MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Episode 85



"ya, ini aku" ucap della sembari mendekat.


junjie junjie segera beranjak dari duduknya dan menghampirnya.


"bagaimana kau bisa sampai disini ?, kau dengan siapa kau kesini ?" terlihat adarsya sedikit terkejut suaranya sedikit mengalun sesampainya di depan della ia langsung memeluknya. baru beberpa hari tidak bertemu, rasanya ia sangat merindukan sosok yang berada di pelukanya itu setengah mati.


della sedikit terkejut dengan Junjie yang tiba-tiba memeluknya. "kau.." ucap della mencoba melpaskan pelukan.


"sebentar saja, biarkan begini sebentar saja." ucap junjie sembari memelkerat della. ia sangat rindu terutama bau harum tubuh della saat berpelukan.


cukup lama ia memeluknya. "ada apa denganmu ? apa terjadi sesuatu ?" ucap della. junjie hanyamenggeleng kepalanya pelan "aku hanya merindukanmu" ucapnya sembari memeluk erat. hingga membuat della susah bernafas.


"lepas, kau memeluk ku terlalu erat, aku kesulitan bernafas" ucap della yang sudah hampir kehabisan nafas. junjie meregangkan pelukanya namn tidak melepaskannya.


"hei, apa kau akan terus memeluk ku seperti ini dan tidak menyilahkan aku untuk duduk ?" tanya della yang masih di peluk oleh junjie.


junjie mengangkat kepalanya, "katakan bagaimana kau bias kemari ? apa kau kabur dan datang kemari sendiri ? segitukah kau merindukan ku ?" ucap junjie.


"hah ?"


"katakan kau kabur karena rindu pada ku bukan ?" ucapnya dengan pede. tak menyadari siapa yang sebenarnya rindu.


dela mengankat satu alisnya "GR sekali kau. siapa juag yang rindu dengan diri mu itu." ucap della ketus.


"kau tak merindukanku ?"


"tak"


"kenapa ?"


"karena kau menjengkelkan siapa juga yang rindu dengan orang menjengkelkan sepetimu." ucapnya ketus, sembari iamemberi sinyal kepada situa bahwa keadaan sudah aman.


raut wajah junjie sedikit kecewa. "katakan bagaimana kau bisa sampai kesini"


"ceritanya panjang dan aku kesini tidak seorang diri aku bersama Situa dan kakek wuyu, bisakah kau lepaskan tanganmu ? sampai kapan kau akn terus memeluk ku ?"


bukanya melepaskan junjie malah memeluknya erat, dan ia menaruh wajahnya dicelengkuk della. ia terkejut saat hembsan nafas junjie mengenai lehernya, ada perasaan anaeh yang menjulur kejantungnya rasa yang begitu asing baginya. rasa yang aneh itu semakin menjadi ketia sebuah keupan mendarat dilehernya.


"ka.kau," ucap della terhenti. junjie mengngkat wajahnya terlihat waah kaget della. pandangan mereka bertemu. tangan junjie meraih dagu della dengan lembut.


"katakan apa kau benar-benar tak merindukan ku ?" ucap junjie tatapanya dalam syarat akan kerinduan, membuat siapapun akan terpana oleh tatapan itu.


Deg.


Deg. Deg.


jantung Della berdetak tak karuan. tatapannya siapa yang bisa mengelak ? ditambah perlakuan halusnya.


"a. aku.." seketika perkataanya terpotong oleh sebuah ciuman di bibir. seketika mata della terbelalak. junjie membungkam bibir della dengan bibirnya. ciuman itu sangat lama hingga della memilih memejamkan mata. ciuman itu perlahan menjadi sebuah *******. hingga dalam.


disisi lain situa tiba di tenda junjie. seketika situa mebelalakan matanya.


"sepertinya aku datang di waktu yang kurang tepat" ucap Situa yang membuat sepasang kekasih itu terkejut dan gelagapan. seketika mereka berdehem kecil dan mencoba menetralkan rona wajah merah mereka.


"ehem. situakau sudah datang ? apa sudah lama ?" ucap della mencoba menetrakan suasana.


sedangkan junjie terlihat raut wajahnya sedikit kesal. dasar pengganggu. batin junjie.


"ya, sudah lama hingga melihat tontonan kemesraan kalian." sahu situa


wajah della sedikit memerah.


"e, silahkan kau duduk situa kita langsung bahas tujanpenting kita" ucap della mengalihkan pembicaraan.


situa melangkahkan kakinya lalu ia duduk di kursi sembari bersandar. dela dan junjie mengikuti duduk di kursi.


