
" Wih,wih ada angin apa ini nona muda ke sini " sambut Nena saat melihat Vea memasuki butik miliknya. Vea mendengus tak suka dengan sambutan sang sahabat. Namun tak urung membuat keduanya saling peluk dan cipika cipiki.
" Lebay " celetuk Vea yang di sambut tawa renyah sang sahabat.
" Sendiri lo ?" tanya Nena yang tak melihat dengan siapa Vea datang.
" Gak,sama Dave . Masih di luar,ada telepon dari kantor katanya " sahut Vea sembari mendudukkan diri di sofa tanpa menunggu di persilahkan sang empunya.
" Cieee tuan putri udah punya sopir pribadi nih yee " ledek Nena yang memang belum pernah bertemu dengan kekasih sahabatnya.
" Enak aja lo kata supir, soulmate tahu gak " ucap Vea diakhiri dengan gelak tawanya sendiri.
" Penasaran kayak apa cowok lo " ucap Nena yang duduk di sebelah Vea. " Eh lo ya, kenapa kemarin gak dateng ke acara butik gue ?" lanjut Nena yang mengingat sahabatnya tak menghadiri acara butiknya.
" Lagi pusing gue Na, tiba-tiba di kasih tanggung jawab buat ngurus perusahaan. Pusing gue." curhat Vea yang menang cukup kewalahan menyesuaikan diri dengan tanggung jawab barunya.
" Hahaha.... bukannya enak langsung jadi direktur ?" ledek Nena,wanita itu sudah tahu tentang cerita siapa Vea dari Zee. Dan sudah ia konfirmasi kan dengan Vea lewat chat. Jarangnya pertemuan mereka karena kesibukan masing-masing, membuat tiga wanita itu membuat grup chat untuk saling bertukar kabar .
" Sumpah pusing Na " ucap Vea sambil menjatuhkan kepala di sandaran sofa. Sikap anggun runtuh sudah jika bersama para sahabatnya.
" Wajar sih, namanya juga baru gabung. Ntar juga kalo lo udah terbiasa bakal gampang. " support Nena pada sahabatnya.
" Semoga saja " sahut Vea dengan mata terpejam. Sejujurnya Vea cukup terbebani dengan tanggung jawab yang di embankan sang Ayah padanya.
" Sayang !'' panggil Dave yang baru saja masuk ke dalam butik. Vea membuka matanya dan tersenyum menyambut kekasihnya yang berjalan kearah dirinya. Nena yang baru pertama melihat kekasih sang sahabat terkesima melihat wajah tampan dengan tubuh tegap yang tampak begitu gagah.
" Hey !, udah ?" tanya Vea seraya menegakkan badan. Dave menghampiri wanitanya. Menundukkan kepala dan menyematkan kecupan lembut di dahi sang kekasih. Perlakuan kecil yang membuat Nena meleleh. Menata sepasang kekasih itu dengan tatapan terpesona.
" So sweet " lirihnya tapi masih cukup jelas di dengar telinga Vea . Wanita itu menoleh kearah Nana dan menjulurkan lidah meledek sahabatnya.
" Oh ya Yang kenalin, sahabat aku Nena " ucap Vea pada Dave yang masih berdiri di dekatnya.
" Hay,Nena " ucap Nena mengulurkan tangan yang di sambut dingin oleh Dave.
" Dave " sahut Dave menerima uluran tangan Nena namun hanya sebentar.
" Udah nyari gaunnya ?" tanya Dave lembut sembari membelai rambut Vea yang tergerai. Perlakuan Dave pada Vea membuat Nena melotot tak percaya. Baru saja lelaki itu bersikap dingin padanya. Namun pada Vea begitu manis dan hangat.
" Belum,kan nunggu kamu " sahut Vea sambil menengadah menatap wajah Dave. Senyum maut Dave cukup membuat Nena terpesona dengan kekasih sahabatnya. " Sekalian cari jas kamu juga kan?'' sambung Vea yang kini telah berdiri .
" Iya sekalian aja '' sahut Dave pendek tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan dari sang kekasih.
'' Ayo Na, tunjukkin gaun terbaik lo " ucap Vea seraya menarik tangan Nena untuk berdiri.
'' Mau buat acara apaan Ve ?'' tanya Nena sambil berdiri menyamai sang sahabat.
'' Mau ke acara tunangan '' sahut Vea. Nena Mengangguk dan mendahului langkah Dave dan Vea .
