WE GOT MARRIED

WE GOT MARRIED
Chapter 43 RIVAL



Aku melambai dengan senyum ceria ketika mobil Jin beranjak berjalan meninggalkanku di depan kantor.


Ah... rasanya benar-benar senang sekali.


“Pagi!” Aku dengan riang memasuki kantor pagi ini.


“Pagi nyonya Feng!” Ling menjawabku dengan semangat pula.


“Kau semangat sekali.” Aku memperhatikan Ling.


“Tentu saja, apa kau tak tau? Manager memilih kita untuk mengurus iklan kosmetik yang proposalnya kau pelajari kemarin.” Ling memberitahuku dengan semangat.


“Apa? Apa kau bercanda? Ini proyek besar Ling.” Aku tak percaya begitu saja.


“Eiiii... dasar kau ini. Aku sudah menerima berkasnya. Lihat... di sini tertera nama kota sebagai penanggung jawab.” Ling membukakan sebuah map yang berisi beberapa kertas dokumen.


Aku ternganga masih belum percaya.


“Ya...!” Ling menoyor keningku ringan namun bisa membuat kepalaku sedikit tersentak ke belakang.


“Jadi ini benar Ling?” tanyaku sekali lagi.


“Kalau kau tak percaya kau bisa menemui manager Wang.” Ucap Ling santai.


Apa? Manager Wang? Tidak... tidak.... aku tidak boleh bertemu dengannya jika tidak ada sesuatu yang sangat mendesak.


“Baiklah.... aku percaya.” Ucapku kemudian tak mau memperpanjang masalah.


“Nanti jam 10 kita ada pertemuan dengan pihak Bright Cosmetics untuk membicarakan kontrak. Sebaiknya kau persiapkan apa yang perlu disiapkan. Aku akan ke ruang rapat untuk berbenah di sana.” Ling memberi tahu.


Ku lirik jam yang menunjukkan pukul 9.15 menit. Jadi aku harus cepat-cepat menyiapkannya.


Akhirnya aku telah selesai menyiapkan semuanya. Ku lihat jam menunjukkan pukul 10 kurang 10 menit. Aku langsung bergegas ke ruang rapat menemui Ling untuk menunggu pihak dari Bright Cosmetics yang akan bekerja sama dengan kami.


Lama... pihak dari mereka tak datang juga. Jam sudah menunjukkan hampir setengah 11 siang. Aku mulai jenuh karena tak melakukan apa-apa.


“Mungkin kau salah Ling.”


“Permisi.” Baru saja aku berkata pada Ling, sebuah suara dan beberapa langkah kaki terdengar memasuki ruangan.


Manager Wang dan dua orang wanita. Dan aku sangat yakin aku mengenal salah satu di antara dua wanita itu.


Fei.


Aku harus profesional. Aku tak boleh mencampuradukkan antara masalah pribadi dan pekerjaan.


 


Aku dan Ling kemudian berdiri bersamaan.


“Perkenalkan, mereka adalah anggota team kami yang sangat berbakat. Zhang Xiumei dan Ling Lingfei. Mereka yang akan mengerjakan proyek iklan dari perusahaan Bright Cosmetics.” Manager Wang memperkenalkan aku dan Ling pada fei dan temannya.


“Dan ini adalah manager pemasaran perusahaan Bright Cosmetics, Lu Feiyue dan rekannya Li Wenzi.” Manager Wang memperkenalkan kami pada mereka.


Aku pikir Fei adalah seorang CEO atau paling tidak Co CEO, tapi ternyata hanya lebih tinggi sedikit jabatannya dariku. Baiklah... aku tak akan merasa tertindas lagi oleh perasaanku sendiri. Aku tak akan merasa lebih buruk lagi.


Ya sebelumnya aku merasa benar-benar jauh berada di bawah Fei. Sekarang aku bisa sedikit lega. Apa ini artinya aku benar-benar belum bisa percaya diri?


