
" Mas Diaz,bisa kembali ke kantor lebih dulu saya masih ada urusan " ucap Vea saat melangkah keluar restoran bersisian dengan sang asisten.
" Ibu kan tidak bawa mobil,saya bisa antar ibu " usul Diaz yang tadi memang datang bersama sang atasan. Karena memang hari ini Vea tak membawa mobil.
" Terima kasih mas, nanti saya di jemput Dave " ujar Vea dengan senyum tipis. Diaz mengangguk paham.
" Baik bu, kalau begitu saya kembali ke kantor dulu "
" Iya Mas " . Diaz mengangguk sebagai isyarat berpamitan kepada sang atasan. Vea membalas anggukan itu dengan senyum tipis di bibirnya. Diaz berlalu dari hadapan Vea, mengambil mobil di area parkir. Kemudian melaju meninggalkan area restoran tempat mereka rapat.
Vea berdiri di depan restoran, tak berselang lama. Sebuah mobil berwarna putih yang tak asing di matanya berhenti tak jauh dari tempat Vea berdiri. Vea mengembangkan senyum saat sosok lelaki gagah itu turun dari mobil. Vea berjalan menghampiri dengan langkah ringan. Dave mengulurkan tangan,yang langsung di sambut oleh sang kekasih. Dave mencium dahi Vea sekilas.
" Lama Yang , nunggunya ?" tanya Dave dengan tatapan tak lepas dari wajah ayu kekasihnya.
" Gak, baru aja selesai kok rapatnya " sahut Vea ,Dave melingkarkan tangan di pinggang Vea. Menuntut wanitanya menuju mobil miliknya. Setelah memastikan Vea duduk dengan nyaman. Dave masuk dan duduk di balik kemudi.
" Kamu udah makan ?" tanya Dave saat ia mulai melajukan mobilnya.
" Belum,tadi cuma makan cemilan aja. Kan udah janji mau lunch sama kamu " tutur Vea sembari tangannya membelai pipi kekasihnya. Dave meraih tangan Vea yang masih menyentuh pipinya,dan di kecupnya tangan wanita itu.
" Ya udah,kita makan dulu terus kita ke butik " usul Dave dengan tangan yang masih menggenggam telapak tangan Vea.
" Oke, nanti ke butik Nena aja ya nyari gaunnya ''
'' Terserah kamu aku ikut aja'' tutur Dave seraya tersenyum dan menatap sekilas wajah Vea.
Dave mengendarai mobilnya pelan. Jam makan siang membuat jalanan cukup padat. Obrolan ringan mengalir dari keduanya,untuk mengisi waktu yang seakan merayap pelan saat berada di kemacetan.
Akhirnya sampai mereka di sebuah restoran seafood. Gari ini Dave ingin makan siang menu seafood dengan sang kekasih hati.
" Gak ada alergi seafood kan Yang ?" tanya Dave dengan tangan membuat seat belt miliknya. Memastikan wanitanya tidak memiliki riwayat alergi makanan laut.
" Gak aku pemakan segalanya " canda Vea ,Dave tersenyum lebar kemudian mendekat ke arah Vea.
" Mau dong di makan kamu " bisik Dave sambil menggigit kecil daun telinga Vea. Membuat wanita itu meremang seketika.
" Sayang " sewot Vea, memukul lengan Dave yang justru tergelak melihat wajah kekasihnya yang jadi salah tingkah.
Menggandeng mesra pinggang sang wanita memasuki restoran yang lumayan ramai siang itu. Duduk di salah satu kursi yang berada di dekat pintu kaca. Memperlihatkan ramainya jalanan siang yang terik itu. Vea dan Dave duduk berhadapan menunggu pesanan yang baru saja mereka pesan pada pelayan yang menghampiri mereka sesaat setelah mereka duduk.
" Selamat siang bu Vea !" sapa seseorang saat sepasang kekasih itu sedang mengobrol sambil menunggu pesanan mereka datang. Vea menengadah menatap sumber suara. Wanita cantik nan seksi berdiri dengan seulas senyum di bibirnya.