'' Siip,... " ucap Vea , kemudian tampak Vea hendak menyamai langkah Nena dan merangkul pundak sahabatnya. Namun lengan kokoh sang kekasih menarik pinggangnya dan merapatkan tubuh mereka.
'' Eh !'' pekik Vea ,Nena yang melihat kekakuan kekasih sahabatnya berdecih tak suka.
'' Ckk, posesif'' gerutu Nena lirih namun masih di dengan dua orang itu. Tapi Dave tak memperdulikan ketidaksukaan dari sahabat kekasihnya. Ia tetap menggandeng mesra pinggang Vea.
'' Posesif banget sih cowok lo ?'' ungkap Nena saat Dave sedang mencoba jas di ruang ganti. Vea tergelak mendapati wajah di tekuk sahabatnya.
'' Posesif tapi romantis '' lirih Vea masih dengan tawa kecil di bibirnya.
'' Halah, kayak yang lo bakal ada yang gondol aja . Di kekepin mulu '' sungut Nena, yang merasa jengah sebab sama sekali tak bisa berinteraksi bebas dengan Vea. Karena wanita itu terus saja di gandeng oleh Dave .
Vea hanya tertawa saja,ia tahu Nena kesal karena tak bisa leluasa seperti biasanya saat mereka bertemu. Tapi mau bagaimana lagi. Dave benar-benar tak melepaskan dirinya. Lelaki itu terus saja menempel bahkan sampai saat ia memilih gaun pun ,Dave setia mengikuti dirinya melihat satu persatu gaun yang ingin ia coba.
'' Gimana Yang ?'' suara Dave menginterupsi Nena dan Vea yang sedang asyik berbincang tanpa kehadirannya. Mata dua wanita itu langsung menuju sumber suara.
'' Wow " ucap Nena reflek. Sedang Vea mengacungkan dua jempol dengan senyum lebar.
'' Jadi ini aja ?'' tanya Dave dengan mata menatap sang kekasih.
'' Iya itu aja'' jawab Vea.
Cukup lama mereka berada di butik milik Nena. Sampai Vea menemukan tiga gaun yang menurutnya cocok untuk dirinya. Baru mereka berpamitan pada Nena dan pergi dari sana.
Dave mengantar Vea sampai di tempat parkir perusahaan sang kekasih. Saat Vea hendak membuka pintu mobil ,Dave menarik tangan Vea membuat Vea menoleh. Dan langsung saja Dave meluumat bibir Vea yang sedari tadi sudah ingin ia lumaat habis.
Meski awalnya sedikit kaget dengan ulah kekasihnya kini Vea ikut membalas panguutan sang kekasih tak kalah panasnya. Lidah keduanya saling membelit, ciuman mereka semakin dalam. Membuat deru nafas keduanya memburu. Dave tak bisa menahan tangannya untuk tidak meremas dada kekasihnya yang masih tertutup blazer.
Remasan lembut tangan Dave membuat Vea melenguh tertahan,karena bibirnya yang masih menyatu dengan bibir Dave. Keadaan tempat parkir yang sepi membuat keduanya terlena. Dave menyusupkan sebelah tangannya ke dalam rok pendek yang di kenakan Vea. Sampai di pangkal paha di benamkannya jari-jarinya di sana
Membuat Vea semakin belingsatan. percumbuan panas tak terelakkan lagi. Meski tak sampai pada penyatuan diri namun aksi tangan dan jari mereka membuat ledakan cinta yang membara di siang bolong itu.
Keduanya terengah-engah saat pelepasan itu melambungkan keduanya. Dave mengecup singkat bibir Vea. " I love you '' bisiknya,Vea tersenyum dengan mata terpejam menikmati getaran yang masih tersisa. Dave mengambil tisu dan membersihkan sisa percumbuan mereka.
Vea membuka mata saat ia telah mampu mengendalikan detak jantungnya.
'' Nakal '' ucap Vea seraya menarik hidung Dave , lelaki itu tergelak menanggapinya.
'' Tapi enak kan ?'' bisik Dave di telinga Vea, membuat wanita itu mendorong pelan wajah kekasihnya. Sebab ia merasa tubuhnya meremang karena sapuan nafas Dave yang menyapu permukaan kulitnya.
'' Aku tuh udah kangen banget Yang'' imbuh Dave sambil menatap Vea dan membelai pipi wanitanya. Vea tersenyum dan balas membelai pipi Dave.
'' Aku juga kangen '' sahut Vea. Sesaat keduanya kembali berciuman. Sebelum akhirnya Dave melepas Vea untuk turun dari mobilnya.