TRUE LOVE For MAYA

TRUE LOVE For MAYA
CALON ISTRI



Keluarga Werang Kamoga tengah menikmati makan bersama saat suara seorang wanita mengucapkan salam terdengar jelas dari luar.


"Assalamuallaikum.."


Indo Senna dan Ambo Werang saling bertatapan, kedua orang tua itu sudah sangat hapal dengan suara yang tidak asing. Sesosok wanita yang sering datang berkunjung satu tahun terakhir ini.


"Waalaikumsallam.."


Indo Senna membalas ucapan salam seraya berdiri. Wanita itu beranjak dari duduknya di lantai yang beralaskan karpet, meninggalkan meja makan bergaya lesehan untuk menemui wanita bernama Ape yang datang berkunjung.


Sedangkan Daeng Lexsus seakan tidak perduli, pria itu mulai menuangkan sup konro ke dalam mangkuk Dina.


"Makan yang banyak Anri. Sup buatan Indo paling enak sedunia." pujinya


"Terimakasih Daeng.." Dina tersenyum, melihat gerak gerik pria manis yang memperlakuannya dengan penuh perhatian kepadanya. Dari mulai keberangkatan sampai tiba di rumah ini, pria itu tak lepas selalu menggenggam tangannya. Tidak banyak yang terucap dari mulutnya. Hanya kata rindu dan rindu yang Daeng ucapkan.


Karena sebelumnya, selama seminggu pria itu tak datang untuk menemuinya di kostan, bahkan Daeng tak menjemputnya di Butiq saat pulang seperti yang selalu pria itu lakukan selama terikat hubungan pacaran.


Selama 7 hari, Daeng sibuk dengan pekerjaannya, hanya sebatas pesan singkat dan panggilan telfon yang pria itu lakukan. Sehingga rasa rindupun semakin membuncah di hati keduanya.


"Cukup Daeng, jangan banyak-banyak dagingnya." Dina menyetop ketika sup Iga itu terus di tuangkan kedalam mangkuk miliknya.


"Ah… Daeng tidak adil.. Kenapa Laoka tidak juga di layani?" sang adik menggodanya dengan kedua tangan ia sanggahkan di bawah rahang pipinya, Laoka tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


"Kau masih punya tangan, ambil sendiri." jawab Lexsus cuek.


"Kau ini suka sekali menggoda Daengmu." Werang mengusak kepala putra keduanya.


"Teteh ambilkan ya Oka." Dina menawarkan diri.


"Apa itu Teteh?" Laoka tidak mengerti dengan ucapan Dina


"Teteh itu pangilan untuk Kakak perempuan dalam bahasa Sunda." Dina menjelaskan.


"Oooooo." Laoka mengangguk anggukkan kepalanya.


"Anri, biarkan Laoka mengambil sendiri." Lexsus menahan tangan Dina saat akan mengambil sup untuk ia berikan kepada pria remaja yang selalu tersenyum manis. Senyuman yang sama, yang di miliki Lexsus.


"Ah Daeng, pelit sekali Kakakku Ini." Laoka tampak bersungut-sungut.


Sedangkan di ruang depan, Indo mempersilahkan sosok wanita yang yang sudah di kenalnya untuk masuk, karena daun pintu yang memang tidak tertutup dan di biarkan terbuka.


"Masuklah Ape."


"Ya, Indo.." wanita itu menyerahkan rantang berisi makanan yang selalu ia bawa saat berkunjung ke rumah Ambo Werang.


"Ini Indo, Ape sengaja masak untuk Indo dan Ambo." wanita itu meyerahkan rantang bertumpuk tiga kepada Indo Senna.


"Kenapa harus repot-repot Ape.. Indo sudah masak sup hari ini."


Sebagai ibu, Senna tetap menghargai dan menerima pemberian wanita yang pernah menjalin hubungan dengan sang putra, sebelum akhirnya Lexsus pergi merantau ke Jakarta.


Tetapi sayang, hubungan mereka berakhir tanpa kata dan penjelasan. Yang Lexsus dengar bahwa Ape harus meninggalkan-nya karena ia sudah di jodohkan dan menikah dengan pria dari keluarga berada. Sedangkan Daeng, orangtua Ape sangat tidak menyukai karena faktor ekonomi keluarga Werang yang di anggap sangat rendah.


Dan setahun ini, kabar yang di terima adalah, Ape sudah bercerai dengan suaminya. Ia tidak sanggup melanjutkan pernikahannya di karenakan harus menjadi istri ke tiga dari pria kaya yang berada di kota Makassar. Ape tidak bisa melupakan Lexsus yang sangat di cintainha.


Dan saat ini, Ape sedang mengejar kembali cintanya Lexsus. Selain keberhasilan Lexsus yang menyebar luas oleh semua penghuni kampung Bugis, orangtua Ape pun mengetahui kalau pria yang pernah di rendahkannya itu sudah bertranformasi, berubah menjadi pria sukses. Bukan hanya mampu mengangkat drajat orangtuanya di kampung. Tetapi Lexsus berhasil membeli semua perahu dan mempekerjakan para nelayan dengan gaji yang pantas di pesisir pantai.


"Duduklah Ape.. Indo ganti dulu rantangnya ya."


