If

If
Kejutan Romantis



Dave terdiam sejenak menarik nafas dalam. Seolah mengumpulkan sebuah keberanian untuk dirinya sendiri. Memejamkan mata sesaat, kemudian menggenggam tangan kekasihnya lebih erat. Menatap semakin dalam mata Vea.


" Alivea Dwilangga,will you marry me ?" ucap Dave seraya merogoh saku jasnya dan membuka kotak kecil berisi cincin.


Vea terperangah tak percaya,ia menutup mulutnya dengan sebelah tangan. Air matanya tak mampu ia bendung. Rasa bahagia bercampur haru menyeruak dalam hatinya. Vea mengangguk-anggukan kepalanya tanpa sepatah kata terucap dari bibir itu. Tenggorokannya tercekat, luapan rasa bahagia membumbung di hati .


" Yes,i will " bisik Vea dengan senyum sekaligus tangis bahagia. Dave memasangkan cincin di jari manis Vea. Kemudian mengecupnya dengan senyum yang terus terkembang di bibirnya. Sebuah keputusan impulsif yang Dave ambil tadi siang.


Sebelumnya ia hanya merencanakan sebuah candy light dinner biasa bersama Vea. Tapi mendapat kabar Gerald hendak bertunangan, ia merubah rencana. Ia memantapkan hati untuk melamar sang kekasih. Entah akan ada rintangan apa di depan nanti,ia hanya ingin mengikat sang pencuri hati.


Dave berdiri kemudian membungkuk, meraih dagu Vea dan mengecup bibir wanita yang masih tampak kaget. Vea benar-benar tak menyangka,Dave mengambil keputusan secepat ini.


Dave mengusap air mata yang masih berlinang di pipi Vea.


" Kenapa nangis ?" tanya Dave lembut.


'' Ini tangis bahagia,aku gak nyangka aja dapet kejutan kayak gini'' ucap Vea dengan mengusap sisa air matanya.


'' Aku cinta banget sama kamu,dan aku gak bisa bayangin kalau kamu bakal di tikung sama anaknya ibu itu'' ucap Dave cemberut,membuat Vea tertawa melihatnya.


'' Tapi kamu serius kan dengan ini ?'' tanya Vea dengan mata tertuju pada cincin cantik yang tersemat di jarinya.


'' Aku gak pernah main-main kalau itu tentang kamu'' sahut Dave . Terlihat jelas keseriusan di sorot mata lelaki itu.


Hati Vea menghangat,rasanya seperti mimpi. Kekasih yang selalu sangsi akan pernikahan tiba-tiba kini melamarnya. Ia bisa merasakan setiap ucapan Dave bukanlah tentang bualan semata. Kata itu tulus dari hati lelaki itu.


Setelah acara kejutan lamaran dari Dave kini sepasang kekasih itu sedang menikmati makan malam. Sebelah tangan keduanya tak terlepas saling bertaut erat. Bahkan sesekali Dave menyuapi sang kekasih.


Back sound musik romantis menemani acara makan malam tersebut. Senyum tak luntur dari bibir keduanya. Tak ada kata, namun pancaran mata mereka menjelaskan semua. Betapa rasa bahagia itu memenuhi setiap rongga dada keduanya. Tatapan dalam penuh cinta, menguarkan aroma semerbak cinta yang menggelora.


Usai dengan makanan utama datang lagi makanan penutup. Semua sudah di pesan Dave sebelum mereka datang. Dan tentu lelaki romantis itu tahu selera sang kekasih. Membuat Vea merasa berharga bersama dengan seorang Dave Mahendra.


Usai dengan makanan penutup,Dave berdiri. Mengulurkan tangannya pada sang kekasih hati.


'' Mau berdansa denganku, princess ?'' ucap Dave mengulurkan tangan dengan badan sedikit condong ke depan. Disertai sebuah senyum menawan di bibir lelaki rupawan itu. Vea meraih tangan Dave, kemudian bangun dari duduknya.


'' Tentu '' sahut Vea dengan senyum lebarnya.


