
"Kalian kenapa diem-diem gitu, sakit gigi?" tanya Dafa yang berjalan disamping Cakra dan Azzalea.
"Sakit hati, eh canda sakit hati!" celetuk Ghaea yang berjalan dibelakang mereka dengan membawa keranjang buah untuk menjenguk Azzam.
"Lo sakit hati, Ghe?" tanya Nessa polos sedangkan Ghea hanya memutar bola matanya malas.
"Ghea sakit hati, sama siapa? Pacar aja kagak punya hahaha!" tawa itu seolah memecahkan kecanggungan antara Cakra dan Azzalea.
"Gak usah sok deh, kek lo ada gebetan aja!" ucap Ghea tak trima.
"Paling juga pakai dua akun, terus chat ke nomer sendiri biar orang ngiranya ada gebetan," ejek Azzalea sambil terkekeh.
"Cih, gue gak sehalu itu ya! Nih chat aja emang banyak kok yang ciwi-ciwi yang chat gue!" Dafa menunjukan beberapa chat yang ada diponselnya memang dari para kaum hawa yang menyukai Dafa.
"Dih, sombong amat! Si Ale aja banyak yang naksir biasa aja tuh padahal mereka terang-terangan nunjukin rasa suka bukan lewat chat kaya lo itu," ejek Ghea yang memcoba memanas-manasi Cakra.
Cakra yang sejak tadi diam mulai terusik, ia menatap Azzalea yang tengah kesal sambil menyiratkan permusuhan pada Ghea.
"Emang siapa aja yang suka sama cewek dingin ini?" batin Cakra sambil mematap Azzalea.
Kemudian Cakra mengingat beberapa orang yang mencoba menawarkan diri untuk mengantarkan pulang ke rumah. Padahal itu sudah jelas menunjukkan jika mereka tertarik pada Azzalea.
"Oh sh it! Kenapa gue bisa lupa, masih ada tiga orang lagi saingan gue! itu pun yang terang-terangan mengibarkan peperangan, lah yang diam-diam suka pasti banyak!" batin Cakra bergejolak.
"Cak!
"Cakra!"
"Woy Cak!"
"Dasar cicak!" maki Ghea.
PLAK!
"Heh tepung!" Dafa sengaja memukul kepala Cakra agar sadar dari lamunannya, pasalnya Cakra terus berjalan dengan tatapan kosongnya padahal mereka sudah berapa didepan ruang rawat Azzam
"Sakit onyet!" kesal Cakra, dengan tangan yang terus mengusap kepalanya.
"Lo sih punya kuping bukannya digunain malah buat pajangan aja!" gerutu Dafa.
"Apa sih gak jelas banget, lo!"
"Heh ngaca mase, situ yang gak jelas main lurus terus! Noh dilihat baik-baik, rungan Azzam disana! Lo mau kemana lurus terus?" Dafa menunjuk dimana teman-temannya berada.
"Astaga kenapa bisa ke bablasan sih!" gerutu Cakra yang langsung menghampiri ketiga perempuan itu.
"Salah sendiri mulut dan hati beda jalur , kan jadi oleng!" sindir Dafa.
Cakra tak menanggapi ledekan Dafa itu, ia memilih segera masuk setelah ketiga peremluan itu masuk duluan. Mereka langsung disapa hangat oleh mama Azkia dan juga papa Azka.
Lalu mereka menghampiri bankar Azzam yang sedang tersenyum melihat kedatangan mereka.
"Enak ya cuma tiduran, makanan nya enak-enak... mana disayang-sayang lagi, kan jadi pengen," celetuk Dafa.
"Aneh lo, orang sakit dipinginin," sela Cakra.
"Enak aja Cak, disayang-sayang gitu dimanja gue kan pengen," kata Dafa.
"Sebahagia lo, Daf!"
"Gak jelas!" cibir Azzam.
"Abaiakan mereka berdua, Zam! Emang gak jelas dari sononya," celetuk Ghea, Azzam pun mengangguk.
"Ini sakit gak, Zam?" Nessa memegang tangan kanan Azzam yang sudah terbalut gips.
"Gak kok kak, mau cobain?" tanya Azzam.
"Emang boleh?" polos Nessa.
