
Di bantu oleh Bik Mar, Tante Rossa hari ini memasak banyak menu masakan, wanita itu akan menyambut kepulangan anak menantunya dari bulan madu. Wanita itu bahkan sudah menghubungi Lingga agar langsung pulang ke rumah untuk makan siang bersama.
Berbagai macam lauk dan sayur rumahan sudah di tatanya dengan rapih di atas meja makan. Hidangan itu tampak menggugah selera, dari mulai rendang daging, ayam goreng kalasan, ikan bakar, goreng tempe tahu, telur gulung sosis, cah sayuran hijau, lalapan dan sambal sudah di hidangkan. Tidak ketinggalan sayur asam dan ikan asin sebagai pelengkap. Salah satu menu yang di sukai Lingg dan Maya.
Tidak lupa, wanita itu sudah mewanti-wanti kepada sang suami untuk pulang siang bersama Harun dan Roby. Setelah itu sambungan telfonnya beralih ke nomor Lexsus, Rossa mengingatkan pria itu agar jangan sampai telat menjemput Lingga dan Maya. Rossa juga sudah memerintahkan Dina untuk menutup Butiq hari ini. Lendra yang sudah berada di rumah itu sedari pagi hanya bisa tertawa melihat hebohnya Tante Rossa.
Pria muda itu tengah asik bermain PS yang dia bawa. Setelah hubungan antara Tante Rossa dan Lingga sudah terbongkar, Lendra tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk berkunjung ke rumah itu. Lendra bahkan seringkali menginap saat dia tidak ingin pulang ke apartemennya.
Suara mesin mobil milik Cjokro tiba di halaman, bersama Harun asisten Cjokro, dan Roby sang sekertaris yang menjalankan tugas yang di serahkan oleh Lingga. Meninggakan dapur, Tante Rossa bergegas ke depan, menyambut kepulangan suaminya.
Sudah menjadi ritual yang selalu Rossa lakukan ketika mereka sudah tinggal bersama. Dengan senyuman hangat, wanita itu mengambil alih tas kerja Cjokro dan mencium tangannya dengan takzim.
Perlakuan Rossa kepada Cjokro tidak pernah Lusiana lakukan selama berumah tangga. Pria itu menarik seluruh aset termasuk kartu dan memblokir kartu kredit sebagai fasilitas yang pernah ia berikan. Cjokro hanya memberikan rumah yang pernah mereka tempati bersama kepada Lusiana setelah menggugat cerai dan memilih tinggal bersama Rossa.
"Lend, hubungi Abangmu atau Lexsus, sudah sampai mana?" Tante Rossa sudah sangat tidak sabar menunggu kedatangan sang putra.
"Sabar Bun.." Cjokro mengusap pundak Rossa menenangkan-nya.
"Pesawatnya tiba jam satu siang tadi Pa, ini sudah hampir jam 2."
Baru saja Rossa akan bicara kembali, Suara mesin mobil terdengar masuk dan berhenti di halaman rumah. "Pa, Lingga.." wanita itu kembali ke depan dengan menarik tangan suaminya.
Lendra pun ikut beranjak, menyambut sang Kakak yang sudah tiba. Di ikuti Harun dan Roby yang mengekor di belakang.
"Den Aling.." ( panggilan kesayangan Kang Ujang untuk Lingga) Kang Ujang meyapa, membantu membukakan pintu Fortuner hitam yang sudah terparkir. Kang Ujang adalah orang kepercayaan Harun Hanunggara yang di kirim untuk menjaga Rossa saat menyusul Cjokro ke Jakarta. Hingga pria itu terus mengabdi kepada Rossa. Putri dari juragannya.
"Kang Ujang, sehat?
"Alahmadulillah sehat Den."
"Di sambut Tante Rossa dan Cjokro yang mendekat menyambut ke empat orang yang baru keluar dari dalam mobil.
"Aling.."
"Bunda."
Wanita itu memeluk sayang sang putra. "Kamu gemukan Ling." Tante Rossa meraup wajah sang putra sambil memindai tubuh Lingga dari kepala sampai kaki.
"Berarti menantu Bunda pandai mengurus suami." ucap Lingga seraya tersenyum
"Vitaminnya cocok Bun.." dari pintu Lendra meledek sang Abang. Di ikuti tawa semuanya.
Rossa beralih ke Maya.. "May… Bunda kangen." Rossa memeluk Maya dengan sayang sama seperi ia memperlakukan Lingga.
"Maya juga Bun." hati Maya berdesir haru karena bahagia. Akhirnya ia bisa merasakan pelukan sesosok Ibu mertua.
"Apa dia rewel?" Bunda Rossa bertanya kandungan Maya dengan mengusap perut.
"Alahmdulillah tidak Bunda.. Dia sehat."
Bersamaan dengan Lingga yang merangkul Cjokro. "Papa sehat?"
"Ya, Papa sangat sehat. Hanya saja Papa sudah tidak sabar ingin segera istirahat." Cjokro mengingatkan Lingga.
