
Suara ketukan pintu mengalihkan fokus Dave yang sedang berkutat berbagai dokumen di hadapannya. Setelah maka siang bersama sang kekasih kini ia di sibukkan kembali dengan pekerjaan yang menumpuk.
" Masuk !" titah Dave, kemudian muncul Disya dari balik pintu. Dave mengalihkan pandangan dari layar laptop dan menatap kearah sang sekretaris yang berjalan mendekat.
" Ada apa Dis ?" tanya Dave setelah Disya berada di hadapannya.
" Maaf pak,ada undangan makan malam dengan pak Aksara, apa bapak bisa hadir ?" tanya Disya memastikan. Dave mengernyitkan dahi. Aksara mengundang makan malam dalam rangka apa ?, pertanyaan itu yang menggelayut di benaknya.
" Acara apa ?" Dave memastikan, pasalnya tadi saat sang kekasih datang tak ada sana sekali menyinggung pertemuan dengan Aksara.
" Kurang tau pak,tapi ini undangan pribadi katanya" jelas Disya.
" Oke,saya akan datang. Kamu pastikan dimana tempatnya " pungkas Dave.
" Baik pak " sahut Disya yang kemudian undur diri. Dave sejenak tertegun .
Ada apa tiba-tiba Aksara mengundang dirinya makan malam bersama. Lupakan lah sejenak tentang segala pertanyaan yang mengendap di pikirannya. Ia harus segera menyelesaikan tumpukan pekerjaan. Ia tak boleh lembur malam ini . Ia harus menemui kakak lelaki sang kekasih.
Tepat waktu pulang jam kantor Dave meluncur meninggalkan tempatnya bekerja. Ia harus pulang dulu mempersiapkan pertemuan dengan sang calon kakak ipar. Ada rasa khawatir yang sesungguhnya menggelayut di hati lelaki itu. Karena pertemuan pribadi ini tanpa melibatkan sang kekasih.
Tapi ia mencoba menenangkan diri, berharap semua baik-baik saja. Sampai di apartemen Dave segara membersihkan diri. Memilih tampil santai dengan kemeja slim fit berwarna navy lengan panjang yang ia gulung sampai siku. Di padu celana jeans panjang berwarna hitam. Sepatu sneaker sebagai alas kaki. Rambutnya ia biarkan sedikit acak-acakan. Tampilan Dave cukup segar dan tampak lebih muda.
Pukul tujuh malam,dengan perasaan berdebar Dave meninggalkan apartemen . Ditemani alunan musik Dave memacu mobilnya menembus jalanan kota yang masih cukup padat malam itu.
Dave menghirup nafas dalam, kemudian menghempaskan perlahan. Entah kenapa rasa tegang itu masih mendominasi. Padahal ini bukan kali pertama ia bertemu seorang Aksara Dwilangga. Lelaki muda bersahaja,yang sangat kharismatik dan juga bijaksana. Dan dia adalah calon kakak iparnya.
Sesuai permintaan Aksara yang meminta khusus pertemuan malam ini tanpa sang kekasih. Dave sudah menghubungi Vea dengan mengatakan ia memiliki acara malam ini. Sehingga sang kekasih tak menghubungi dirinya.
Langkah tegap Dave di sambut pelayan restoran yang tersenyum ramah padanya. Dave menanyakan reservasi meja atas namakan Aksara Dwilangga. Sang pelayan langsung mengantarkan Dave dalam sebuah ruang VIP. Dan ternyata lelaki gagah bersahaja itu telah duduk di sana. Menyambut dirinya dengan sebuah senyum ramah.
'' Selamat malam mas Aksara !'' sapa Dave seraya mengulurkan tangan pada Aksara yang kini berdiri menyambutnya. Kedua lelaki dengan pesona masing-masing itu saling berjabat tangan dan melempar senyum.
'' Selamat malam Dave, terima kasih sudah memenuhi undangan saya '' sahut Dave , kemudian mereka melepas jabat tangan mereka. Aksara mempersilahkan Dave duduk.
Mereka duduk saling berhadapan,Dave belum bisa menerka apa yang hendak di sampaikan lelaki yang malam itupun tampil santai dengan pakaian casual nya.
''Maaf mas,saya terlambat '' ucap Dave yang merasa sedikit terlambat.
Setelah mereka memesan makan malam, keduanya berbincang santai . Menanyakan kabar dan membahas tentang kesibukan masing-masing. Sampai pelayan datang dengan membawa pesanan mereka.
