If

If
Jika



Berkali-kali tampak Vea menghela nafas seraya menatap keluar coffe shop tempat ia nongkrong bersama Fardan.


'' Lo tuh kenapa sih Ve ?, kayak yang gak enjoy gitu ?'' . tanya Fardan yang terganggu dengan sikap sang sahabat yang seperti tak menikmati kebersamaan mereka.


''Duh Dan, hidup gue gini amat sih ? '' keluh Vea membuat Fardan memicingkan mata.


'' Lo sebenernya kenapa Ve ,ada masalah apa ?''tanya Fardan lembut. Yang tak lagi bisa mengendalikan rasa penasarannya.


'' Gue bingung sama hubungan gue Dan.Dave punya trauma di masa lalunya. Membuat dia gak percaya pernikahan. Dia menganut hidup bebas dan free child,gue cinta sama dia tapi gue gak bisa terima pemikiran dia. Gue pusing " ucap Vea putus asa seraya menjatuhkan kepalanya menelungkup di meja.


Sesungguhnya Fardan terkejut mendengar penuturan Vea. Ia berusaha mengendalikan perasaan kagetnya. Hubungan macam apa yang sedang di jalani Vea. Pikir Dave menatap iba wanita yang kini telah kembali mengangkat wajahnya dan meminum kopi dari cangkirnya.


" Lo bahagia sama dia Ve ?" tanya Fardan,Vea tampak mengangkat bahu. Pandangannya jauh menembus pintu kaca. Menatap lalu lalang kendaraan di depan coffe shop.


" Apa sebenarnya yang kamu pertahankan dari hubungan kamu?. Sebesar apa cinta kamu sama dia sampai kamu gak bisa lepas dari dia ?" tanya Fardan serius,sampai merubah kata panggilan menjadi " kamu" tatapan mata nya begitu dalam.


" Aku sendiri gak tau Dan,ini cinta atau karena rasa yang aku paksakan ada ,karena rasa bersalah ".lirih Vea. Fardan mengangkat alisnya,tidak mengerti arah pembicaraan sang sahabat.


" Apa sebenarnya yang melatar belakangi hubungan kalian Ve ?, aku kok justru ngeliat kamu terbebani dengan hubungan kamu ? ." selidik Fardan,sesaat mereka saling pandang. Sampai Vea kembali membuang muka, menatap keluar ruangan.


" Karena kesalahan satu malam yang membuat aku terikat pada lelaki yang tidak pernah ada dalam khayalan ku. Dia itu player, Cassanova, Don Juan,atau apalah bukan tipe yang selama ini aku agung-agungkan dalam benakku. Aku juga belum sepenuhnya yakin apakah dia bisa menjadikan aku satu-satunya ratu yang bertahta di hatinya. Atau aku hanya sekedar dayang di hidupnya. " ucap Vea. Curahan hatinya begitu lancarnya meluncur dari bibir merah itu.


Fardan adalah sahabat yang dekat dengannya. Membuat ia nyaman mencurahkan segala yang mengganjal di hati. Terlepas dari perasaan Fardan padanya. Bagi Vea ,Fardan adalah tempat bersandar paling nyaman saat masalah menghampiri dirinya.


"Ve,jangan main-main dengan hati. Kalau kamu merasa hubungan kamu tidak membuat kamu bahagia, lepaskan. Cinta itu bukan sekedar memiliki tapi membahagiakan. Untuk apa kamu mempertahankan sesuatu yang justru membuat hati kamu dilema." ucap Fardan dengan tatapan lembut. Ia mengatakan itu bukan untuk mengambil simpati wanita di hadapannya. Tapi ia nelangsa melihat Vea yang tampak dilema. Dia terlalu menyayangi wanita itu. Rasa sayang nya melebihi rasa untuk memiliki Vea di hidupnya. Ia hanya ingin memastikan sahabatnya bahagia.


Sesaat Fardan seperti terlempar ke dalam jurang. Dimana ia begitu merasa sakit ,perih dan bagai tersayat. Orang yang selalu di sayangnya,dan selalu di lindungi. Ternyata harus jatuh pada lelaki yang baginya tak mampu menjaga Vea.


