If

If
Acara Dadakan



Dave dan Vea masih terperangah melihat wajah-wajah yang ada di sana. Dan tatapan mata Dave terhenti pada sosok wanita yang tersenyum lembut padanya. Mama Vina yang duduk bersebelahan dengan seorang lelaki dan wanita yang tak Dave ketahui siapa.


Dan Vea mengerjapkan mata tak percaya dengan dua sahabat super sibuknya. Zee dan Nena yang tersenyum lebar seraya melambaikan tangan padanya.


" Ini ada apa ?" tanya Vea yang bingung dengan kehadiran orang-orang di rumah dengan pakaian formal.


" Udah gak usah bingung,lo ikut gue dulu'' Zee menghampiri Vea dan menyeretnya pergi dari ruang tengah. Melepas genggaman tangan Dave yang masih berdiri bingung.


'' Duduk Dave !" pinta Aksara seraya menepuk sofa di sampingnya. Dengan senyum canggung Dave menghampiri Aksara dan duduk di sebelah lelaki yang hari ini tampil gagah dengan baju batiknya.


''Ini sebenarnya ada apa Mas ?'' tanya Dave yang bingung dengan apa yang dilihatnya. Keluarga dekat Dwilangga pun tampak hadir di sana. Aksara menepuk pundak Dave . Dengan seulas senyum tanpa menjawab pertanyaan Dave.


Beberapa menit yang terasa lama. Dave duduk dengan gelisah. Akhirnya memberanikan diri mendekati sang Mama.


" Ma,bisa mama jelasin ?" tuntut Dave yang sudah lelah menjawab teka-teki pertemuan siang ini .


" Duduk dulu nak " ucap Mama meminta Dave duduk di sebelahnya. Dave mendudukkan diri di sebelah Mama sambil menghela nafas panjang.


" Mama minta maaf,Mama tidak menuruti permintaan kamu untuk tidak bertemu Pak Hermawan. Beberapa hari yang lalu Mama menemui beliau dan beliau memutuskan hari ini untuk Mama datang secara khusus meminta Vea untuk di jadikan istri kamu " terang Mama membuat Dave mengerjapkan mata. Seakan tidak percaya dengan pendengarannya.


" Jadi ?..." Ucap Dave terbata.


" Jadi hari ini Mama melamar resmi Vea untuk kamu Dave " jelas Mama membuat Senyum Dave merekah secerah senyum matahari siang itu .


" Ini cincin untuk pertunangan kamu,maaf Mama cuma bisa beli yang seperti ini " sambung Mama seraya memberikan kotak cincin pada anak semata wayangnya.


" Ma !" panggil Dave membuat wanita itu menoleh,dan tanpa di duga. Dave memeluk wanita itu tanpa sungkan.


'' Makasih ya Ma " tulus Dave membuat Mama Vina tak mampu membendung air matanya. Anak yang selama ini di sia-siakan tiba-tiba memeluknya dengan hangat. Membuat hatinya terasa berbunga.


" Kok malah nangis Ma" khawatir Dave melihat sang mama menangis saat ia melepaskan pelukan.


" Mama bahagia Dave " lirih Mama sembari menghapus air matanya. Namun bibirnya menyunggingkan senyum lebar.


Mama Atika yang melihat keadaan mulai melankolis, menghampiri calon besan dan mengajak ngobrol tentang perawatan diri dan juga fashion yang sedang trend. Merasa diabaikan mereka Dave kembali duduk di samping Aksara.


Lelaki itu bergeming dengan tatapan tak lepas dari Vea yang berjalan semakin mendekat. Rasa hatinya membuncah melihat betapa cantik wanitanya. Dan sesat kemudian ia seperti tersadar. Menilai dirinya sendiri yang hanya memakai setelan kerja.


'' Kenapa ?'' tanya Aksara yang melihat gelagat Dave.