"jadi sebenarnya kenapa kamidatag kemari ingin menanyakan satu hal kepadamu," ucap della kepada junjie.


"ini bersangkutan dengan bagaimana kita bisa kembali atau tidak" tambah della.


junjie masih mendengarkan. ia memberi isyarat mata ke della menunjuk ke arah situa.


"tenang saja dia tahu semuanya dan Situa yang tahu bagaimana kita bisa kembali, dari pada itu ini sangat penting untuk di bicarakan" jelas della


"kau apa kau mempunyai pedang Fire ?"  tanya della serius.


bagaimana ia bisa tahu ?.


"ada apa ?" tanya junjie penasaran.


"erlac adalah kunci dan fire adalah gembok. pecahkan kutukannya kebenaran akan terungkap" sahut situa.


"kita harus menemukan pasangan pedang itu dan memecahkan kutukannya. dengar adarsya, kau harus percaya dan.."


"bisa kita bicara empat mata sebentar ? ucapnya sembari berdiri.


della menatap ke junjie.


"pergilah aku menunggu disini" ucap situa sembari mengambil gelas yang tersedia di meja.


junjie menarik tangan della untuk ia mengikutinya. mereka berada di balik satir.


"explain exactly what happened?" ucap junjie


"it has to do with how we can get back. So he knows how we can return and one of them we have to break the curse of the erlac sword and the fire sword." jelas della


"apa dia dapat di percaya ? bagaimana bisa kau tahu tenang pedang itu ?"


"*tuan, aku merasakan pasanganku berada pada dirinya"  *ucap pedang fire kepada junjie


"percayalah padaku. dan aku memiliki pasangan pedang fire. erlac." ucap della. "jika kau tak peercaya aku bisa menunjukannya padamu," ucap della ia mengeluarkan pedang erlac.


"*tuan, itu dia. dia benar pasanganku tuan." *ucap pedang fire kepada junjie.


"apa kau yakin ?"


"benar tuan, keluarkan aku aku ingin bertemu dengannya" pinda pedang fire kepada junjie. seketika junjie mengeluarkan pedangnya juga. seketika cahaya kedua pedang itu bersinar kedua pedang itu melayang memutar dengan cahaya biruyang menyilaukan.


"apa yang terjadi ?" tanya situa yang tiba-tiba sudah berada disana. ya situa ia merasakan aura gurunna sangat kuat dan ia mengikuti aura itu.


seketika mata situa melihat kedua pedang itu melayang memutar dan mengeluarkan cahaya biru terang.


"pedang fire dan erlac" guman situa.


kedua pedang itu terus memutar dan mengeluarkan cahaya biru yang sangat terang dan kemudian.


pyass !


cahaya itu pecah. dan membentuk beberapa kristal berbentk wajik di seluruh ruangan itu. di setiap pecahan cahaya itu tergambar berbagai simbol. mereka terkesima dengan berbagai simbol itu. della dn junjie melihat pecahan kaca itu dengan kagum dan terkejut.


"pengobatan, racun. tumbuhan, air, hewan, angin." ucap situa sembari menunjuk satu-satu simbol itu. "ini.." seketika situa melambaikan tangannya dan..


pyass !


pecahan kaca itu runtuh dan menghilang.


"kenapa ? ada apa situa ?" tanya della.


"aku merasakan aura yang kuat datang kemari" ucap situa. della dan junjie saling pandang.


"cepat sembunyikan pedang itu, aku akan mengeceknya" ucap situa. ia segera menutupi auranya dan membuatnya menyamar menjadi prajurit.


"jendral, pangeran ketujuh datang" ucap salah satu prajurit.


"kau sembunyi disana" ucap junjie kepada della dan della bergegas bersembunyi.


pangeran ke tujuh masuk kedalam tenda junjie.


"ada apa pangeran mencariku hingga kesini ?" ucap junjie dingin.


"wah. wah. junjie. junie.. ternyata kau banyak berubah ya ?" ucapnya  sembari mendekat.


"ada apa mencariku. apa ada urusan penting mengenai strategi perang ?" ucapnya tanmpa ekspresi.


"jangan terlalu serius, aku hanya ingin mengunjungiu saja," ucapnya sembari menepuk pundak junjie beberapa kali namun tatapanya penuh dengan seringai.


junjie diam dan melirik tangan pangeran yang memegang pundaknya dengan tatapan dingin.