If

If
Naina ???



Wanita yang bersama Dave itu akhirnya menepikan mobil. Bingung hendak membawa kemana lelaki yang sudah tepar itu.


" Oh iya hp " celetuknya memiliki ide. Ia merogoh saku celana Dave yang mengantongi hp.


" Sorry gue ngambil sendiri,salah Lo tepar gini " ucap wanita itu. Mengambil hp di saku Dave. Mencoba membukanya dan..


" Siaal, pake di kunci lagi" ucap sang wanita yang tampak frustasi menyadari hp milik Dave dalam posisi terkunci.


Dan entah keajaiban darimana tiba-tiba hp itu menyala. Seseorang bernama Gerald menelpon. Membuat wanita itu tersenyum lega.


" Woy,Lo dimana ?. Gue ke apartemen Lo dari tadi, Lo gak pulang-pulang " cerocos Gerald tanpa menunggu yang mengangkat telpon itu menyapa.


" Sorry gue bukan temen Lo" ucapan wanita itu terhenti saat Gerald menyela.


" Eh,kok cewek. Lo Vea ?, Dave kemana ?"


" Bukan,gue bukan Vea gue Nai. Dengerin gue dulu" tutur Wanita yang mengaku bernama Nai tersebut. Dan tampaknya Gerald menurut titah wanita itu,nyatanya dia diam menyimak.


" Gue Nai,ketemu temen Lo di club' dan sekarang dia mabuk parah. Nggak tau dia tidur atau pingsan. Yang jelas dia tepar dan gue gak tau mesti nganterin dia kemana. Dari tadi dia ngigau nama Vea terus,tapi gue gak bisa hubungin ceweknya karena hp dia di kunci. Nah kebetulan Lo nelpon jadi gue mesti anterin temen Lo ini kemana ?" Ujar Nai panjang lebar.


" Oke Lo anter dia ke apartemennya aja,gue tunggu di lobby, alamatnya gue kirim " sahut Gerald, membuat Nai merasa lega.


" Thanks,eh Lo kirim alamatnya ke nomer gue aja. Catet nomer gue !" perintah Nai kemudian menyebutkan nomer ponselnya.


" Gue matiin dulu, langsung gue kirim alamatnya"


" oke" . Panggilan pun terputus.


Tak berselang lama denting hp milik Nai berbunyi,nomer tanpa nama mengirim chat berupa alamat sebuah apartemen.


" Hufh, untung gak terlalu jauh alamatnya " gumam Nai setelah membaca alamat yang tertera di layar ponsel miliknya.


Segera Nai kembali melajukan mobil milik Dave membela malam yang telah larut. Jalanan yang lengang membuat Nai bisa mengendarai mobil dengan kecepatan lumayan tinggi. Apalagi keadaannya yang tak mabuk meski tadi ia menghabiskan segelas minuman di club'. Tapi untuknya segelas minuman tak ada artinya. Ia masih dalam keadaan waras.


Sampai di sebuah bangunan menjulang tinggi,Nai menghentikan laju mobilnya. Dan baru ia berhenti ,seseorang menghampiri dan mengetuk kaca pintu mobil. Nai membuka kaca,terlihat wajah tampan dengan postur tubuh atletis membungkuk melihat kedalam mobil.


" Gue Gerald,temen Dave " ucap Gerald yang nenang telah menunggu sejak beberapa menit yang lalu. Ia langsung menghampiri mobil milik sahabatnya yang sudah ia hafal.


Tanpa bertanya lagi Nai membuka pintu mobil. Gerald membuka pintu penumpang dan berusaha membangunkan Dave yang masih terpejam.


" Bangsul nih orang,mabuk sampai tepar gini. Gak biasanya " gerutu Gerald yang sedang membuka seat belt Dave. Nai mendekati Gerald dan membantu Gerald yang kesusahan mengangkat tubuh Dave. Meski Dave tak lagi tidur,karena kini lelaki itu kembali meracau tak jelas.


Setelah berhasil mengeluarkan Dave dari dalam mobil Gerald berusaha memapah sahabatnya. Ternyata cukup berat. Nai yang melihat lelaki itu kewalahan memapah Dave membantu Gerald. Setelah meminta tolong pada satpam untuk memarkir mobil milik Dave.


'' Kok bisa dia sampai mabuk berat gini sih ?'' tanya Gerald setelah mereka berhasil masuk ke dalam lift.


'' Gue juga gak tau,gue dateng dia udah kayak gini '' sahut Nai.


'' Lo temen kencan Dave ?" tanya Gerald dengan tatapan menyelidik. Nai menggeleng cepat.


