If

If
Hari Bahagia



Suasana hotel tempat dimana Dave dan Vea melangsungkan pernikahan sudah ramai dengan tamu undangan. Untuk acara pernikahan mereka, memilih intimate wedding, hanya ada para sahabat dan keluarga saja yang datang.


Tamu tak lebih dari seratus orang. Namun membuat acara begitu intim dan begitu terasa kekeluargaannya. Acara di lakukan di luar ruangan. Taman hotel yang cukup luas membuat pihak WO mudah untuk mengubahnya menjadi sebuah tempat pernikahan yang indah.


Tempat acara di dominasi warna putih. Tampak begitu elegan dan mewah dengan bunga-bunga asli yang di pakai oleh Zee untuk acara penting sang sahabat. Para tamu undangan pun telah menggunakan gaun dan pakaian terbaik mereka . Duduk di deretan kursi menunggu sang mempelai masuk.


Gaun berwarna putih dengan ekor menjuntai. Dengan taburan batu yang tampak indah membalut tubuh Vea dengan lekuk tubuh sempurna. Dave di sebelahnya dengan tuxedo berwarna senada tampil gagah. Bak pangeran dan putri yang begitu serasi. Keduanya mengikat janji suci di hadapan Tuhan dan keluarga.


Suasana romantis mengiringi pertautan dua hati,saling mengikat janji sehidup semati. Pancaran bahagia dari sepasang pengantin itu menular pada para tamu yang datang. Senyum mengembang kala ikrar cinta selesai berkumandang. Mengesahkan hubungan dalam pertalian sakral pernikahan.


Usai acara inti,kini sang mempelai berdiri menyambut ucapan selamat dari para sahabat dan kerabat. Satu persatu menghampiri, sebagian besar yabg datang membawa pasangan.


Sampai tiba giliran Gerald datang dengan tunangannya. Menghampiri Dave untuk memberi selamat atas pernikahan sang sahabat.


"Congratulations bro, akhirnya lo duluan yang lepas masa lajang. Padahal yang gue dulu yang punya rencana " ucap Gerald setelah memeluk sang sahabat. Dave tertawa menanggapi sahabatnya.


" Gercep bro,di embat orang gigit jari gue " seloroh Dave. Dua sahabat itu tertawa bersama berbagi rasa bahagia yang berlimpah hari ini.


Satu persatu para sahabat datang memberi selamat. Sampai seseorang yang membuat Vea tertegun. Seseorang yang berjalan dengan gagahnya mendekat ke arah Vea dan Dave. Di sampingnya , wanita cantik bergelayut di lengannya.


Senyum terkembang sempurna di bibir lelaki yang kini berdiri di hadapan Vea yang justru terbengong .


" Fardan !" seru Vea seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Saking senangnya melihat sang sahabat datang di hari bahagianya Vea dengan penuh semangat hendak menubruk tubuh sang sahabat. Namun tangannya langsung di tarik oleh Dave.


'' Mau apa Yang ?'' geram Dave , Vea tersenyum canggung,sedang Fardan tertawa ringan.


'' Mau apa lo ? " cemooh Fardan seraya mendorong kening Vea dengan jari telunjuk. Vea mengerucutkan bibirnya. Fardan tak menggubrisnya , lelaki itu justru menyalami dan memeluk Dave dengan hangat.


'' Selamat bro! ,jaga sahabat gue baik-baik ya. Soalnya dia cengeng '' ucap Fardan ,Dave tersenyum canggung menanggapinya. Biar bagaimanapun masih terselip cemburu di hatinya pada lelaki itu.


''Selamat ya, jangan suka kabur-kaburan . Sudah jadi istri sekarang '' lanjut Fardan sambil menyalami Vea yang justru berkaca-kaca. Fardan tersenyum dan tak bisa menahan hatinya untuk tidak memeluk Vea.


'' Lo kemana aja sih, ngilang gak ada kabar ?'' tanya Vea dalam pelukan Fardan.


