
Lusiana menghidupkan mesin mobil untuk kembali pulang ke rumahnya.
Saat meninggalkan rumah pagi hari tadi, putrinya itu masih tertidur lelap. Ia tidak dapat membayangkan akan nasip Alisa Mawardi kedepannya. Jangankan untuk melanjutkan karirnya sebagai selebgram dan model tanah air. Untuk menunjukkan wajahnya di hadapan masyarakat saja sudah pasti sangat berat untuk Alisa.
Hancur sudah nama baiknya yang selama ini terjaga. Puluhan tahun hidup dalam kenyamanan, kecukupan, di banjiri dengan harta melimpah menjadi istri dari Sutan Cjokro. Dengan sekejap, semuanya hilang dari gengaman, dunia seakan berputar 180 derajat berubah total.
Kenyataan membalikan kehidupanya yang mau tidak mau harus di terimanya. Kenyamanan itu seketika hilang, nama besar itu seakan terhapuskan, orang tak lagi memandangnya dengan penuh rasa hormat. Desas desus gosip seputar dirinya-pun mulai terdengar di kelompok teman-teman arisannya. Ia sudah tidak bisa berbangga diri saat Cjokro meninggalkannya.
Hanya rumah dan kendaraan yang di terimanya. Beberapa aset seperti apartemen, Villa, kartu kredit yang selama ini menjadi fasilitasnya, semuanya di tarik dan di bekukan. Ia sudah tidak bisa menikmati ratusan juta uang yang ada di dalam rekeningnya. Saldo yang tersisa hanya sebesar 50 juta.
Nasib Mawardi Sanjaya Putra pun sama buruknya. Rumah habis terjual, kendaraan pun sama. Apalagi isi rekeningnya, yang ada hutang semakin membengkak karena tak mampu membayar dengan bunga yang menjerat nyawa. Saat ini Sanjaya tinggal di apartemen Lisa, mantan suami yang masih berhubungan dengannya itu bersembunyi dari kejaran para anak buah sang lintah darat.
Lusiana juga berencana akan menjual beberapa tas brandednya yang ia beli seharga ratusan juta, untuk bisa menopang kehidupannya dan membayar arisan yang harus ia bayarkan setiap 2 minggu sekali. Rumah yang di tempati saat ini sebagai pemberian Cjokro-pun sudah ia masukkan di iklan penjualan di berbagai media cetak dan elektronik.
Dan jalan satu-satunya, ia harus bisa bertemu dengan Cjokro atau Lingga. Hanya kedua pria itu yang bisa mengeluarkannya dari masalah.
Inikah buah yang harus ia petik dari perbutannya dahulu. Bekerja sama dengan seseorang yang ingin menjatuhkan Sutan Cjokro. Lusiana memasukkan obat tidur kedalam minuman Cjokro saat jamuan makan malam. Ia membawa pria itu menginap di salah satu hotel dengan melucuti seluruh pakaian yang melekat di tubuh Cjokro dan juga dirinya. Sesungguhnya, Cjokro tidak pernah menidurinya.
Tapi pada akhirnya ia membelot sang pejabat yang ingin membayarnya. Lusiana memilih menikah dan menyelamatkan nama baik Cjokro. Ia lakukan demi sebuah keinginan untuk putri semata wayangnya, dari pada ia harus menerima bayaran yang hanya ratusan juta.
Lusiana dapat melihat peluang, ia mengetahui kekayaan keluarga Sutan yang tidak akan ada habisnya selama tujuh turunan. Dan pada akhirnya, ia mengetahui kalau Cjokro telah menikahi seorang gadis bernama Rossa sebelum menikah dengan dirinya. Bahkan wanita itu telah mengandung anak dari Sutan Cjokro.
Saat terjadi perdebatan dan saling dorong, Lusiana sengaja menjatuhkan dirinya dan mengorbankan bayinya demi mempertahankan hubungannya bersama Cjokro yang semakin memburuk, ia ingin mengikat Cjokro dan mengambil bayi yang di kandung Rossa saat mengetahui bayi itu laki-laki, dan ia akan mengikat bayi itu dengan putrinya yang berselisih satu tahun. ( umur Alisa lebih tua dari Lingga sekitar 2o bulan )
Dengan segala bujuk rayu Lusiana, dan pendekatan yang dilakukan Alisa.. Akhirnya Lingga mau menerima Alisa sebagai kekasihnya, hingga Lingga di kirim Cjokro ke Negara China untuk memperdalam ilmu bisnis, keduanya menjalani hubungan jarak jauh.
Dan ketika kembali ke tanah air.. Mawardi sanjaya Purba meminta Lingga untuk segera menikahi Alisa. Saat itu Lusiana sebenarnya menyadari, rasa cinta Lingga terhadap putrinya tidak terlalu besar. Hanya sebatas rasa sayang sebagai teman yang Lingga tunjukkan.
Lingga sempat meminta waktu, tetapi ia terus mendesak Lingga agar memenuhi keinginannya, ia menutup mata. Yang ia inginkan hanya bagaimana caranya Lingga menikahi Alisa. Dan Alisa masuk ke keluarga Sutan. Ia meyakini lambat laun Lingga akan mencintai putrinya. Tetapi semua prediksi dan keinginan gagal, tak sejalan dan tak sesuai rencana. Hingga akhirnya akan berakhir seperti ini.
