If

If
Renata Memulai Aksinya.



Senyum sehangat mentari, menyambut kedatangan Vea pagi itu. Langkah anggun wanita berpakaian formal berwarna maroon untuk blazer dan rok span selutut. Sepatu hak tingginya berwarna hitam mengkilap senada dengan tas yang berada di tangan. Rambut panjangnya tergerai indah.


" Pagi sayang !" sapa Dave yang masih berdiri di samping mobilnya. Menyambut dengan wajah ceria kedatangan kekasihnya.


" Pagi juga sayang." sambut Vea yang kini sudah berada di dekat lelakinya. Dave mengeluarkan tangan yang sedari tadi di simpan di balik tubuh tegapnya.


" Buat kamu " ucap Dave seraya mengulurkan buket bunga cantik. Vea semakin melebarkan senyum, tangannya terulur menyambut pemberian sang kekasih.


" Thank you " ucap Vea senang seraya menghirup wangi bunga segar yang di bawa oleh Dave.


" Suka ?" tanya Dave dengan tatapan lekat menatap lembut setiap ekspresi dari wajah ayu wanita di hadapannya. Vea mengangguk antusias.


Dave tersenyum senang, pemberiannya di sambut antusias sang kekasih. Dave menyelipkan rambut Vea ke belakang daun telinga. Kemudian membelai lembut wajah yang selalu ia rindukan. Vea mengangkat wajah,saling tatap dalam diam. Mencurahkan rindu yang membuncah dalam sorot mata sendu.


" Kedalam aja " ucap Vea yang masih menatap sepasang mata teduh itu. Dave menggeleng seraya tersenyum.


" Gak bisa lama-lama,doain aku ya bisa nyelesain masalah perusahaan secepatnya. " ucap Dave, tangannya tak lepas dari wajah yang memancarkan ketenangan hanya dengan sebuah tatapan.


" Pasti,aku doain yang terbaik buat kamu " sahut Vea yang kini balas membelai wajah tegas Dave. Untung keduanya berada di tempat parkir khusus petinggi perusahaan. Membuat moment romantis sepasang kekasih itu tak jadi tontonan para karyawan.


" Hari ini aku bakal ketemu biang kerok dari semua permasalahan perusahaan ku. Semoga semua berjalan lancar " lanjut Dave. Vea menghambur dalam pelukan Dave. Ia tahu ada gundah dalam diri lelaki yang kini valas memeluk nya dengan erat.


" Semua bakal baik-baik saja " bisik Vea dalam dekapan Dave. Dave mengangguk, kemudian memejamkan mata, menghirup wangi aroma tubuh sang kekasih. Untuk ia jadikan bekal melewati hari ini.


Dave melepas pelukannya, mengecup lama kening sang kekasih .


"Sebelum ketemu Mama aku bakal selesaikan semua " ucap Dave yakin. Semangatnya muncul karena adanya sang kekasih yang selalu memberi support.


Vea tersenyum lebar dan mengangguk.


" Aku percaya sama kamu " tutur Vea uang kemudian meraih dasi Dave dan membenarkan dasi yang sedikit miring karena ulah mereka yang berpelukan.


Dave menundukkan kepala, kemudian mengecup sekilas bibir Vea saat wanita itu masih merapikan letak dasi.


" I love you" ungkap Dave dengan sorot mata teduh.


" I love you too " balas Vea yang telah selesai merapikan dasi.


Luntur sudah semua resah yang menggelayut manja di dada Dave sedari tadi. Banyak hal yang ia pikirkan. Perusahaannya diambang kehancuran. Bagaimana nasib para pekerja jika ia tak mampu mempertahankan apa yang sudah diperjuangkannya.


Para investor sudah memberinya ultimatum untuk segera menyelesaikan masalah atau mereka akan menarik semua modal yang mereka tanam. Klien pun ada beberapa yang lepas. Meski hasil pertemuan mereka banyak membuahkan hasil setelah ia menemukan bukti kecurangan dari pihak Daren. Karena masih banyak yang tetap memilih meneruskan kerjasama.


