WE GOT MARRIED

WE GOT MARRIED
Chapter 33 PSIKIATER



“Sebenarnya aku ini kenapa?” aku langsung terduduk dan memegangi dadaku yang terasa sesak karena berdegub kencang tak beraturan.


Namun tak berapa lama degubannya berubah kembali normal. Dan seperti itu terus sepanjang hari. Setiap aku mengingat Jin dadaku langsung terasa sesak dan jantungku terasa berdetak cepat tak beraturan kembali.


Hari sudah menjelang malam, namun aku tak punya nafsu makan sama sekali dan hanya tiduran di sofa yang biasa Jin tiduri. Anehnya lagi.... aku begitu menyukai piyamanya yang semalam Jin pakai dan belum sempat ku cuci. Aku memeluk piyama itu erat-erat.


Iya... aku memeluk piyamanya. Ini benar-benar di luar akal sehatku. Aku rasa aku sudah mulai gila. Atau bahkan aku benar-benar sudah gila.


Kenapa di saat dia jauh seperti ini perasaanku seperti ini. Bahkan aku merasa hampa sekali, seolah aku berada dalam ruangan yang sunyi dan senyap tanpa udara.


Berulang kali aku menatap layar ponselku berharap ada pesan masuk. Aku menunggu kabar darinya tapi sudah sekian lama kabar itu tak kunjung ada. Aku mulai khawatir. Saking khawatirnya aku sampai menangis tak karuan.


Untuk mengusir rasa hampa yang ada, ku edarkan pandangan mataku ke seluruh ruangan kamar. Namun kemudian mataku tertuju pada sebuah foto dalam pigura besar di atas tempat tidurku.


Aku baru menyadari bahwa di sana ada foto pernikahan kami. Padahal sudah sebulan aku tinggal dan tidur di sini. Dan juga... setiap hari aku selalu berbenah kamar dan semua ruangan yang ada di rumah ini. Tapi kenapa aku tak pernah menatap foto itu? menyadari keberadaannya saja tidak.


“Jin...” aku menangis lagi. Lama.... Sampai akhirnya aku tersadar akan sesuatu. Sepertinya ada yang salah dengan diriku.


Dengan cepat aku langsung memakai sweater dan mengambil tas selempang di samping pintu.


Aku mau ke mana?


Ya. Aku harus pergi ke dokter sebelum semua terlambat dan berubah semakin parah. Penyakitku. Sepertinya aku benar-benar sakit.


Setelah tak berapa lama akhirnya aku sampai juga di rumah sakit. Tak tanggung-tanggung aku langsung periksa ke dokter spesialis jantung. Karena aku merasa jantungku ada yang tak beres.


Namun apa kata dokter spesialis jantung?


“Jantung anda sehat, aliran darahnya juga normal. Mungkin jika anda merasa ada yang kurang nyaman, bisa saja itu berasal dari faktor kejiwaan anda. Bisa jadi seperti itu. Banyak faktor bisa menyebabkan jantung sehat namun terasa sakit. Jadi sebaiknya anda mendatangi seseorang yang mengerti tentang kejiwaan.” Saat dokter berkata begitu aku benar-benar sangat terkejut.


Betapa tidak? dokter ahli jantung bilang jantungku sehat dan mungkin ada yang tak beres dengan kejiwaanku.


Apakah ini artinya kejiwaanku yang sakit? aku gila?


Beliau kemudian menyarankan agar aku berkonsultasi ke seorang psikiater rekanannya.


Berpikir mana yang baik, dari pada aku bertambah lebih gila, ku beranikan diri menemui psikiater yang dokter tadi sarankan.


Seperti, semua bermula dari apa dan lain sebagainya.


Akhirnya aku pun bercerita mulai dari aku menyukai seseorang, hingga aku dinikahkan secara mendesak dengan orang yang tak begitu ku kenal. Serta kelainan ini terjadi setelah pernikahan berlangsung.


Kemarin yang merasa kesal ketika melihat ada wanita lain dekat-dekat dengan Jin. Aku yang memeluk dan mencium segala sesuatu yang berhubungan dengan Jin saat dia tak ada.


Dan sekarang puncaknya aku yang tak nafsu makan saat jauh dari Jin. Semua aku ceritakan tanpa ada yang terlewat.


Namun anehnya beliau malah tertawa tertahan. Aku jadi lebih bingung.


“Sepertinya nona memang benar-benar sudah gila. Akan tetapi gilanya karena cinta. Bukan karena yang lain.” Jelasnya sembari menggoda.