"Asataga Nessa, lo apa-apa jangan penasaran gitu kenapa sih! Masa iya lo mau cobain kaya Azzam gini?" tanya Ghea, Nessa pun mengangguk.
"Buat anak kok coba-coba," saut Dafa dengan nada seperti iklan yang beredad di televisi.
Plak!
Cakra memukul bahu Dafa untuk memberi kode agar diam saja jangan banyak bicara yang tidak penting. Bukan kesal Azzam justru terhibur dengan keributan yang dibuat oleh sahabat kakak nya itu.
Mereka membahas banyak hal hingga lupa jika waktu terus berputar dan malam semakin larut. Bahkan Nessa sudah beberapa kali menguap dengan lebar, itu berarti ia sudah ngantuk dan segera tidur.
Kemudian mereka berpamitan kepada kedua orang tua Azzalea, awalnya Azzalea juga tak ingin pulang ke rumah karena ingin menemani Azzam dirumah sakit tapi sayangnya sang papa menolak dan menyurih Azzalea istirahat dirumah. Papa Azka tak ingin jika anak pertamanya juga ikut sakit karena tidak bisa istirahat dengan baik jika tidur dirumah sakit.
Sehingga Azzalea ikut pulang ke rumah dengan diantar Cakra pastinya. Sedangkan Ghea dan Nessa menjadi tanggung jawab Dafa yang akan mengantarkan mereka berdua sampai dirumah dengan selamat.
Selama perjalanan tak ada percakapan yang berarti dari mereka, hingga Cakra dengan sengaja memutar musik agar tidak terlalu canggung.
Tring!
Layar ponsel Azzalea tiba-tiba berbunyi bersamaan dengan pesan masuk dari nomer tak dikenal. Azzalea yang tau itu hanha mengabaikannya saja karena ia paling tidak suka meladeni nomor asing.
Tapi sepertinya orang itu tak akan menyerah sebelum mendapatkan balasan dari Azzalea buktinya orang itu mengirimi Azzalea beberapa pesan lagi.
Tring!
Tring!
Tring!"
Cakra yang mendengar itu pun langsung melirik Azzalea dengan tanda tanya besar, siapa yang mengirimi nya pesan hingga beruntun seperti itu. Hingga mulut Cakra tak bisa diam pun menanyakannya.
"Siapa?" tanya Cakra.
"Gak kenal," jawab Azzalea menatap layar ponselnya.
"Abaikan saja, siapa tau orang iseng," kata Cakra.
"Hmm," saut Azzalea malas.
Sedangkan dilain tempat terdapat seseorang yang tengah gundah karena pesannya tak kunjung dilihat atau pun dibalas. Bahkan ia sudah mengriminya beberapa pesan singkat lagi pada aplikasi hijau itu.
Azzalea yang sejak tadi terganggu pun akhirnya memutuskan untuk membuka pesan singakat itu.
"Lagi ngapain?"
"Udah makan belum, udah minum juga belum... ya kali makan doang gak minum,"
"Kok gak dibales sih? Lagi sibuk jagain Azzam ya!"
"Kalau gitu salam deh buat Azzam, bilang sama Azzam cepet sembuh! Kalau udah sembuh nanti diajak main sama calon suami kakak, bilang gitu ya! Awas kalau gak, gue gigit!"
"Eh kaya vampir aja ya gue,"
"Hey!"
"ES ALE-ALE SEGER SEKALEEE!"
Begitulah isi pesan yang masuk membuat sudut bibir Azzalea melengkung keatas, hal itu semua tak lepas dari pantauan Cakra.
Cakra yang cemburu pun hanya bisa diam sambil mencengkram kuat stang mobilnya.
Ingin bertanya tapi takut dibilang kepo, namun jika tidak bertanya ia sangat penasaran selucu apa pesan chat itu hingga membuat Azzalea tersenyum manis.
Tak ada niatan buat Azzalea untuk membalas pesan-pesan itu, gadis itu lebih penasaran dengan foto yang digunakan sebagai foto profil aplikasi chat itu.
Sehingga ia menakan tepat pada gambar profil yang digunakan, terlihat sebuah foto karater dari kartun terlihat manis dan lucu seperti orang yang memakai gambar itu sebagai foto profilnya.
"Lucu mirip orang nya!" gumam Azzalea sambil membayangkan wajah si pengirim pesan itu.
...----------------...