"Akan Lingga pikirkan Pa." jawab Lingga
"Tidak perlu berpikir Ling. Perusahaan membutuhkanmu." Cjokro balas menjawab.
"Hei… hei… jangan membahas perusahaan.. Ayok masuk dulu. Kita langsung ke meja makan." Tante Rossa melerai pembicaraan ayah dan sang anak. Setelah ia juga menyambut Dina dan Lexsus agar masuk ke dalam.
"Halo Brother." Lingga memeluk Lendra.
"Hai Bang.. Lu pulang-pulang sudah bawa ponakan buat gua? Tabungan lu sukses." Ucapan Lendra mendapat senyuman lebar dari Lingga. "Selamat ya Bang, sorry gua gak bisa hadir di pernikahan Abang. Gua masih Di China dan baru balik seminggu yang lalu."
"It’s Ok." Lingga menepuk pundak Lendra.
"Uncle Hadid sudah membaik?" Lingga bertanya kabar kesehatan pamannya yang sempat menurun akibat penyakit Liver yang meyerangnya. Lingga mendapatkan kabar dari Lexsus saat ia masih berada di pengasingan, bahwa Lendra terbang ke Negara China selama sebulan lamanya.
"Sehat, Bang.. Kesehatan Papa sudah membaik.. Mama dan Papa titip salam untuk Abang. Mereka sudah meyiapkan tiket bulan madu untuk abang dan Kakak ipar ke China."
"May.." Lendra tersenyum hangat, menyapa wanita yang sempat membuatnya galau.
"Hai Lend.." Maya membalas sapaan Lendra, yang baru ia ketahui kalau pria muda itu adiknya Abang. Sangat mengejutkan
Setelah saling menyapa, mereka semua menuju ruang makan bersama, untuk menikmati makan siang bersama sambil melanjutkan obrolan.
"Makan yang banyak, May.. Ada cucu Bunda di perutmu."
"Ya, Bun.." Tetapi maya lebih mendahulukan melayani Lingga.
"Abang mau lauk apa?" Maya bertanya setelah menuangkan Nasi ke atas piring.
"Goreng tempe, ikan asin dan ayam goreng."
Maya memisahkan sayur asam di mangkuk yang sudah di sediakan.
"Din, Daengnya di siapkan makanannya. Harus di biasakan mulai sekarang." Tante Rossa mengingatkan dengan memberi nasehat, saat melihat Dina ragu-ragu. Wanita itu bingung antara ingin melayani atau tidak karena malu.
"Daeng mau makan dengan lauk apa?" Akhirnya Dina bertanya juga
"Samakan saja dengan Anri."
"Hebat juga lu Din, bisa menaklukkan si balok es … tau-tau udah pacaran." Lendra meledek kedua pasangan yang baru dekat itu.
"Bagus donk pacaran, lebih cepat lebih baik.. Jangan lama-lama Lex." Bunda Rossa menimpali
"Ya, Bun.." Lexsus menjawab
"Bunda senang, Bunda akan punya menantu lagi. Tetapi Bunda juga akan di buat pusing."
"Kenapa pusing Bun?" Lendra bertanya sambil menyuap makanan ke dalam mulutnya.
"Ya pusing Lend.. Karyawan bunda semuanya hilang di rampas Lingga dan Lexsus." membuat semua yang ada di meja makan tertawa.
"Tenang Bun.. Nanti Lendra akan melamar menjadi pekerja toko Bunda. Di jamin nanti akan banyak pelanggan. Khususnya wanita-wanita muda."
"Terus, kalau kamu jaga toko Bunda, kapan kamu cari Istrinya? Mengurus Ling’s Caffe saja sampai sekarang masih jomblo. Bunda ingin kamu juga secepatnya menyusul Abangmu."
Lendra tersedak mendengar ucapa Bunda Rossa.
"Hati-hati Lend.." dengan reflek, Maya memberikan air minum kepada Lendra. Dan langsung di rebut oleh Lingga. "Punya Abang." Pria itu menenggak air putih itu sampai habis.
"Tega bener sih lu Bang." Lendra akan menyambar gelas milik Dina yang duduk di depannya. Tetapi segera di raih juga oleh Lexsus. "Punya Daeng." Pria manis itu langsung menghabiskan air putih itu hingga tandas.
"Haiss.. Lu juga tega sama gua Daeng! Dasar pria-pria bucin." Lendra akhirnya menerima segelas air putih dari Bunda Rossa.
"Abang sumpahin kamu akan lebih bucin dari Abang dan Daeng."
"Ckk.." Lendra berdecak mencibir sang Kakak.
"Suah-sudah.. Di teruskan makannya."
Rossa melerai kedua putranya yang saling meledek.
"Ingat ya.. Bukan hanya Lendra yang Bunda tunggu menyusul Lingga tetapi Roby juga." ucap Rossa tiba-tiba
Serentak semuanya menatap Roby yang menjadi tersangka
"Yah... Pak … akhirnya saya kena juga."
****
Bersambung ❤️
Iyaa dehhh.. Lexsus aku gabung disini 😁