'' Insecure " lirih Dave karena penampilan biasanya sedang Vea sudah berpenampilan cantik. Aksara tergelak mendapati jawaban jujur Dave. Aksara menepuk pundak Dave .


" Tenang masih menawan '' ucap Aksara membuat Dave tersenyum.


Acara di mulai,Vea duduk diantara ke dua orang tuanya, begitu pun Dave yang kini berada di samping sang Mama. Perwakilan keluarga Dave menyampaikan maksud kedatangan mereka di siang hari itu. Dan di terima langsung oleh Pak Hermawan selaku orang tua Vea.


Setelahnya sepasang kekasih itu bertukar cincin dengan cincin yang di berikan oleh Mana Vina. Suasana yang hanya di hadiri keluarga inti itu justru berjalan lebih hikmat. Suasana kekeluargaan lebih terasa hangat.


Akhir dari pertemuan siang itu adalah makan siang bersama. Wajah-wajah bahagia terlihat mengelilingi meja makan. Jangan lupakan sepasang kekasih yang kini telah bertunangan itu tampak begitu bahagia dan lega . Jalan untuk melangkah ke jenjang berikutnya terbuka lebar. Restu telah benar-benar mereka dapatkan.


Acara berakhir sampai sore,satu persatu para tamu meninggalkan kediaman Dwilangga begitu pun Mama Vina . Tertinggal Dave yang memang di tahan untuk jangan pulang dulu. Kini lelaki itu di hadapkan dengan dua lelaki penting di hidup sang kekasih. Papa Hermawan dan Aksara duduk berseberangan dengan Dave di ruang kerja Papa Hermawan.


" Dave,saya tahu kamu tulus mencintai anak saya. Saya tidak meragukan itu. Tapi saya ada permintaan untuk kamu. Bukan karena saya tidak percaya sama kamu tapi karena saya membutuhkan kamu " ucap Hermawan yang belum Dave pahami arah pembicaraan itu kemana. Ia memilih diam menunggu apa yang hendak di sampaikan oleh calon ayah mertuanya itu.


'' Saya mau pernikahan kamu dan Vea segera di lakukan tidak lebih dari sebulan ke depan. Setelahnya saya mau kamu memegang perusahaan yang kamu kelola dengan Vea '' pinta Hermawan yang cukup membuat Dave kaget. Bagaimana bisa ia di minta untuk memegang perusahaan itu ?, bagaimana dengan perusahaannya dia sendiri.


" Maaf om,tapi itu seperti saya aji mumpung karena menjadi menantu keluarga Anda." ucap Dave gusar. Tampak Hermawan tersenyum tipis. Menyadari ego lelaki fi hadapannya tersinggung dengan permintaan dirinya.


" Ini bukan soal aji mumpung,tapi anggaplah ini permintaan seorang ayah kepada anaknya" tutur Hermawan tanpa melepaskan tatapannya pada Dave.


Permintaan ayah pada anaknya, sebuah kata yang terdengar sederhana. Namun begitu bermakna bagi seorang Dave yang tumbuh tanpa adanya sosok ayah. Hatinya menghangat seketika. Dan anggukan kepala menjadi jawaban yang membuat lelaki di hadapannya tersenyum lebar.


'' Akhirnya saya tidak khawatir lagi mengambil pensiun cepat . Aksa tidak akan berjuang sendiri. Dampingi dia, saya yakin akan kemampuan kamu '' ucap Hermawan meyakinkan.


'' Sekarang tinggal kamu urus pernikahan kamu. Karena bulan depan saya butuh kamu menghandle salah satu proyek yang cukup besar.'' ujar Aksara. Dave mengangguk paham.


Tentu ia tak akan menolak untuk segera menikah dengan Vea. Wanita yang ada dan akan selalu ada di hatinya. Wanita yang telah memporak-porandakan hatinya. Wanita yang telah mengubah cara pandangnya. wanita yang mengenalkan padanya tentang sebuah rasa cinta. Dan kini wanita itu memberinya sebuah arti keutuhan keluarga.