
Jalan santai seraya menunduk mengetikkan sesuatu di hpnya. Membuat Vea tak melihat di sekeliling. Tak menyadari seseorang yang tersenyum lebar memperhatikan dirinya sedari ia keluar lift.
" Ve !" panggil seseorang yang mengalihkan pandangan Vea dari layar ponsel.
" Kamu ?, ngapain ?" tanya Vea dengan kening berkerut melihat Dave berdiri di lobby apartemen.
"Jemput kamu " jawab Dave percaya diri seraya berjalan menghampiri Vea.
" Udah pesen taksi online kok". jawab Vea sambil mengacungkan hp di tangannya.
" Sama aku aja,aku anterin. Cancel aja". pinta Dave yang pagi itu entah dapat wangsit darimana tiba-tiba ingin menjemput Vea. Yang kebetulan hari itu tak membawa mobil karena mobilnya yang masih di tinggal di kantor.
" Gak enak udah hampir nyampe ". ucap Vea memberi alasan. Dan benar tak berapa lama muncul taksi online di depan lobby.
" Nah itu ". tunjuk Vea kemudian melangkah ke arah mobil yang baru tiba. Dave bergerak cepat menghampiri mobil dan di bawah tatapan kesal Vea,ia membayar taksi sesuai tarif.
" Udah beres,kamu berangkat bareng aku ". ucap Dave dengan senyum mengembang di bibirnya. Vea hanya bisa menghela nafas pasrah. mengikuti langkah lelaki di hadapannya.
" Dave " suara panggilan seorang wanita membuat keduanya menoleh bersamaan. Renata dengan senyum lebar menghampiri Dave.
" Kamu mau jemput aku ya ?" tanya Renata tanpa memperdulikan kehadiran Vea yang kini berdiri tak disamping Dave.
" Hah , Bu..bukan " jawab Dave terbata seraya menatap gusar pada Vea yang menatapnya dalam diam.
" Atau mau masuk dulu ?" tawar Renata penuh harap.
" Nggak,sorry Ren,tapi gue jemput Vea ". sahut Dave sambil meraih pergelangan tangan Vea .
" Kita duluan ". pamit Dave dengan menggenggam tangan Vea yang melangkah mengikuti dirinya. Renata hanya bisa menatap nanar kepergian keduanya.
" Dia bukan cewekku,kan cewekku kamu " ucap Dave sambil tersenyum dan membukakan pintu mobil untuk Vea. Vea hanya mencibir seraya masuk,dan sejenak sempat melirik Renata yang belum juga beranjak.
Dave menyusul masuk ,duduk di belakang kemudi dengan wajah berseri-seri.
" Kok bisa pas banget ya,aku pengen jemput kamu,eh kamu pas gak bawa mobil". ujar Dave yang sedang mengemudikan mobilnya keluar area apartemen.
" Kebetulan aja,ih kasihan tau itu cewek masih ngeliatin aja ". celetuk Vea yang masih melihat Renata dari spion mobil.
" Biarin,gak ada urusan ini " sahut Dave santai.
" Setelah kalian mesra-mesraan gitu,kamu bilang gak ada urusan ?" Vea mengernyitkan dahi.
" Jujur,aku bukan lelaki baik. Buat aku, yang aku lakuin sama wanita-wanita yang selama ini di samping aku sekedar have fun. Gak lebih, gak pernah ada hati. Sampai aku ketemu kamu ". ucapan Dave terjeda sejenak menatap wanita di sampingnya. Sepersekian detik tatapan mereka bertemu. Sebelum Vea memalingkan wajah.
" Mungkin kedengarannya gombal,tapi sampai umur aku segini, baru sekali dalam hidup aku gak bisa ngelupain wanita yang menghabiskan malam denganku. Dan gilanya aku gak bisa benci dengan wanita yang berani menamparku di depan umum. Aku orang yang gak punya perasaan,egois dan gak perduli orang lain. Tapi aku juga gak tau, kenapa aku harus perduli dan merasa bersalah sama kamu".
Sesaat mereka terdiam,Vea bingung menanggapi penuturan Dave yang seperti mengungkap dirinya.
" Aku sadar Ve,aku bukan lelaki yang pantas buat kamu. Aku terlalu bajingan,tapi bisakah kamu memberiku sedikit waktu untukku memantaskan diri untukmu ?". Tanya Dave serius. Vea tertunduk,ia gamang. Ia bingung,ia mungkin sudah mulai bisa menerima lelaki itu di kesehariannya. Namun untuk menjadikan lelaki itu spesial di hatinya,ia belum merasakan hal itu.
''Aku gak tahu,jalani aja seperti ini ''pungkas Vea. Ia merasa lebih baik memberi kesempatan pada Dave yang sudah jelas telah merenggut mahkotanya, daripada memberi kesempatan pada Fardan yang ia takutkan berujung kekecewaan.
''Oke,jangan hindari aku, kalau kamu belum bisa menerima ku sebagai pasangan, setidaknya jadikan aku temanmu''. Vea hanya tersenyum getir. Semoga memberikan kesempatan pada Dave bukanlah jalan yang salah.
Lelaki dengan segudang cerita masa lalu bersama para wanita. Don Juan yang menebar pesonanya pada setiap wanita
Dan jika cinta itu datang,bisakah ia menerima semua kisah masa lalu itu tanpa hati yang terluka dan kecewa. Pasti akan ada banyak wanita di setiap persimpangan jalan nya .