“Lama tak bertemu denganmu Zhang Xiumei.” Fei mengulurkan tangannya untuk menjabat tanganku. Namun aku melihat senyum sinis dari bibirnya.


“Apa kau merindukanku?” Aku menjawab tak kalah sinis kemudian mengulurkan tanganku untuk membalas jabatannya.


Aku dan Fei saling menatap tajam dengan senyuman sinis di masing-masing. Manager Wang, Ling dan rekan Fei terlihat terkejut dan merasa tak nyaman dengan keadaan ini. sepertinya mereka menyadari dan ikut merasakan aura panas yang memancar dari kami berdua.


Dug!


Ling menyikut pinggangku pelan dengan maksud agar aku melepaskan jabatan tanganku yang sudah lumayan lama dan menumbulkan aura mencekam di ruangan rapat ini.


Aku dan Fei akhirnya melepaskan jabatan tangan kami. Kami duduk berhadapan namun tatapan mata Fei masih sangat terasa panas.


Sekarang aku mengerti kenapa dia memakai pakaian yang sangat seksi serta make up yang lumayan tebal, ternyata dia bekerja di sebuah perusahaan kosmetik. Tapi sepertinya rekan Fei tidak begitu. Jadi mungkin di perusahaannya dibebaskan tentang bagaimana berpakaian saat bekerja. Tapi itu keterlaluan kan? dia seperti akan pergi clubbing.


Aku ini kenapa? Kenpa malah mengurusi cara berpakaian dan make up Fei? Tidak... aku tidak sirik padanya. Ku akui aku tak bisa berdandan cantik seperti dia. Tapi sungguh aku tak merasakan iri padaFei.


Tapi.... ahh.... aku memang sedikit iri padanya. Hanya sedikit saja. Sedikiiit saja. Tidak banyak.


Coba bayangkan? siapa yang takkan tergoda jika melihatnya? Dia yang posturnya tinggi semampai, dadanya yang berisi, pinggulnya yang.... bisa dikatakan tubuhnya seperti bentuk gitar akustik jika dilihat dari belakang, Jika dari samping tubuhnya benar-benar seperti huruf S. Plus... dia pandai sekali mengaplikasikan make up.


Sudah cukup aku membicarakan tentangnya. Bisa-bisa ruangan ini akan terbakar.


“Baiklah.... untuk menghemat waktu bagaimana kalau kita langsung membahas apa yang seharusnya kita bahas?” Manager wang memulai pembicaraan dan melirik ke arahku dengan tatapan yang penuh tanda tanya.


Sepertinya Manager Wang benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi antara aku dan Fei.


“Ini adalah pruduk terbaru kami yang akan segera kami launching. Produk ini mengusung tema Bold make up. Jadi kami menginginkan konsep yang sensual untuk iklan ini.” rekan Fei menjelaskan sedikit permintaannya.


“Maaf... saya rasa make up bold tidak harus bertema sensual. Apalagi ambassador anda masih terbilang cukup muda. Bukankah Wen Xiaowen masih berusia di bawah 20 tahun? Saya rasa... meskipun temanya adalah Bold make up, kita tidak harus melakukan iklan dengan tema sensual. Karena jika kita melakukan itu maka kita hanya akan terfokus menyasar kalangan dewasa. Kita melihat ke negara tetangga saja. Naeun April sebagai Ambassador sebuah brand make up bisa menunjukkan sisi remajanya meskipun dia mengiklankan bold make up. Dan bahkan make up itu sekarang tengah trending tidak hanya di kalangan dewasa tapi juga kalangan remaja. Hal ini tentunya akan meningkatkan penjualan produk anda.” Aku memberikan ide.


Suasana hening beberapa saat. Ling mengangguk sepertinya menyetujui usulku.


“Menurutku itu ide yang bagus. Make up bold tidak selalu sensual, tapi bisa juga memberikan kesan imut.” Ling menambahkan.


