If

If
Akhir Dari Pertengkaran



Dave terus mengekor Vea,tidak peduli wanita itu yang tak mengacuhkannya. Bahkan Dave ikut masuk mobil Vea saat wanita itu masuk ke dalam mobilnya untuk pergi makan siang.


'' Kamu ngapain sih ?" sungut Vea saat Dave ikut baik dalam mobilnya. Dave tak menyahut ia meraih tangan sang kekasih. Meski Vea mengibaskan tangannya,Dave tak melepas tangan wanita itu.


Ia justru mengecup punggung tangan Vea. Membuat Vea mendengus kesal. Dave tak perduli,ia mengambil cincin di sakunya,dan memasangkan kembali di jari manis Vea.


" Maaf,aku sudah kelepasan bicara. Tapi tolong jangan pernah kamu lepas cincin ini dari jarimu."lirih Dave seraya menatap dalam nata Vea. Vea membuang muka saat air mata hendak tumpah.


" Kata-kata kamu tuh jahat banget tau gak ?" ucap Vea tanpa menoleh meski tangannya masih dalam genggaman Dave.


" Iya aku tahu, makanya aku minta maaf. Ngeliat kamu sama laki-laki lain tuh rasanya sakit banget Yang,makanya aku sampai lepas kontrol." jelas Dave kemudian merengkuh tubuh kekasihnya.


" Maaf " bisik Dave,Vea semakin terisak. Rasa bersalah justru merasuk ke dalam batinnya. Keputusan impulsif yang kemarin ia lakukan ternyata menyakiti dua orang sekaligus. Ia tak berpikir terlalu jauh,hanya mengikuti insting gilanya saja.


" Maaf,apa yang aku lakukan kemarin telah melukai kamu. Tapi sungguh aku tak pernah menduakan kamu " ucap Vea dengan isak tangis . Dave melepas pelukannya, menangkup pipi wanitanya dan menghapus air mata yang meleleh di sana.


" Aku percaya sama kamu,aku hanya terlalu takut,aku takut kamu ninggalin aku. Hal paling berharga dalam hidup aku saat ini cuma kamu." ungkap Dave seraya menatap dalam manik sang kekasih.


" Maaf " lirih Vea lagi,Dave merengkuh kembali tubuh kekasihnya, kecupan ia sematkan di dahi sang kekasih.


" Iya,aku juga minta maaf sudah berkata kasar padamu. Sungguh kamu tidak seperti itu. Aku hanya sedang cemburu, sampai tidak bisa mengendalikan ucapan ku '' ujar Dave. Kini keduanya saling tatap dalam diam. Melihat kesungguhan dalam sorot mata masing-masing.


'' Tegur aku saat aku salah,tapi jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku. Aku cinta sama kamu'' lanjut Dave sembari mengusap lembut pipi Vea. Wanita itu tersenyum seraya mengangguk pelan.


Dave menundukkan wajahnya, mendaratkan sebuah kecupan di bibir sang kekasih.


'' Kita mau makan dimana ?'' tanya Dave setelahnya. Vea menatap wajah Dave dengan intens dan menyelidik penampilan lelaki itu. Dave hanya bisa mengernyit melihat kekasihnya.


'' Kenapa ?'' tanya Dave penasaran.


'' Ke apartemen kamu aja '' ucap Vea kemudian menyalakan mesin mobil. Dave tersenyum menyeringai.


'' Kangen ya Yang ?'' bisik Dave di telinga Vea.


Vea mendorong wajah Dave, karena membuat bulu kuduknya meremang karena Dave berbisik seraya mengigit kecil daun telinganya


'' Gak usah mesum,kamu tuh berantakan. Lihat tangan kamu juga memar gitu. Sadar gak sih penampilan kamu kayak gitu ?, mana di lobby dari tadi. Ada klien yang lihat,di kiranya kantor aku tuh nampung gelandangan " sungut Vea. Dave tertawa ringan.


'' Aku tuh panik banget kamu tadi pagi lepas cincin. Gak kepikiran penampilan lagi Yang." jelas Dave. Vea tampak mendengus kemudian melajukan mobilnya meninggalkan tempat parkir kantornya.


