
Tampak berkali-kali Dave mematut diri di cermin. Memastikan dirinya tampil sempurna sebelum menjemput sang kekasih untuk acara dinner romantis yang telah ia siapkan.
" Perfect " ucapnya dengan senyum mengembang.
Tampilannya memukau dengan stelan jas berwarna hitam senada dengan sepatu yang di kenakan. Tampak kemeja berwarna krem sebagai dalaman. Rambut tertata rapi. Semerbak wangi parfum mengisi seluruh ruangan.
Dave terlihat mengangkat lengannya,menyibak sedikit jas yang menutupi bagian pergelangan. Di lihatnya jam tangan yang melingkar di ditangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 . Lelaki itu kemudian bergegas mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja.
Langkah lebarnya berlalu meninggalkan unit apartemen miliknya. Debaran rasa bahagia meletup-letup di dadanya. Ia kembali bercermin sebelum masuk ke dalam mobil. Memastikan wajah tampannya sudah maksimal tanpa cela. Bahkan rambut- rambut halus yang tumbuh di wajahnya sudah tercukur bersih. Ia ingin tampil sempurna untuk kekasih pujaan hatinya.
Jalanan cukup padat, mungkin karena malam minggu membuat orang-orang ingin keluar untuk menghabiskan waktu bersama orang terkasih. Dengan kecepatan sedang Dave membelah lalu lintas malam. Kerlip bintang nampak menghiasi indahnya langit malam yang cerah. Secerah hati seorang Dave Mahendra yang akan bertemu ratu hatinya.
Setengah jam lebih perjalanan akhirnya Dave sampai di depan sebuah rumah mewah . Setelah di bukakan gerbang oleh penjaga,Dave memasuki halaman istana keluarga Dwilangga.
Tak hanya sekali ia memasuki rumah mewah itu,tapi entah mengapa malam ini debar jantungnya tak biasa. Mungkin karena euforia hatinya yang kelewat bahagia. Dave turun dari mobil, setelah sebelumnya mengambil buket bunga yang ia letakkan di jok belakang. Bunga yang sudah ia belu sedari tadi saat ia pulang kerja.
Dave memencet bel rumah mewah tersebut. Tak menunggu lama, seorang bidadari cantik membukakan pintu untuknya. Gaun indah berwarna hitam, memperlihatkan bahu mulus Vea. Gaun dengan panjang selutut itu tampak seksi membentuk tubuh ideal wanita itu. Rambut tergerai indah di tambah make-up natural membuatnya benar-benar memukau.
Sesaat Dave terkesima menatap wajah ayu di hadapannya.
" So beautiful " gumam Dave yang masih terdengar jelas di telinga Vea. Membuat wanita itu tersenyum senang. Dave mengeluarkan tangan yang sedari tadi di sembunyikan di balik tubuhnya.
" Beautiful flower for beautiful angel " ucap Dave dengan tatapan tak lepas dari wajah kekasihnya.
" Thank you " sahut Vea seraya mencium buket bunga mawar yang nampak begitu cantik.
" Masuk dulu ?" tanya Vea, karena sepasang kekasih itu masih berdiri di depan pintu.
" Iya, pamit dulu ke om ,tante" sahut Dave yang diangguki oleh Vea. Dave meraih pinggang sang kekasih dan membawanya masuk rumah nan megah itu.
Sampai di ruang tamu, tampak Papa dan Mama duduk bersebelahan dengan tangan Papa merangkul mesra sang istri. Sebuah penampakan yang membuat Dave tersenyum dan meyakinkan hati untuk menjalani sebuah ikatan pernikahan.
"Malam om,tante !" sapa Dave yang masih setia merangkul pinggang Vea yabg masih menikmati aroma wangi dari buket bunga cantik di tangannya.
" Malam Dave " sahut mereka hampir bersamaan. Dave melepas tangannya dari pinggang sang kekasih. Mendekati sepasang paruh baya itu dan menyalaminya.
" Duduk nak !" titah sang mama ramah.