"Indo.." Ape menahan tangan Senna saat akan melangkah ke belakang.


"Ya, Ape.. Ada apa? Indo Senna berbalik menatap wajah Ape yang tertunduk.


"Oh, iya Ape.. Lexsus sudah pulang, baru saja tiba.. Sekarang sedang makan di belakang."


"Bolehkah Ape menemui Daeng Indo?" Ape meminta di ijinkan untuk ikut ke belakang.


"Iya, temuilah.." Indo Senna tidak mungkin menghalangi Ape yang ingin bertemu Lexsus, bukannya tidak merasa kasihan, tetapi Ape harus tau kalau dia tidak mungkin bersatu kembali dengan putranya, agar Ape tidak berharap dan menunggu Putranya.


Senna membiarkan Ape mengetahui bahwa Lexsus sudah memiliki wanita lain yang di pilih untuk menjadi istrinya. Walaupun tidak ada rasa dendam, sebagai orangtua Indo sempat marah dan kecewa akan sikap dan keputusan Ape. Apalagi saat mengingat ucapan yang di lontarkan oleh orangtua Ape yang sangat merendahkan putranya.


"Mari, masuklah Ape.." Senna tersenyum meminta Ape mengikuti langkahnya.


Langkah Ape terhenti saat sudah mendekati meja makan, ia dapat melihat dengan jelas, selain Ambo Werang dan Laoka, sesosok pria yang sudah di nantikannya sedang menikmati makan bersama seorang wanita. Ia bisa melihat interaksi keduanya yang terlihat dekat. Timbul banyak pertanyaan di hatinya, siapa wanita itu? Yang mendapat suapan dari Daeng Lexsus.


"Mari, Ape… kita makan bareng ya.." Werang ikut mempersilahkan Ape agar duduk bareng.


"Ya, Ambo.." Ape duduk di samping Laoka.


Sedangkan Dina tersenyum ramah menyambut kehadiran wanita yang belum di kenalnya siapa.


"Ehemmm…" Laoka sedikit berdehem, melihat sang Kakak yang benar-benar tidak perduli dan terus asik menyantap makanannya di piring.


Sehingga mau tidak mau Lexsus mengangkat kepalanya. Ketika mendengar pertanyaan dari wanita yang 3 tahun lalu pernah di cintainya.


"Bagaimana kabarnya Daeng?" suara Ape terdengar pelan tapi masih bisa di dengar dengan jelas. Wanita itu menunjukkan senyum manisnya


"Kabarku Alhamdulillah baik Ape." Lexsus menjawabnya dengan datar tanpa ekpresi.


Dina dapat melihat dan membaca situasi yang terjadi di antara keduanya, Lexsus terlihat menjaga jarak dan sikap kepada wanita yang ia dengar bernama Ape. Wanita di hadapannya itu tampak manis, terlihat cantik, kalau Dina boleh menebak. Wanita itu berumur tidak jauh dengannya. Entah kenapa hati Dina mengatakan kalau wanita itu ada hubungannya dengan Lexsus, saat melihat sorot mata Ape yang tidak lepas dari pria yang duduk di sampingnya.


"Di makan Ape.. Hari ini Indo memasak sup konro kesukaan Lexsus dan juga untuk menyambut wanita yang berada di sampingnya." ucap Indo Senna seraya tersenyum. Indo Senna bicara sambil menuangkan lauk pemberian Ape ke dalam mangkuk untuk di nikmati bersama.


Ambo Werang dan Laoka terdiam tak bersuara, ayah dan anak itu lebih memilih menikmati makanan di piringnya masing-masing. Keduanya tidak ingin ikut campur.


Sebelum Dina membuka suara untuk memperkenalkan diri dan namanya kepada Ape, suara Daeng lebih dulu terdengar, hingga mengejutkan Ape yang langsung tersedak saat memasukkan sendok nasi ke dalam mulutnya.


"Kenalkan Ape, wanita cantik di sampingku ini bernama Dina, dia adalah calon istriku." ucap Lexsus sambil menatap wajah Dina. "Anri, kenalkan. Dia Ape, teman Daeng."


"Dina.." Dina mengulurkan tangan dengan beribu banyak pertanyaan di kepalanya.


"A.. Ape.." dengan wajah pias dan suara terbata, wanita itu tampak syok mendengar ucapan pria yang di anggapnya masih sangat mencintainya. Bahkan tidak mampu melupakannya.


Sunguh Ape tidak mempercayai begitu saja ucapan Lexsus.


"Calon istri?" Ape bertanya dengan raut wajah tegang.


"Ape.. Makanlah dulu." Indo ikut menengahi.


"Nanti setelah makan, baiknya kalian bicarakan baik-baik… Daeng, kamu dengar Indo?"


"Baik Indo.."


Dina sedikit mulai paham akan situasi yang terjadi, ia dapat menebak Ape adalah sosok wanita masalalu kekasihnya. Wanita yang sempat akan di ceritakan oleh Daeng saat keduanya berada di dalam mobil di parkiran rumah sakit.


****


Bersambung ❤


Ucapan yang sama untuk semuanya yaa...


Mohon maaf lahir batin.. Terimakasih masih setia menunggu Maya 🙏