'' Maaf Mas Aksa, kalau saya boleh tau dalam rangka apa tiba-tiba anda mengundang saya?'' tanya Dave yang masih diliputi rasa penasaran. Pasalnya dari tadi obrolan mereka tak membahas apapun yang menurut Dave itu penting.
'' Kita makan dulu saja '' jawab Aksara dengan senyum tak lepas dari bibir lelaki gagah itu .
'' Baiklah '' pasrah Dave yang sebenarnya sudah tidak sabar dengan apa yang hendak di sampaikan sang calon kakak ipar. Mereka makan malam dalam diam. Dengan perasaan yang menggelayuti pikiran masing-masing.
Aksara menyelesaikan makan malamnya. Begitupun dengan Dave,ia sudah tidak sabar dengan apa yang hendak terlontar dari bibir Aksara. Dari awal ia merasa pertemuan yang Aksara buat ini untuk membahas hubungan asmaranya dengan adik semata wayang lelaki itu.
'' Jadi maksud saya mengundang kamu malam ini untuk berbicara tentang adik saya ,Vea '' ucap Aksara to the point. Meski Dave telah menyangka akan hal itu. Namun tetap saja ia merasa was-was seketika.
'' Apa yang Mas Aksara hendak bicarakan ?'' tanya Dave berusaha sesantai mungkin. Tampak Aksara menghela nafas, seperti mengeluarkan sebuah sesak di dadanya. Kemudian menatap lelaki di hadapannya dengan sebuah tatapan dalam hingga membuat Dave merasa sedikit menciut.
'' Seberapa serius kamu dengan adik saya ?'' tanya Aksara dengan mata mereka yang masih saling bertatapan.
'' Sangat serius,saya akan menjadikan dia ratu satu-satunya di hidup saya'' sahut Dave yakin.
'' Benar ?,kamu jadikan dia satu-satunya ?,tidak akan adalagi dayang-dayang dan selir lagi di hidup kamu?'' pertanyaan telak Aksara dengan tatapan yang kian tajam seolah mengintimidasi lawan bicaranya.
'' Ya, saya janji akan menjadikan Vea wanita satu-satunya di hidup saya ''. ucap Dave dengan penuh keyakinan. Dan Aksa bisa melihat itu dari sorot mata lelaki di hadapannya.
'' Oke,saya pegang ucapan kamu. Sekali kamu menyakiti adik saya,saya pastikan akan membuat kamu tidak bisa lagi melihat adik saya ''.
Sebuah ancaman yang pasti akan memporak porandakan hidup Dave jika hal itu benar-benar terjadi.
'' Saya tau,saya itu brengseek dan bajingaan . Dan saya yakin Mas Aksara pasti tau masa lalu saya. Tapi saya janji dengan semua yang saya miliki akan berusaha membahagiakan Vea , menjadikan dia satu-satunya wanita di hidup saya. Vea bagi saya adalah kesempurnaan yang Tuhan berikan di tengah amburadulnya hidup saya. '' ucap Dave, keduanya sesaat saling tatap dalam diam. Menilai dalam sorot mata, mencari kejujuran di sana. Dan Aksara bisa tersenyum lega, mendapati kejujuran dari lelaki pilihan adiknya.
'' Terlepas dari semua masa lalu kamu,saya tidak meragukan perasaan kamu pada adik saya. Tapi mengingat track record kamu yang cukup mengesankan di masa lalu. Saya harap kamu jangan mengkhianati kepercayaan saya . Dan tentu juga kepercayaan yang telah Vea berikan untuk kamu ''.
'' Pasti,saya akan jaga dengan segenap jiwa raga saya ,kepercayaan yang telah kalian berikan '' tegas Dave penuh keyakinan.
'' Saya pegang ucapan kamu'' pungkas Aksara diakhiri dengan sebuah senyuman. Dave mengangguk dengan pasti. Dua lelaki itu melempar senyum yang menggambarkan kelegaan di hati masing-masing.
Aksara telah yakin melepas sang adik pada lelaki yang ia lihat ada binar bahagia di pancaran matanya saat berbicara tentang Vea. Terlepas dari semua kisah masa lalu sang cassanova, namun ia lihat binar cinta itu. Dan baginya itu cukup membuktikan bahwa cinta itu begitu besar tumbuh di hati Dave untuk adik tercintanya.