Lilian

Lilian
Kisah Sedih Lilian



Arion mematikan mesin motor Lilian setelah ia dan gadis itu sampai tepat di depan gerbang rumah Lilian. Dengan muka datar, Arion membalikan badannya dan menatap tajam tepat ke arah mata Lilian.


"Lo adalah gadis yang paling tolol yang pernah gue temui!!" Arion mengeraskan rahang serta mengepal erat kedua tangannya.


"Maksud lo apa?!" Nada bicara Lilian mulai meninggi.


"Lo masih tanya maksud gue apa? Selain tolol sepertinya otak lo udah karatan dan nggak bisa di pakek lagi!! Bisa-bisanya lo ngadepin Geng Tiger sendirian. Untung saja kondisi mereka sedang tidak fit karena mereka baru selesai tawuran dengan anak sekolahan kita ... Jika mereka sedang dalam keadaan fit, lo pikir bisa ngadepin mereka sendirian?" Teriak Arion melampiaskan semua kemarahan yang sejak tadi ia pendam.


Lilian hanya terdiam mengolah ucapan dari Arion. Ia bingung mau mengatakan kata apa pada Arion, yang Lilian inginkan adalah secepatnya pulang agar Mamanya tidak khawatir, namun diperjalanan pulang Lilian bertemu dengan sekelompok remaja yang ia kira sedang berkumpul menghabiskan waktu bersama.


"Kenapa lo diam?? Sudah tahu dimana letak ke bodohan lo?" Tanya Arion masih dengan rauy wajah dinginnya.


"Gue benar-benar nggak paham!! Gue hanya ingin secepatnya pulang dan tidak sengaja bertemu dengan mereka!" Terlihat jelas dada Lilian mulai naik turun karena kesal.


"Kalau lo udah lihat mereka, kenapa lo nggak langsung putar balik untuk kabur? Lo malah sok jagoan dan melawan mereka sendirian!" Ucap Arion marah.


Lilian menggigit bibir bawahnya karena kesal. "Lo pikir gue akan kabur kemana? Gue baru pindah ke Jakarta dan tidak tahu jalan lain untuk pulang. Jika saja gue terlambat pulang maka hak gue untuk bisa keluar rumah akan di cabut." Kata Lilian kesal. Matanya bahkan mulai memerah.


"Gue nggak ngerti tentang Geng apapun dan gue nggak ngerti tentang dunia luar ... Seumur hidup gue hanya terkurung di dalam rumah, ruang bebas gue di batasi antara rumah dan tempat toko Mama berada. Gue bahkan harus mengalami koma dulu agar bisa bebas seperti sekarang!" Napas Lilian mulai tidak beraturan karena melampiaskan semua yang ia rasakan.


"Gue nggak tahu dan tidak peduli tentang Geng mereka ... Yang gue tahu adalah kebebasan gue akan kembali di ambil jika gue terlambat pulang!! Lo tidak akan tahu bagaimana rasanya terkurung selama enam belas tahun." Air mata Lilian akhirnya jatuh membasahi pipinya.


Lilian melampiaskan semua rasa yang sudah lama ia pendam. Selain mengikuti kemanapun kedua orang tuanyan pindah, ruang gerak Lilian selalu dibatasi. Hampir selama hidup Lilian tidak pernah merasakan kebebasan, Lilian hanya di ijinkan ke toko kue Mamanya. Itupun jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya berada.


Selama hidupnya Lilian menghabiskan waktu dengan belajar, membaca berbagai macam buku serta melakukan kegitan lain seperti memanah, berenang, dan kegiatan lain di dalam rumah saja. Jika kedua orang tuanya mengajak Lilian jalan-jalan maka ia akan menggunakan kesempatan itu dengan sangat baik.


Hari ini Lilian bisa merasakan kebebasan yang tidak pernah ia dapatkan. Maka dari itu saat melihat sekolompok remaja lelaki tadi, Lilian pikir mereka sedang berkumpul dan menghabiskan waktu bersama seperti yang ia lakukan bersama ketiga temannya.


Lilian tidak tahu jika sekolompok orang tadi adalah Geng Motor dan menjadi musuh anak sekolahannya. Itu sebabnya saat melakukan time travel Lilian melakukan semua kegiatan yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.


