
Suara musik menghentak keras,namun tak mengganggu orang-orang yang berada di dalam sana. Nampak ada yang asyik bergoyang mengikuti irama,ada yang bercumbu tanpa malu. Ada pula yang asyik dengan minuman tanpa teman .
Seperti Dave yang menikmati malamnya di club' dengan minuman yang tiada henti ia teguk. Kewarasannya mulai menghilang,racauan tak jelas keluar dari bibirnya. Pikirannya di penuhi obrolan nya dengan Vea saat mengantar wanita itu. Sebuah kepastian yang di harap Vea tak mampu ia janjikan.
Ia mencintai wanita itu,sangat mencintainya. Tapi menikah tak pernah ada dalam agenda hidup Dave. Ia tak mungkin melepas wanita yang begitu ia cinta,namun mengikatnya dalam pernikahan juga bukanlah sebuah jalan.
" Vea" geram Dave yang tak henti-hentinya menyebut nama sang kekasih.
" Hay. Sendiri aja ,boleh aku temenin ?" seorang wanita seksi mendekati Dave yang sudah di bawah pengaruh alkohol. Dave memicingkan mata,tersenyum sinis melihat wanita yang kini duduk di sampingnya tanpa ia persilahkan.
" Gue gak butuh cewek kayak Lo,cewek gue lebih segalanya daripada Lo" sinis Dave kemudian menenggak kembali minuman nya.
" Terus kenapa Lo sendiri,mana cewek Lo ?" sepertinya wanita yang duduk di samping Dave masih penasaran dengan lelaki tampan yang duduk sendirian itu.
" Cewek gue gak main di tempat ginian,dia baik. Gue gak mau dia ninggalin gue. Vea lo gak boleh ninggalin gue. Gue cinta mati sama Lo Ve" Dave sudah benar-benar teler. Ucapnya tak lagi jelas , kepalanya sudah tergeletak di meja.
Wanita cantik yang duduk di sampingnya membelai lengan Dave.
" Lo tenang aja,kalo cewek Lo ninggalin Lo masih ada gue. Gue bisa kok, puasin Lo" bisik wanita itu di telinga Dave. Di setengah kesadarannya Dave masih bisa menepis tangan wanita itu.
"Awas, minggir Lo !!, gak Sudi gue sama Lo. Vea gue cuma mau Lo Ve" ucapan Dave berupa gumaman yang tak lagi jelas. Wanita di samping Dave tak beranjak,ia hanya menatap Dave dengan senyum miring seraya meneguk minumannya.
Wanita itu menyentuh pipi Dave dengan ujung jarinya. Berakhir di bibir seksi lelaki yang sudah tinggal setengah kewarasannya itu. Namun meski dalam keadaan mabuk berat Dave masih menyingkirkan tangan wanita yang merasa semakin penasaran dengan lelaki yang selalu menolaknya meski dalam keadaan setengah sadar.
''Menantang,sesetia apa sih nih cowok ?'' tanya wanita itu pada dirinya sendiri. Dave masih menggumam tak jelas. Wanita yang haus belaian itu semakin lancang mengelus paha Dave yang masih berbalut celana jeans panjang. Gerakan sensual yang membuat Dave mengerang pelan. Wanita itu tersenyum smirk.
Saat tangan itu semakin jauh merambat di area terlarang,Dave menghempas tangan yang lancang menjamahnya. Bukan marah wanita itu tersenyum lebar. Sungguh lelaki yang tak mudah di taklukkan.
'' Secantik apa sih cewek Lo,sampai Lo segila ini ?'' tanya sang wanita yang kini duduk tegap dengan sebelah bersedekap,dan sebelah lagi mengangkat minuman dalam gelasnya.
''Cewek gue cantik,tapi dia pengen gue nikahin. Gue gak bisa ,gue gak mau nikah" yah segila itu ketika akal di pengaruhi alkohol. Pada orang yang bahkan tak di kenalnya dengan mudah Dave menumpahkan isi hatinya.
Wanita itu tergelak, mendapati lelaki yang cinta mati dengan kekasihnya namun tak mau menikah.
" Sepengecut itu Lo ?" ledek wanita itu.
