If

If
Pagi Yang Menyenangkan



Tertidur dalam rengkuhan lengan kekar serta hangatnya dada bidang membuat Vea tidur dengan nyenyak. Bahkan tak terbangun sedikitpun sampai pagi menjelang . Ia membuka matanya saat mendengar gemericik air dari kamar mandi.


Vea masih setia dibalik selimut tebalnya, tersenyum samar saat mengingat ia yang langsung terlelap saat Dave menariknya dalam pelukan. Aroma maskulin yang menguar dari tubuh Dave membuatnya merasa nyaman.


Suara pintu terbuka, menampilkan sosok atletis yang hanya berbalut handuk sebatas pinggang. Membuat Vea sejenak tertegun menatap pemandangan indah itu. Seulas senyum di bibir Dave tersungging manis. Berjalan menghampiri Vea yang masih menatap ke arahnya.


" Morning baby " sapa Dave,kemudian menunduk dan mengecup lembut kening kekasihnya. Vea balas tersenyum.


" Morning, honey " sahut Vea membuat detak jantung Dave berpacu dengan panggilan sayang yang keluar dari bibir Vea. Dave tersenyum sumringah,menatap lekat bola mata Vea.


" Kok aku gak di bangunin ?" tanya Vea sembari menyandarkan dirinya di kepala ranjang.


" Kamu lelap banget tidurnya,lagian libur ini. Eh,sayang ada kaos agak gedean gak. Kaos aku kotor" ucap Dave sembari mendudukkan diri di tepi ranjang. Tatapan matanya tak berpaling dari sang pujaan.


" Coba aku cari kayaknya ada " ucap Vea beranjak dari ranjang. Berjalan kearah lemari seraya mengikat rambutnya dengan acak.


Dave di buat takjub dengan pemandangan di hadapannya. Kecantikan alami seorang wanita saat bangun tidur, ternyata mampu menghipnotis seorang Dave Mahendra. Setiap gerakan dari kekasihnya tak luput dari penglihatan Dave. Tatap mata itu seolah enggan berpaling.


" Ini kaos aku agak kegedean,kali aja muat buat kamu" ujar Vea yang telah menemukan kaos oblong berwarna putih polos. Ia mengulurkan tangan dengan kaos dalam genggamannya. Namun Dave tak kunjung menerima,ia masih menatap lekat wajah ayu itu.


Vea mengernyit,tak mengerti dengan sang kekasih.


" Sayang !" seru Vea sembari menggerakkan tangan di hadapan wajah Dave. Dave meraih tangan Vea dan sedikit menyentak tubuh Vea hingga pemilik tubuh limbung. Dengan cepat Dave menangkap tubuh wanitanya dan membawa dalam pangkuan.


Reflek Vea merangkul leher Dave. Keduanya terpaku dalam sorot mata sayu. Tangan Dave membelai pipi Vea dengan lembut dengan sebelah tangan lainnya memeluk pinggang Vea.


" Perfect " lirih Dave yang merasa kecantikan dari sang wanita adalah sebuah kesempurnaan. Dave mendekatkan wajahnya,dan mencium bibir merah alami yang begitu menggoda. Lumaatan lembut Dave membuat Vea memejamkan mata,menikmati kecapan lembut yang memabukkan.


Semakin lama ciuman itu semakin dalam,tautan lidah keduanya menimbulkan suara kecapan mengisi ruang apartemen itu. Sesapan serta lumaatan yang semakin intens membuat gejolak hasrat membuncah. Tangan Dave tak bisa diam,ia terus membelai pipi hingga leher Vea. Belaian lembut yang membuat Vea terbuai .


Dan akhirnya hasrat mengalahkan akal sehat. Pagi itu menjadi pagi panas mereka. Hubungan intim dalam keadaan sadar yang di tuntun oleh sebuah rasa saling memiliki. Tak ada keterpaksaan, mereka melakukan atas dasar sama-sama suka. Atas kerelaan dari dasar jiwa yang sedang di mabuk cinta.


Desahaan dan lenguhan mengisi pagi yang menggairahkan. Dua sejoli yang di buai cinta berbagi peluh dan lenguh. Hingga eraangan panjang menjadi akhir dari segala rasa yang membuncah.


Dave menjatuhkan diri di samping Vea,membawa tubuh kekasihnya dalam dekapan hangat. Tubuh mereka masih sama polosnya,keduanya terdiam dengan mata terpejam. Menikmati getar rasa yang masih tersisa. Hingga Dave membisikkan sebuah kata dalam degub jantungnya yang memompa lebih cepat dari biasa.


