
Jam makan siang,Zee dan Vea keluar kantor bersama. Jalan beriringan sambil berbincang ringan. Sesekali tawa terlihat dari dia wanita cantik itu. Sampai sebuah panggilan menghentikan langkah mereka .
" Ve !" Vea menoleh,bertemu tatap dengan lelaki gagah bertubuh tinggi dengan senyum secerah mentari.
Vea tercengang tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
" Kak Aksa ?" Lelaki bernama Aksa itu mendekati Vea yang masih mematung di tempat. Zee menatap bergantian pada Aksa dan Vea. la tak mengenal lelaki itu. Tapi pernah melihatnya di sebuah majalah bisnis.
" Aksara Dwilangga ?" bisik Zee seraya menatap takjub pada Aksa yang sudah berada di dekat mereka.
" Kak Aksa,oh my God !" teriak Vea yang langsung menghambur ke pelukan Aksa. Aksa pun menyambut tak kalah antusias nya.
" Ih kemana aja si Kak,gak pernah datengin Vea". Rajuk Vea dengan manja.
" Lha Kakak aja gak tau kamu kaburnya kemana . Lagian kamu setelah pergi gak ada kabar,di tanya dimana gak jawab ".
" Ya mana ada kak kabur kasih kabar,emang liburan. Kakak tau aku di sini darimana ?".
" Kamu lupa siapa kakak kamu ?".
" Enggak, Aksara Dwilangga. Kan kakak aku juga cuma satu ". jawab Vea dengan polosnya.
" Kamu lupa kakak punya banyak uang buat bayar orang nyari kamu". Vea mencibir masih dengan tangan yang menggelayut di lengan kakaknya.
'' Banyak uang gak pernah ngirimin Vea'' sungut Vea.
'' Dek,mana ada kabur di kirimin duit,emang lagi nge kost ?'' ucap Aksa dengan tawa dan tangan satunya mengacak rambut sang adik.
'' Duit Vea abis lho Kak,buat beli apartemen. Mana dapetnya cuma tipe studio lagi''. adu Vea sambil mengerucutkan bibir. Aksa tergelak mendengar aduan adiknya.
''Ehmm'' Zee yang sedari tadi di kacangin dua kakak adik itu berdehem.
'' Eh lupa,sini Zee kenalin Abang gue. Tapi Lo jangan naksir soalnya sudah sold out'' ucap Vea,Zee mengulurkan tangan yang di sambut oleh Aksa.
'' Zee temennya Vea''
" Sekaligus bos Vea '' sambung Vea .
" Apa sih '' sela Zee yang merasa tak pantas di sebut bis di hadapan seorang Aksa. Namun Aksa hanya tertawa saja.
'' Aku Aksa , makasih ya udah bantuin Zee selama dia kabur''. ucap Aksa tulus. Zee hanya bisa tersenyum kecut,bingung menanggapinya. Ia menyenggol lengan Vea.
'' Lo kabur ?'' tanya Zee yang tak tahu sebab musabab temannya itu tiba-tiba minta pekerjaan darinya. Vea hanya tersenyum saja.
'' Kok baru sekarang si kak di carinya,Vea udah lama lho kaburnya''. sungut Vea yang merasa di abaikan saat ia pergi dari rumah.
'' Biar kamu ngerasain gimana gak enaknya hidup jauh dari keluarga,eh bukannya nyesel kabur malah anteng aja'' kesal Aksa. Vea terbahak mendengar penuturan Kakak nya,Zee senyum tertahan.
'' Dan ternyata seorang Ve itu bisa hidup mandiri di luar,hebat kan ?''bangga Vea seraya tersenyum mengejek pada kakaknya.
'' Nanti Ve pikir-pikir dulu.'' lirih Vea,Aksa meraih pundak adiknya di dekapnya sang adik dengan penuh sayang.
'' Kita gak akan maksa kamu lagi,kamu boleh memilih pasangan kamu sendiri ''. ucap Aksa. Zee hanya menjadi penonton drama kakak adik biru. Ia tak menyangka sahabatnya adalah adik dari seorang Aksara. CEO sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti. Selama ini ia tak pernah tahu latar belakang sang sahabat. Ia pernah bertemu kedua orang tua Vea saat wisuda namun ia tak tahu latar belakang mereka. Nama Alivea Dwilangga pun tak terlalu di gubrisnya,ia pikir hanya soal kesamaan nama.
'' Ve,gue duluan ya !'' pamit Zee yang melihat ada masalah keluarga yang tak perlu ia tahu.
