TRUE LOVE For MAYA

TRUE LOVE For MAYA
KAMU ANAKKU



Ia menyerah, ia kalah, ia mengakui, ia terpaku diri menahan rindu...


"Katakan, kalau yang aku dengar salah? Katakan kalau yang aku dengar hanya sebuah kebohongan? Katakan kalau aku putra Lusiana dan Sutan Cjokro? Katakan kalau aku bukan putramu? Katakan.."


Dengan mata memerah menahan airmata. Lingga melangkah perlahan, langkah kakinya mendekat, ke arah dimana Rossa tengah berdiri, bergetar menahan sesak di dada, menahan rasa yang di tahannya, menahan airmata yang telah penuh menggenangi kedua kelopak matanya.


Sungguh hatinya lelah.. Beribu purnama ia menahannya, hanya foto yang ia curi secara diam-diam saat melihat Lingga. Yang ia kumpulkan dalam galeri ponselnya, sebagai pengobat, penawar rindu di hatinya. Hanya pengharapan yang selama ini ia sematkan di setiap doanya untuk buah hati tercinta.


Ia tak sanggup lagi menutupinya dari kenyataan yang sebenarnya. Ia tak sanggup lagi seolah tak mengenalnya. Ia tak sanggup lagi untuk tidak memeluknya.


Hanunggara.. Hanya sebuah nama yang mampu ia sematkan untuknya. Nama belakang dari sang Ayah..


Harun Hanunggara


"Kamu anakku.. Kamu anakku.. Aku Ibumu.. Aku Ibumu.. Sekeras apapun kamu tidak mengakuinya. Aku akan tetap menjadi Ibumu, Lingga.." Rossa bicara dengan suara pelan berulang-ulang. Tapi masih terdengar jelas. Airmata yang di tahannya lolos begitu saja membanjiri kedua pipinya.


"Jangan membenciku Lingga.. Jangan membenciku.. Kasihani aku sebagai wanita tua.. Kasihani aku sebagai wanita malang.." Rossa menguatkan bicara saat langkah kaki Lingga terhenti lima langkah di hadapannya.


"Aku tidak berhak mendapatkan maafmu anakku.. Aku Ibu yang berdosa.. Tapi Bunda mohon.. Akui aku sebagai Ibumu walau hanya sekali seumur hidupmu."


"Jangan memalingkan wajahmu saat bertemu denganku.. Aku akan kuat saat dunia tak mengakui keberadaanku, tetapi aku semakin hancur saat kamu tidak mengakuiku. Berikan kesempatan kepadaku untuk mengakui semua dosa-dosaku di masa lalu kepadamu, Lingga.."


Mang Ujang dan Bik Mar, yang menyaksikan interaksi Ibu dan anak dari balik dinding, tak henti mengusap airmata. Cukup lama mereka menyaksikan kesedihan yang Rossa jalani selama ini.


°°°°°



33 tahun yang lalu.


Rossa dan Cjokro di pertemukan disaat pria itu di tugaskan ke luar kota selama 3 bulan untuk mengumpulkan berita, untuk sebuah artikel yang sedang di garapnya. Pada jamannya, koran adalah salah satu alat yang masih berjaya untuk memuat berita dari segala informasi.


"Saat itu papamu dan timnya menginap di rumah Kakekmu Harun, sebagai orang yang di tuakan di kampung asrama. Yang tak lain adalah Ayah Bunda. Selain itu rumah yang kami tempati cukup luas dan memiliki banyak kamar."


kedua Ibu dan anak itu memilih duduk bersama saling berhadapan, setelah Lingga meminta Rossa untuk menceritakan kejadian 33 tahun silam.


Menarik nafas sejenak, Rossa melanjutkan kembali ceritanya.


Cinta pada pandangan pertama langsung menancap di hati keduanya. Selama tiga bulan dalam penelitian, keduanya sering jalan bersama mengitari desa dan saling mengutarakan cinta dengan memutuskan untuk menjalin hubungan melalui proses pacaran.


Rossa yang cantik dan banyak di sukai para pria di kampungnya, membuat seorang Cjokro merasa berat meninggalkannya untuk kembali ke kota.


Menghadap Harun, Cjokro meminta ijin untuk mengikatnya dengan menikahi sirih Rossa dan berjanji akan kembali membawa serta kedua orangtuanya. 4 bulan berlalu, dari waktu yang di janjikan.. Pria itu tidak ada kabar berita.. Hanya di bulan pertama keduanya masih berkirim kabar melalui surat. Hingga tanda-tanda kehamilan mulai di rasakan Rossa.


Sedangkan di kota.


Sekembalinya Cjokro dari tugasnya. Sang Ayah menyerahkan kepemimpinan perusahaan agar di kelolanya dengan Lusiana sebagai sekertarisnya.


Kesibukan mengembangkan nama sebuah surat kabar yang bernama Kabar Pos membuatnya jarang berkirim kabar dengan Rossa. Tanpa di ketahuinya, Rossa sudah mengandung Lingga.


