Evanzza

Evanzza
Punya Stok!



Setelah kesalah pahaman yang membuat pikiran mereka traveling, Azzalea dan Ghea memutuskan untuk santai sejenak di Cafe yang baru buka didepan sekolah sambil menunggu Evan dan yang lainnya selesai rapat.


Kesempatan ini Azzalea gunakan untuk menceritakan semua keluh kesahnya pada Ghea, Ghea harus tau apa yang membuat dirinya sesedih ini.


"Jadi gak ada masalah apapun, tiba-tiba Om Azka gak setuju sama hubungan kalian berdua?" tanya Ghea, Azzalea pun menganggukkan kepalanya.


"Coba deh lo inget-inget dulu siapa tau Evan buat kesalahan?" tanya Ghea lagi.


"Kesalahan apa, Ghe? Kita itu baik-baik aja sampai oma nanya soal orang tua Evan ternyata adalah seorang dokter dan kebetulan juga dokter itu yang rawat oma!" jelas Azzalea.


"Kok bisa?" tanya Ghea tak percaya.


"Gue juga gak tau, Ghe! Jodoh kali," celetuk Azzalea sambil terkekeh.


"Bisa jadi sih, padahal kota sebesar ini harusnya kecil kemungkinan bisa ketemu tapi lo malah ketemu sama orang tua Evan!"


Azzalea menyunggingkan senyum manisnya pada Ghea, entahlah hatinya senang saat Ghea mengatakan jika Azzalea berjodoh dengan Evan.


"Tapi tiba-tiba papa langsung berbuah, dia langsung usir Evan dari ruangan oma!" jelas Azzalea.


"Pas dirumah marah-marah sampai nyuruh gue putus sama Evan!" lanjut Azzalea.


"Aneh sih," gumam Ghea sambil memasukan camilan kedalam mulutnya, begitu juga dengan Azzalea yang asyik meminum es vanilanya.


"Jangan-jangan papa lo sama papa nya Evan musuhan lagi? Maka nya Om Azka larang lo pacaran sama Evaan setelah tau siapa orang tua Evan?" tanya Ghea.


"Hmmm, bisa jadi sih, Ghe! Gue juga gak tau ada hubungan apa mereka ... Yang jelas Evan nyuruh gue tanya sama mama, biar tau apa akar permasalahannya!"


"Nah bener itu, lo coba aja tanya sama tante Azkia siapa tau jadi nemuin titik terang!"


Azzalea pun mengangguk sambil mengaduk-aduk minumannya, tiba-tiba saja netranya menangkap sosok yang dikenalinya sedang berbicang dengan seorang perempuan.


"Sama siapa itu?" gumam Azzalea yang masih fokus melihat luar Cafe.


"Siapa?" tanya Ghea.


"Itu Cakra bukan sih, Ghe? Yang lagi didepan apotik!" Azzalea menunjuk ke arah yang dimaksud membuat Ghea mau tidak mau mengikutinya.


"Cakra sama cewek? Siapa itu? Kaya nya dari sekolah sebelah deh!"


"Gue baru lihat Cakra sedekat itu sama cewek selain sama kita bertiga, Ghe!"


"Saudaranya kali atau jangan-jangan—" ucapan Ghea menggantung, lalu mereka berdua saling bertatapan seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan.


"PACARNYA!" teriak mereka berdua kompak.


"Pacar siapa?" tanya seseorang yang membuat mereka berdua menoleh.


"Evan!"


Mereka berempat langsung menyesuaikan diri mencari tempat duduk disebelah Azzalea dan Ghea.


"Kalian liatin pacar orang?" tanya Gavin yang duduk disebelah Ghea.


"Ya jelas pacar orang masa pacar kodok, gimana sih!" ketus Ghea.


"Lo sama gue kok nggas mulu sih, Ghe! Ati-ati nanti nabrak hati gue harus tanggung jawab loh!" canda Gavin yang membuat mereka semua terkekeh.


"Belum jadian aja udah bucin apalagi kalau udah pasti bucin parah kaya sebelah gue ini," kata Vion sambil melirik Evan yang sibuk memainkan rambut Azzalea.


"Sirik aja lo, On!" saut Evan dengan tatapan tajam.


"Punya stok, ya?" tanya Ghea.