Vea melaju meninggalkan kantor. Sepanjang jalan Dave tak berhenti menggoda kekasihnya. Dari bergelayut manja hingga berkali-kali mencium pipi Vea. Tangannya yang usil berkali-kali mendapat pukulan dari Vea.


'' Sayang please dong,aku lagi nyetir ini. nanti nabrak gimana ?'' protes Vea.


''Aku rela mati Yang kalo bareng kamu''


'' Aku yang belum mau mati,enak aja'' sungut Vea yang benar-benar terganggu dengan kelakuan Dave. Melihat wanitanya cemberut Dave semakin gemas menarik wajah kekasihnya dan memberikan kecupan singkat.


'' Tau gak si Yang,aku tuh kangen banget sama kamu seharian kemarin gak ketemu. Aku tuh rencananya kemarin mau ngajak kamu nge date,eh taunya kamu nge date sana cecunguk itu '' Dave melengos, hatinya kembali panas mengingat Vea yang justru menghabiskan hari dengan rivalnya.


Vea tersenyum melihat kecemburuan yang masih nampak di wajah sang kekasih. Ia mengusap pipi Dave dengan sebelah tangannya.


'' Maaf ya,jangan ngambek gitu dong. Kan jadi gemes '' ucap Vea yang diakhiri dengan menjembel pipi lelaki tampannya. Kontur wajah Dave yang maskulin membuatnya meringis karena jembelan kekasihnya.


Sisa perjalanan mereka di isi dengan senda gurau sampai Vea di basemen apartemen Dave. Ia mengehentikan laju mobilnya.


'' Kamu tadi ke kantor aku pake apa yang ?'' tanya Vea seraya membuka seat belt.


'' Pake mobillah '' sahut Dave singkat, kemudian membuka pintu,turun tanpa mempedulikan Vea yang mengernyit bingung.


Dave memutari mobil Vea dan membukakan pintu untuk sang kekasih.


'' Terus ngapain kamu baik mobil aku Yang ?'' tanya Vea setelah keluar dari mobil .


'' Biar ada alasan buat aku ngintilin kamu hari ini '' jawab Dave santai. Vea hanya bisa menggeleng, kemudian melangkah mendahului Dave. Dave tersenyum kemudian menyusul langkah sang kekasih. Meraih pinggang Vea untuk di dekapnya.


Sampai di unit milik Dave,ruangan itu masih seperti tadi pagi saat Vea menyambangi tempat itu.


'' Aduh Yang,gini banget sih ''ucap Vea yang berdiri menatap kekacauan di hadapannya.


'' Udah biarin,nanti aku panggil orang buat beresin '' tutur Dave sambil memeluk Vea dari belakang dan menciumi tengkuk wanita itu .


Vea meraih tangan Dave yang terluka di kecupnya tangan itu.


'' Diobatin dulu ya '' ucap Vea menuntun Dave ke dalam kamar.


'' Kotak P3K nya mana ?'' tanya Vea setelah mendudukkan Dave di sofa kamar.


'' Di laci meja itu Yang '' jawab Dave sembari menunjuk meja yang di maksud. Vea membuka laci itu dan menemukan benda yang di carinya.


Vea duduk bersimpuh di hadapan Dave. Membersihkan darah yang mengering dengan cairan pembersih luka. Dave sedikit meringis karena lukanya terasa sedikit perih.


'' Duh sakit ya Yang ?'' tanya Vea menatap wajah Dave, namun lelaki itu tersenyum menatapnya.


'' Ini gak seberapa dari pada sakit di hatiku waktu lihat kamu di cium sama lelaki itu'' ucap Dave membuat hati Vea merasa sangat bersalah.


'' Maaf '' lirih Vea dengan wajah tertunduk. Dave mengangkat wajah Vea, tersenyum tulus pada wanitanya.


'' Udah gak apa-apa, ngelihat dia tadi kamu cuekin. Itu berarti kamu tidak menginginkannya. ''


'' Ya udah,kamu mandi dulu,abis mandi nanti aku obatin lukanya '' ucap Vea yang di iyakan sang kekasih.


Dave pergi ke kamar mandi,sedang Vea mengorder makanan untuk makan siang mereka. Menunggu kekasihnya mandi Vea memutuskan untuk membereskan kekacauan yang di buat Dave semalam.