Vea mengangguk sambil berkata'' iya ,aku makan sama Kak Aksa gak apa-apa ya ?''
" Gak apa-apa, santai'' sahut Zee ,kemudian melambaikan tangan dan melenggang meninggalkan kakak beradik itu.
'' Kita ngobrol sambil makan yuk !" ajak Aksa seraya menarik tangan adiknya,membawa Vea kearah mobil berwarna silver metalik milik Aksa .
" Kak,gimana kabar Mama ,Papa?'' tanya Vea setelah duduk di sebelah Aksa yang sudah mengemudikan mobilnya meninggalkan kantor Vea, tatapan Vea terlihat sendu.
'' Papa sempat drop, Mama nangis terus beberapa hari. Keluarga Daren terus memojokkan Mama ,Papa.'' cerita Aksa membuat Vea semakin merasa bersalah.
'' Maaf,Vea gak bisa sama Daren Kak '' lirih Vea dengan mata berkaca-kaca.
'' Tapi kenapa,kamu kabur di saat hari H,kenapa gak dari awal kamu menolaknya ?'' tanya Aksa dengan nada berusaha selembut mungkin. Ia tak mau mengintimidasi adik satu-satunya itu.
" Hari itu ada wanita yang datang menemui Vea kak, masuk ke kamar Vea dengan mengaku sebagai sahabat Vea. Perempuan itu sedang hamil,mungkin sudah ada tujuh bulanan. Dia bilang itu anak Daren. Pikiran aku bleng,bingung, kasihan juga sama perempuan itu yang nangis katanya Daren gak mau tanggung jawab. Aku gak tau mesti apa,cuma kabur aja yang ada di pikiran Vea kak'' cerita Vea dengan wajah tertunduk. Raut wajah Aksa tampak menegang mendengar cerita adik kesayangannya.
'' Jadi,kamu simpan cerita itu selama ini ?, kenapa kamu gak pulang dan ceritain semuanya ke Mama, Papa dan Kakak Ve ?''
'' Setelah aku kabur,aku langsung dengar berita soal renggang nya bisnis keluarga kita dan keluarga Daren. Aku takut Papa marah,mereka pasti kecewa sama Vea ''
" Maafin kakak yang selama ini mikir buruk soal kamu Ve,coba kamu cerita dari awal. Kakak juga gak mau kamu nikah dengan lelaki tak bertanggung jawab." sesal Aksa.
" Pantes setelah gagalnya pernikahan kalian Daren keluar negeri,dan kakak dengar katanya dia menikah di sana. Mungkin dia menikahi wanita yang di hamilinya ". ucap Aksa sambil menoleh sekilas kearah adiknya. Vea mengangkat bahu tak tahu.
" Ya sudah,nanti kamu pulang temui papa, mama setelah kakak ceritain ini semuanya. Biar mereka gak salah paham lagi. Seharusnya apapun yang terjadi kamu jelasin dulu Ve,gak kabur-kaburan begini. Kita ini keluarga,sudah seharusnya kita tanggung semua beban bersama. " tutur Aksara.
" Maaf Ve terlalu impulsif mengambil keputusan sendiri." lirih Vea dengan raut menyesal.
" Ya sudah,gak apa-apa. Lupain dulu semua itu. Kita makan " tutur Aksa seraya membuka seat belt dan tersenyum lembut pada adiknya. Vea ikut membuka seat belt dan menyusul turun dari mobil setelah Aksara turun.
Siang itu kakak beradik makan siang bersama. Menikmati waktu dengan berbagi cerita setelah beberapa bulan berpisah.
" Jadi gimana petualangan kamu di luar ?, udah dapet pacar ?" tanya Aksa dengan senyum menggoda adiknya.
" Ada satu cowok ngejar-ngejar Vea,tapi entahlah. Vea gak yakin ". sahut Vea yang sedang menikmati hidangan penutup. Setelah sebelumnya menghabiskan hidangan utama yang kini telah tandas.
Dan satu lelaki yang mengejar Vea kini sedang menatapnya tajam. Memandang dengan kilat amarah pada dua bersaudara itu. Dave yang tadi hendak mengajak Vea makan siang, mendapati wanita itu pergi dengan lelaki lain.
" Aksara Dwilangga, kenapa harus dia saingan gue ?". kesalnya yang tak mengetahui hubungan Vea dan Aksa.
" Apa selama ini Vea selingkuhan Aksara,setahuku dia sudah beristri". gumam Dave yang masih melihat kearah Vea yang sedang tertawa senang bersama Aksara.