Buncahan rasa bahagia yang menggelayut di hati Vea tak lagi mampu di ucapkan dengan kata. Begitu juga dengan Dave yang mampu melawan ego diri yang membenci tali pernikahan. Ada rasa lega di hati lelaki itu,ia hanya bisa berharap semoga kedepannya cinta mereka mampu mempertahankan segalanya.


Vea menyandarkan kepalanya di dada bidang itu, menikmati degub jantung mereka yang saling bertemu. Rasa tenang dan nyaman saat ia bersandar pada dada milik sang kekasih.


Dave berkali-kali menciumi puncak kepala Vea. Menyalurkan segala rasa yang tumpah ruah di dada. Vea menengadah,menatap manik hitam yang menatapnya lembut.


Dave menundukkan kepala, memberikan kecupan manis di bibir Vea. Awalnya hanya sebatas kecupan kecil. Namun lama-kelamaan menjadi sebuah ciuman panas. Lumaatan di bibir Vea,membuat wanita itu membalasnya dengan rela. Hingga akhirnya menjadi pertarungan lidah dan sesaapan penuh gelora.


Tangan Dave mulai berkelana mengusap lembut punggung Vea sampai tengkuk wanita itu. Rasa panas mulai membakar gairah. Decapan bibir dan lidah mereka mulai terdengar. Bahkan nafas keduanya semakin memburu. Dave semakin merapatkan tubuh Vea.


Ciuman panas dan semakin dalam, mengobarkan gairah yang semakin membakar. Dave menarik diri saat rasa mulai hilang kendali. Menyatukan kening mengatur nafas yang memburu.


Mata keduanya saling bertaut, pancaran mata terlihat sendu. Menuntut penuntasan hasrat yang menggebu. Tanpa kata,Dave menggenggam tangan kekasihnya dan membawanya keluar dari tempat mereka makan malam.


Dave mendatangi resepsionis hotel, akhirnya kejutan romantis itu berakhir di ranjang panas hotel malam itu. Rasa bahagia yang menyelimuti hati keduanya membuat percintaan lembut penuh romantisme. Tak hanya sekedar melepas gairah yang terlanjur membara. Namun juga menjadi sentuhan cinta yang memabukkan jiwa.


Malam itu di atas ranjang hotel, dua manusia yang diliputi rasa cinta yang membuncah. Menyalurkan lewat lenguh yang membakar hasrat jiwa. Berbagi peluh yang membanjiri tubuh. Hingga gelombang dahsyat berkumpul menjadi satu,dan tumpah dalam bersama lenguhan panjang yang mendebarkan.


Dave menjatuhkan diri di samping sang kekasih. Diselimutinya tubuh telanjang mereka sampai batas dada. Dave meraih kepala sang kekasih untuk di bawanya berbantal dada. Kecupan-kecuoan penuh cinta terus Dave berikan di kepala Vea.


" Yang ,jam berapa ?" tanya Vea yang menyadari mereka sudah cukup lama bergelut dalam gairah di kamar itu.


" Gak tau, emangnya kenapa ?" Dave balik bertanya.


" Anterin aku pulang, nanti kemalaman". ucap Vea yang masih nyaman berada dalam dekapan lelaki tampannya. Dave mengerucutkan bibir,merasa keberadaan berpisah malam ini dengan sang kekasih.


" Nginep aja di sini " lanjut Dave yang di sambut pukulan manja dari Vea di dadanya.


" Mau kamu di larang ketemu aku lagi sama Kak Aksa ?" dengus Vea yang di sambut kekehan dari Dave .


" Ya udah kita bersih-bersih dulu,habis itu pulang." ujar Dave seraya bangkit duduk, kemudian menarik wajah Vea untuk menghadapnya. Kembali ia lumaat bibir yang membuatnya ketagihan. Bibir seksi yabg menawarkan rasa manis dalam setiap decapan.


Setelah cukup memberi ciuman panas pada wanitanya,mereka bergegas ke kamar mandi . Mereka membersihkan diri bersama,cukup lama mereka di dalam sana. Namun suara desaahan bercampur erangan di dalam sana cukup untuk menjawab apa yang di lakukan sepasang kekasih itu.