"Stok Gavin mah banyak, cuma satu yang menarik perhatian tapi sayang gak peka!" cibir Rafa.


"Diem Raf, jangan buka aib! Lo mah jarang ngomong sekalinya ngomong semua aib kebuka!" gerutu Gavin.


"Hahahaa!" tawa mereka pecah melihat Gavin yang kesal.


"Oh iya tadi siapa yang pacaran?" tanya Vion.


"Kita ya, yang?" tanya Evan.


"Itu kan udah pasti gak perlu diperjelas juga kali, Van!" saut Ghea.


"Tuh, Vin! Suruh berjuang biar jelas statusnya!" Evan memang pintar sekali menggoda temannya.


"Gampang, Van! Nanti pulang langsung halalin," kata Gavin sambil menatap intens Ghea.


"Apaan sih!" kesal Ghea.


"Kok diem aja, Yang? Sariawan?" tanya Evan pada Azzalea yang sejak tadi hanya diam saja sambil menatap luar jendela.


"Lo liatin siapa si, Zaa?" tanya Vion kepo lalu mengikuti tatapan Azzalea yang ternyata ia melamun.


"Loh, Van bukannya itu fans lo?" tanya Vion yang membuat mereka semua menoleh.


"Chaca sama Cakra?" tanya Evan.


"Kenal?" tanya Azzalea menoleh ke arah Evan.


Evan pun mengangguk, tapi belum sempat menjawab sudah dipotong oleh Vion.


"Gimana gak kenal orang dia itu fans fanatiknya Evan, dia selalu aja ada dimana Evan berada! Bahkan ni ya dia sering ngirim hadiah buat Evan," jelas Vion membuat mereka diam mendengar penjelasan Vion, sedangkan Evan menatap tajam Vion bahkan beberapa kali Evan kasih kode untuk diam pun tak dihiraukan oleh Vion.


"Ohh!" saut mereka, ya walaupun mereka kenal dekat dengan Evan tapi tak semua hal mereka ketahui dan dari mulut Vion lah mereka semua tau.


"Jangan marah, Yang!" seru Evan sambil menatap kekasihnya.


"Tenang aja Za! Dia sukanya sama lo doang kok, orang sampai ngigau manggil nama lo kalau tidu—" mulut Vion langsung dibungkam dengan risol sehingga tidak bisa melanjutkan bicaranya.


Azzalea tersenyum tipia mendengar semua penjelasan Vion, ia tak menyangka jika Evan sampai seperti itu.


"Mulut lo perluh ditambal kaya nya, On!" kesal Evan.


"Lalu kenapa bisa sama Cakra kalau dia fans lo, Van?" tanya Ghea yang ada benarnya.


"Mana gue tau, Ghe! Gue bukan bapaknya!" seru Evan yang membuat mereka tertawa.


Mereka masih fokus pada Cakra dan Chaca yang terlihat sangat akrab, bahkan terlihat jika Chaca mengobati luka lebam yang ada di wajah Cakra. Sesekali terlihat gadis itu tersenyum rama pada Cakra, namun netranya beberapa kali melihat gerbang sekolah karena tujuan awal Chaca ingin bertemu Evan tapi ia malah bertemu Cakra.


Bahkan Cakra pun terlihat akrab dan nyaman bersama Chaca, terlihat jelas bagaima cara Cakra memperlakukan Chaca. Sama seperti saat bersama Azzalea, hal itu membuat Azzalea sedikit tidak nyaman. Bahkan ada rasa kesal yang tak tau kenapa, mungkin karena selama ini Cakra adalah sosok yang dapat Azzalea andalkan dan sudah seperti kakaknya sendiri. Namun kali ini ia bersama perempuan lainnya yang menggantikan posisi Azzalea.


Evan pun sadar, dia bukan orang bodoh yang tidak tau apapun. Perlahan tangan Evan menggenggam erat jemari Azzalea, ia tak mau gadisnya memikirkan laki-laki lain saat dihadapnnya.


Azzalea pun menoleh menatap tangan dan Evan secara bergantian, Evan tersenyum hangat pada Azzalea.


Lalu ia mendekatkan wajahnya pada Azzalea, Evan ingin membisikan sesuatu pada pacarnya itu.


"Jangan liatin cowok lain gue cemburu, Yang!" bisik Evan.