Untuk menyelamatkan nama baik Cjokro terutama kelangsungan perusahaan. Lusiana menyatakan di media kalau ia adalah istri sah Cjokro sehingga tuduhan buruk tidak sampai di sematkan kepada pria itu. Bahkan mampu membungkam beberapa media yang akan memuatnya dalam berita utama.


Di balik itu semua, Cjokro di tuntut untuk menikahi Lusiana sebagai bentuk tanggung jawabnya. Wanita itu di anggap telah menyelamatkan perusahaan oleh Tuan Sutan dan Nyonya Hartika sebagai orangtua.


Cjokro menikahi Lusiana tanpa dasar cinta, pria itu menikahi wanita itu sebatas tanggung jawab dan rasa terimakasih. Cjokro tidak menceritakan pernikahan sirihnya bersama Rossa kepada Lusiana, sebelum ia menyampaikan lebih dulu kepada kedua orangtuanya. Dan akan meminta ijin melepaskan Lusiana setelah 3 bulan pernikahan.


Tapi sayangnya hubungan semalam membuat Lusiana hamil. Dan pada akhirnya Cjokro juga mengetahui kalau Lusiana baru 6 bulan berpisah dari suaminya dengan meninggalkan satu orang anak berumur satu tahun.


"Saat bunda menemui Papamu ke kota. Bunda harus menerima kenyataan kalau Papamu telah menikah dengan wanita lain. Bunda sempat kecewa dan akan kembali ke kampung. Tetapi Papamu menahan Bunda agar tidak kembali, dia meyakinkan Bunda kalau hanya Bunda wanita yang di cintainya. Dan Papamu benar-benar membuktikan ucapannya."


"Tidak ada yang tau dengan pernikahan kami. Selain adiknya Hadid. Papamu meminta waktu untuk menyampaikan dan menjelaskan kepada keluarganya. Saat itu kehamilan Bunda sudah menginjak umur 3 bulan dan Lusiana 1 bulan."


Rossa terdiam untuk beberapa saat, mengumpulkan kekuatan untuk menyampaikan cerita yang akhirnya membuat ia terpisah dengan Lingga.


"Di kehamilan bunda yang sudah menginjak 9 bulan.. Papamu membawa Bunda pulang ke rumah orangtuanya, Papamu baru mendapatkan kesempatan menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Tuan Sutan dan Nyonya Hartika."


"Tanpa kami sadari, Lusiana mendengar semuanya. Tapi tidak dari awal Papamu bercerita. Yang dia dengar hanya sepenggal cerita, yang dia tau Papamu telah menikahi sirih Bunda di kampung. Lusiana marah sejadi-jadinya, dia berteriak menuduh Bunda sebagai orang ketiga dan merusak pernikahannya."


Saat Papamu meminta Bunda untuk kembali ke kamar.. Lusiana mengejar Bunda, kami bersitegang, kami saling mendorong. Dan tanpa Bunda sengaja, Bunda telah mendorongnya dari anak tangga.. Lusiana terjatuh karena Bunda, Ling.. Bunda sudah membunuh anak yang ada dalam kandungannya.. Bukan hanya anak.. Tapi rahim Lusiana juga harus di angkat."


"Lusiana memintamu sebagai penggantinya. Penebus dosa dari apa yang sudah Bunda lakukan. Jika Bunda tidak menyerahkanmu, Lusiana akan membawanya ke jalur hukum."


Meremat kepala, Lingga tertunduk dengan airmata yang juga jatuh tak tertahan saat mengetahui fakta yang sebenarnya. Selama ini ia sudah menghindari Ibu kandungnya. Belasan tahun ia sangat kecewa dengan wanita yang ternyata Ibunya. Ia bahkan menolak kehadiran Rossa saat menikahi Alisa.


Ia sudah menuduh wanita di hadapannya saat ini sebagai perusak rumah tangga wanita yang di anggap Mamanya.


Keduanya sama-sama menangis tersedu, mengungkapkan rasa sakit, rasa sedih bersamaan.. Keduanya telah membuang banyak waktu.. Yang seharusnya di lewati bersama dengan keindahan.


Ia baru menyadari, sebesar apapun rasa sayangnya kepada Lusiana yang ia anggap sebagai Mamanya. Tetap tidak ada ikatan batin dan getaran yang kuat, sama seperti saat ia bertemu Rossa..


"Maafkan Lingga Bunda.. Maafkan Lingga." pria itu bicara dengan suara serak, ia bicara dengan menundukkan wajahnya tak mampu menatap Rossa.


"Putra Bunda tidak salah, kamu hanya tidak tau akan kebenarannya, Ling.. Sikapmu tidak salah.. Jangan menyalahkan dirimu atas dosa yang telah kami perbuat. Kami bertigalah sebagai orangtua yang bersalah. Kami yang salah, Ling.."


Keduanya saling merangkul dan memeluk. Dengan Lingga yang membenamkan kepalanya di pangkuan Rossa.. 32 tahun lamanya keinginan wanita itu untuk bisa memeluk, membelai kepala sang putra akhirnya terlaksana.


"Siapa Alisa Bunda?"


****


Bersambung ❤️


Terimakasih untuk tebaran dukungannya, dari mulai like, bunga, vote, komen dan kopi hangatnya biar gak ngantuk..


Xiexie 👏