Wanita itu sadar ada trauma di diri lelaki itu. Namun ia salut,dalam kegalauannya lelaki itu masih mempertahankan cinta tanpa mau menyentuh wanita lain.
Wanita itu tak lagi agresif pada Dave yang nyatanya memang tak tertarik untuk menghabiskan malam panjang dengannya. Dan penolakan Dave membuatnya merasa kagum. Masih ada lelaki setia,saat ada yang menawarkan kehangatan.
Dave hendak berdiri,namun limbung karena kepala nya yang pusing bukan main. Dengan sigap wanita cantik berbadan seksi itu meraih tubuh Dave. Namun lagi-lagi Dave menepis tangannya.
" Wow kalem bro,gue gak mau ngapa-ngapain,gue cuma mau bantuin Lo" ucap wanita itu. Dave tak menggubris ia berusaha bangkit dari duduknya. Tapi tubuhnya kembali ambruk. Wanita yang melihat tingkah lelaki itu hanya menggelengkan kepala.
" Udah gue bantuin,gue gak bakal perkosaa Lo" ucap wanita itu seraya menarik tangan Dave. Dave yang memang sudah tak memiliki tenaga. Akhirnya hanya bisa pasrah dipapah oleh wanita asing yang tak di kenalnya.
" Lo bawa mobil ?" tanya wanita itu,bukan jawaban Dave hanya merogoh kantong celananya dan memberikan kunci mobilnya.
" Anjirr di kasih tangan minta lengan Lo. Di tolongin malah minta di sopirin " gerutu sang wanita namun tetap mengambil kunci mobil di tangan Dave.
Sampai di parkiran wanita berpakaian minim itu meminta tolong pada petugas parkir untuk mengambilkan mobil Dave. Sementara dirinya masih setia merengkuh Dave yang tak henti-hentinya menggumam tak jelas.
" Mimpi apa gue semalem,mesti nolongin orang mabuk gara-gara galau. Haduh" gerutunya yang merasa cukup berat dengan beban tubuh Dave.
Setelah petugas parkir mengambilkan mobil milik Dave. Dengan di bantu petugas tadi sang wanita memapah Dave masuk dan memastikan duduk dengan nyaman dengan seat belt yang terpasang dengan benar.
Setelah menitipkan mobil miliknya sendiri pada petugas parkir,wanita itu melaju meninggalkan tempat parkir club' malam itu. Malam yang telah larut membuat jalanan cukup lengang. Sesaat ia hanya mengemudi saja. Masih terdengar gumaman yang sesekali keluar dari mulut Dave.
Tak di pungkiri ia terpesona oleh ketampanan lelaki yang duduk di sebelahnya. Namun ia lebih kagum dengan kesetiaan lelaki itu pada kekasihnya. Selama ini ia begitu mudah membawa lelaki untuk penghangat malamnya. Mau itu lelaki single, memiliki pacar atau lelaki beristri sekalipun dengan mudah ia taklukkan. Namun berbeda dengan lelaki di sampingnya. Dalam keadaan mabuk saja masih terus mengingat sang kekasih dan menolak sentuhan nya.
Baginya sangat beruntung wanita yang memiliki kekasih yang sangat setia itu. Ia hanya tersenyum getir. Mengingat kisah hidupnya yang jauh dari kata setia. Sering kali ia berhubungan dengan lelaki namun tak pernah ada yang setia. Hingga membuatnya merasa malas dengan sebuah hubungan. Akhirnya ia lebih memilih untuk hidup bebas tanpa ikatan.
" Heh,alamat rumah Lo dimana ?" tanya wanita itu setelah cukup lama terdiam. Tak ada jawaban dari Dave. Wanita itu menoleh. Mendapati Dave yang terpejam, terlelap dalam tidur pulas.
" Sialan malah tidur " umpat wanita itu. Ia yang tak tahu harus kemana. Mencoba membangunkan Dave namun tak ada respon. Pengaruh alkohol rupanya membuat lelaki itu tidur lelap. Wanita itu berdecak kesal, bingung hendak di bawa kemana lelaki itu.
" Anjingg banget nih orang " gerutu wanita cantik yang ternyata bicaranya tak secantik wajahnya.