
Hari yang di tunggu telah tiba hari dimana kelahiran anak kedua dari keluarga Zhu, namun hujan deras dan guntur mengiringi pasca kelahiran.
Disisi lain.
Situa berdiri di belakang kediamannya sembari mengamati setiap kejadian alam yang membuat beberapa mahluk bumi resah. Guntur yang terdengar disertai hujan dan angin sangat mencengkram.
Terlihat orang Situa menghampirinya.
"Tuan.. anak mereka telah lahir, ia melahirkan anak perempuan," Situa tersenyum simpul.
Dengan tangan ia mengisaratkan orangnya pergi. Ia berjalan menyusuri setiap ruangan. Terlihat beberapa pelayan rumah lalu lalang mereka terlihat terburu-buru namun juga bahagia, mereka tidak merasakan kehadiran Situa.
Situa sampai di depan pintu kamar.
"Situa.," panggil seseorang seketika situa menoleh.
"Silahkan masuk," ucap Quan Zhu, Quan Zhu memimpin jalan namun Situa menarik baju belakang Quan zZhu hingga dirinya terlempar ke belakang.
"Kau tunggu di luar"
"Apa ??!."
"Aku bilang kau tunggu di luar, aku tidak suka ada orang asing satu ruangan denan ku."
Quan Zhu tercengang.
"heh orang asing ?," Sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Aku ? Orang asing ?,"
Situa acuh tak acuh lalu menutup pintu.
"Heh. Situaa. !.. Aku bukan orang asing ! Aku adalah tabib dan aku adik dari kakakku...!!!"
HAH sialan Situa bangka. SIAPA YANG ORANG ASING YANG SEBENARNYA!! ITU ADALAH DIRIMU ! BUKAN AKU !.
Quan Zhu menggerutu di luar ruangan.
Sedangkan situa. Tak peduli.
Situa masuk, seketika tuan Zhu berdiri.
Dengan isyarat tangan ia menyuruh pelayan yang ada di kamar untuk keluar, seketika itu juga para pelayan keluar.
"Salam kepada Ahli sihir Nali" Sambil membungkuk.
"kembalilah, mana penerus ku aku ingin melihatnya."
Seketika tuan Zhu mendekati istrinya.
"Seperti yang aku ceritakan itu nyata istriku... biarkan ia melihat anak kita," nyonya Zhu sedikit khawatir ia memberikan anaknya ke gendongan suaminya.
"Tuan ahli sihir, apa anakku akan baik-baik saja ?" Nyonya zhu masih terlihat khawatir.
Situa menerima bayi itu, ia tersenyum melihat kalung giok putih yang sudah berada di leher bayi tersebut.
Sebuah benda muncul bercahaya terlihat makin lama cahaya itu meredup namun tidak meninggalkan sinarnya dan membentuk sebuah berlian berbentuk bunga setiap sisinya memancarkan warna yang berbeda.
Siapapun yang melihatnya akan tersihir oleh kecantikan benda itu dengan mengucapkan sedikit mantra dan dengan gerakkan tangan yang cepat benda mulia itu menyatu di dahi si bayi tepat di kening antara kedua alis lalu berubah menjadi sebuah simbol di dahinya, seketika kalung giok putih itu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan dan langsung hilang sekejap beserta tanda di dahi bayi tersebut.
Tuan Zhu dan istrinya seperti tersihir dengan apa yang mereka lihat. sebuah sihir. mereka tanpa sadar menelan ludahnya sendiri.
Tak lama kemudian situa tersenyum. "Kau akan mengubah dunia."
Saat situa menyerahkan bayi itu kepada tuan Zhu. Tuan Zhu dan istrinya masih tercengang dengan apa yang mereka lihat.
"Apa kalian akan memberikan penerus ku untu aku asuh ?,"
"TIDAK !" Mereka menjawab bersamaan.
"Aku hanya bercanda, ku kembalikan anak kalian, jaga ia baik-baik aku tidak ingin melihat ia terluka atau tidak merasa bahagia sedikitpun,"
Tuan Zhu dan istrinya terheran. Sebenarnya siapa orangtuanya, dan seharusnya mereka yang mengatakan itu.
Situa membalikan badan akan meninggalkan kamar,
"Tu tunggu !" Ucap nyonya zhu tersadar, seketika situa berhenti.
"Ke kenapa harus anak ku ?," Tanya nyonya Zhu mencoba mencerna apa yang ia lihat, semuanya terlihat tidak masuk akal.
Situa menghelai nafas kecil.
"Dia memang sudah di takdirikan menjadi penerus ku."
"Kenapa ? Apa tidak ada alasan lain ? Apa kau tahu apa yang akan menjadi resiko anakku kelak ? Nyawanya terancam !," Nyonya Zhu masih menghawatirkan anak bayinya yang baru lahir itu yang harus menanggung beban berat ketika baru lahir.
"Tidak ada yang tidak masuk akal sebagai seorang penyihir, kalian tidak perlu khawatir. Anakmu akan terlindungi, jangan pernah coba lepaskan kalung giok putih itu sebelum ia berumur dua puluh tahun," setelah berucap Situa menyibakkan jubahnya dan menghilang.
Tuan Zhu dan istrinya tercengang dengan apa yang mereka lihat, mereka saling memandang tak percaya. Ia melihat anaknya yang baru lahir terlihat sebuah simbol bunga berada di dahi anaknya tepat diantara kedua alis simbol itu terlihat samar dan hampir tak terlihat, tidak ada yang tahu simbol jenis bunga apa yang berada di kening anak mereka yang pasti tidak jauh berbeda dari liontin giok putih itu.
*****
^^^^^^^
Hai readres. apa kabar.. ?
ketemu lagi sama author..
bagaimana liburan kali ini ? tak terasa tahun baru sudah hampir di depan mata๐
Author ucapin
"SELAMAT TAHUN BARU UNTUK SEMUANYA..."
selamat berkumpul dengan keluarga, teman, sahabat. dan rekan kerja.
๐๐๐
jangan lupa Like, love and komennya๐