Tidak peduli dengan suasana jalanan yang sepi dan Lilian terus melajukan motornya karena tidak ingin kebebasannya kembali di ambil. Sudah cukup rasanya ia terkurung selama enam belas tahun tanpa bisa menikmati dunia luar. Air mata Lilian keluar dengan derasnya saat mengingat kenangan-kenangan itu.


Arion yang sejak tadi menahan marah kini ikut merasakan sakit yang dirasakan oleh Lilian saat melihat gadis itu menangis. Entah mengapa hati Arion seakan tidak terima mendengar cerita sedih yang gadis itu alami selama ini. Arion pikir Lilian adalah gadis tangguh dan memiliki keberanian kuat.


Tidak Arion sangka ternyata gadis yang berada di depannya saat ini adalah gadis yang rapuh dan polos. Lilian sangat pintar menyembunyikan perasaannya sendiri sehingga orang lain hanya akan melihat sisi sempurna dari gadis itu. Walau baru mengenal gadis itu, Arion pikir Lilian tidak akan mudah menangis namun kenyataannya gadis itu menangis karena takut kebebasannya di ambil.


Gadis itu begitu pintar menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekitar meskipun saat ini gadis itu hanya ingin memahami atau menikmati dunia kebebasannya.


"Maaf telah merepotkan dan membuat mu kesal dan terima kasih telah menolong ku." Ucap Lilian sambil menghapus air matanya.


Ingin sekali Arion mengusap air mata Lilian dan menanyakan suasana hati Lilian sekarang, namun mulutnya begitu berat untuk mengatakan hal itu. Hingga akhirnya ia hanya dapat menggangguk singkat saja sebagai balasan.


"Lo benar-benar tidak tahu mereka?" Tanya Arion akhirnya meski raut wajahnya masih terlihat dingin.


Lilian hanya menggeleng pelan tanda tidak mengenal sekolompok lelaki remaja itu.


"Mereka adalah Geng Tiger dari SMA Tunas Harapan, sejak lama sekolah kita selalu bermasalah dengan sekolah itu dalam hal apapu." Jelas Arion dengan nada datarnya. Sebenarnya emosi Arion tadi hampir meledak namun melihat Lilian menangis membuatnya kembali bisa mengontrol emosinya.


"Sebelumnya mereka mengeroyok salah satu murid kelas X sekolah kita sampai masuk rumah sakit. Tidak berhenti di situ, mereka bahkan menargetkan beberapa murid lagi sehingga kami harus bertindak cepat. Beberapa kali kami mengirim surat peringatan namun mereka malah mengajak kami untuk duet." Jelas Arion panjang.


Lilian hanya terdiam dan mendengarkan cerita dari Arion. Sebenarnya benda-benda yang Lilian lihat saat perjalan pulang tadi adalah bekas tawuran antara Florenzo School dan SMA Tunas Harapan. Awalnya mereka janjian di salah satu jalan dekat lampu merah yang Lilian lewati tadi, karena merasa akan kalah dari anak Florenzo School ketua tawuran SMA Tunas Harapan menarik teman-temannya untuk kabur.


Tidak lama kemudian suara sirine mobil polisi terdengar dari jauh membuat kedua kelompok itu saling menyebar agar tidak tertangkap. SMA Tunas Harapan berlari menuju salah satu jalan dan memblokadenya dengan menulis "Sedang melakukan kegiatan penting oleh pejabat setempat" Di depan jalan.


Sebenarnya Arion segera ingin kembali pulang bersama teman-temannya setelah berhasil kabur dari kejaran Polisi namun tidak sengaja ekor matanya menangkap seorang gadis yang ia kenal mengendarai motor warna ungunya menuju jalan yang di pasang tanda peringatan. Arion sudah memahami betul tanda peringatan itu sebenarnya di tulis oleh Geng Tiger. Arion segera berlari untuk menahan Lilian agar tidak mengambil jalan itu dan memutar, namun sayang sekali jaraknya dengan Lilian terlalu jauh sehingga gadis itu tidak mendengar panggilan dari Arion


Yang bisa Arion lakukan hanya mengikuti motor Lilian saja. Setelah lama mengejar motor Lilian, Mata Arion membulat melihat Lilian sudah dalam kungkungan Melvin dan terlihat sedang meronta-ronta untuk dilepaskan. Arion juga melihat di bawah kaki mereka ada banyak sekali teman-taman Melvin yang terbaring di atas aspal karena kesakitan.