'' Bukan,gue juga gak kenal siapa dia,cuma tadi gue ngedeketin dia pas di club'. Soalnya dia menyendiri gitu di pojokan. Eh taunya sohib lo ini lagi galau'' terang Nai. Gerald mengernyit,karena ia tak tahu ada masalah apa dengan sahabatnya ini. Bukannya yang sedang dalam masalah dirinya ?. Masalah perjodohan yang juga belum selesai.


Akhirnya perjuangan mereka berdua membawa beban berat tubuh Dave yang lunglai selesai juga. Setelah mereka sampai di unit milik Dave. Gerald yang hafal kodenya segera memencet dan membawa tubuh sang sahabat masuk. Menjatuhkannya di atas sofa di ruang tamu apartemen tersebut.


" Ada minum gak nih ?,haus gue " celetuk Nai seraya menarik nafas lega.


" Lo ambil sendiri tuh di kulkas" ucap Gerald seraya menunjuk arah kulkas berada. Nai melangkah kearah dapur . Sedang Gerald membuka sepatu dan kaos kaki Dave.


" Ckk,gue yang pusing di suruh nikah,kok Lo yang mabuk. Gak jelas banget si Lo " gerutu Gerald setelah selesai melepas alas kaki sang sahabat,dan merebahkan tubuh Dave di sofa. Kemudian ia melangkah ke arah dapur, mendapati Nai yang duduk di kursi meja makan.


Gerald mengambil air mineral dalam kulkas dan ikut duduk berhadapan dengan Nai. Terlihat jelas wajah cantik yang tampak cuek meneguk minuman dari botolnya langsung .


" By the way, thanks Lo udah mau repot nganterin temen gue " Gerald membuka percakapan . Nai tersenyum tanpa menatap Gerald yang sedang menatapnya.


" Gak masalah" sahut Nai pendek.


" Emm,Lo pulang gimana ?" lanjut Gerald yang matanya tak lepas dari wanita seksi yang duduk di hadapannya. Ia lelaki normal yang jelas terpukau melihat penampakan indah di hadapannya.


" Pake taksi" singkat Nai. Tampak Gerald melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Hampir jam dua malam,sangat tidak pantas jika ia membiarkan wanita itu pulang sendirian.


" Udah malam banget,nginep sini aja. Kamu tidur di kamar tamu.'' usul Gerald,ia rasanya juga sudah lelah kalau harus mengantar wanita itu selarut ini. Nai mengernyit, tampak berpikir.


''Lo, tidur dimana ?'' tanya Nai akhirnya.


'' Gue di kamar Dave,biarin Dave di sofa. salah sendiri ngerepotin orang'' ucap Gerald yang di sambut senyum Nai.


'' Oke deh kalo gitu,gue juga udah capek banget '' ucap Bai seraya bangkit dari duduknya. Baru melangkah beberapa jengkal,wanita itu kembali menoleh kearah Gerald yang belum beranjak dari duduknya.


" Nama Lo siapa ?'' tanya Bai yang sedari tadi melupakan untuk bertanya nama pada lelaki yang sebenarnya menarik perhatian dirinya.


'' Gerald,Lo ?''


" Nai,Naina'' sahut Nai. " Bisa Lo tunjukkin,kamar tamunya ?'' sambung Nai,yang langsung di angguki Gerald dan membuatnya segera berdiri mengikuti langkah Naina.


''Ini kamar tamunya'' tunjuk Gerald seraya membuka pintu kamar tamu. Nai melongok kamar cukup luas itu.


'' Kenapa ?, gak takut kan ?'' tanya Gerald yang melihat Naina tampak menyelidik ruangan dengan tatapannya.


" Kalau gue takut emang Lo mau nemenin ?" tanya Naina dengan raut menggoda.


" Hahaha....,mau gue temenin ?" Gerald ikut menggoda. Naina yang sudah terbiasa menghabiskan malam dengan berganti lelaki,justru dengan berani membelai wajah tampan Gerald dengan tatapan menggoda. Dan dengan gerakan gemulai Naina mendekati Gerald dan berbisik dengan suara sensual di telinga Gerald.


" Dengan senang hati" bisikan yang jelas membuat Gerald meremang. Mengantarkan gelenyar yang memancing hasrat kelelakiannya.


" Sorry gak sekarang,gue mesti ngurusin kunyuk satu itu " ucap Gerald seraya mengarahkan tatapan mata ya pada Dave yang masih terlentang di sofa.


" Gue tunggu Lo maunya kapan " ucap Naina dengan tatapan genit seraya membelai dada Gerald dan masuk ke kamar tamu.


" Shitt!!!" umpat Gerald setelah pintu kamar tertutup, menyadari ada yang menggeliat bangun gara-gara godaan dari wanita seksi itu.