If

If
Godaan untuk Dave



'Bos,Bu Fara meminta ketemu hari ini,katanya ingin membahas interior untuk kantor barunya. Bos di minta datang ke rumahnya nanti saya share lock alamat rumahnya'


Chat masuk di ponsel Dave dari salah satu desainer interior yang bekerja padanya. Biasanya klien bernama Fara itu tak meminta bertemu langsung dengannya. Namun entah kenapa di saat ia sedang ingin menikmati liburan nya klien tersebut ingin bertemu dia langsung.


Dave masih berada di jalan, mengendarai mobil setelah bertemu sang kekasih hati. Ia hanya membalas singkat pesan dari karyawannya. Tak lama denting notifikasi masuk,sebuah alamat membuat ia harus putar balik.


Ia terus melaju sampai di tempat ia bisa melaju ke arah sebaliknya. Sang mentari cukup terik saat ia membela jalanan siang itu. Ia memutar lagu untuk menemani perjalanannya yang lumayan jauh sekitar satu jam dari tempatnya kini berada.


Sampai ia di sebuah komplek perumahan elit. Melaju pelan setelah sebelumnya lapor pada satpam komplek. Mencari nomer rumah sesuai dengan alamat yang di kirimkan pegawainya.


Sebuah pagar menjulang tinggi, menyambutnya . Dave turun dari mobilnya setelah memastikan bahwa alamatnya sesuai dengan yang tertera di layar ponselnya. Belum ia keluar dari mobilnya,seorang satpam mendekati nya.


" Permisi Pak,ada yang bisa saya bantu ?" tanya seorang satpam yang bekerja di rumah mewah itu. Dave yang sudah menurunkan kaca pintu mobilnya bersuara.


" Maaf ,apa benar ini rumah ibu Faradina Wijayanti ?"


" Benar Pak,apa anda Bapak Dave Mahendra ?" tanya sang satpam yang diangguki oleh Dave.


" Benar Pak "


" Oh,Ibu tadi sudah berpesan untuk mempersilahkan anda langsung masuk. Saya bukakan gerbang dulu " ucap Pak satpam seraya beranjak dan menggeser pintu gerbang itu. Dave menyalakan kembali mesin mobilnya. Perlahan memasuki halaman rumah mewah nan megah dengan empat mobil mewah terparkir rapi di garasi yang tampak terbuka.


Dave turun dari mobil,melangkah menuju pintu utama. Memencet bel dan menunggu sesaat sebelum pintu di buka oleh seorang wanita paruh baya.


" Permisi Bu,saya Dave ada janji dengan ibu Faradina" ucap Dave sopan.


" oh iya pak , silahkan masuk. Ibu di dalam" sahut wanita yang bekerja sebagai asisten rumah tangga.


Dave mengikuti langkah wanita itu,sampai di ruang tamu. Wanita cantik nan seksi berdiri sari duduknya menyambut dengan senyum lebar.


" Selamat siang pak Dave silahkan duduk "


" Siang Bu Fara " sambut Dave dengan senyum ramahnya.


" Maaf Dave ,aku minta ketemu di weekend. Mengganggu liburan kamu. Gak apa-apa kan aku panggil Dave. Biar akrab " ucap wanita cantik itu .


" No problem," jawab Dave dengan seulas senyum yang bisa menaklukkan hati setiap wanita .


Tak berselang lama sang art datang dengan dua gelas minuman dingin dan sepiring cake serta cemilan dalam toples. Fara mempersilahkan tamunya untuk minum,Dave meraih gelas dan meminumnya sebagai bentuk rasa hormat pada sang pemilik rumah.


" Oh ya Dave, kalau aku punya permintaan untuk desain interior kantor baru aku sana kamu langsung bisa ?" tanya Fara yang menatap lekat Dave. Dave berusaha profesional meski ia menyadari tatapan tak biasa dari wanita di hadapannya.


" Tentu saja,anda bisa jelaskan keinginan anda seperti apa. Nanti saya coba untuk merealisasikannya."


" Ah formal sekali kamu,santai saja. Apa aku terlalu tua untuk sekedar di panggil nama saja ?" tanya Fara dengan tatapan menggoda.


" Tidak tentu tidak,kamu masih terlihat muda dan tentu cantik " bukan sekedar lip servis yang keluar dari bibir Dave. Karena nyatanya wanita itu masih terlihat cantik dan seksi.


Dave tak bisa membohongi matanya untuk tak memandang wanita berdress mini duduk dengan bersilang kaki. Memperlihatkan paha mulus,yang sejujurnya membuat jiwa cassanova nya ingin memberontak keluar.


Fara tertawa senang dan beranjak menghampiri Dave. Duduk sangat dekat di sebelah Dave ,sampai lengannya yang tak terlapisi kain menempel pada lengan Dave.


" Aku pengen suasana ruang kantor baruku yang nyaman dan terkesan santai. Jangan terlalu formal" ucap Fara yang semakin mendekatkan tubuhnya pada Dave. Kini dadanya yang menempel pada lengan lelaki itu.


Tak bisa di pungkiri,gelenyar rasa memabukkan menggelitik kelelakiannya. Sudah cukup lama ia tak menumpahkan hasrat. Dan kini ia di sajikan pemandangan yang jelas menggugah selera. Paha mulus dada besar,aroma tubuh yang begitu wangi. Dan sentuhan wanita yang sengaja duduk menempel pada dirinya. Ah, otaknya seperti tak lagi memiliki kewarasan.


Ia tak begitu fokus pada penjelasan wanita yang sengaja menggoda kelelakiannya. Tubuhnya sudah gerah, membayangkan wanita di sebelahnya terkungkung di bawah tubuhnya.


Saat Fara mulai menyentuh tangannya, kewarasannya semakin hilang. Sesekali ia masih menanggapi Fara yang kini bersandar manja di bahunya. Ia sangat tahu wanita itu bukan ingin membahas pekerjaan. Ia lelaki berpengalaman yamg sangat sadar wanita di sampingnya butuh belaian.


Dave mencoba bertahan,namun nyatanya jiwa petualang wanita belum mati di tubuhnya. Ia meraup bibir seksi itu. Mengecap dengan lembut hingga akhirnya berubah menjadi kecapan yang menuntut. Dengan senang hati Fara menerima sentuhan seorang Dave,ia memang mengharapkan ini. Ia sudah mendengar tentang Dave sang petualang,dan ia yang menjadi istri simpanan sering merasa terabaikan. Ia butuh sentuhan dan sengaja mengundang Dave datang ke rumahnya.