" Terima kasih Tante,saya hanya mau minta ijin mengajak Vea untuk makan malam di luar om,tante " ucap Dave sopan. Keduanya tersenyum menatap lelaki itu .
" Ya silahkan,tapi jangan terlalu malam ya pulangnya " ucap Papa.
Setelah Vea mengambil tas dan menaruh buket bunga di kamarnya mereka kembali berpamitan dan pergi untuk dinner romantis pertama mereka. Sepanjang perjalanan Dave tak melepas tangan Vea. Berkali-kali lelaki gagah itu memandang wajah kekasih hatinya.
'' Duh Yang,konsen dong nyetirnya masa dari tadi ngeliatin aku mulu sih '' keluh Vea yang sadar mata Dave berkali-kali menatapnya. Dave tersenyum lebar mendengar ucapan wanitanya.
'' Tenang aku gak mungkin mencelakakan bidadariku. Rasanya aku tuh gak rela kamu di lihat lelaki lain malam ini.'' ucap Dave dengan bibir mengerucut,membuat Vea tergelak.
Vea membelai lembut pipi Dave dan mendaratkan ciuman mesra di sana.
'' Aku juga rasanya gak rela , kamu di lihat wanita lain. Aku belum bilang ya ?, kamu ganteng banget malam ini''. ucap Vea serupa bisikan di telinga Dave.
Dave yang merasa tergoda oleh kekasihnya menggeram kecil. Kemudian membawa tangan Vea untuk di ciumnya bertubi-tubi.
" Kita ke apartemen saja ya Yang ?" ujar Dave yang langsung di sambut wajah cemberut Vea,dan menghempaskan tangan Dave yang menggenggam tangannya.
" Enak aja,aku udah dandan cantik gini, masa gak jadi dinnernya " sungut Vea, membuat Dave tersenyum gemas. Ia meraih kembali tangan sang kekasih dan mengigit kecil jari telunjuk Vea .
" Sayang !" sentak Vea seraya mengeplak lengan Dave. Lelaki itu tertawa lebar.
Dan akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan menjulang tinggi yang tampak megah.
'' Kita dinner di hotel ?''. tanya Vea dengan dahi mengernyit. Dave tersenyum sambil mengangguk.
'' Ada restorannya di dalam '' ucap Dave yang langsung turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Vea.
Laku Dave meminta tukang parkir di sana untuk memarkirkan mobilnya. Lelaki itu merangkul mesra pinggang sang kekasih. Membawanya naduk area restoran yang cukup ramai malam itu. Di bawanya sang kekasih memasuki sebuah tempat VVIP dengan diantar seorang pelayan.
Sebuah ruangan dengan view pemandangan kota yang cukup cantik di malam hari. Ruangan out door yang sudah di hias sedemikian rupa. Cantik, sangat cantik dengan lilin yang menyala indah di berbagai sudut. Tatanan meja yang juga telah tertata rapi dengan dua gelas minuman di sana .
Vea tersenyum haru mendapati hal yang telah di siapkan dengan sempurna oleh kekasihnya. Sampai di dekat meja,Dave menarik kursi untuk di duduki kekasihnya.
'' Thank you '' ucap Vea yang masih mengembangkan senyum di bibirnya. Dave membalasnya dengan sebuah kecupan manis di dahi Vea.
Pelayan telah meninggalkan sepasang kekasih yang kini duduk berhadapan dengan tatapan mata saling bertaut. Belum ada kata yang terucap dari bibir keduanya. Dave sedang menikmati wajah cantik di hadapannya yang terlihat begitu terpesona dengan dinner romantis yang di rencanakan olehnya.
Dave meraih tangan Vea dan mengecup lembut. Dengan mata tak lepas dari mata wanita itu.
'' I love you Alivea Dwilangga''ungkap Dave dengan tatapan memuja pada sang kekasih.
" Jangan pernah berpikir sekali pun untuk meninggalkan aku,tetap di sisiku, menua bersama ku'' lanjut Dave . Vea tampak berkaca-kaca menerima hal romantis itu dari sang kekasih.