
Usai makan siang yang panas,kini Vea kembali ke kantor dan kekasihnya ikut kembali dalam mobilnya. Namun kali ini Vea jadi penumpang saja,Dave lah yang menyetir mobil. Senyum cerah nampak di wajah Dave . Bagaimana tidak ?, makan siangnya benar-benar mood booster yang tak hanya mengenyangkan perut tapi juga jiwanya.
Berbeda dengan wanita di sampingnya yang tampak sibuk dengan tab di tangan.
" Sibuk banget Yang ?" tanya Dave yang melirik sekilas kekasihnya yang sama sekali tak bersuara di perjalanan.
" Ada rapat jam tiga nanti, materinya mesti aku pelajarin dulu ". sahut Vea tanpa menoleh.
Dave paham kesibukan kekasihnya. Sebab pergantian kepemimpinan sudah di pastikan membutuhkan tenaga dan pemikiran ekstra. Dave tersenyum melirik wanitanya yang sedang serius. Terlihat jelas kecerdasan yang semakin bersinar di balik keseriusan wanita itu.
Sebelah tangan Dave terulur, mengusap sejenak kepala wanitanya. Vea menoleh sejenak dan tersenyum. Hatinya menghangat, lelaki yang hadir tak terduga. Namun memberinya cinta tak terhingga.
Vea meletakkan tab di pangkuan, memiringkan tubuhnya mendekati sang kekasih dan memberikan sebuah kecupan manis di pipi Dave. Membuat lelaki itu menoleh wanitanya dengan binar yang terlihat jelas di sorot mata.
" I love you " ucap Vea saat tatapan mereka bertemu sejenak. Dave kembali menatap jalanan di hadapannya dan meraih tangan Vea, mengecup dalam kemudian berujar " I love you more and more ".
Romansa cinta yang menghangat,menyemai benih yang bertaburan dalam hati. Hingga bertunas,tumbuh dan akhirnya berkembang. Jangan biarkan waktu meleburkan rasa yang berbunga. Teruslah jaga hingga cinta tetap ada. Meski terkadang tak sama kadarnya. Adakalanya cinta melambungkan angan setinggi nirwana. Dan ada saat cinta menjatuhkan kita hingga dasar jurang. Namun saat tangan masih saling bergandengan,ada asa yang selalu tertanam.
Dave menghentikan mobil milik Vea di parkiran kantor Vea. Turun dari mobil dan membukakan pintu untuk sang kekasih.
" Aku langsung pergi ya, aku mau ke kantor dulu " tutur Dave,meraih belakang kepala Vea dan menyematkan kecupan di dahi kekasihnya.
" Iya, hati-hati " jawab Vea setelah Dave melepas kecupannya. Dave mengangguk dengan senyum mengembang.
Meninggalkan Vea yang masih berdiri di tempatnya. Melihat kepergian lelakinya hingga tak lagi terlihat. Kemudian wanita itu melangkah masuk. Saat melewati lobby petugas resepsionis menghampiri Vea . Menunduk hormat sejenak dengan senyum ramah.
" Permisi bu " ucap wanita cantik berbalut pakaian formal.
" Ya,ada apa ?" tanya Vea mengernyit heran.
" Maaf,ini ada titipan dari lelaki yang tadi pagi menunggu ibu di lobby" lanjutnya seraya mengulurkan kotak yang Fardan titipkan untuk atasannya.
" Oh ya, terima kasih ya Mbak " ucap Vea tersenyum ramah dan mengambil kotak yang di ulurkan wanita itu.
" Sama-sama bu ,mari bu " ucap wanita itu undur diri. Kembali ketempat kerjanya. Vea mengangguk dengan senyum ramah.
Ia tahu itu dari Fardan, sebenarnya ia penasaran dengan apa yang di tinggalkan oleh lelaki itu untuknya. Namun pekerjaan menunggunya. Ia menahan rasa penasarannya untuk segera menyelesaikan kewajiban pekerjaan.
" Siang Mas Diaz !, dokumen yang saya minta sudah di siapkan ?" tanya Vea ramah pada Diaz yang sedang duduk di balik meja kerjanya.
" Sudah bu, semua sudah siap. Setengah jam lagi klien datang ". sahut Diaz tegas.
" Oke saya tunggu di dalam. " ucap Vea.
" Baik bu " jawab Diaz cepat.
Vea melangkah meninggalkan Diaz dan masuk ruang kerjanya. Duduk di kursi kebesaran miliknya,Vea mengambil kotak yang Fardan titipkan untuk dirinya. Ia menatap kotak kecil itu, membolak-balik tanpa berniat untuk membuka sekarang. Tak berselang lama Diaz mengetuk pintu dan masuk dengan map di tangan setelah Vea mempersilahkan.
" Ini Bu, dokumen yang anda minta '' ucap Diaz seraya menyodorkan map kepada Vea. Vea menerimanya dengan sigap dan langsung membukanya. Membaca sekilas apa yang tertulis dalam map tersebut.
" Oke terima kasih " ucap Vea ramah.
" Kalau begitu saya pamit " pamit Diaz,Vea mengangguk kemudian kembali membuka map dan memahami setiap laporan yang tertera di sana.
Tepat pukul tiga klien yang di tunggu Vea datang. Mengadakan pertemuan di ruangan Vea. Membahas kerjasama diantara dua perusahaan itu. Kecerdasan dan kepiawaian Vea sebagai pimpinan baru cukup diakui para pengusaha. Membuat mereka tertarik bekerjasama dengan wanita cantik nan cerdas itu.
" Terima kasih Bu Vea,kami benar-benar merasa senang bisa bekerjasama dengan anda " ucap lelaki gagah yang menjabat tangan Vea dengan antusias. Karena kontrak kerjasama kedua perusahaan itu baru saja mereka tanda tangani.
" Sama-sama Pak Adit,semoga kerjasama ini menguntungkan dua belah pihak. Dan berjalan dengan lancar " sahut Vea ramah namun disertai raut wajah penuh percaya diri. Sungguh pesona seorang Vea yang mampu menghipnotis lawan bicaranya.
Bahkan lelaki muda di hadapannya itu untuk sesaat terkesima menatap wajah ayu penuh wibawa dengan kecerdasan yang terpancar jelas lewat sorot matanya.
" Pasti bu,saya pastikan ini berjalan sesuai kesepakatan " jawab lelaki itu dengan pasti. Vea mengangguk setuju, keduanya kini duduk di sofa ruangan Vea bersama dengan assisten masing-masing yang sedang sibuk dokumen yang sedang mereka teliti.
" Maaf bu Vea, untuk merayakan deal kontak kita saya ingin mengundang ibu makan malam. Bisa ?'' tanya lelaki tersebut dengan senyum yang tersemat manis di bibirnya.
" Silahkan anda konfirmasi dulu dengan assisten saya, beliau yang lebih tahu jadwal saya. "jawab Vea.
" Baik Bu Vea " sambung lelaki itu dengan senyum mengembang. Sembari menatap wajah cantik di hadapannya.