" Kamu pasti jijik sama aku kan Dan ?,aku udah ngelakuin kebodohan yang akhirnya menyeret ku pada kesalahan. Jika malam itu aku gak ngelakuin hal bodoh,mungkin sekarang aku gak ada dalam dilema ini. Mungkin aku tidak pernah terperangkap dalam cinta yang seperti ini " tambah Vea. Meski ia tahu terlalu memalukan menceritakan itu. Entah kenapa ada rasa sesak di dadanya yang sedikit lega.


Fardan menggeleng mendengar ucapan Vea. Apapun yang sudah terjadi pada wanita itu nyatanya tak merubah sedikit pun rasa sayang yang masih bertahta di hatinya.


" Buat aku, kamu tetep Vea yang sama apa pun yang sudah terjadi. Kalau memang kamu mencintai dia , tetap di samping nya, sembuhkan rasa trauma dia dengan cinta yang kamu miliki. Tunjukkan kalau apa yang ada dalam pikirannya itu salah. Tapi kalau kamu ragu dengan perasaan kamu,jangan kamu paksakan sebuah hubungan hanya karena kamu merasa sudah menyerahkan hal berharga yang kamu miliki. Karena wanita bukan hanya di lihat dari itu saja. Lelaki yang tulus mencintai kamu akan menerima kamu dengan segala masa lalu kamu ''. tutur Dave dengan bijaknya.


Vea tersenyum kecut,ia menyadari dirinya terkadang masih ragu dengan Dave dengan semua kisah masa lalunya. Mungkin kah ia yang sejatinya belum bisa mencintai Dave dengan tulus ?. Seharusnya dia tak perlu merisaukan segala hal yang belum terjadi, seharusnya ia meyakinkan Dave bahwa menikah bisa menjadi sebuah hal yang indah.


'' Kamu bener,orang yang mencintai dengan tulus akan menerima semua masa lalu orang yang di cintai. Dan ternyata justru aku yang masih meragukan Dave.'' ucap Vea dengan senyum getir di bibirnya.


Fardan bisa melihat bahwa ada cinta yang besar di diri Vea untuk lelaki bernama Dave itu. Hanya karena perbedaan pemikiran saja yang membuat wanita itu meragu.


'' Ve,sebuah hubungan itu bukan tentang aku dan kamu tapi kita. Jadi kalau kamu merasa hubungan kalian layak untuk di pertahankan, cari jalan tengah yang terbaik untuk kalian. Kalau dia benar-benar mencintai kamu,pasti dia bisa memahami kamu. Kamu hanya perlu mematahkan semua pemikiran dia. Sembuhkan trauma nya,semua akan baik-baik saja. ''lanjut Fardan,Vea menatap sahabatnya dengan tatapan lega.


'' Makasih ya Dan,kamu udah mau dengerin curhatan aku, kamu selalu jadi sahabat terbaik aku. Maaf kalau dalam laku ku kadang menyakiti kamu.'' ucap Vea tulus,Fardan tersenyum tipis.


'' Gak ada yang perlu di maafkan kamu gak ada salah sama aku, kalau yang kamu takutkan menyakiti perasaan ku ...'' Fardan menjeda ucapan nya kemudian menggeleng kecil dengan seulas senyum manis.


'' Aku tidak tersakiti dengan perasaan ini,asal kamu bahagia. Meski bukan bersama aku. Anggaplah semua omonganku bulshit,tapi nyatanya rasa sayang aku ke kamu lebih besar daripada rasa aku buat memiliki kamu Ve ''. lanjut Fardan ,tatapan keduanya terpaut. Vea tersenyum tipis.


'' Makasih ya Dan '' Ia bisa merasakan betapa tulus rasa ya g di miliki lelaki itu. Andai hati bisa di mintanya untuk memilih ia ingin memilih lelaki ini. Namun nyatanya hatinya terlanjur jatuh pada seorang lelaki bernama Dave.