If

If
Jatuh Pada Pesona Dave



Suara ketukan pintu kembali terdengar dari ruangan Vea. Dan setelah di persilahkan masuk,muncul wajah Diaz dengan membawa sebuah map di tangannya.


" Maaf bu mengganggu,tapi sebentar lagi ada rapat untuk pembahasan kontak dengan PT. Alam Permai. Ini berkas-berkasnya mungkin ada yang perlu ibu periksa lagi " ucap Diaz seraya menyodorkan berkas yang di bawanya. Vea menerima berkas yang Diaz berikan.


" Ya,terima kasih mas. " sahut Vea yang masih duduk di sofa bersebelahan dengan Dave. Sekilas Diaz menatap Dave yang duduk tenang di sana. Padahal sudah di beri tahu jika Vea hendak rapat. Tapi lelaki itu tampak bergeming.


"Kalau begitu saya pamit bu,saya tunggu di ruang rapat lima belas menit lagi " tutur Diaz undur diri.


" Baik mas " tutur Vea dengan senyum di bibirnya. Diaz meninggalkan ruangan , sempat melirik sekilas pada Dave yang duduk santai. Dan saat ia hendak keluar ruangan berkas di tangan Vea justru diambil Dave. Ia hanya bisa menerka- nerka sendiri dalam pikirannya.


" Kayaknya asisten kamu gak nyaman ada aku " ucap Dave dengan mata fokus pada berkas yang ada di tangan. Membacanya untuk mempelajari isi perjanjian kerjasama itu.


" Perasaan kamu aja kali Yang ,eh kamu langsung ikut rapat ya. Biar nanti aku kenalin kamu ke staf dan klien langsung '' ucap Vea yang seraya berdiri dan melangkah menuju meja kerjanya dan membereskan beberapa berkas yang masih berserakan.


'' Kamu mau ngenalin aku sebagai apa ?'' tanya Dave tanpa mengalihkan tatapannya dari berkas di tangannya,bahkan kini ia tampak mencoret dengan pulpen yang di ambilnya dari dalam saku kemeja di balik jas yang di kenakan.


'' Calon suami '' jawaban Vea sukses membuat Dave mengangkat wajahnya. Menatap kekasihnya yang tersenyum lebar kearahnya. Dave mengernyitkan dahi seakan tidak setuju dengan ucapan sang kekasih.


" Gak profesional banget kedengarannya Yang". protes Dave yang di sambut tawa kecil Vea.


" Gak Yang, nanti aku kenalin kamu sebagai wakil direktur. Yuk,keruang meeting dulu !" ajak Vea,Dave merapikan berkas yang masih. Dan segera berdiri m, mengikuti langkah Vea keluar dari ruangan.


" Gak apa-apa kan , kalau nanti aku memperkenalkan kamu sebagai wakil direktur ?" tanya Vea setelah keduanya keluar dari ruangan dan berjalan beriringan.


" Ya gak apa-apa. Emang kenapa ?" tanya Dave yang kini telah meraih pinggang sang kekasih dan merengkuhnya seperti biasa.


" Ya kan kamu CEO kok malah jadi wakil direktur " ucap Vea yang di sambut tawa Dave.


" Ih gombal " ucap Vea dengan pipi bersemu merah. Dave tak mendaratkan sebuah kecupan di pelipis Vea,sesaat sebelum memasuki lift.


Keluar dari lift ,Dave tak lagi merengkuh pinggang sang kekasih. Ia berjalan tegap di samping Vea yang sudah memasang mode profesionalnya. Keikutsertaan Dave di ruang rapat menjadi sorotan peserta rapat yang hadir.


Apalagi lelaki itu di persilahkan duduk di samping Vea. Tatapan mereka menelisik penuh tanya.


" Selamat pagi semua, maaf saya sedikit terlambat. Oh ya,pagi ini saya mau memperkenalkan wakil saya, bapak Dave Mahendra. Mulai hari ini beliau bergabung dengan perusahaan ini." Dave berdiri dan membungkukkan badan sebagai tanda hormat.


" Salam kenal semua, semoga kita bisa bekerjasama dengan baik " tutur Dave yang kemudian kembali duduk.


" Maaf bukannya anda,CEO Mahendra desaign corp ?" tanya seorang lelaki paruh baya yang sepertinya mengenal siapa Dave Mahendra.


" Ya,anda benar. Beliau adalah CEO Mahendra desaign corp. Tapi beliau di minta ayah untuk membantu saya di sini. Karena seperti yang anda tahu saya masih baru. Dan butuh bimbingan untuk menjadi pemimpinan yang baik ". bukan Dave yang menyahut,namun Vea yang menjelaskan pada para peserta rapat.


" Wah sepertinya calon mantu pak Hermawan ini. Benar-benar jeli Pak Hermawan ini pilih mantunya. Saya juga kagum dengan anda Pak Dave ,di usia yang masih muda tapi kepemimpinan anda cukup di perhitungkan di dunia bisnis " puji lelaki paruh baya itu dengan tatapan kagumnya. Dave hanya tersenyum simpul ,sedang Vea di buat melayang mendengar pujian yang ditujukan pada kekasihnya.


" Anda terlalu berlebihan Pak,saya belum sehebat itu. Saya masih butuh banyak belajar dari orang-orang hebat seperti anda " ucap Dave merendah. Lelaki itu tertawa.


" Anda terlalu merendah Pak " tukasnya. Setelah perbincangan sejenak, rapat di buka oleh Diaz yang sejujurnya cukup kaget dengan kehadiran Dave yang tiba-tiba bergabung dengan perusahaan. Tanpa ada yang menginformasikan pada dirinya.


Rapat berjalan lancar,Vea di bantu Dave memperbaiki poin-poin kerjasama yang hanya menguntungkan sepihak. Dave tampil percaya diri,dan cukup dominan menguasai rapat. Sikap tegas dan wibawa yang di milikinya membuat orang segan dan mengakui kepiawaian lelaki itu.


Tak terkecuali Vea yang begitu takjub mendapati sisi cerdas, tegas dan sigap yang di miliki sang kekasih. Selama ini yang terlihat dari diri Dave adalah lelaki romantis yang selalu lembut dan penuh cinta padanya.


Dan kali ini ia di buat jatuh cinta pada sosok Dave yang baru di lihatnya. Ia semakin yakin dengan lelaki itu. Lelaki dengan segala pesona yang mampu menjerat siapa saja yang melihatnya. Tak salah bila banyak wanita yang menginginkan sang kekasih. Karena pesonanya memang tak terbantahkan.