
Bagaimana bisa aku keceplosan !cih. damt!
Della masih menatap Junjie dengan penuh selidik.
"Kau. Adarsya."
Deg.
Della langsung mengenai sasaran. Hati Junjie seakan terhenti berdetak. Wanita ini. tidak bisa diremehkan.
"Kau. Apa yang kau katakan aku tak mengerti" elak Junjie sembari berdehem kecil.
"Jangan membodohiku adarsya. Disini tidak ada yang tahu akan identitasku. Kecuali. Kau berasal dari dunia yang sama denganku."
Kali ini aku tak salah lagi. aku yakin dia benar-benar adarsya. Tapi bagaimana bisa orang yang tekenal dingin ini juga terseret ke dunia ini ?.
Prasangka-prasangka itu terus berputar di kepalanya.
Junjie menatap intens mata della.
Hah. tak ku sangka. aku ketahuan secepat itu. ini tidak mengasyikan. Baiklah jika sudah terlanjur seperti ini aku tak akan bermain peran-peranan ini.
Seketika Junjie berdehem kecil. lalu mengubah ekspresinya seperti dirinya sendiri. wajah dingin yang terlihat tegas dan serius itu membuat aurannya semakin menonjol. Ia tersenyum tipis.
"Wah, Aku ketahuan. Kau memang hebat Nona Desainer sang Dewi kecantikan." Adarsya tersenyum namun senyumannya penuh mengandung arti.
"Kau. Bagaimana bisa ?!" ucap Della dengan tatapn tajam.
Junjie masih tersenyum tipis namun senyuman itu sungguh mengerikan.
"Sayang, kau harus bertangung jawab akan diriku," ucap junjie sembari tersenyum.
Della ngeri mendengar kata sayang yang di ucapkan Adarsya. "jangan berbasa-basi cepat katakan bagaimana kau bisa juga kesini."
Adarsya mendekatkan wajahnya tepat di telinga Della. "Sudah ku katakan. Kau harus bertangung jawab atas diriku. Karna menolongmu yang terjatuh ke laut, dan aku ikut terseret kesini."
"Apa maksud mu !" umpat della sembari menjauhkan diri. Ia masih tak percaya akan hal itu. " Jangan bercanda."
Adarsya tersenyum kembali. "Jadi kau mau kabur dan tak mau bertanggung jawab terhadapku ?"
Della masih dalam pikirannya. ia tak menyangka orang yang meraih tangannya saat tenggelam adalah Dia ?. dan ia juga ikut keseret kemari ?.
Deg. Seketika fikiran Della memutar akan selama ini tentang dirinya dan junjie bertemu hinga ketahap ini.. Jadi selama ini, aku di bodohi dan ia menjebakku. ia teringat sehari seminggu sebelum pernikahan itu terjadi. Usaha bisnis ayahnya hampir saja tutup karna menolak sebuah kerja sama dengan seorang pembisnis baru, walaupun ia seorang pembisnis baru namun perkembangan bisnisnya sangat pesat hanya dalam dua bulan saja.
kalaian pasti tahu kemunculan seorang yang misterius dalam pembisnisan ya itu adarsya dan ia menggunakan kanan kanannya untuk menjebak tuan zhu agar bisa menikahi Della. pembisnis itu meminta menikahkan anaknya dengan putranya. lantas Tuan zhu menolak keras akan hal itu, anaknya bukanlah barang yang bisa di mainkan apa lagi di jual belikan.
selang beberapa hari Tuan Zhu mendapatkan surat dari kediaman Jendral Weizhe bahwa ia akan melamar anaknya. Tuan Zhu berfikir jika anaknya menikah dengan keluarga jendral maka anaknya akan aman, dan tak akan berani mengusik keluarganya. Siapa yang berani keluarga jendral yang memegang 10.000 pasukan ?. Namun sayang tuan zhu tak mengerti akan semua itu. dan itu adalah rencana Adarsya orang yang sama yang mengancam bisnisnya. Licik bukan ?
setelah kejdian itu ayah memaksaku menikah dengan anak jendral.
"Jadi ini semua adalah rencanamu ? pernikahan. penjatuhan bisnis ?" ucap della dengan tatapan nanar ke junjie.