Fei terlihat menatap tajam ke arahku. Rekan Fei juga terlihat mengangguk mengerti.


“Baiklah... aku setuju.” Ucap Fei kemudian tanpa mengalihkan pandangannya dariku. Ini benar-benar terasa seperti dia ingin memangsaku hidup-hidup.


Semudah itu dia menyetujuinya? Jangan-jangan dia akan menjatuhkanku nanti. Tapi... aku rasa dia tak akan bisa melakukan itu. Mengingat Jin ada di belakangku. Dan Jin tak kan mungkin membiarkan siapa pun menjatuhkanku. Aku cukup percaya diri. Tapi aku tak mau jika Jin mem-back up-ku. Aku harus bisa mengatasinya sendiri.


Akhirnya pembicaraan kami selesai begitu saja. Semua berjalan dengan lancar. Aku dan Ling mengantar mereka sampai ke depan pintu Lift.


“Ya Xiumei... bagaimana pernikahanmu? Apakah kau bahagia? Tentu saja kau pasti sangat menderita. Karena aku sangat yakin sekali suamimu itu sama sekali tak mau menyentuhmu. Apa lagi kau sama sekali tak ada daya tariknya. Chh...” Fei mengatakannya dengan tertawa ringan terdengar merendahkanku. Sepertinya dia mulai menyulut api.


Sok tau sekali dia. Jin belum pernah menyentuhku? 'Jika jin belum pernah menyentuhmu aku percaya. Faktanya Jin... bahkan tak mau jauh-jauh dariku.' Aku tertawa dalam hati.


Aku harus bersabar. Ling terlihat khawatir dan bingung. Aku menarik nafas dalam sebelum memulai menjawab pertanyaannya.


“Nona Lu Feiyue, terimakasih sekali anda telah mengkhawatirkan aku dan suamiku. Dan ternyata kami sangat bahagia sekali. Ternyata menikah itu benar-benar menyenangkan loh. Jadi sebaiknya anda mengkhawatirkan diri anda sendiri. Eum?” Aku berucap sesopan mungkin, tak lupa aku menggodanya dengan mengedipkan sebelah mataku.


“...” Fei terlihat sedikit terkejut. “Baiklah... tapi bolehkah aku berpesan satu hal padamu?” dia mendekatiku. Hingga membuatku mendongak ke arahnya. Tentu saja aku kan sangat kecil sedangkan dia sangat tinggi semampai. Ahh... Jadi sedih memikirkannya.


“Tentu saja, silahkan!" Aku tersenyum sopan mengiyakan.


“Dengarkan baik-baik Zhang Xiumei... kau mungkin sudah menang karena kau telah nerhasil menjadi istri Jinyi. Tapi sepertinya kau belum benar-benar menang, karena aku... akan membuat Jinyi berada dalam pelukanku. Ingat itu. Jinyi adalah milikku.” Ucapnya mengancam.


Deg!


Hatiku langsung tersentak. Jadi....???? dia benar-benar belum menyerah??? Dia benar-benar mengajakku berperang?


“Dan Jinyi akan tetap memilihku.” Ucapku yakin dengan tersenyum ke arahnya.


“Ok... mari kita lihat.” Ucapnya sinis sembari memasuki pintu lift yang tengah terbuka.


Ling yang sedari tadi hanya terdiam mendengar dan memperhatikan kami langsung beranjak mendekat.


“Ihhhh... siapa sebenarnya nenek sihir itu Mei?” tanya Ling penasaran. "Kau harus benar-benar menjaga suamimu." Ling sangat khawatir


“Jangan dipikirkan, Jin akan selalu memihakku.” Ucapku pada Ling meyakinkan sembari mengajaknya masuk ke ruang kerja.


Aku sebenarnya juga merasakan sedikit ketakutan. Takut... jika Jin meninggalkanku. Tidak. Aku harus yakin. Aku benar-benar harus pasang kuda-kuda.


***