If

If
Daren



Dave memicingkan mata, menyadari ada yang mendekati kekasihnya. Langkah panjangnya ia percepat , namun belum ia berada di dekat sang kekasih. Lelaki yang mendekati wanitanya telah beranjak pergi. Dave menghela nafas berat. Menyadari siapa yang mendekati kekasihnya.


Dalam dunia bebasnya,Dave dan Daren dua lelaki idola dengan banyak pengagum wanita. Tampan,mapan dan tentu saja membuat orang penasaran. Secara tak langsung dua lelaki itu bersaing tanpa terucap. Menunjukkan pesona mereka,berlomba siapa yang paling unggul dalam menaklukkan wanita.


Dan kini saat Dave telah menepi dari dunia malamnya,saat ia menjatuhkan hati pada cintanya. Kenapa pula sang pesaing pun datang merusuhi dirinya.


'' Honey '' ucap Dave setengah berbisik pada Vea yang kini perhatiannya tersita pada sepasang kekasih yang masih menyalami para tamu .


" Hey " Vea membalas tatapan Dave dengan sesungging senyum yang begitu menawan di bibirnya.


Dave memberikan segelas jus jeruk yang langsung di terima oleh Vea. Dave kembali duduk di samping sang kekasih.


" Yang,kamu kenal laki-laki yang tadi nyamperin kamu waktu aku ambil minum ?" tanya Dave yang merasa bahwa Daren seperti mengenal sang kekasih.


''Kenal,Daren itu lelaki yang dulu di jodohkan sama aku. '' jawab Vea santai.


'' Jadi lelaki yang dijodohin sama kamu dia ?'' tanya Dave seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Vea mengangguk pasti.


'' Kamu kenal ?'' Vea balik bertanya, karena melihat sorot ketidaksukaan di mata sang kekasih.


'' Kenal banget sih enggak. Tapi sering lihat dia diclub '' terang Dave,Vea tampak tidak perduli. Toh cerita dengan Daren sudah tutup buku semenjak ia memutuskan untuk kabur di hari pernikahannya.


'' Pantes dia kayak yang mau ngasih tau aku soal kamu. Ternyata tempat mainnya sama. Hobby nya juga sama '' ketus Vea,entah kenapa setiap kali mengingat tentang masa lalu sang kekasih yang hobby berganti pasangan membuat panas di dadanya.


'' Eh ,Yang itu kan dulu. Sekarang aku gak pernah ke club lagi kok. Bener '' terang Dave Dave yang langsung meraih tangan kekasihnya dan membawanya dalam genggaman.


'' Iya aku tahu,cuma gak tau kenapa . Setiap kali inget kamu sama cewek lain tuh . Bawaannya kesel. Salah ya aku cemburu sama masa lalu kamu ?'' tanya Vea tanpa menatap Dave. Ia merasa dirinya terlalu drama. Ia sudah tau,dan untuk apa juga cemburu ?. Tapi ternyata hatinya tetap tak bisa baik-baik saja saat mengingat ada wanita yang pernah berbagi peluh dengan sang kekasih.


Dave membawa telapak tangan Vea,dan mengecupnya dengan mesra. Ada senyum tipis di bibir itu.


'' Gak apa-apa cemburu,itu tandanya kamu udah bener-bener cinta sama aku ''ucap Dave. Mendapati kata cemburu dari bibir sang kekasih membuatnya merasa bahagia. Entah kenapa hatinya mengembang hanya karena rasa cemburu wanitanya. Ia merasa di inginkan,dan di cintai.


Meski tak jarang ia mendengar kata cinta dari bibir sang kekasih. Namun ungkapan itu terlalu istimewa di hatinya. Baginya Vea adalah satu-satunya wanita yang membuatnya merasa hidupnya berarti.


'' Emang selama ini masih ragu sama cintaku ?'' selidik Vea yang kini menatap wajah lelakinya.


Antrean para tamu yang memberikan selamat pada pasangan mulai berkurang. Dave menggandeng sang kekasih untuk memberikan selamat pada sahabatnya.


'' Selamat bro, akhirnya sampai di fase ini juga lo '' ucap Dave seraya memeluk Gerald.


'' Thank you, tinggal gue nunggu undangan lo '' timpal Gerald setelah mereka saling melepas pelukan.


'' Sebentar lagi, tungguin aja'' sahut Dave sumringah.


Bergantian Vea menyalami Gerald dan pasangan. Tak terlalu banyak yang di ucapkan selain kata selamat. Karena Vea juga tak terlalu mengenal sahabat sang kekasih.


'' Yang aku ke toilet dulu ya '' pamit Vea saat mereka hendak kembali ke tempat duduk.


'' Mau aku anterin ?'' tawar Dave.


'' Gak usah ,kamu tungguin aja di tempat duduk tadi '' jawab Vea. Dave melepas tangannya yang selalu setia melingkar di pinggang Vea.


'' Jangan lama-lama ''ucap Dave yang hanya di balas tawa kecil Vea.


Dave kembali ke kursi di tempat tadi ia dan Vea duduk. Vea berjalan mencari arah toilet berada. Tak membutuhkan waktu lama,ia menemukan tempat yang ia cari.


Sepi, toilet wanita itu kosong melompong. Ia masuk salah satu bilik untuk membuang hajat kecil. Setelah selesai ia kembali keluar. Berdiri di depan kaca besar yang terdapat di dalam sana. memoles sedikit make up yang mulai pudar.


Sampai suara dentuman pintu membuat Vea terperanjat dan menoleh ke sumber suara. Dan betapa terkejutnya saat ia melihat siapa yang menerobos masuk ke toilet wanita.


'' Daren !,ngapain kamu ke sini ?'' kaget Vea mendapati Daren yang tersenyum menyeringai menatap tubuh Vea dengan pandangan laparnya.


" Hay,calon istri !" ucap Daren yang melangkah mendekati Vea dan hendak membelai pipi mulus wanita itu. Dengan cepat Vea menangkis tangan Daren.


'' Jangan macam-macam kamu ya !" desis Vea yang menatap tajam lelaki itu.


" Gak usah sok jual mahal kamu. Gak mungkin Dave belum menikmati tubuh indah kamu ini '' ujar Daren yang melihat Vea dengan pandangan penuh hasrat .


Jangan tanyakan hati Vea yang sudah ketar-ketir melihat seringai Daren. Apalagi saat Daren melangkah semakin merangsek padanya. Hingga Vea menabrak wastafel yang berada di depan kaca besar itu. Daren mengungkungnya ,dengan tatapan seakan ingin menerkamnya.