" I love you " bisiknya di telinga sang wanita. Membuat wanitanya semakin mendusel di dada bidang itu dan masih dengan mata yang terpejam ia menyahut.


" I love you too "


🧸🧸🧸


Wajah Vea tampak cemberut saat duduk di depan cermin. Melihat ada beberapa tanda merah di lehernya. Dave yang telah mandi lagi, menghampiri kekasihnya. Menundukkan badan merengkuh pinggang Vea dari belakang.


" Kamu nyebelin,nanti malem kita mau ketemu Mama Papa,ini malah kamu merah-merah. Bisa habis kalo aku ketahuan'' Rajuk Vea yang justru membuat Dave di buat gemas dengan tampang cemberut manja kekasihnya.


'' Kan bisa di tutupin bedak sayang,abis ini mau kemana ?" Dave mengalihkan pembahasan


" Di rumah aja lah'' tukas Vea yang merasa malas karena badannya sedikit letih sehabis di gempur Dave.


'' Ya udah,kalo gitu kita kelonan seharian" ucap Dave sumringah. Yang langsung memancing emosi Vea.


'' Eh gak ada ya, enaknya aja. Mending keluar aja deh nonton '' protes Vea ,Dave yang masih di belakang Vea tersenyum menatap mimik wajah sang kekasih lewat pantulan cermin.


" Iya sayang,ayo aja kamu maunya kemana ?, hari ini aku buat kamu'' ucap Dave seraya menangkup pipi Vea dengan dua telapak tangannya . Tatapan mereka bertemu lewat kaca. Wajah Vea bersemu merah melihat dada bidang yang Dave yang belum memakai baju.


Terbayang kegiatan panas yang baru saja terjadi diantara mereka. Bagaimana ia begitu menikmati berada dalam kungkungan lelaki berdada bidang ini. Tak di pungkiri ia menikmati kesalahan yang baru mereka lakukan.


Saat dua sejoli itu terdiam saling tatap,suara ketukan pintu membuyarkan lamunan mereka.


'' Aku buka pintu dulu, kayaknya baju aku'' ucap Dave yang dengan santai melenggang hanya dengan sehelai handuk menutupi pinggang hingga lututnya. Vea bergidik sendiri dan tersenyum malu. Saat matanya begitu terpesona dengan lelaki yang mampu membuatnya melayang.


Vea melanjutkan dirinya yang sedang memakai make-up, mengoleskan foundation di bekas yang Dave tinggalkan di lehernya. Tak berapa lama Dave kembali mendekat dengan dua tentengan paper bag di tangannya.


'' Itu apa satunya Yang ?'' tanya Vea sembari menatap barang yang di bawa Dave.


'' Makanan,kita kan belum makan'' sahut Dave seraya meletakkan satu paper bag di meja makan.


Kemudian dengan santainya Dave membuka handuk yang melingkar di pinggangnya. Membuat Vea melotot tak percaya dengan apa yang dilakukan sang kekasih.


'' Sayang,kamu tuh ya. Kok ganti di situ " teriak Vea sambil menutup wajah dengan kedua tangan. Dave terbahak mendapati Vea yang masih merasa malu dengannya.


'' Kan kamu juga udah liat semuanya babe'' santai Dave seraya mengenakan under wear nya.


''Tapi gak gitu juga kali'' cemberut Vea yang tak di gubris Dave ia masih dengan santai memakai pakaiannya. Vea beranjak dari depan meja rias menghampiri paper bag berisi makanan dan membukanya. Menyiapkan sarapan mereka yang kesiangan.


Dave mendekati Vea yang masih sibuk menata makanan. Memeluk Vea dari belakang,mencium aroma sampo dari rambut panjang Vea.


''Makan dulu Yang '' ucap Vea sambil melepas tangan Dave yang melingkar di perutnya. Lalu membalikkan badan menatap wajah tampan prianya. Dave tersenyum lembut menatap wajah Vea dan mendaratkan kecupan di kening Vea. Setelah meraih pergelangan tangan Vea dan membawanya duduk di kursi yang tersedia di meja makan kecil itu.


Dave mengambil piring Vea dan mengambilkan makanan untuk sang kekasih. Vea tersenyum tipis mendapati lelakinya yang selalu saja perhatian.


'' I love you '' bisik Vea kemudian mengecup pipi Dave. Dave menghentikan kegiatannya sejenak.


'' I love you more'' balas Dave dengan kecupan dibibir Vea.