Sebelumnya Geng Tiger telah mendapatkan banyak serangan dari Arion dan temannya yang lain, sehingga keadaan meraka belum sepenuhnya pulih dan kembali harus melawan Lilian sesuai arahan Ketua-nya. Jika keadaan mereka dalam kondisi stabil, maka Arion jamin Lilian akan langsung kalah meski gadis itu akan mengalahkan beberapa orang dulu.


Dengan langkah cepat, Arion kembali berlari dan memukul bahu Melvin dari belakang dengan sangat kencang dan menarik Lilian dari kungkungan Melvin agar tidak ikut terjatuh. Setelah berhasil memukul Melvin lagi, Arion akhirnya menarik tangan Lilian kembali untuk kabur dari kejaran pihak yang berwajib lagi.


"Jika bertemu mereka lagi, sebaiknya lo kabur saja." Kata Arion mengakhiri ceritanya.


"Apakah mereka sangat berbahaya?" Tanya Lilian penasaran.


Arion menatap Lilian dengan raut wajah malas. "Lo semestinya tidak lagi bertanya karena lo udah ngerasain sendiri bagaimana berbahanya mereka." Katanya masih dengan raut datarnya.


Lilian mengangguk kaku. "Baiklah ... Lain kali gue akan mengingat mereka dan langsung kabur agar tidak tertangkap." Ucapnya pelan.


"Ya sudah kalau begitu ... Sebaiknya lo masuk sekarang!" Ucap Arion.


Lilian menatap Arion ragu. "Tapiii ... Kak Arion ..." Ucapnya gantung.


"Bukannya tadi lo sendiri yang bilang jika terlambat pulang maka kebebasan lo akan di ambil lagi?" Kata Arion meyakinkan Lilian.


Lilian sendiri baru ingat setelah Arion mengingatkannya. Namun Lilian masih tidak enak meninggalkan Arion sendirian setelah lelaki itu menolongnya.


"Lalu Kak Arion bagaimana?" Tanya Lilian.


"Sebentar lagi teman gue datang buat jemput." Ucap Arion santai.


Lilian baru merasa lega mendengar ucapan Arion. "Ya sudah kalau begitu ... Sekali lagi terima kasih untuk hari ini." Ucapnya pelan.


Arion hanya menggangguk pelan sebagai jawabannya. Setelahnya Lilian memasuki rumahnya dengan mengendarai motor miliknya.


Arion sendiri hanya menatap punggung kecil dari Lilian yang semakin menjauh. Tidak ia sangka jikalau hari ini ia akan bertemu dengan gadis itu sebanyak dua kali. Pertama saat di mini market dan kedua saat Geng Melvin menghentikan Lilian.


"Ternyata dia gadis yang ceroboh." Ucap Arion sambil tersenyum kecil.


_________________


Sedikit Author jelaskan alurnya bagi yang belum paham. Author sengaja buat alurnya sedikit terlambat karena jika Author langsung ke inti cerita maka cerita ini akan selesai dengan sangat cepat. Sudah Author peringatkan jikalau tidak akan ada fantasi atau mistis di cerita ini melaikan akan di ceritakan sesuai dengan keadaan normal. 4 Part terakhir hanya membahas kegiatan mereka di hari minggu atau libur dan mulai part 21 ke atas Author akan mulai merangkai ceritanya menuju inti cerita.


Jika ada pertanyaan kapan Arion akan mengingat Lilian maka jawabannya adalah "Arion tidak akan pernah mengingatnya". Cerita ini Lilian lah yang akan berusaha mengambil hati Arion. Selama Lilian melakukan time travel, di masa depannya Lilian sedang mengalami koma, kejadian masa lalunya bagaikan mimpi yang menemaninya saat ia koma. Maka dari itu hanya Lilian lah yang mengingatnya. Cerita Lilian di novel yang sekarang memiliki permasalahan sendiri, masa lalu yang ia ingat hanya akan menjadi beberapa kisah ingatan pemanis saja.


Novel sebelumnya Lilian membawa beberapa kemampuannya di jaman dulu sepeti memanah dan beberapa pengetahuannya. Di cerita ini selain kemampuan yang sebelumnya Lilian miliki, Lilian juga membawa kemampuan dari masa lalunya ke masa depan.


Ingat, **Lilian pernah bertarung di pertempuran besar tanpa citto dan mengalahkan banyak musuh. jika Lilian mengalahkan hanya beberapa orang di masa depan maka itu adalah hal yang wajar.


Sekian dan terima kasih 🙏**