'' Nyari Soulmate dong '' sahut Fardan seraya menepuk pelan punggung Vea. Membuat Dave menatap jengah dengan sepasang sahabat itu.


'' Udah ah cengeng,gue gak kemana-mana kok. Gue seneng lo sampai di tahap ini. Semoga lo selalu bahagia '' ucap Fardan tulis dengan tatapan yang begitu dalam.


Dave yang sudah kepanasan sendiri, menarik pinggang istrinya. Membuat Vea menempel erat pada dirinya. Fardan tertawa kecil melihat ke posesif an Dave, sebelum pergi Fardan menepuk pundak Dave dengan bibir tersenyum. Sedang wanita yang mendampinginya tetap diam hanya sekedar mengucap selamat.


Fardan meninggalkan sepasang suami istri itu tanpa kembali menoleh. Bohong kalau dia baik-baik saja. Nyatanya melihat Vea bersanding dengan lelaki lain rasanya sungguh menyakitkan.


'' Pak Anda baik-baik saja ?'' tanya wanita cantik yang ternyata adalah sekertaris nya.


Fardan yang kini telah berada di dalam menelungkupkan kepala di stir mobil. Air matanya tak mampu ia tahan. Dunianya benar-benar runtuh,Vea wanita yang tak pernah hilang dati hatinya meski ia telah menjauh. Kini benar-benar telah di miliki lelaki lain.


Fardan sama sekali tak menjawab pertanyaan sekertaris nya . Membuat wanita itu iba menatap atasannya yang tampak frustasi. Bisa di bayangkan betapa besar rasa yang di miliki Fardan pada Vea. Tapi jika takdir tak memihak mau di kata apa ?.


Ditempat acara masih ramai para kerabat yang mengantri memberikan selamat. Akhirnya tengah hari acara selesai. Mereka istirahat di kamar hotel yang sudah di booking penuh untuk acara pernikahan Dave dan Vea.


Menunggu acara resepsi yang di gelar nanti malam. Mereka memilih untuk beristirahat terlebih dahulu. Begitupun sepasang pengantin baru yang kini telah berada di dalam kamar hotel.


" Yang bantuin buka zipper dong '' pinta Vea yang duduk ditepi ranjang. Tampak Vea berusaha menggapai zipper yang terpasang di belakang tapi tak tergapai tangannya. Dave yang sudah membuka tuxedo nya melangkah mendekati sabtg istri.


'' Coba berdiri Yang " pinta Dave agar memudahkan Dave untuk membantu membukanya. Perlahan Dave menarik turun zipper gaun pengantin yang tampak cantik itu. Memperlihatkan punggung mulus yang membuat Dave menelan ludah.


Sudah hampir sebulan hasratnya tak tersalurkan. Karena saking sibuknya mempersiapkan pernikahan. Kini dihadapannya terpampang bahu dan punggung mulus yang mengundang untuk di kecupnya.


Dave mengecup dari leher,bahu dan punggung terbuka itu.


'' Yang aku mau mandi '' keluh Vea yang merasa tubuhnya meremang mendapat sentuhan dari sang suami. Bohong, kalau dua tak merindukan sentuhan itu. Karena sesungguhnya ia pun menginginkannya.


" Nanti Yang mandinya sekalian '' bisik Dave sembari menjilat sensual daun telinga Vea. Membuat wanita itu tak mampu menahan gelenyar hasrat yang meledak di tubuhnya.


Merasa tak ada penolakan,Dave terus mencumbu istrinya. Hingga ia mampu meloloskan gaun pengantin yang membalut tubuh indah sang istri. Siang yang panas itu semakin panas oleh kegiatan pengantin baru yang tak sabar menunggu malam pertama meski tak pertama untuk mereka.


Desahaan lolos dari bibir sepasang pengantin itu. Saling berpacu menuju puncak nirwana. Lenguhan panjang sebagai akhir pergumulan panas mereka.


Dan bukan untuk istirahat nyatanya sepasang pengantin baru itu bercumbu berkali-kali . Menumpahkan segala hasrat yang di pendam hampir sebulan terakhir.