"Ibu Renata, selamat siang "sambut Vea seraya bangkit dan menyalami wanita berparas anggun itu.
Dave mendongak,melihat kearah wanita yang menyapa kekasihnya. Cukup terkejut melihat siapa yang menyapa sang kekasih.
" Renata " gumam Dave lirih. Renata berbalik menatap Dave, tersenyum meski penuh kepalsuan.
" Hai Dave apa kabar ?" ucap Renata sok akrab. Ia membungkukkan badan dan mencium pipi kanan dan kiri Dave. Membuat lelaki itu membelalak sempurna,ekor matanya melirik Vea yang tampak tertegun di tempat.
" Lama ya gak ketemu ?,apa kabar ?" basa-basi Renata, padahal baru beberapa hari ia mendatangi Dave di kantornya. Tanpa rasa malu menawarkan tubuh pada Dave. Dan kini wanita itu dengan wajah tanpa dosa menyapa seorang Dave yang jelas di depan kekasihnya.
Dalam keterkejutannya Vea mengingat sesuatu yang seakan terkubur jauh dari memori nya. Yah,kini dia mengingat wanita yang menjadi partner kerjanya ini adalah wanita yang dulu bercumbu bersama Dave di lift apartemennya.
'' Gak nyangka ketemu di sini ?, boleh saya gabung ?'' tanya Renata tanpa peduli dengan wajah kaget yang terlihat jelas di wajah Vea.
'' Maaf, tapi saya ingin makan siang berdua dengan kekasih saya '' tegas Dave dengan wajah seriusnya.
'' Hahaha,,,santai Dave jangan tegang seperti itu wajahnya. Oh ya bu Vea ini kekasih Dave ya ?. Wah luar biasa sekali '' ucap Renata dengan wajah ceria nya menatap Vea yang tersenyum canggung.
'' Kakap juga ternyata ya pilihan kamu Dave. Pantes udah gak pernah nyari aku lagi '' ucapnya sambil menunduk di dekat telinga Dave. Tapi masih di dengar oleh Vea. Dave menahan emosi saat menyadari bahwa wanita itu sepertinya memang sengaja menggoda dirinya di depan Vea.
'' Maaf bu Renata,saya tidak tahu maksud anda apa,dan ada apa antara kekasih saya dengan anda. Tapi ini ruang publik, mungkin anda bisa sedikit menghargai saya. Saya tidak suka menjadi pusat perhatian.'' sarkas Vea dengan nada tegas. Membuat Renata terhenyak,niat hati ingin menyentil wanita itu. Dengan memperlihatkan kedekatan dirinya dengan Dave. Justru ia di buat malu,karena nyatanya wanita itu tak memperlihatkan kecemburuan yang berlebihan. Dan masih bersikap tenang.
'' Maaf kalau saya sudah mengganggu acara makan siang bu Vea. Saya permisi'' ucap Renata , mengangguk dan meninggalkan meja sepasang kekasih itu. Niatan untuk mengganggu hubungan mereka ternyata gagal. Sepertinya dia salah memilih mangsa.
Sepeninggal Renata, makanan pesanan mereka datang. Vea tak memperdulikan Dave dan lahap menyantap makanan di hadapannya.
'' Sayang,aku bisa jelasin dia it.....'' Dave berusaha membuka suara,namun terpotong saat kekasihnya menatap tajam dirinya.
'' Diem,aku gak butuh penjelasan apapun. Aku cuma butuh waktu buat nerima semua kisah masa lalu kamu '' ucap Vea tegas. Dave hanya bisa menelan ludah saat melihat raut wajah sang kekasih.
Wajar bukan ?, jika Vea merasa cemburu melihat lelakinya bertemu masa lalu yang terlihat masih mendamba. Tapi ia sudah memilih Dave sebagai pilihan hatinya. Berarti ia harus menerima semua yang ada pada diri lelaki itu. Termasuk semua kisah masa lalu. Meski ia butuh waktu.