Sekarang waktunya ia bergerak cepat. Menuntaskan segalanya, ia harus bisa memukul telak Daren agar lelaki itu tak lagi semaunya.


Sudut bibir Dave tertarik semakin lebar. Semangatnya berkali-kali lipat berkobar dalam dada. Ia akan menyelesaikan segera,dan setelahnya kembali ke jalur yang sudah ia rencanakan. Melamar sang kekasih dan meminangnya. Menjadikan satu-satunya ratu yang bertahta di hatinya.


✨✨✨


Sosok tinggi, tegap dengan wajah yang tampak karismatik. Melangkah memasuki sebuah restoran . Diikuti seorang lelaki yang tampak lebih muda di belakangnya. Dialah Aksara Dwilangga dan sang asisten.


Langkah Aksara memasuki ruang VIP dengan diantar seorang pekerja yang khusus menyambut tamu VIP.


" Selamat siang Bu Renata, maaf saya terlambat " ucap Aksara saat masuk ruangan dan wanita cantik dengan pakaian kerja yang terbilang seksi berdiri menyambut.


" Siang pak Aksara,tak apa saya juga baru sampai ". sahut Renata dengan senyum yang terkembang sempurna. Ia mengulurkan tangan dan di sambut segera oleh Aksara. Bergantian dengan asisten Aksara.


" Ibu datang sendiri ?" tanya Aksara yang tak melihat orang lain di sana.


" Iya Pak, kebetulan rekan saya juga sedang ada rapat " tutur Renata yang kini duduk berhadapan dengan Aksara dan sang asisten.


Rapat di mulai saat makanan dan minuman untuk teman rapat sudah tersaji di meja mereka.


Diaz berhasil meminta Aksara untuk menghadiri rapat dengan Renata. Ia membuat jadwal bersamaan untuk Vea,agar ada alasan kenapa Vea tak bisa datang. Dan itu berjalan lancar.


Rapat kali inipun berjalan tanpa hambatan. Kedua belah pihak menyetujui isi kontrak setelah meneliti ulang dan merubah yang isinya memberatkan sebelah pihak. Rapat berakhir dengan penandatanganan kontrak dari dua perusahaan itu.


"Pak Aksa,maaf apa anda tahu jika bu Vea menjalin hubungan dengan Dave Mahendra ?" tanya Renata saat mereka keluar dari dalam restoran.


'' Tentu, Kenapa ?'' Aksara menoleh kearah wanita bertubuh tinggi semampai di sampingnya.


'' Anda yakin,rela membiarkan wanita secerdas dan secantik bu Vea jatuh di tangan orang macam Dave ?'' tambah Renata semakin membuat Aksara penasaran.


'' Apa yang anda ketahui dari Dave Mahendra ?'' tanya Aksa to the point. Membuat sudut bibir wanita itu tersenyum miring. Merasa mangsanya mulai tergiring dalam permainannya.


'' Maaf itu bukan wewenang saya,bapak bisa cari tahu sendiri siapa Dave Mahendra. Saya berbicara seperti ini, karena kemarin pernah bertemu Bu Vea dengan lelaki itu. Dan cukup membuat saya kaget''. pungkas Renata yang kini telah berada diarea parkir.


Aksara termangu,ia memang tak menyelidiki siapa Dave. Karena menurutnya Dave layak bersanding dengan adik tercintanya. Tampan,gagah dan mapan, perpaduan sempurna untuk di jadikan pasangan.


Sampai Renata berpamitan dan akhirnya melesat meninggalkan restoran. Aksara masih termangu.


'' Do,saya minta kamu selidiki Dave Mahendra " titah Aksara seraya masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan pintunya oleh sang asisten.


'' Baik Pak'' sahut sang asisten penuh ketegasan.


Aksara termenung hampir di sepanjang jalan. Dibenaknya di penuhi banyak tanya tentang siapa lelaki itu .