Junjie tersenyum menandakan bahwa semua yang di katakan itu adalah benar.
Della tak habis pikir. Bahwa ia selama ini termakan jebakannya.
Adarsya mengambil nafas pelan dan langsung duduk di korsi. "Sekarang bagaimana kau akan bertanggung jawab terhadapku ?" ucap Adarsya santai.
*******
Di kamar quan zhu merapikan beberapa pakaiannya. Zian berjalan masuk kedalam kamar quan zhu ia akan menanyakan satu hal kepadanya.
"kau mau kemana paman ?"
quan zhu menoleh.
"Zian kau kemari ? paman akan pulang hari ini"
"pulang ? paman masih belum sehat, dan tabib masih mencari penawar racn untuk paman"
Quan zhu erhenti dan dia duduk di korsi.
"ponakanku, kau tahu sangat mustahil mendapatkan penawar racun itu. ini sangat mustahil untukku bertahan hidup lebih lama, racun ini terus mengkikis ketebalan tubuhku."
"paman apa yang kau katakan. kau akan sembuh tetalah disini biar kami merawatmu"
"tidak Zian, aku idak bisa membebani kakaku terus menerus, biarkanlah aku menikmati ketenangan dalam hari-hari terahirku" ucap Quan zhu sembari berekspresi sedih.
"paman akan sembuh, tabb pasti menemukan obatnya" ucap zixin menyakinkan quan zhu.
Quan zhu membuang nafasnya.
"Zian hidupku tak akan lama lagi, jangan memberi harapan yang semu. sebelum pamanmu ini pergi bisakah kau mengabulkan permintaan pamanmu ini ?" pinta quan zhu.
"'apa itu paman ?. Tapi sebelum itu aku ingin menanyakan perkatan paman yang terahir itu, paman belum memberi tahuku,"
Quan zhu tersenyum lebar di hatinya. hahaha Kakakku tersayang kehancuan dirimu akan dimulai lagi.
"Itu," quan zhu terhenti ia membuang nafasnya lesu.
"aku tak sanggup mengatakan ini, ini akan menyakitkan hatimu,"
Zian semakin penasaran. "Katakan paman,"
qan zhu mengambil nafasnya. "Ini mengenai tentang dirimu. maaf Zian, tapi Sebenarnya kamu bukanlah anak kandung kakak Qiao zhu dan kakak ipar."
Deg.
seketika jantung Zian seakan berhenti berdetak. ia seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. "kamu di adopsi tepat setelah kematian kedua orang tuamu,dan serta mereka sementara mengambil bisnis kedua orang tuamu dan akan di berikan kembali saat waktunya tiba. dan seperti yang pernah aku katakan kepadamu sepertinya kakaku mulai serakah akan hak kepemilikan bisnis itu, dan ia memasukan Zixin anak kandungnya ke dalam bisnis itu untuk menggantikan kepemilikan bisnis yang seharusnya menjadi milikmu seutuhnya."
Zian masih Terkejut dengan penjelasan pamanya itu.
Apa semua itu benar ? Bagaimana mungkin. Ayah dan ibu sangat memperdulikanku, mereka sangat memperdlikanku. Bagaimana mungkin semua yang di lakukan mereka hanya semu belaka.
"Tidak paman itu tidak mungkin." Zian masih syok dengan sema itu.
"aku tahu kamu pasti sangat terkejut dan tak percaya, tapi itu kebenaranya Zian'er" Quan Zhu kini telah menitikan air matanya.
"maafkan paman Zian, jika kau tak percaya kau bisa tanyakan langsung kepada kakak ipar ataupun Kakak Qiao zhu," Quan zhu mengambil nafasnya lalu mengelap beberapa air yang tumpah dari matanya.
"Tapi jangan katakan kalau kau mengetahui ini sema dari paman, jika tidak aku telah berjanji kepada ayahmu agar tidak memberi tahu ini kepada dirimu, paman mohon"
Zian bergegas berdiri. "Terima kasih paman, aku akan pergi sekarang" Zian keluar meninggalkan quan zhu dengan perasaan campur aduk, ia masih tak percaya dengan yang baru saja ia dengar, namun bukti yang di berikan kepadanya terlalu nyata. Hatinya kini penuh kebimbangan antara percy atau tidak.
**