°°°°°
Sesampainya Lusiana di halaman rumahnya. Wanita itu segera menuju lantai 2 dimana putrinya berada. Ia akan mencoba menguatkan Alisa, supaya putrinya tetap kuat dan bisa menghadapi hujatan dari para fansnya yang banyak meng-unfollow. Subscribe di salah satu sosial media yang di milikinya pun turun drastis.
Melihat pintu kamar yang terbuka, membuat Lusi bertanya-tanya. Bukan saat ia pergi, kamar ini sudah di kuncinya dari luar? Tetapi kenapa bisa terbuka. Ia masuk kedalam, Lusiana tak menemukan keberadaan Alisa.
"Lisa.. Lisa.." ia mencari kedalam kamar mandi. Tetapi Lusiana tak menemukan putrinya.
"Kemana dia?" Lusiana masih bertanya-tanya. Dilihatnya ponsel Alisa tergeletak di atas tempat tidur. Ia hanya dapat melihat barang-barang Lisa yang berhamburan di lantai.
"Biiikkk.!!" Lusiaana memanggil salah satu pekerja yang tersisa di rumahnya. Ia berteriak memanggil dari lantai atas.
"Ya, Nyah.." pekerja itu tergopoh-gopoh ke arah tangga dan menenggadahkan kepalanya melihat majikannya yang berdiri di atas dari bawah
"Kemana Alisa?" Lusiana bertanya
"Dari tadi saya tidak melihat Mbak Alisa Nyah.. Bukannya Mbak Alisa terkunci di dalam kamar?" pembantu itu malah balik bertanya.
"Baik, Nyah.." pembantu itu menurut dengan hati yang tidak ikhlas. Pembantu itu melakukan yang di perintahkan sang majikan dengan mulut yang ngedumel.
"Ibu sama anak sama saja, kalau memerintah seenak jidadnya. Mbak Alisa itu seperti anak kecil saja, harus dicari di setiap sudut rumah. Gak tau apa kerjaan saya numpuk.! Semuanya saya yang kerjakan sendiri. Sudah gitu, gaji tetap saja tidak naik-naik.."
Pembantu itu mulai mengitari setiap sudut ruangan dari mulai area kolam renang, kamar tamu, kamar belakang, ruang tamu, ruang keluarga, sampai ke gudang tempat menyimpan barang. Tetapi putri sang Nyonya yang baru tinggal hitungan jam itu tidak di temukan keberadaannya.
Pembantu itu kembali menemui sang Nyonya untuk melaporkan kalau ia tak menemukan keberadaan Alisa.
Sedangkan Lusiana tengah menghubungi Sanjaya, akankah putrinya itu pergi dari rumah untuk menemui sang ayah di apartemennya.
"Kemana saja kamu, Mas? Kenapa tidak di angkat-angkat telfonku?" Lusiana tampak gusar, ia berjalan mondar mandir di dalam kamar. Tidak mungkin putrinya itu pergi meninggalkan rumah dalam kondisi yang tidak menguntungkan untuk Lisa. Berita sudah tersebar bukan hanya di sosial media, tetapi sudah masuk dalam berita.
Lusiana kembali menghubungi Sanjaya yang kesekian kalinya, kali ini ia berharap lelaki itu akan mengangkat panggilannya.
Terdengar juga suara dari seberang dengan suara serak yang menandakan lelaki itu baru saja bangun dari tidurnya.
Baru saja Sanjaya mengucapkan kata Halo. Lusiana sudah mengucapkan banyak pertanyaan dengan nada tinggi.
"Kenpa lama sekali mengangkat telfonku?
Sudah sesiang ini kamu baru bangun! Tidak adakah pekerjaan lain yang bisa kamu lakukan daripada hanya menghabiskan waktu dengan tidur?!"
Lusiana mengoceh tidak berhenti karena kesal, hampir saja ia lupa akan niatnya yang ingin menanyakan akankah Lisa datang ke apartemen.
"Tidak mungkin pagi-pagi kamu menghubungiku hanya untuk mengomeliku Lus?" ucap Sanjaya
"Ada apa? Apa karena perutmu kosong sehingga kamu sampai kebakaran jenggot dan membangunkanku.
"Apa kamu belum melihat kabar di media tentang Alisa? Putrimu itu sedang mengalami masalah besar! Kamu malah enak-enakan bersantai ria dengan menggunakan fasilitas dari Alisa. Kamu membuaku muak Sanjaya!!" Lusiana mengungkapkan kekesalannya.
"Bangun dan nyalakan televisi!!
Karenamu aku sampai lupa bertanya. Apa Lisa ada di sana?"
"Tidak ada? Dari anak itu keluar dari balai besar, dia belum mengunjungiku."
Sanjaya menjawab sambil melangkah ke ruang tengah untuk menyalakan televisi. Lelaki itu akan mencari tau masalah apa yang menimpa putrinya.
****
Bersambung ❤️
Aku tuh kemarin up sayang.. Tapi lolosnya hari ini hehehe....