If

If
Pemuja Rahasia



" Pagi Sayang " sapa Dave pagi itu saat menjemput kekasihnya. Dave yang sedari tadi menunggu seraya bersandar di mobil kini berjalan menyambut sang kekasih yang baru saja keluar dari dalam rumah.


'' Pagi '' Sahut Vea,Dave meraih tubuh Vea dan merengkuhnya dalam pelukan.


'' I miss you '' bisik Dave di telinga Vea, kemudian melepas pelukannya.


'' Miss you too ''sahut Vea seraya menatap wajah tampan Dave. Dave mendapatkan sebuah kecupan singkat di bibir Vea. Membuat wanita itu melotot. Pasalnya mereka sedang berada di luar rumah dan tak jauh dari mereka ada pos penjaga.


''Sayang , malu '' sungut Vea seraya memukul manja lengan Dave. Dave hanya tergelak tak peduli.


" Kok gak masuk Yang ?'' tanya Vea yang kini di peluk pinggang nya dan melangkah ke arah mobil.


" Kata pak Satpam ,Om,Tante gak di rumah. Jadi aku tunggu di luar aja ''.jawab Dave dengan tangannya menarik pintu mobil.


" Iya, Papa sama Mama lagi keluar kota " sahut Vea yang kini sudah duduk di kursi depan. Dave menundukkan tubuhnya,untuk memasangkan seat belt kekasihnya.


" Thank you '' ucap Vea dengan senyum lebarnya. Dave balas tersenyum,dan mengecup bibir merah Vea. Kemudian mengitari mobil dan masuk pintu yang lain duduk di belakang kemudi.


Dave menyalakan mesin mobil, kemudian perlahan melaju meninggalkan halaman rumah sang kekasih.


" Jadi lusa ada acara pertunangan sahabat kamu ?" tanya Vea setelah mereka terdiam beberapa saat.


'' Iya,bisa kan temenin aku ?'' ucap Dave penuh harap.


'' Jam berapa acaranya ?'' lanjut Vea,ia memang belum tahu jadwal untuk lusa. Tapi setidaknya dia harus memastikan tidak ada jadwal yang bentrok.


" Jam setengah 8 malam,gak ada acara kan ?'' tanya Dave, sekilas ia menatap kearah kekasihnya.


'' Belum ada ,nanti aku minta mas Diaz buat kosongin jadwal aku lusa '' sahut Vea yang membuat Dave tersenyum lega.


Padatnya lalu lintas di pagi hari membuat Dave tak bisa melajukan mobilnya dengan cepat. Ia meraih tangan Vea saat lampu lalu lintas menyala merah. Di kecupnya punggung tangan kekasihnya dengan mesra. Vea tersenyum mendapati perlakuan romantis yang selalu saja Dave lakukan saat bersama dengan dirinya.


'' Soal ketemu Mama kamu ?" Vea bertanya dengan nada ngambang.


'' Minggu depan aku kenalin kamu ke Mama." Dave menjeda ucapannya,menarik nafas panjang.


'' Jangan berekspektasi lebih tentang keluarga ku. Aku tidak punya hal yang bisa aku banggakan soal keluarga '' ucap Dave dengan sedikit meremat tangan Vea. Seperti ada ketidaknyamanan .Matanya menatap lurus ke depan tanpa menoleh pada wanitanya.


Vea tersenyum tipis,mengusap lembut punggung tangan sang kekasih. Menyalurkan rasa tenang pada lelaki yang nampak gundah.


'' Seperti apapun keadaannya, syukuri. Bukankah karena mereka kita ada ?" . Dave tersenyum menatap sang kekasih. Netra keduanya bertemu,tak ada keraguan dalam tatapan mata wanita itu. Membuat Dave yakin untuk memulai semuanya dari awal. Melupakan segala lara yang selama ini di pelihara dalam hatinya.


'' Aku ingin melupakan semua kenangan pahit masa lalu ku. Aku ingin memulai dengan kamu tanpa ada bayang-bayang masa lalu '' ungkap Dave seraya melajukan kembali mobilnya saat lampu lalu lintas menyala hijau.


Hampir satu jam perjalanan baru Dave sampai di depan gedung perusahaan Vea . Dave turun lebih dulu, membukakan pintu untuk kekasih hatinya.


'' Aku langsung ke kantor ya '' ucap Dave dengan sebelah tangannya menyelipkan rambut Vea di belakang daun telinga. Menatap penuh cinta pada wanita cantik yang berdiri di hadapannya.


'' Iya , hati-hati. Sampai ketemu nanti siang '' sahut Vea dengan senyum terkembang. Dave mengecup kening Vea dengan lembut.


'' Iya,aku pergi '' pamit Dave,yang di angguki oleh Vea.


Dave melangkah meninggalkan Vea, sebelum masuk kedalam mobil,ia masih menoleh kearah wanitanya. Berucap tanpa suara dengan senyum lebarnya.


" I love you ''


Vea pun membalasnya dengan gerak bibir saja. '' Love you too ''


Dave meninggalkan kantor Vea di bawah tatapan penuh binar bahagia dari wanitanya. Bertemu kekasih di pagi hari menjadi sebuah mood booster yang mampu meningkatkan energi positif .


Terlihat nyata,raut wajah ceria penuh dengan kebahagiaan terpancar di wajah Vea. Langkahnya begitu ringan saat memasuki lobby kantor. Siapapun yang berpapasan dengannya bisa tahu,jika mood wanita itu sedang sangat bagus. Setiap sapaan para karyawannya ia jawab dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya.


Saat masuki lift, Diaz menyusul sang atasan.


" Pagi Bu Vea !" sapa Diaz ramah.


' Pagi mas Diaz " balas Vea dengan senyum ramahnya.


" Oh ya Mas,nanti jam makan siang tidak ada jadwal kan ?'' tanya Vea yang kini berdiri sejengkal di depan sang asisten.


'' Tidak Bu,pagi ini ada dua rapat. Rapat pertama di kantor ini sementara rapat kedua di luar. Selepas makan siang belum ada acara apapun '' terang Diaz yang sesekali melirik atasannya yang selalu tampil anggun penuh percaya diri. Memancarkan wibawa nya sebagai atasan.


" Baik,jangan buat janji sampai jam dua,saya ada acara." terang Vea , yang kemudian melangkah keluar lift yang kini terbuka karena telah sampai di lantai yang ia tuju.


" Iya Bu. Oh ya bu. Lusa ada undangan makan malam dari Pak Adit, bagaimana ?" tanya Diaz yang masih mengekor di belakang Vea.


''Lusa ya ?,kamu saja yang gantikan saya. Soalnya saya udah ada janji ''. jawab Vea tanpa menghentikan langkahnya.


''Maaf bu,tapi Pak Adit bilang ini undangan khusus untuk bu Vea ''.


'' Sepertinya bukan undangan profesionalisme ya. Kalau begitu batalkan,Saya tidak bisa. '' tegas Vea yang langsung diangguki Diaz '' Baik bu ''


Vea memasuki ruang kerjanya, sedang Diaz menatap punggung Vea sampai wanita itu menghilang di balik pintu ruang kerjanya. Diaz hanya bisa menghela nafas dalam. Cukup kekagumannya pada wanita itu ia simpan di hati. Karena ia sadar tak mungkin memiliki. Biarkan ia menjadi bayangan seorang Alivea. Selalu berada di dekat wanita itu meski tak tersentuh.