“APA????” aku terkejut merasa psikiater tersebut salah berucap.


“Begini... ketika anda menyukai seseorang, saat berada di dekatnya, hormon estrogen dan progesteron anda akan bereaksi sehingga adrenaline anda akan terpacu, hal ini akan membuat detak jantung anda menjadi tak beraturan yang berefek sesak dan lain sebagainya. Apa lagi sudah sampai tingkat sangat merindukan seseorang. Hal ini akan jadi semakin parah jika tidak tersampaikan.” Psikiater tersebut menjelaskan.


“Benar, ketika anda merindukan seseorang, anda akan merasa hampa. Segala sesuatu tentang dia akan terngiang. Spontan segala sesuatu yang berhubungan dengan orang itu akan anda jangkau karena tersisa jejak-jejaknya. Seperti memeluk bantalnya? Tidur di tempatnya? Mencium aroma tubuhnya yang tersisa dan lain sebagainya.” Beliau menjelaskan dengan sabar dan tersenyum ramah.


“Ketika ada seorang wanita mendekati suami anda, anda merasa kesal. Itu hal yang wajar. Itu adalah sebuah pertahanan diri terhadap lawan. Anggap saja demikian. Ketika anda tengah cemburu, seketika anda merasa anda ingin sangat diperhatikan, anda tidak rela jika perhatiannya tertuju pada yang lain. Maka setelahnya akan timbul perasaan marah dan kesal. Ini adalah reaksi yang wajar yang menandakan bahwa Anda benar-benar tak ingin suami anda berpaling. Lebih ringkasnya Anda benar-benar menyayanginya." Beliau melanjutkan.


“Bisa jadi yang anda anggap ’menyukai seseorang’ itu sebenarnya adalah anda menyukainya hanya sekedar suka saja. Tetapi anda tidak mencintainya. Mencintai dan menyukai seseorang itu adalah dua hal yang berbeda. Namun sangat mirip. Seperti ini misalnya, ada seseorang idola yang sangat menginspirasi. Dan anda tertarik padanya . Tidak, bilang saja anda suka. Sangat suka sekali. Coba anda pikir? Karena apa anda menyukainya? Karena mengaguminya bukan? Karena dia pantas anda jadikan panutan dan begitu kagum dan menyukai akan segala prestasi yang dia dapat. Sedangkan kasus lain seperti ini, seseorang ketika ada mungkin tak terasa begitu kentara keberadaannya untuk apa? Namun di sisi lain anda merasa sangat nyaman bersamanya. Tidak ada hal yang harus ditutupi. Kalau mau jelek ya jelek saja. kalau mau mengupil ya mengupil saja, di sini anda tidak merasakan malu sama sekali. Namun ada kalanya hati anda berdebar-debar tak karuan. Ketika mereka tak ada, perasaan anda akan berubah menjadi hampa. Sangat merindukan keberadaan dia. Bahkan seperti heroin karena semacam ada rasa ketergantungan. Sebenarnya ada beberapa contoh yang sulit di gambar kan dan hanya anda sendiri yang paham. Inilah cinta. Dan inilah yang sekarang anda rasakan.” psikiater itu bahkan memberikan sebuah pengandaian dalama penjelasannya.


Penjelasan yang sangat panjang. Aku masih tak percaya dengan apa yang terjadi pada diriku.


Apakah aku benar-benar telah menyukai Jinyi? Tidak. Tidak hanya menyukai. Tapi mencintainya? Ini tak mungkin. Aku baru dua bulan mengenalnya. Namun apa kata psikiater bilang.


“Dua bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk mengenal seseorang. Apa lagi anda hidup bersama. Bukan hal yang mustahil. Sehari jatuh cinta pun bisa. Anda hanya tak yakin karena anda baru mengenalnya. Namun Ketika anda menyangkal. Anda akan mulai merasakan sakit. Cinta itu tidak butuh penyangkalan. Tapi cinta butuh keberanian dan pengakuan. Pengakuan ada karena keberanian” Demikian beliau menutup penjelasannya.


Jadi ????? kenapa aku bertindak bodoh dan terus menyangkalnya? Kenapa aku tak memahami isi hatiku sendiri?


So... i’m really in love?


Aku pikir cinta itu sesuatu yang simpel dan selalu indah. Tapi nyatanya lebih rumit dan sakit. Sakit... ketika merindukannya.


***